
Ailee terbangun, dia menahan rasa mual dan panas di perutnya, dia sudah cukup lama tidak meminum alkohol, apalagi diva salah satu minuman terkuat di pasaran saat ini
Azka terbangun dari kantuknya, dia segera bangkit melihat Ailee yang berusaha mengangkat diri
" kau kenapa ? " tanya Azka cemas
" Azka perutku sakit, bisa kau panggilkan aku taksi.. " pinta Ailee
" apa katamu ? kau gila ya.. membuat mu naik taksi dalam keadaan seperti ini ! " permintaan Ailee membuat Azka senewen
pria itu melirik jam tangan mahal nya, ah.. ini masih pukul satu malam, terlalu lama kalau Ailee harus menunggu band itu bubar dulu baru pulang, Azka bertambah gusar dan cemas
" aku akan mengantar mu.. " jawab Azka sambil melepaskan jas nya, dia menyangkutkan tailor hitam itu ke pundak Ailee
kedua tangan Azka mencoba menuntun pundak Ailee, tapi gadis itu terlalu lemas untuk berjalan, membuat Azka semakin bingung
dia menekan tombol extension di pesawat telpon
" Jef tolong antar aku sebentar, siapkan mobil di depan segera, antar aku ke apartment Luxions.. " pinta Azka buru buru menutup telponnya
pria itu segera meraih tubuh Ailee dan menggendongnya
Jefri segera membukakan pintu ruangan itu dan Azka bergegas membawa Ailee, beberapa orang memperhatikan mereka membuat Azka sedikit menundukkan kepala berusaha menutupi wajah Ailee
Zian yang sedang bernyanyi di atas panggung bisa melihat jelas apa yang dibawa oleh pemilik bar itu
dia menjeda lagu nya, membuat rekannya lebih ekstra memainkan irama
beberapa saat Zian kehilangan fokus hingga dentuman keras drumm di belakang punggung menyadarkannya, dia harus menyelesaikan tugasnya dengan baik malam ini
" tapi.. kemana pria itu membawa Ailee ! " pikiran Zian mulai menduga duga, dia takut hal buruk terjadi pada Ailee, kenapa dia sepeduli itu pada Ailee ?
dia harusnya cuek dan menyelesaikan saja tugasnya
tapi nyatanya dia terus menatap punggung Azka yang menghilang didepan sana, pria itu kehilangan konsentrasinya, dia semakin gelisah
***************
Yosep terburu buru menekan tombol lift, dia segera berlari menuju rumah Ailee, pria itu menekan bel beberapa kali
dengan perasaan tak menentu dia terus menekan bel , tapi tak ada jawaban
pria itu melirik jam tangan, pukul sebelas malam
" apa dia sudah tidur ? " pikirnya
ah tapi tadi dia masih mengangkat telpon, harusnya tidak terlalu lama di jalan, harusnya Ailee masih terjaga saat ini kan ? , seperti halnya dia
Yosep mana akan bisa tidur setelah kalimat putus itu, dia tidak akan bisa tidur nyenyak lagi
__ADS_1
tangan dan kaki Yosep terus saja bergerak gerak, pria itu jelas sangat gugup dan panik, tentu saja dia baru saja membuat keputusan yang tidak masuk akal
dia sangat kejam sebagai seorang pria dewasa, bagaimana mungkin memutuskan hubungan tanpa alasan yang jelas, Yosep harus menyesali itu, seperti saat ini
pria itu merogoh saku celananya, dia berniat akan menghubungi Ailee, tapi dia meraba sekali lagi, di kiri dan kanan kantongnya, pria itu menepuk kencang dahinya, wajahnya terlihat kesal
" aku lupa handphone ku.. " sesal Yosep
dia sungguh ceroboh hari ini
pria itu mondar mandir di lorong antar ruangan, dia sesekali melirik ke arah pintu ruang Ailee tapi pintu itu masih saja tertutup rapat
" Aileee... " panggil Yosep pelan
dia memasang kuping, tak ada jawaban dari dalam sana, membuatnya semakin cemas dan takut, kemana gadis itu ?
