Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Cerita


__ADS_3

Ailee baru saja bersantai di sofa empuk pink kesayangannya, gadis itu memakai masker sheet dan dua irisan tomat di kelopak matanya


tak lama berselang suara nada dari ponsel nya membuat gadis itu segera meraih handphone terbarunya itu, kok seperti dejavu ya..


" hallo.. "


suara Yosep menyahut di seberang sana, wajah Ailee sontak kaget, dia segera terduduk irisan tomat segera terjatuh, gadis itu langsung meraih jaket dan berlari keluar menuju lift


wajahnya terlihat cemas, gadis itu menggigit kecil ujung kukunya, jelas dia sangat khawatir


" ada apa Yosep menghubungi tengah malam begini.. " Ailee tidak habis pikir


gadis itu langsung menekan tombol dan berhambur keluar menuju parkiran mobil, dia menoleh kekiri ke kanan mencari sosok Yosep


" ah itu dia ! "


Ailee berlari ke arah Yosep, dan pria itu juga berlari menghampiri Ailee


" ada apa Yosep ! " Ailee penasaran dengan wajah cemas


" apa terjadi sesuatu ! " todong Ailee tak sabar menanti jawaban Yosep


" ah.. maaf Ailee tenanglah dulu.. " ujarnya sambil berusaha menenangkan wajah pucat Ailee


Ailee meneliti keadaan Yosep yang baik baik saja, gadis itu sedikit lebih tenang kini


" maaf aku datang tengah malam begini, aku pasti sangat mengganggu mu tapi... "


Yosep menarik nafas dalam, Ailee menanti penuh rasa ingin tahu


mereka sudah sampai di belakang mobil mirip Yosep


" ah mobil mu sudah diperbaiki ? " tanya Ailee bingung


apa Yosep datang tengah malam begini untuk memberitahu jika mobilnya sudah diperbaiki ? Ailee tidak habis pikir, wajahnya terlihat bingung


Yosep menarik handle bagasi mobilnya, seketika Ailee terkejut tak percaya mendapati banyak mawar dan balon di sana


gadis itu takjub dan tak percaya, telapak tangannya menutupi mulutnya yang terus terbuka, wajah bingungnya berubah kaget dan sekaligus tak percaya


Ailee menoleh ke arah pria yang tersenyum malu malu di sisinya


" Ailee.. " suara Yosep pelan sambil meraih salah satu tangan Ailee


" aku tidak bisa menunggu hingga hari esok, aku ingin menyelesaikannya hari ini juga.. "


" maukah kamu jadi pacar ku ? " tanya nya lembut


Ailee masih terkejut dan tambah terkejut melihat apa yang ada di depan matanya ditambah sosok tampan yang kini menatapnya dengan penuh cinta


dada keduanya bergetar hebat, Ailee tak bisa menahan rasa yang penuh sesak saat ini, gadis itu mulai terharu


Yosep meraih kotak kecil di sakunya dan menyerahkan di telapak tangan Ailee


gadis itu segera memeluk Yosep spontan, rasa bahagianya seperti tak terbendung


Ailee tak bisa menjawab apa apa, gadis itu hanya bisa merasakan semuanya seperti indah dan bahagia yang teramat banyak, dia amat bahagia karena perlakuan manis Yosep

__ADS_1


Yosep menyambut pelukan hangat Ailee, pria tampan itu memeluk pinggang Ailee lembut


Ailee mengangguk angguk dalam pelukan Yosep, membuat pria itu tersenyum bahagia, dia segera mengeratkan lingkaran di pinggang Ailee


suasana malam yang terang


panas nya udara di basement


pelukan diantara keduanya


wangi mawar yang menyeruak


Yosep melonggarkan pelukan mereka, jarinya meraih sheet masker di wajah Ailee, gadis itu terlihat bingung dan malu menyadari masker itu masih menempel di wajahnya


pria dewasa itu memandang lurus mata Ailee yang masih berkaca kaca bahagia, gadis itu membalas tatapan mata Yosep lalu turun menatap hidung mancung dan bibir seksi pacarnya ini


Yosep masih terus meneliti tiap inch wajah Ailee yang tersipu malu


berlahan keduanya mendekatkan diri, menatap lurus satu sama lain, merasakan suara debaran jantung yang berlomba


" aku menyukai mu Ailee.. " gumam Yosep pelan sebelum kedua bibir manis itu bertemu dalam larut malam bersamaan dengan waktu yang telah berganti hari


" aku juga sangat menyukaimu Yosep.. "



****************


RAHEL


Sudah sejak pagi aku menunggu di sini, tapi tempat praktek ini belum juga dibuka, kemana penghuninya ?


aku mendengar suara langkah kaki cepat, suara itu semakin dekat ke arah ku


" dokter Yosep ? " aku berusaha meyakinkan diri sendiri jika yang datang adalah orang yang sejak fajar ku tunggu


" Rahel.. "


suaranya cukup meyakinkan ku jika itu benar orang yang aku tunggu, aku tersenyum senang


" kau sedang apa di sini ? " jelas dari nada bicaranya dia sangat khawatir dengan keadaanku, aku semakin menarik senyum, kau membuatku merasa istimewa dokter, perhatian mu itu sungguh menyenangkan untuk ku


" kak.. ada yang ingin aku ceritakan padamu "


aku langsung saja to the point pada kak Yosep, aku tak ingin menunda nunda, aku ingin Yosep tahu seperti apa Ailee itu sebenarnya, aku tak ingin Yosep akan terluka pada akhirnya


" kau duduklah, aku akan ambilkan teh hangat, aku juga harus menggosok gigi sebentar " pria itu beranjak dari hadapanku, aku bisa merasakan tubuhnya segera bangkit dan bergegas masuk


" kakak darimana ? " kalimatnya tadi membuatku penasaran, apakah dia telat bangun sampai tak sempat gosok gigi ?


