
" kakak apa aku boleh mengajak ka Ailee sarapan bersama ? " permintaan Rahel cukup membuat Zian terperanga
pria itu bengong beberapa saat sampai bibirnya bisa membalas senyum manis adik perempuannya itu
" ya, ya.. kenapa tidak, kakak akan memanggil nya.. " ucap Zian disambut senyum lebar Rahel
Zian segera bergegas dan mengetuk pintu ruang Ailee
gadis itu masih enggan beranjak dari kasur, dia sudah bangun dari tadi hanya saja tubuhnya masi tergolek santai sambil jarinya tris scrolling layar handphone
" waahh Bey dan Daniel sudah upload aja, mereka so sweeet banget ! bikin irii..... " gumamnya pelan dengan wajah cemerlang
jarinya dengan cepat menyentuh keybord handphone
" beri aku ponakan lucu kakaaaaa... hahaha... " godanya di kolom komentar post poto terbaru Bey
ting tong.. !
duhh.. siapa sih pagi pagi begini sudah bertamu, gerutu Ailee dalam hati, dengan enggan dia menjangkau selop nya dan berjalan malas menuju pintu
gadis itu terkejut dan segera membetulkan piyama juga rambutnya yang berantakan tatkala mendapati Zian yang berdiri dengan senyum ramah di depan pintunya
" Ziaaan.... " ucap Ailee kaget
" maaf ganggu Ailee, apa kau sudah sarapan ? " tanya Zian cangguh
Ailee membulatkan mata, dia tak mengerti maksud pertanyaan Zian, mendapati wajah heran Ailee Zian segera tersenyum lebar
" ayo sarapan bersama, aku membuat banyak pagi ini.. " ajak Zian manis
Ailee masih bengong, tapi langkah kakinya mengikuti saja Zian dari belakang, pria itu mempersilahkan Ailee jalan lebih dulu dan membuka kan pintu ruangannya
di meja sudah tersedia banyak makanan dari nasi goreng, roti panggang keju, cokelat hangat, sereal bahkan salad buah dan sayur kesukaan Ailee
" waaaahhh... " Ailee terkagum
Rahel mendengar suara Ailee, gadis itu segera hendak bangun, tapi dengan cepat Ailee beralih mendekatinya lebih dulu
tangan Ailee menyentuh pundak Rahel lembut, dia tak ingin gadis itu meninggalkan duduknya
" waaah... kau makan sebanyak ini Rahel ? pantas saja kau sangat sehat.. " ucap Ailee bercanda pada Rahel
gadis kecil itu terlihat ceria
" hahaaa... ini semua untuk kakaaak.. " balas Rahel menjawab lelucon Ailee
" hahaa... nanti aku tidak bisa jadi artis lagi.. "
" tidak kaaa.. kakak tetap cantik walau sedikit.. " Rahel menggembungkan kedua pipinya dan berpose seperti orang yang gemuk
mereka semua tertawa di meja makan
" apa ini kau yang membuat Zian ? " tanya Ailee dengan mata terkagum kagum
__ADS_1
Zian sedikit kikuk untuk mengiyakan, ini bukan hal yang luar biasa buatnya
" tentu saja kak, lihatlah kakak selain tampan dan punya suara indah, dia juga jago memasak dan rajin.. " puji Rahel bangga
" waaah... kakakmu memang hebat ! " saut Ailee bertambah kagu
Rahel tersenyum senang
Zian menatap wajah ceria adiknya, lalu melirik Ailee yang juga tersenyum riang, pria itu menyembunyikan senyum kecilnya
" ayo kita makaj, mumpung masih hangat.. "
" yeeee.... ayoo maakaaan... "
" terima kasih banyak yaaa... "
mereka menikmati suasana pagi yang ceria, dengan makanan yang lezat
" wooo... enak ! " Ailee mengangkat jempolnya ke arah Zian
pagi yang ceria untuk Zian setelah sekian lama dia tak bisa melihat wajah bahagia Rahel
pagi yang penuh makanan enak dan sehat untuk Ailee biasanya dia jarang sekali makan di meja makan sejak memutuskan untuk tinggal sendiri, biasanya Domi akan membelikan makanan siap saji untuk sarapannya
