Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
MENAHAN RASA


__ADS_3

Pernah menyimpan benda tersayang lalu terlupakan, lalu saat kau meraba kantung benda itu menusuk ujung jari mu hingga terluka, yaa.. begitulah batin Zian saat ini. Jika Via masih tersedu dengan kenangan pahitnya bersama Gabriel itu dia tak suka, tapi menyimpan memori terakhir ayahnya, aah.. itu adalah kotak emas hati seorang anak, Zian pun menyimpan cerita yang tak jauh berbeda


" aku tidak punya tissu atau sapu tangan bersama ku saat ini, apa aku harus mengelap air mata mu dengan ujung kaos ku ? " wajah Zian jelas bertanya jujur. Dia hendak menyeka air mata Via dengan ujung kaosnya yang di singkap, memamerkan otot perutnya yang mulai terbentuk


gadis itu jelas menolak, Via mengangkat wajahnya. Dia menatap wajah pria yang terlihat datar di hadapannya ini, bibir gadis itu akhirnya tersenyum juga


" ck, kau tidak simpati dengan cerita ku ya " ujar Via berdecak dan segera mengelap air matanya dengan punggung tangan


" kau dan Gabriel sudah kenal lama, banyak cerita yang telah kalian lewati dan itu tak mungkin mudah untuk di lupakan " ucap Zian serius


Mereka merubah posisi berdiri dengan bersender di batu karang, bersembunyi dari terik matahari dari bayangan batu besar dengan banyak pori itu


" tadi kau gentle sekali sampai mengatakan masa lalu hanyalah masa lalu dan sekarang kau bilang banyak kenangan antara aku dan Gabriel. Kau terdengar plin plan " ketus Via dengan wajah cemberutnya. Dia mendekapkan tangan di dada dan matanya menyapu ombak yang mengotori sendalnya


" aku kan hanya akting. Memangnya kau pikir itu apa ? aku hanya membantumu. ah ya, kau jangan sampai terlena hingga berpikir aku tertarik pada mu ya ! " seru Zian menaikkan alisnya, dia memasang wajah angkuh


" kau pede sekali ! apa aku secepat itu bisa jatuh cinta ! " balas Via ketus


" yaa.. mana aku tahu, lagipula aku ini tampan ( Via melotot) . keren, kaya, populer.. " Via mengkomat kamitkan mulutnya mengikuti ucapan Zian dengan wajah meledek, dan Zian menyadarinya di ujung kalimat


" ish, kau meledek ya ! " upat Zian melihat wajah aneh Via. Gadis itu melengos cepat


" kau tidak tahu siapa aku ? " tanya Zian lagi dengan posisinya berhadapan dengan wajah Via, pemuda itu memaksa mata Via di huntuk memandang wajah tampannya dengan seksama, Zian tersenyum. Siapa yang tak tahu dengan vokalis tampan yangs edang naik daun ini ?


Via menggeleng membuat wajah jengkel Zian kian menjadi


" ishh.. maklum saja kau tinggal di pulau terpencil sih " gumam Zian sinis


" Zian.. " ucap Via dengan mimik wajah serius


" aku belum pernah bertemu dengan pria se percaya diri dan seangkuh diri mu ! " seru Via serius, Zian mengangkat bahu saja


" kenapa ? kau tak menyukai pemuda seperti itu ? " tanya Zian membuat Via tak mengerti


" Via.. pemuda seperti Gabriel itu bukanlah seorang pria yang jantan ! dia mengukir banyak kepiluan dan kesedihan di dalam dada mu ! " Zian menunjuk dada Via dengan sedikit keras, membuat gadis itu tersentak


" kau mau saja di buat terikat dengan cerita masa lalu yang sedih, jika dia kehilangan ayahnya, kau kehilangan ayahnya di lautan. Maka lautan menjadi salah ! "


" jika kau dan dia kenal lebih dahulu, kalian terikat dengan cinta karena merasa dalam perasaan yang sama maka itu adalaah cinta sejati ? "


" Viaa.. "


" aku juga memiliki ayah yang tak sempurna dalam ingatan ku. Aku memiliki kisah yang menyayat hati seperti mu, tapi tak sekalipun aku meminta Ailee mengasihani ku ! "


