Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Kita part I


__ADS_3

Ailee melirik lorong panjang rumah sakit, dia memastikan tidak ada yang tahu keberadaan dirinya saat ini, gadis itu melangkah dengan mengendap endap dari depan lift menyusuri dinding


saat ini dia sudah di lantai empat sesuai dengan petunjuk dari dokter senior tadi, gadis itu agaknya semakin penasaran dengan mantan pacarnya itu, dia akan mencari banyak informasi hari ini ! tekadnya bulat


bibirnya langsung mengukir senyum melihat papan kayu bertuliskan nama pria itu, Vira langsung mengacuhkan telunjuknya mantap, itu pasti ruangan Yosep tidak salah lagi nama nya jelas terukir di sana


Ailee segera mendekati ruangan yang tertutup rapat itu, dia sekali lagi memastikan keadaan aman, tidak ada yang tahu jika saat ini dia sedang mengendap seperti pencuri, padahal jelas cctv ada dimana mana


" hahahaa.. kau itu sangat cerdas yaa.. "


" wajah mu sungguh menggemaskan.. "


" sepertinya keadaan ku semakin membaik saja .. "


suara ramai dari balik kaca mencuri perhatian Ailee, dia segera menoleh dan mencoba mencari celah dari balik tirai berwarna putih itu


akhirnya mata gadis itu bisa menemukan celah dan terbelalak besar saat dia bisa melihat jelas siapa yang berada di dalam sana


" ck.. lihat siapa di sana ! " decak Ailee dengan nada ketus, gadis itu memasang wajah kesal seketika


di dalam sana, di ruangan yang berukuran cukup besar ada beberapa kursi dan sofa berikut meja nya, ada beberapa wanita yang terlihat sangat ceria dengan Yosep sebagai laki laki tunggal di sana



walau pun pria itu terlihat sedikit gerah dan cangguh dengan perlakuan ramah para wanita itu tapi tidak membuat Ailee berbesar hati, gadis itu jelas tak menyukai pemandangan ini


tangan Yosep merapihkan beberapa lembaran dan membagikannya pada beberapa wanita di sana


" dia pintar cari perhatian ! " dengus Ailee semakin kesal tatkala tangan pria itu bisa di sentuh dengan mudah oleh beberapa wanita di dalam sana


" pak dokter akhir akhir ini saya tidak bisa tidur nyenyak.. "


" saya juga kesulitan bernafas dengan baik.. "


" kalau saya tidak bisa mimpi indah.. "


Ailee semakin murka mendengar keluhan keluhan yang tidak masuk akal dari mulut wanita wanita genit di dalam sana


tangannya mengepal dengan bara api panas yang dia genggam, kepalanya sepertinya akan segera meledak jika masih bertahan di sini


tangannya dengan cepat meraih handle pintu, Ailee akan segera membuka pintu itu dan..

__ADS_1


Ailee berpikir sekali lagi, matanya terlihat berputar, wajah kesalnya mendadak berubah menjadi ragu, dia memikirkan sekali lagi langkah apa yang akan dia ambil


" ck, bahkan aku bukanlah siapa siapa mu lagi " gumam Ailee mengeryitkan dahi


gadis itu agaknya sudah mulai sadar kalau dia tidak boleh bertingkah konyol dan ceroboh, bagaimana pun itu adalah resiko pekerjaan Yosep, dan yang paling Ailee harus ingat bahwa dia dan dokter muda itu sudah tidak ada hubungan apa apa


Ailee menghela nafas berat, dia sulit menerima kenyataan ini dengan lapang dada, pada akhirnya dia harus pasrah juga


dengan berlahan Ailee menarik diri, menjauhi ruangan yang masih terdengar riuh itu


baru saja gadis itu hendak melangkah menjauh papan gantung di pintu mencuri perhatiannya


" dokter Yosep, farmakologi dan toksikologi.. ?? " Ailee tak mengerti, dia hanya tahu nama itu saja


gadis itu menatap lama, selain namanya sepertinya dia tidak tahu banyak perihal Yosep


dengan berlahan tangan Ailee memutar handle pintu, sebuah ruangan berukuran sedang dengan rak berisi dokumen tersusun rapi menyapa mata nya


gadis itu melangkah memasuki ruang kerja Yosep, dia melihat meja dengan kursi kosongnya, ada jas putih yang rapi menutup sandaran kursi kerja dan tumpukan pakaian tindakan medis yang tergantung rapi di sebuah rak kecil di pojok sana


Ailee melangkah mendekati kursi kerja Yosep, tangannya mengambil jas putih seragan sekunder kedokteran, matanya menatap lama bordiran yang menulis nama Yosep di jas itu


