Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Berubah


__ADS_3

Sekali lagi Ailee membaca pesan singkat dari Yosep


kita bertemu di dalam bioskop teater lima, aku menunggu mu disana


gadis itu tak berhenti melonjak girang membuat Domi yang bersamanya sejak pagi semakin kesal


" kau kenapa sih ? memangnya segitu istimewanya ya si anak band, sampai jadwal mu semua di tunda, dan aku harus merias mu seperti ini.. " protes Domi sebal


Ailee menggeleng pelan dia tidak menerima protes dalam bentuk apapun saat ini, moodnya sedang sangat baik jadi tolong jangan ada yang merusaknya


" sudah ku bilang dia itu seorang dokter bukan anak band Domi... " Ailee memprotes kalimat asistennya itu


" diiih gimana sih, jelas jelas itu anak band, pria yang kau temui di cafe kan ! " Domi tak mau kalah


" iyaa.. aku bertemu dengannya di cafe tapi dia itu bukan anak band tau ! " sekali lagi Ailee menegaskan dengan suara sedikit meninggi


" terserah lah, yang pasti semua orang saat ini sangat penasaran dengan hubungan asmara mu " simpul Domi mengingatkan Ailee untuk lebih hati hati, Ailee mengerti sorot mata cemas pria gemulai itu, dia mengangguk mantap


" kau akan pakai baju yang mana ? " tanya Domi diantara tumpukan gaun di atas kasur artisnya


" ah... tolong carikan yang lain.. " pinta Ailee dengan mimik wajah dibuat seimut mungkin


" yaaa ampuun gustiiii, pusyiiing deh eike... "


Domi beralih ke lemari wardrobe Ailee yang lain, dia sudah mengosongkan satu lemari penuh dan gadis itu belum juga merasa ada yang cocok


" pliss ya Ailee kali ini pake wedges atau flat aja yaaa jangan pake stiletto !!! " pinta Domi tegas, dia tidak mau Ailee mengulang celaka konyolnya tempo hari


sambil tangannya sigap menurunkan beberapa gaun terbaru pesanan gadis yang duduk santai sambil membaca pesan singkat di ponselnya


" oke Domi tolong ambilkan louis vuitton, gucci sama channel biar aku cocokan sekalian.. " perintah Ailee dibalas wajah malas Domi


Domi sudah memilihkan beberapa dress dari formal hingga santai, dia juga sudah menurunkan beberapa flat shoes dan wedges yang menjadi andalan Ailee


bahkan Domi sudah berinisiatif menurunkan beberapa tas fashion mahal yang keluaran edisi terbatas


" sepertinya hari ini aku harus bergaya santai supaya dokter Yosep bisa nyaman jalan denganku.. "


Ailee mengambil blus putih dan celana jeans model boyish dari lemari kecil di rak kamarnya, gadis itu melangkah santai tanpa peduli tatapan sinis Domi


" Domi.. sepertinya loise vuitton archery flat itu cocok untuk ku hari ini " telunjuk gadis itu mengarah pada layar monitor laptopnya yang menyala, disana menampilkan sendal santai dengan tali


" kau tau kan itu baru launching ! " pekik Domi kesal


" aku mau itu Domi sayaaang.. " rengek Ailee manja


" oh my god ! bunuh saja aku.... " ucap Domi asal sambil merebahkan duduk di kasur, pria itu segera menekan tombol buy pada layar monitor laptop artis manjanya


" malang sekali nasib pria yang jadi kekasihnya " lirih Domi


*********


" wah sepertinya kau tergesa gesa, apa klinik mu akan tutup ? "


Yosep menghentikan pekerjaanya sesaat, pria itu baru saja hendak mengubah tanda open menjadi close ketika wajah Zian muncul di balik pintu


" apa akan tutup ? " tanya Zian sekali lagi sambil memamerkan senyum ramahnya


" ah iya, ada yang bisa ku bantu ? " Yosep terlihat sedikit bingung mendapati pria ini berada di kliniknya saat ini


