
kilas balik sebentar
Ailee yang mengunjungi dokter langganannya mendapatkan bisikan gaib perihal langai empat dimana pujaan hatinya membuka konsultasi umum
gadis itu mengendap endap menyusuri lorong, menaiki lift, mengintip ruangan dengan wajah masamnya hingga berakhir tertidur di ruang kerja Yosep setelah mencoba berbagai hal asing di dalam sana
mata gadis itu berlahan terbuka, dia tak percaya mendapati lantai putih bersih dengan bau khas nya, gadis itu mengerjap beberapa kali mencoba mengingat dia sedang ada di mana
" apa kau sudah bangun ? "
mendengar suara berat di sisinya membuat jantung Ailee seperti akan melompat, gadis itu memejamkan matanya dengan terpaksa, dia ingat betul dimana posisi nya terakhir kali
" haduuh.. kenapa aku bisa tertidur sih ! " batin Ailee kesal sendiri
Ailee segera mengangkat kepalanya, dia menatap sebentar ke wajah pria di sisinya, jelas wajah itu merona merah, raut nya tak bisa menyembunyikan perasaan nya yang campur aduk saat ini

Yosep tertawa kecil menyadari rona merah jambu di wajah mantan pacar nya itu, ditambah lagi tingkah nya yang jelas cangguh dan salah tingkah
gadis itu sudah tidak bisa beralasan lagi, dia jelas tertangkap basah di sini, baru sekali dia ingin mencoba menjadi detektif tapi yang ada dia seperti pencuri, Ailee merasa malu sendiri
" apa kau punya waktu menemani ku ? " tanya Yosep tiba tiba
dengan wajahnya yang masih merona Ailee berusaha setegar mungkin membalas tatapan dalam Yosep, bibirnya segera dipaksa mengembang
" menemani mu ? " Ailee balik bertanya
perasaan gadis itu jadi tidak enak mendengar kata menemani di suasana sunyi dan di dalam ruangan tertutup berdua dengan lawan jenis, pikiran nya menjadi kotor seketika
" apa kau mau mendengarkan sebuah cerita ? " tanya Yosep lagi, kali ini raut wajahnya terlihat serius
Ailee mencoba membalas sorot mata tajam pria di sisi nya itu, gadis itu mengangguk berlahan tanda menyetujui pertanyaan Yosep
" mungkin kau tak terlalu menyukai nya tapi aku tetap akan menceritakan nya.. " lanjut Yosep membuat wajah penasaran Ailee
pria itu mengangkat tangan kanannya dan meraih rambut samping Ailee yang sedikit menutupi wajah gadis itu
Yosep menyibak berlahan rambut Ailee ke belakang punggung gadis itu, tangannya masih mengelus dengan lembut
__ADS_1
" Ailee.. mungkin aku tak bisa memilikimu, tapi yakinlah jika perasaan dan hati ku tak sekalipun tak menginginkan mu.. " ujar yosep membuat wajah gadis itu menjadi terkejut, kalimat manis apa itu ? batin Ailee tak percaya
Ailee menatap dalam sorot mata Yosep, dia mencari keseriusan dalam bola mata itu, tapi karena wajah Yosep semakin mendekat mata Ailee tak bisa lagi mendapati ekspresi serius itu, gadis itu hanya bisa menatap bibir hangat milik Yosep
lengan pria itu masih melingkar di pundak Ailee, tangannya terus membelai lembut rambut panjang gadis pujaan hati nya itu
" Ailee.. aku mungkin bukanlah orang terbaik, aku tak bisa menjadi pria yang pantas untuk mu " Ailee tersenyum mendengar kalimat bisikan dari mulut Yosep
" aku tak butuh yang terbaik dan aku juga tak butuh pria yang pantas " balas Ailee tak berani menatap mata Yosep
" walau aku tak bisa memiliki mu tapi hati ku tak sekalipun bisa melepas mu " lanjut Yosep
" siapa bilang kau tak bisa " balas Ailee meyakinkan
" apa kau mau menjalani semua bersama dengan ku walau itu tak seindah cerita dongeng ? " tanya Yosep dengan jarak wajah mereka yang teramat dekat
baik Yosep ataupun Ailee jelas bisa merasakan nafas mereka yang beradu
" ini kisah kita bukan khayalan semata " balas Ailee
" aku selalu mencintai mu.. " bisik Yosep
" aku juga me, mencintai mu.. " jawab Ailee ragu
Yosep menautkan alisnya mendengar jawaban ragu di bibir pujaan hati nya, apa dia sudah tidak mencintai ku ? batin Yosep curiga
Ailee menyadari tatapan mata Yosep yang lain kali ini, jika tadi penuh hasrat kini berubah dengan penuh kegelisahan
" apa ? " tanya Ailee tak mengerti dengan raut kecewa Yosep, dia sedang memikirkan jika mereka sedang di tonton di monitor security dengan adegan romantis live mereka, itu yang membuat jawabnnya ragu dan rona merah di wajah cantik nya
" ahhh.... " dengus Yosep mendaratkan kepala di bahu Ailee, gadis itu langsung tercengang dengan tingkah manja pria ini, dia biasanya terlihat sangat dewasa, tapi Ailee tersenyum kecil menyukai tingkah manis Yosep saat ini
" aku lelah sekali hari ini, boleh aku meminjam bahu mu sebentar " pinta Yosep dengan matanya yang terpejam, Ailee hanya tersenyum saja tanpa memberikan suara
tok.. tok.. tok..
" dok ? " ada suara yang memanggil di depan pintu, Ailee langsung terlihat tegang, dia melirik kepala Yosep yang nyaman di pundaknya
" iya, sebentar lagi aku turun ! " ujar Yosep menjawab suara di belakang pintu
__ADS_1
Ailee melirik wajah lelah Yosep, dia tidak mengerti kenapa pria ini terlihat begitu capai, apa karena pasiennya tadi ? duga Ailee entah mengapa dia menjadi kesal mengingat tingkah genit wanita wanita tadi pada Yosep
" cih.. kau suka sekali menjadi populer " gumam Ailee pelan, dia pikir Yosep sedang tertidur di sandarannya persis seperti dia tadi, tapi nyatanya pria itu hanya merebahkan diri dan masih tersadar
" apa kau cemburu ? " tanya Yosep di sela tawa kecil nya
Ailee memasang wajah semakin kesal, lidahnya berdecak geram, dia bersiap untuk menghardik, tapi sekali lagi saat mendapat wajah lelah Yosep pada akhirnya Ailee hanya menahan diri saja