Zian menatap dalam wajah bingung Via. Pria itu berceloteh panjang lebar dengan penuh emosional tapi gadis di hadapannya hanya meraut bingung dan kian bingung

__ADS_1


" laki laki tak butuh belas kasihan untuk cintanya ! " lanjut Zian menyudahi kalimat panjangnya, misalnya saja dia ! Zian tak pernah memohon agar Ailee membalas perasaanya walah dia pernah memaksakan, tapi tetap tak akan berhasil, dan Zian sadar betul itu


Via mengerutkan alisnya, dia tak paham dengan ocehan pemuda di hadapannya saat ini


" apa maksud mu ? apa aku tak boleh menangis karena ayahku ? apa aku tak boleh bersedih karena putus dari pacar pertama ku ? " tanya Via ingin lebih jelas lagi


" bukan.. " jawab Zian singkat


" lalu.. " Via penasaran


" aku mau bilang pada mu kalau laki laki bukan pria pengecut itu seorang ! " ujar Zian jelas di telinga Via, gadis itu tersenyum walau masih belum begitu paham


" aku mau bilang, jika dia tak pantas untuk muu, jika kau berhak mendapatkan pria lain yang lebih baik ! "


" oh ya ? " wajah Via terlihat tak percaya dengan ucapan Zian


" tidak semudah itu Zian, kami sudah saling mengenal sepuluh tahun, menjalani kehidupan bersama, menjalani hari bersama, dia selalu ada untukku dan begitupun aku, makanya aku tak bisa dengan mudah melupakannya ! " jelas Via memaksakan pendapat menyanggah opini Zian


" terserah kau saja, jika kau masih mengharapkannya, jika kau masih mau terlibat urusan dengannya, jika kau mau saja dipermainkan oleh perasaan mu terhadap dia ! " gusar Zian dengan nada meninggi, pemuda itu membalikkan badan, kakinya melangkah cepat berjalan diantara ombak dengan cipratan kecil


" hey ! kenapa kau jadi emosional sekali sih ! " Via mengejar langkah Zian, dia berusaha menyusul punggung yang kian menjauh


" Ziaaan... "


" Ziaan.. "


Via masih beeusaha mengejar Zian, gadis itu tak mengerti kenapa obrolan serius mereka berubah jadi perdebatan sengit, kenapa Zian tak menyukai kisah masa lalunya, kenapa pemuda itu gusar sendiri, Via tak habis pikir


Via menepi dan mempercepat larinya. Dia tak bisa melangkah cepat di dalam air jadi dia memutuskan mengejar dari bibir pantai, biarlah pasir mengotori kakinya


" Ziaaaan !!! "


Via menghentikan langkahnya melihat Zian yang sudah lebih dulu berhenti melangkah, pemuda itu menegakkan punggungnya menatap lurus ke depan sana


Via mengikuti arah pandangan Zian, dia menoleh ke depan sana dan bibir mungil gadis itu tersenyum sinis


" kau itu.. " ledek senyum Via mengerti


mereka berdua, Zian dan Via bisa melihat jelas kedua pasangan mesra di depan sana, mereka berlari dan saling berkejaran dengan intim


sesekali si pria mengangkat tubuh ringan istrinya dan berputar putar membuat lubang dipasir dengan bekas pijakan kakinya, mereka tersenyum, tertawa sangat bahagia


Ailee meletakkan kembali kaki jenjangnya di pasir, wanita itu tak berhenti tersenyum, dia mencium hangat bibir suaminya lalu berlari meninggalkan posisi mereka


Via melipat tangannya, dia memiringkan kepala menatap kemesraan lovebird di depan sana, mereka tampak indah dan serasi, bibir Via tersenyum ikut bahagia

__ADS_1


" maaf Zian mereka memang cocok.. " guman Via sangat pelan, dia tak mau pemuda di depannya bisa mendengar opini yang bisa membuat luka menganga nya tersiram air asin


Ailee merebahkan duduk di sebuah jembatan kayu, tak menunggu lama Yosep menyusulnya, pria dewasa itu dengan sigap mematik kamera yang dari tadi bergantung di pundaknya