" aku ? " Yosep balik bertanya meyakinkan diri jika aku ingin tahu apa yang membuatnya terlambat hari ini


" oh, ya.. aku hanya menghabiskan waktu di luar.. " suara itu jelas seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu, aku sering menangkap nada kebohongan seperti itu sebelumnya


( note : Yosep segera menuju kamar mandi dan membersihkan noda lipstik yang melekat di bibirnya, pria itu tersenyum sendiri dengan wajah bahagia )


apakah Yosep tidak pulang ke rumah malam tadi ? apa dia menghabiskan waktu di luar sana ? tapi.. aku tak habis pikir darimana Yosep dan apa yang dilakukannya di luar sana, dia tak mungkin menunggu mobilnya di bengkel kan ?!

__ADS_1


seandainya aku bisa melihat pasti tidak terlalu banyak teka teki di dalam kepalaku seperti saat ini


" apa yang ingin kau ceritakan Rahel ? "


dia kembali duduk dihadapanku, aku bisa mendengar gesekan handuk di rambut basahnya, pasti pria ini sangat tampan saat ini seandainya aku bisa melihat wajahnya..


ah aku harus melupakan itu dulu, ada hal yang lebih penting lagi yang harus dia tahu


" kak maafkan aku harus menceritakan ini semua ? " aku tak bisa menangkap ekspresi apa di wajah Yosep saat ini, dan aku tak peduli


" aku jadi seperti ini karena wanita yang kakak kenal.. " ujar ku hati hati


" aku sangat membencinya, aku ingin dia tahu kalau perbuatannya sudah membuat aku sulit, membuat hidupku jadi susah, dan aku kehilangan banyak hal indah.. "


mengingat itu semua membuat airmataku seketika berjatuhan


tak kudengar balasan apapun dari mulut Yosep, dia hanya menyodorkan sekotak tissu ke arahku


" saat itu aku berusia dua belas tahun, hari itu ayah berniat mempertemukan kami, tapi dia malah berlari tak tentu arah, gadis itu dengan mata penuh benci dengan emosi yang menguasai dirinya, dia menolak kehadiran kami, dia sangat membenci kami.. "


aku menghapus airmata, kenangan pahit itu kembali membayang dalam ingatan ku


" dia melempar sesuatu pada ibu dan berlarian keluar sana, aku mengikutinya dari belakang, ayah yang berusaha menghentikannya tak dia indahkan, aku sangat membenci wanita itu.. "


" dia berteriak kasar pada orang yang telah berjuang membesarkannya, dia tak berusaha mengerti keadaan orang lain, padahal ayah banyak berubah akhir akhir ini, tapi dia masih saja tak peduli, dia sangat egois.. "


" dia bahkan tak pernah mengakui ayah itu orangtuanya ! aku sangat membencinya ! "


" aku sangat membencinya ! " suaraku semakin meninggi, rasa sesak dan sakit di dada ku selama ini seperti tak bisa ditahan lagi


" aku membenci nama yang tersemat padanya, aku benci semua itu... " aku sudah tak sanggup lagi berbicara, rasanya tenggorokanku tercekat


Yosep menepuk nepuk pelan pundakku, aku merasakan ada sedikit kekuatan di sana


" kak Yosep tidak boleh mencintai wanita seperti itu ! " ujarku pada akhirnya, aku tak mendapat respon apapun


" kakak tidak boleh menyukai orang itu kak ! " kini aku lebih seperti memaksa dan merengek, aku meraih kemejanya dan menarik narik disana


tak kurasakan lagi tangan hangat Yosep, dia tak membalas sentuhan ku, membuat sakit ku semakin parah, membuat hatiku semakin terluka, kakak harusnya kasihan padaku ! kakak harusnya menenangkanku saat ini kak ! tapi kakak kenapa diam saja ?


" Rahel... " tangannya menyentuh genggamanku di bahan bajunya, dia melepaskan berlahan


" apa yang kau maksud Sofia ? "


pertanyaan Yosep memukul kepala ku !


" Sofia ?! "


aku tak mengenal nama itu, siapa dia ? bukan dia yang kumaksud kak, tapi Ailee ! gadis itu- gadis itu yang akan merebut semua kebahagiaanku ! dia mengambil penglihatanku dan juga kau ! aku benci Ailee !


" Sofia pernah menceritakan kejadian itu padaku.. apa kau anak Alfa Widjaja ? "


aku menangkap kalimat tanya terakhir dari suara Yosep, aku mendengarnya jelas, kenyataan yang sesungguhnya, semua seperti berputar putar di otakku


Sofiaa... Sofiaa....


Aileee... Ailee...

__ADS_1


Sofiia.... bukan Aileee... aku tak sadarkan diri


__ADS_2