" haruskah kita pergi kencan ? " tanya Yosep dengan suara lemah nya
Ailee mendelik dengan wajah masam nya
" apa kau ingin berkencan lalu mencampakkan ku lagi " geram Ailee sembari menahan nada suaranya supaya tak membuat pria di sebelahnya ini terkejut
Yosep tertawa dan itu membuat gadis itu murka
" he ! kau pikir kau siapa ? aku ini lebih populer dari pada kau, aku ini sangat cantik dan badan ku juga bagus, kau akan menyesali dunia dan seisinya jika melepas ku !! " hardik Ailee dengan suara lepasnya, dia sudah berusaha menahannya dari tadi tapi pria ini malah membuat hatinya semakin gusar
Ailee segera berdiri di hadapan Yosep, dia sudah tak peduli lagi dengan wajah lelah dokter itu, dia hanya ingin menyuarakan perasaan dan hati nya saat ini
Yosep meraih telapak tangan Ailee, matanya berusaha membuat sorot tajam dengan wajah sayu itu, tangan kekarnya semakin kuat menggenggam pergelangan tangan gadis itu, dia seperti ingin Ailee mengerti akan beban yang sedang di tanggung nya
Ailee melihat pegangan erat tangan Yosep di lengannya, itu terasa semakin kuat dan mungkin mengecap merah di bawah jas putih itu, tapi gadis itu membalas dengan sorot mata penuh cinta
tangan lentiknya meraih wajah Yosep yang menatap sayu, gadis itu berusaha menahan gejolak di dadanya saat ini, tapi tetap saja dia tak bisa membohongi hati nya
" ayo berkencan " ucap Ailee pelan sambil membungkukkan badannya hendak mencuri ciuman hangat dari bibir yang sudah siap dengan posisi duduknya

tubuh Ailee masuk diantara kaki Yosep, mereka seakan saling mengerti dengan keinginan hati masing masing, keduanya mendekatkan kepala berlahan
Cklek !
" dok, nyonya Claudia sudah saaa... "
ketiga pasang mata di di ruangan itu mendadak membeku, tangan Yosep mencengkram bertambah kuat
__ADS_1