Ailee membuka kedua tangannya menyambut kedatangan Yosep kedua saling mengecup kecil membuat Via menyembunyikan wajah malu telah mengintip adegan mesra pengantin baru itu



Zian membalikkan badannya. Dia tak mau melihat adegan lebih menyakitkan lagi di depan sana, tapi mendapati wajah merona dan salah tingkah Via kini malah membuat perasaanya juga tak kalah buruk


" kau kenapa ! " ketus Zian tak suka dengan tatapan envy Via pada pasangan di depan sana


" aaah... " Via berpikir keras harus menjawab apa, wajah Zian jelas semakin tak suka


" ah ! kau bilang move on dan melupakan masa lalu, tapi nyatanya.. " kalimat Via jelas menyindir Zian. Kalimat itu semakin membuat wajah Zian menegang dan murka


" huh, tentu saja ! " jawab Zian angkuh mempertahankan keegoisannya


" jika ada penggantinya ! " Zian meraih lengan Via, dia menarik gadis itu kedalam dekapannya, mereka saling menatap lekat


Entah mengapa kedekatan saat ini membuat keduanya merona dan seperti terbawa suasana, apa karena mereka sedang merasakan perasaan yang sama, perasaan sakit yang di tinggalkan cinta ? mungkin..


Zian mendekatkan wajahnya perlahan mendekati posisi Via, gadis itu memejamkan matanya dan menggigit bibir, apa yang dia lakukan ! batin Via tak percaya


Zian mengeratkan badan mereka hingga tubuh mungil Via mengisi pelukannya, tangannya menjangkau pinggang ramping gadis itu dan kian kuat mencengkeram, dia tak menyukai wajah sedih Via, dia pun tak menyukai keintiman Ailee dan Yosep, semua itu membuat perasaanya ingin marah tapi juga penuh gairah


Zian mengangkat tangan kirinya dan menyeka rambut depan Via, gadis itu semakin erat memejamkan mata, dia tak berani menangkap ekspresi Zian, yang jelas saat ini telapak pria itu terasa hangat di dahinya


mata Zian menatap beberapa saat wajah gadis yang seperti takut atau ragu menerima perlakuannya, dia membuat senyuman tipis, ada sedikit kelucuan di wajah Via yang menggelitiknya saat ini dan Zian mulai menyadari kalu Via juga cantik, senyumnya semakin melebar


Perlahan lahan.. Zian menempelkan bibir mereka hingga pelindung indra itu kian jelas merasakan kelembutan dan hawa hangat yang menguap diantaranya, pemuda itu menikmati bibir tipis milik Via dan semakin mengeratkan ciuman nya


Via memberanikan diri membuka kelopak mata dengan ayunan jantung seperti terpelanting tinggi, bibir hangat Zian yang semula tak diresponnya kini mulai mendapat balasan, Via tak lagi melipat tangan di dada, gadis itu mulai mengikuti pergerakan bibir dan lidah Zian, tangannya merangkul dan meraba tengkuk pemuda di hadapannya



Zian mengendurkan salah satu tangannya hingga selain mendekap dia pun bisa mengelus punggung milik Via, mereka larut dalam ciuman panas yang panjang, menikmati irama debaran jantung dan nada nada deburan ombak, keduanya seperti tak mau melepas lagi, menautkan lagi dan lagi hingga berkali kali, mengabaikan degub jantung dan sembilu luka di hati, jika semua berhak bahagia begitupun mereka ?


" hoooeek.. " Rahel memasang wajah muak yang menahan mual, dia segera membalikkan badan mendapati ciuman panas yang tak kunjung berakhir kakaknya di tepi pantai, gadis itu urung menikmati mandi pasir bersama Dave dan Yosi


" kenapa ? " Yosi bingung melihat wajah Rahel yang meraut jijik, dia baru saja memasangkan swimsuit untuk Dave


" kita ke kolam saja jangan ke pantai, aku melihat banyak kucing pup di sana ! " sergah Rahel membuat wajah jijik sekali lagi


" Yiuuuuhhh !! " kompak Yosi dan Dave membalik posisi dan kembali ke jalan awal mereka

__ADS_1


__ADS_2