Yosep memang berniat menutup jam prakteknya lebih cepat, ayahnya yang kurang sehat dan dia ada janji hari ini, tapi menolak pasien juga bukanlah tipe Yosep


" ah maaf kalau aku meminta waktu lebih, jika kau akan tutup aku akan mencari tempat lain.. " ujar Zian hendak berlalu


" apa kau terluka ? " tanya Yosep dengan wajah sedikit cemas


" ah tidak, bukan aku, tapi tidak apa, aku akan cari dokter yang lain, kau mungkin punya urusan lebih penting.. "

__ADS_1


Zian berusaha melangkah meninggalkan Yosep tapi lagi lagi dokter itu bertanya penasaran


Zian kembali ke hadapan Yosep dengan seorang temannya yang memegang pergelangan tangan


" sepertinya teman ku ini terlalu lama latihan.. " jelas Zian


Yosep segera menyuruh keduanya masuk, dia segera mengambil tindakan untuk teman Zian


" maaf ya Yosep aku mengganggu jadwal mu.. " ucap Zian dengan nada menyesal


Yosep menggeleng pelan dengan senyum tipis


" tidak apa lagipula hanya rencana menonton saja, teman mu lebih membutuhkan ku saat ini.. " balas Yosep sambil tersenyum kecil


Yosep meletakkan tas nya dimeja, tangannya yang segera meraih pulpen meninggalkan ponselnya di sembarang tempat


dia meminta Dion, teman Zian masuk ke ruang periksa


Zian menunggu di ruang kerja dokter Yosep


triiiing...


ponsel pak dokter menampilkan peaan singkat yang mencuri perhatian Zian


" dari Ailee.. " gumamnya sambil tersenyum tipis


pria itu menatap sekeliling, tidak ada orang di sini hanya ada mereka saja


" sepertinya pesan ini meminta balasan.. " bisik Zian tersenyum lebar


pria itu segera meraih ponsel Yosep, dia membalas pesan singkat Ailee


dengan berlahan dia meletakkan kembali ponsel Yosep ke tempatnya seperti semula, dia meletakkan ponsel itu diantara buku buku tebal bacaan sang dokter


pria itu mengeryitkan dahi dan mengangkat bahu, seolah tak melakukan apapun yang salah


" ah.. aku harus menghubungi seseorang.. " ucap Yosep melihat Zian berdiri di samping meja kerja nya, Zian mengguk cepat seolah mengerti


baru saja tangan Yosep akan meraih ponselnya, dengan cekatan punggung tangan Zian menyenggol ujung buku, membuat ponsel itu bergerak lebih cepat daripada tangan Yosep


TAAK .. !!!!


Ponsel milik Yosep menyentuh lantai marmer


Yosep segera mengambil ponselnya, seharusnya dia memakai karet pelindung supaya ponselnya lebih aman


" ah... apa baik baik saja ? " tanya Zian polos


" aku sedikit meleng tadi, mudah mudahan tidak apa apa.. " ucap Yosep sambil mencoba menghidupkan ponselnya, dokter itu berlalu meninggalkan Zian sekali lagi


" aku tidak menjatuhkannya .. " gumam Zian sambil mengangkat kedua tangan tak bersalah


******


" sudah hampir satu jam aku disini, sebentar lagi lampu menyala dan aku harus keluar sebelum itu .. " Ailee mengoceh sendiri selama pertunjukan film berlangsung


mood baiknya sekarang runyam, kenapa Yosep belum datang juga, bahkan pria itu tidak membalas pesan singkatnya, apa apaan ini ? menyebalkan sekali gerutu Ailee


dia sudah berjam jam mempersiapkan diri, dia bahkan tidak bisa tidur nyenyak memikirkan momen indah hari ini, tapi nyatanya ?


