Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Permainan hati


__ADS_3

Ailee terbangun, dia menahan rasa mual dan panas di perutnya, dia sudah cukup lama tidak meminum alkohol, apalagi diva salah satu minuman terkuat di pasaran saat ini


Azka terbangun dari kantuknya, dia segera bangkit melihat Ailee yang berusaha mengangkat diri


" kau kenapa ? " tanya Azka cemas


" Azka perutku sakit, bisa kau panggilkan aku taksi.. " pinta Ailee


" apa katamu ? kau gila ya.. membuat mu naik taksi dalam keadaan seperti ini ! " permintaan Ailee membuat Azka senewen


pria itu melirik jam tangan mahal nya, ah.. ini masih pukul satu malam, terlalu lama kalau Ailee harus menunggu band itu bubar dulu baru pulang, Azka bertambah gusar dan cemas


" aku akan mengantar mu.. " jawab Azka sambil melepaskan jas nya, dia menyangkutkan tailor hitam itu ke pundak Ailee


kedua tangan Azka mencoba menuntun pundak Ailee, tapi gadis itu terlalu lemas untuk berjalan, membuat Azka semakin bingung


dia menekan tombol extension di pesawat telpon


" Jef tolong antar aku sebentar, siapkan mobil di depan segera, antar aku ke apartment Luxions.. " pinta Azka buru buru menutup telponnya


pria itu segera meraih tubuh Ailee dan menggendongnya


Jefri segera membukakan pintu ruangan itu dan Azka bergegas membawa Ailee, beberapa orang memperhatikan mereka membuat Azka sedikit menundukkan kepala berusaha menutupi wajah Ailee


Zian yang sedang bernyanyi di atas panggung bisa melihat jelas apa yang dibawa oleh pemilik bar itu


dia menjeda lagu nya, membuat rekannya lebih ekstra memainkan irama


beberapa saat Zian kehilangan fokus hingga dentuman keras drumm di belakang punggung menyadarkannya, dia harus menyelesaikan tugasnya dengan baik malam ini


" tapi.. kemana pria itu membawa Ailee ! " pikiran Zian mulai menduga duga, dia takut hal buruk terjadi pada Ailee, kenapa dia sepeduli itu pada Ailee ?


dia harusnya cuek dan menyelesaikan saja tugasnya


tapi nyatanya dia terus menatap punggung Azka yang menghilang didepan sana, pria itu kehilangan konsentrasinya, dia semakin gelisah


***************


Yosep terburu buru menekan tombol lift, dia segera berlari menuju rumah Ailee, pria itu menekan bel beberapa kali


dengan perasaan tak menentu dia terus menekan bel , tapi tak ada jawaban


pria itu melirik jam tangan, pukul sebelas malam


" apa dia sudah tidur ? " pikirnya


ah tapi tadi dia masih mengangkat telpon, harusnya tidak terlalu lama di jalan, harusnya Ailee masih terjaga saat ini kan ? , seperti halnya dia


Yosep mana akan bisa tidur setelah kalimat putus itu, dia tidak akan bisa tidur nyenyak lagi

__ADS_1


tangan dan kaki Yosep terus saja bergerak gerak, pria itu jelas sangat gugup dan panik, tentu saja dia baru saja membuat keputusan yang tidak masuk akal


dia sangat kejam sebagai seorang pria dewasa, bagaimana mungkin memutuskan hubungan tanpa alasan yang jelas, Yosep harus menyesali itu, seperti saat ini


pria itu merogoh saku celananya, dia berniat akan menghubungi Ailee, tapi dia meraba sekali lagi, di kiri dan kanan kantongnya, pria itu menepuk kencang dahinya, wajahnya terlihat kesal


" aku lupa handphone ku.. " sesal Yosep


dia sungguh ceroboh hari ini


pria itu mondar mandir di lorong antar ruangan, dia sesekali melirik ke arah pintu ruang Ailee tapi pintu itu masih saja tertutup rapat


" Aileee... " panggil Yosep pelan


dia memasang kuping, tak ada jawaban dari dalam sana, membuatnya semakin cemas dan takut, kemana gadis itu ?