Yosep merasa kesal sendiri, dia juga merasa menyesal dengan tingkah konyolnya, dia benar benar bodoh, dia melakukan hal terbodoh dalam hidupnya ! dia mengatakan putus setelah hanya dua hari menyatakan cinta, apa itu waras ?
Yosep sendiri merasa dirinya sedang tidak waras, dia menanti sosok Ailee seperti orang gila, dia juga terus memikirkan berbagai cara supaya Ailee mau mengampuninya, setidaknya gadis itu bisa memaafkan kesalahan besarnya
Yosep bersender pada tembok, pria itu berniat akan menunggu pintu di sebelahnya itu terbuka
satu jam berlalu
pundaknya sepertinya terasa pegal, Yosep merebahkan punggungnya, bersender dengan berjongkok
dua jam berlalu..
tiga jam berlalu..
sepertinya dia mulai sedikit lelah dengan posisinya, Yosep mencoba menggerakkan kepala ke kanan dan kekiri lalu kembali tertunduk lemas
empat jam hampir berlalu...
tuk.... tuk... tuk....
suara sepatu mengetuk lantai
membuat pandangan tertunduk Yosep menoleh berlahan ke arah orang tersebut datang, suara derap langkah itu semakin dekat saja dengan posisi duduk lemas Yosep
Yosep bisa melihat walau awalnya sedikit samar, dia menatap sosok pria di depan matanya
Azka menghentikan langkahnya mendapati seorang pria yang terduduk di lantai dengan wajah yang putus asa
keduanya saling menatap bingung
Ailee mengangkat wajahnya, dia berusaha mengumpulkan tenaga untuk bisa membuka mata
mata Ailee menangkap samar sosok Yosep yang berlahan berdiri sejajar dengan nya, mata itu terlihat membesar
__ADS_1
Azka merasakan gadis di pundaknya terus bergerak, dia merasa keberatan dari tadi dia sekuat tenaga menahan beban dipunggungnya, akhirnya pegangan tangannya terlepas juga, membuat gadis di punggungnya bisa berdiri menyentuh lantai,
walau begitu
Azka dengan segera merangkul bahu Ailee, dia takut gadis itu kehilangan keseimbangan
mereka memasang wajah saling heran dan menatap bergantian
" Ailee.. " panggil Yosep dan Azka berbarengan, dengan wajah penuh kekhawatiran
Ailee mencoba menjelaskan pandangannya yang masih samar, dia bisa menangkap jelas wajah Azka yang berdiri dekat dengannya, dan seseorang lagi di depan sana, apakah dia Yosep ?! Ailee tak percaya
gadis itu berusaha mengumpulkan tenaga dan melihat fokus
oh Tuhan ! itu benar Yosep.. teriak hati Ailee tak percaya
apa yang dia lakukan di sini ! dia mau apa lagi ! apa yang dia inginkan ! teriak hati Ailee tak mengerti
gadis itu salah tingkah
kedua tangan Ailee segera menarik kerah Azka gadis itu mendaratkan bibirnya di atas bibir hangat milik temannya itu
Azka hanya terbelalak tak percaya mendapati sentuhan lembut dan manis dari bibir gadis idamannya itu
Ailee terus saja mencium Azka lebih intim, dia menutup rapat matanya, memaksa Azka untuk membalas ciuman yang tiba tiba itu
Ailee memiringkan kepalanya, lidahnya mencoba memasuki rongga mulut Azka yang masih ternganga tak percaya dengan apa yang gadis mabuk ini lakukan tapi hatinya sangat senang
Yosep terbelalak tak percaya
jantungnya seperti berhenti berdetak
matanya seperti tak bisa menangkap apa yang terjadi di sana
kepala pria itu tiba tiba kosong
dia tak percaya dengan penglihatannya !
Zian melangkah cepat menaiki lift, pria itu sejak tadi mengikuti laju mobil Azka
langkah kakinya seketika berhenti mendapati Azka dan Ailee di depan sana
deg !!
Zian memegang dadanya, sesuatu bergetar hebat di sana, pria itu tak percaya jika Ailee akan mencium pemilik bar itu tepat saat kedatangannya
semua terdiam
Azka mengangkat kedua tangannya, pria itu masih terus bengong
__ADS_1
waktu pun seperti nya ikut terdiam
hanya Ailee yang masih bermain dengan ciuman panasnya