Rahel tak bisa berhenti tersenyum bahagia, dia menyukai kebaikan Ailee, dan.dia merasa bahwa kakaknya semakin terlihat lebih bahagua ketika dia bisa tersenyum ceria seperti ini
Rahel sangat menyukai Ailee, kakak cantik itu, walau Rahel belum pernah melihat wajahnya tapi dia bisa merasakan bahwa Ailee adalah gadis cantik yang tulus, itulah mengapa dia menyukai kakak wanita barunya itu
" kakak.. apa kau dan kak Yosep pacaran ? "
" Rahel.. pertanyaan mu itu tidak sopan " protes Zian, matanya terlihat sedikit kecewa dengan pertanyaan Rahel yang tiba tiba
" Ailee jadi tersedak, untunglah dia tidak apa apa.. " Zian masih mengomel sambil mengangkat gelas di tangannya
Rahel memasang wajah merengut dia menyesal
Ailee menyentuh punggung tangan Zian dan menggeleng pelan, meminta Zian untuk lebih tenang bicara pada Rahel
Ailee menatap dalam mata Rahel tapi gadis kecil itu masih fokus ke depan, tangannya masih menyuap makanan di piring pas dihadapannya
" Rahel.. kakak dan Yosep itu... "
Ailee mendadak bingung harus jawab apa, dia ingin bilang pacar tapi mereka belum pacaran, dia ingin bilang teman tapi dia berharap lebih dari itu
" ah.. kakak menyukai dokter itu ya ? " tanya Rahel mengolok, gadis itu tersenyum menggoda
Ailee menyembunyikan rona merah wajahnya, ah untung Rahel tidak melihat malu nya saat ini, bisa bisa gadia kecil ini semakin jadi mengolok nya
" kami itu teman... " jawab Ailee mendekatkan wajah pada Rahel
" teman dekaaat.... " bisik Ailee di telinga gadis kecil itu
Zian memperhatikan tingkah kedua gadis dihadapannya, mereka terlihat riang dan dekat, mereka bisa sedekat ini hanya dengan waktu yang singkat ?
__ADS_1
pria itu menarik lengan kirinya, dia menyentuh punggung tangan yang tadi di pegang Ailee sekilas, pria itu tersenyum kecil membayangkan rasa hangat dari telapak Ailee
wajahnya bersemu kecil dalam senyuman yang disembunyikan
Ailee tertawa kecil dengan wajah bersemu
Rahel tertawa lebar menyambut bisikan Ailee, gadis itu merasa kalau dia dan Ailee menjadi lebih dekat
" kalian berbisik apa ? " tanya Zian ingin tahu
Rahel menggeleng cepat
Ailee pun demikian
" rahasiaaa... " balas Rahel sambil tersenyum berdua dengan Ailee, senyuman penuh arti
*********
" aku rasa mawar mawar ini sudah cukup ? "
Yosep melihat bagasi mobilnya sekali lagi
ada banyak bunga mawar yang menutupi isi mobilnya
" ah sepertinya masih kurang.. " pria dewasa itu terlihat sedikit frustasi
dia mencoba lagi menyusun tangkai tangkai mawar yang sudah menutupi tiap permukaan dalam mobilnya
.
" apa Ailee akan suka ? " tanyanya sendiri
pria itu semakin galau, dia membayangkan bagaimana gadis pujaanya bereaksi melihat apa yang sudah dia lakukan sejak malam tadi
" aku harus percaya diri ! "
Yosep menyemangati diri sendiri
pria itu meraih beberapa balon dan memompanya, dia juga menyematkan pita di setiap ikatan ujung balon
ternyata pak dokter punya ide yang luar biasa juga yaa..
pria itu menghiasi isi mobilnya dengan bunga mawar merah
dia juga menyiapkan balon balon berbentuj hati dengan pita menjuntai
Yosep juga tak lupa membelikan hadiah kecil yang sudah dia bungkus rapi
sekali lagi Yosep memastikan persiapannya dan mengangguk mantap
dia membayangkan wajah ceria dan senyum cantik di bibir Ailee
wajahnya seketika merona dan salah tingkah sendiri
__ADS_1
pria itu menengadahkan kepalanya dan mengulum senyum
" aku sangat menyukai mu... "