Yosep merasa kesal sendiri, dia juga merasa menyesal dengan tingkah konyolnya, dia benar benar bodoh, dia melakukan hal terbodoh dalam hidupnya ! dia mengatakan putus setelah hanya dua hari menyatakan cinta, apa itu waras ?


Yosep sendiri merasa dirinya sedang tidak waras, dia menanti sosok Ailee seperti orang gila, dia juga terus memikirkan berbagai cara supaya Ailee mau mengampuninya, setidaknya gadis itu bisa memaafkan kesalahan besarnya


Yosep bersender pada tembok, pria itu berniat akan menunggu pintu di sebelahnya itu terbuka


satu jam berlalu


pundaknya sepertinya terasa pegal, Yosep merebahkan punggungnya, bersender dengan berjongkok


dua jam berlalu..


tiga jam berlalu..


sepertinya dia mulai sedikit lelah dengan posisinya, Yosep mencoba menggerakkan kepala ke kanan dan kekiri lalu kembali tertunduk lemas


empat jam hampir berlalu...


tuk.... tuk... tuk....


suara sepatu mengetuk lantai


membuat pandangan tertunduk Yosep menoleh berlahan ke arah orang tersebut datang, suara derap langkah itu semakin dekat saja dengan posisi duduk lemas Yosep


Yosep bisa melihat walau awalnya sedikit samar, dia menatap sosok pria di depan matanya


Azka menghentikan langkahnya mendapati seorang pria yang terduduk di lantai dengan wajah yang putus asa


keduanya saling menatap bingung


Ailee mengangkat wajahnya, dia berusaha mengumpulkan tenaga untuk bisa membuka mata


mata Ailee menangkap samar sosok Yosep yang berlahan berdiri sejajar dengan nya, mata itu terlihat membesar

__ADS_1


Azka merasakan gadis di pundaknya terus bergerak, dia merasa keberatan dari tadi dia sekuat tenaga menahan beban dipunggungnya, akhirnya pegangan tangannya terlepas juga, membuat gadis di punggungnya bisa berdiri menyentuh lantai,


walau begitu


Azka dengan segera merangkul bahu Ailee, dia takut gadis itu kehilangan keseimbangan


mereka memasang wajah saling heran dan menatap bergantian


" Ailee.. " panggil Yosep dan Azka berbarengan, dengan wajah penuh kekhawatiran


Ailee mencoba menjelaskan pandangannya yang masih samar, dia bisa menangkap jelas wajah Azka yang berdiri dekat dengannya, dan seseorang lagi di depan sana, apakah dia Yosep ?! Ailee tak percaya


gadis itu berusaha mengumpulkan tenaga dan melihat fokus


oh Tuhan ! itu benar Yosep.. teriak hati Ailee tak percaya


apa yang dia lakukan di sini ! dia mau apa lagi ! apa yang dia inginkan ! teriak hati Ailee tak mengerti


gadis itu salah tingkah


kedua tangan Ailee segera menarik kerah Azka gadis itu mendaratkan bibirnya di atas bibir hangat milik temannya itu


Azka hanya terbelalak tak percaya mendapati sentuhan lembut dan manis dari bibir gadis idamannya itu


Ailee terus saja mencium Azka lebih intim, dia menutup rapat matanya, memaksa Azka untuk membalas ciuman yang tiba tiba itu


Ailee memiringkan kepalanya, lidahnya mencoba memasuki rongga mulut Azka yang masih ternganga tak percaya dengan apa yang gadis mabuk ini lakukan tapi hatinya sangat senang


Yosep terbelalak tak percaya


jantungnya seperti berhenti berdetak


matanya seperti tak bisa menangkap apa yang terjadi di sana


kepala pria itu tiba tiba kosong


dia tak percaya dengan penglihatannya !


Zian melangkah cepat menaiki lift, pria itu sejak tadi mengikuti laju mobil Azka


langkah kakinya seketika berhenti mendapati Azka dan Ailee di depan sana


deg !!


Zian memegang dadanya, sesuatu bergetar hebat di sana, pria itu tak percaya jika Ailee akan mencium pemilik bar itu tepat saat kedatangannya


semua terdiam


Azka mengangkat kedua tangannya, pria itu masih terus bengong

__ADS_1


waktu pun seperti nya ikut terdiam


hanya Ailee yang masih bermain dengan ciuman panasnya


__ADS_2