" intensif terapi.. " gumam Ailee pelan membaca tulisan kecil di bawah nama Yosep


rasa penasaran Ailee sepertinya terus bertambah sekarang gadis itu mencoba jas putih Yosep dan sepertinya dia suka dengan pakaian itu, bibir nya terus tersenyum memperhatikan outer bersih yang cocok dengan blus mahalnya itu


" aku adalah dokter Ailee yang cantik " Ailee bergumam sendiri sambil bertingkah imut


dia larut dengan keasyikan nya sendiri, gadis itu mencoba membaca beberapa buku yang tergeletak di atas meja Yosep, dia juga mencoba mencari tahu dengan alat medis yang tertata rapi di sana


-


-


-


" akhirnya selesai juga.. " gumam Yosep sambil menyeka keringat


Ruangan ini jelas suhu nya rendah tapi tingkah genit dan centil pasiennya membuat pria itu merasa kegerahan, Yosep menggelengkan kepala tak bisa menolak tingkah mereka, dia pasrah saja setiap hari nya


Yosep melirik jam tangannya, bibirnya menggaris senyum tipis, sepertinya semua sudah dia kerjakan dengan baik tinggal satu lagi tugas wajib nya untuk hari ini

__ADS_1


" baiklah aku akan segera datang bayi mungil.. " ujar Yosep dengan nada ceria


dia dengan cepat merapikan kertas kertas yang berantakan di atas meja, pria itu memasukkan nya ke dalam beberapa dokumen yang berbeda, dia meneliti sekali lagi meyakinkan tidak ada yang salah dan terlewatkan


langkah kaki panjangnya melangkah ringan meninggalkan ruang konsultasi dan menuju ruang pribadi nya di sebelah


pria itu memutar handle pintu dengan cepat, dia segera menutup kembali tanpa mengangkat kepala, dia harus segera menyelesaikan semuanya dan segera beristirahat di rumah, begitulah pikir Yosep saat ini


baru sesaat pria itu merasakan kursi kerjanya yang empuk, matanya terbelalak tak percaya mendapati sosok yang tertidur pulas di depan sana


" kenapa dia ada di sini ? " heran Yosep, dia tak bisa mengerti kenapa ada gadis cantik di ruang kerjanya ?


Yosep segera mengambil tempat di sisi Ailee tatkala kepala gadis itu akan terjatuh, tangannya dengan sigap menopang kepala gadis itu, Yosep duduk di sebelah Ailee dan menyandarkan kepala Ailee di pundak nya, dia tersenyum dengan banyak arti


" apa yang sedang kau lakukan .. " ucap Yosep seperti berbisik


sekarang senyumnya berubah menjadi tawa kecil tanpa suara, pria itu bisa jelas melihat gadis ini memakai jas kerja nya, ujung jari yosep menyentuh jas putih yang di pakai Ailee


" kau bahkan memakai jas ku " ujar Yosep lagi dengan senyumnya yang di kul*um, dia tak mengerti kenapa Ailee bisa tidur nyenyak di sini



" kau bahkan bisa tidur nyenyak di sini "


tangannya membelai lembut kepala Ailee, sorot mata Yosep menerawang tak jelas memperhatikan apa, dia hanya menikmati waktu saat ini dimana dia bisa menjadi sandaran Ailee, pria itu melirik sekali lagi menikmati air wajah tenang yang terlelap di pundaknya


Yosep melirik jam tangannya, dia teringat akan satu kewajibannya hari ini, dia tak bisa menunggu lagi lalu bagaimana dengan gadis yang tidur nyenyak ini ?


" haruskah aku membangunkan nya ? " wajah Yosep menyirat ragu, dia tidak tega mengganggu tidur nyenyak gadis cantik ini


pikiran berat yang menimpa kepalanya tiba tiba menjadi ringan, Ailee merasakan ada yang membantunya meringankan beban dalam pikirannya saat ini, gadis itu merasa kepala dan perasaannya semakin baik


mata gadis itu berlahan terbuka, dia tak percaya mendapati lantai putih bersih dengan bau khas nya, gadis itu mengerjap beberapa kali mencoba mengingat dia sedang ada di mana


" apa kau sudah bangun ? "


**part ini bersambung dengan manis..


jangan lupa vote, jempol dan komennya yaa.. biar cerita ini banyak yang minat bantu promot ya zheyeng2 semuaa..


jangan lupa baca ' bukan salah jodoh '

__ADS_1


ceritanya manis suami istri di kemas secara komedi, konflik nya blm bs ditebak hehe**..


__ADS_2