Yosep bahkan tak muncul, jangankan muncul pria itu juga tak tahu cara berkomunikasi dengan baik ! bagaimana mungkin dia tidak bisa menjawab pesan Ailee


Ailee masih berusaha mengurut dada, dia berpikir mungkin sebentar lagi Yosep akan datang, dia mencuri pandang ke arah sekitar berharap pria idamannya itu salah memilih kursi, tapi nyatanya memang tak ada


" apa mungkin dia lupa ? " Ailee mulai kesal dan kecewa


" apa hanya aku saja yang terlalu menanti hari ini ? "

__ADS_1


" apa dia hanya mempermainkan ku saja ? "


" apa aku ini terlalu bodoh ! "


Ailee terus saja berbicara sendiri, kekecewaanya semakin menjadi tatkala lampu bioskop kembali menyala, beberapa orang mulai meninggalkan ruangan, Ailee memasang kaca mata hitamnya kembali


" dia tidak datang.. " senyum sinis Ailee mengembang


rasanya dia terlihat lucu hari ini dimana hampir semua orang mempunyai pasangan sedangkan dia dengan dandanan se siap ini, hanya berjalan seorang diri


Ailee keluar dari ruang bioskop dengan langkah malas dan lesu, semangatnya tadi sudah lenyap begitu saja


gadis itu bahkan tak menyadari beberapa orang mulai memperhatikannya


" itu artis kan... "


" wah bahkan dengan kaos saja dia sangat cantik... "


" wajahnya benar benar cantikk... "


Ailee tidak peduli dengan orang sekitar yang terpesona dengan penampilannya, gadis itu merasa semakin tertekan mendapat perhatian dari orang sekitar


" Yosep.. bahkan semua orang menyukai ku tapi kau.... "


Ailee berjongkok di tengah kerumunan pengunjung bioskop yang ramai, gadis itu tak bisa menahan rasa kecewanya hari ini


Yosep membuatnya terlihat konyol dan bodoh hari ini, pria itu berhasil bermain main dengan perasaanya, dada bergetarnya tetap terasa bahkan semakin bergetar, rasa penantian yang tadi hangat kini seperti hambar, Ailee sangat kecewa


Ailee mulai menangis dalam dekapan kedua tangannya


beberapa orang mencoba berbisik menenangkan dan banyak pula yang mengabadikan momen langkah itu


" Aileee.... "


suara.seorang pria membuat Ailee berhenti menangis, dia menahan kesedihannya berharap orang yang menyapanya akan memberikan jawaban atas penantian panjangnya tadi


" apa kau baik baik saja ? " pria itu memamerkan deretan gigi putihnya, dia tersenyum lebar


pria itu segera berjongkok, wajahnya menatap hangat wajah Ailee


gadis itu berlahan melepas kaca mata hitamnya, memastikan sosok pria yang kini ada di hadapannya


keberadaan dan posisi mereka membuat semua orang takjub, terpesona akan sorot mata indah dan wajah cantiknya dan senyuman hangat juga perlakuan manis sang pria


" apa kau sedang sedih ? " tanya pria itu sambil menjangkau telapak tangan Ailee


dia membimbing Ailee untuk berdiri, dan Ailee menurut saja


" apa kau ingin makan sesuatu ? "


pria itu berlari menuju cafetaria bioskop tanpa menunggu jawaban gadis cantik itu


dia memesan dua minuman hangat dan sekotak besar popcorn caramel


" ini... " pria itu mengulurkan minuman dan popcorn pada Ailee


" mumpung kita sudah disini, kita harus menonton dong ! " serunya ramah


dengan wajah yang hangat membuat siapa saja yang melihat akan berdecak kagum dan iri


beberapa orang mengambil foto dan pria itu tersenyum saja


menerima senyum hangat dan ramah, juga perlakuan manis dari pria tampan di hadapannya


Ailee yang semula bingung kini mulai bisa tersenyum


" terimakasih Zian.... "

__ADS_1


__ADS_2