
Ailee masih terus menatap gerak gerik Azka yang sibuk membuat makanan di dapurnya
film yang diputarkan Azka tak sedikit pun mencuri perhatian gadis itu, dia masih enggan mengalihkan matanya dari sosok pria yang tadi mencium nya
bibir Ailee ingin tersenyum mengingat kejadian tadi, tapi dia berusaha menahan itu, gadis itu sekuat mungkin membuat mimik wajah datar dan biasa
walau dalam hatinya penuh gemuruh yang tak menentu
Azka membawa sepiring daging cincang, nasi merah, semangkuk sup lengkap dengan salad nya
" wooow.. " kagum Ailee sambil bertepuk tangan
" calon suami idaman " puji Ailee sambil tersenyum manis
Azka hanya menjawab dengan cibiran gemas, dia tak menganggap itu sebuah pujian dari mulut Ailee, pasti karena dia sangat senang saat ini makanya bibir nya bisa berkata manis, kira kira seperti itulah dugaan Azka
" aku serius.. kau ini sangat mengagumkan dalam banyak hal " lanjut Ailee dengan mimiknya yang memelas, dia ingin Azka percaya akan pujian tulusnya
" oke terima kasih.. " balas Azka memaksakan senyum
mereka duduk di karpet dengan makanan di meja kaca, keduanya mulai berdoa dan bersiap menyantap makanan
" aku lapaaar.. " rengek Ailee dengan wajah manjanya
Azka meraih sendok mengambil nasi dengan potongan daging di atasnya
" aaa... " Ailee membuka mulut, meminta suapannya
Azka menggeleng pelan
dengan berlahan dia menyuapkan sendokan pertamanya tak lupa sebelah tangan membuat tampungan di bawah dagu Ailee, gadis itu menerima dengan suapan yang besar
" mmmm.... " wajah Ailee berubah semakin ceria, dia mengangkat jempol, masakan Azka sungguh menggugah lidah nya, kali ini Azka bisa tersenyum bangga
pria itu semakin semangat memberikan suapan selanjutnya pada gadis yang terlihat sangat lapar itu
Ailee menyukai makanan buatan Azka, lagipula dia memang jarang sekali makan nasi akhir akhir ini itulah mengapa Ailee sangat lahap kali ini
" kau tidak makan ? " tanya Ailee menyadari Azka tak sekalipun menyuap sendiri
gadis itu segera merebut sendok di tangan Azka
Ailee melihat makanan yang tersisa di atas meja
ya ampun dia telah menghabiskan nasi daging dan sup.. apa dia makan sebanyak ini ? gawat bisa bisa timbangannya akan naik, padahal dia akan segera memulai syutingnya
" kau membuat ku memakan semua nya ! " sadar Ailee dengan alis bertaut, dia terlihat sedikit kesal
Azka mengangguk senang
__ADS_1
" kau ini.. " protes Ailee tak percaya
gadis itu melihat salad yang masih utuh dengan cepat dia mengambil dalam ukuran besar sampai sendok itu tak mampu menampung selada dan teman temannya
" aaaa ! " perintah Ailee dengan wajah memaksa
Azka terpaksa menurut saja
gadis itu mendorong sendok ke dalam mulut Azka, karena porsinya terlalu besar membuat Azka harus ekstra membuka mulut bahkan masih menyisahkan beberapa juntaian potongan selada di ujung mulut nya, pria itu tidak senang dengan suapan kasar Ailee
Ailee tersenyum senang dan mulai tertawa geli melihat Azka yang kesal karena mulutnya terisi penuh, wajah kesal Azka membuat Ailee semakin tak tahan untuk terus tertawa
" haahahaaaa..... kau lucu sekali.. " Ailee meraih ponselnya dan mulai menyalakan kamera, dia mengambil gambar konyol Azka
pria itu berdecak kesal, tapi dia tidak akan marah pada teman cantik nya ini, dia tetap mengunyah suapan gadis itu dan menikmatinya
Azka melirik jam, sudah pukul sepuluh malam
" kau tidak pulang ? " tanya Azka
Ailee meregangkan tangannya, mencoba melemaskan tubuhnya yang letih
" entahlah, saat kenyang begini bawaanya mengantuk.. " ucap Ailee tak peduli dengan tatapan tajam Azka
haduh gadis ini, dia pikir ini sama saat masih kuliah ? kita sudah bukan mahasiswa yang menghabiskan waktu bersama hingga lelah jatuh tertidur pulas karena tugas kuliah, ini bukan lah seperti dulu Ailee !
" aku mau tidur sebentar " ucap Ailee sambil meraih bantal sofa dan membaringkan diri di atas kursi empuk
gadis itu sepertinya memang sedang kelelahan, tak lama dia mulai tertidur pulas
Azka menepuk jidatnya, dia tak percaya dengan kelakuan Ailee saat ini
" kau ini selalu saja begini pada ku " sesal Azka sedikit kecewa tapi bibirnya tersenyum mendapati wajah polos Ailee yang sudah tertidur pulas
pria itu menatap wajah Ailee lama
" kau tidur dengan fashion item mu itu ! kau benar benar tak berubah " protes Azka pelan,
dia menggeleng mendapati kebiasaan yang harus selalu dia lakukan pada Ailee di kala gadis ini numpang terlelap
Azka melepaskan jam tangan Ailee berlahan, dia tak ingin mengganggu waktu tidur gadis itu
dia meluruskan kaki Ailee yang tertekuk
pria itu mengambil selimut dan mengganti bantal Ailee
dia selalu melakukan itu
Azka menatap Ailee lagi, mengawasi rambut yang terjatuh di wajah Ailee dia menyentuh rambut itu berlahan dan penuh perasaan dia selalu saja hangat kepada teman wanita nya, dan itu hanyalah kepada Ailee
__ADS_1
pria itu mengalihkan pandangan, mengganti dengan layar besar televisi
dia sedang tidak menonton film yang tayang, tapi dia membayangkan apa yang telah terjadi antara dia dan Ailee
" maaf Ailee aku melakukan hal konyol pada mu " sesal Azka di ujung ciuman panas nya
Ailee memasang wajah ragu, dia tak tahu harus kesal dan marah atau tersenyum kaku seperti ini menghadapi wajah menyesal Azka
" hei.. sudahlah, aku juga pernah melakukan itu kan ! jadi kita impas.. " jawab Ailee cepat sambil memaksakan senyum
gadis itu menatap wajah Azka berusah meyakinkan kalau dia tidak apa apa
Azka tertawa getir, dia tak percaya dengan kalimat simple Ailee padanya
dia tidak mengomel seperti biasanya
dia tidak marah dengan tiba tiba
dia bahkan tidak mengejek ku
semua itu membuat Azka merasa aneh dengan perubahan sikap Ailee padanya, ada apa dengan teman wanita nya itu ?
dia tahu betul tidak mudah untuk mendekati gadis pemilih itu, Ailee terkenal sangat pemilih
belum lagi perlindungan ekstra dari kakaknya Reo membuat banyak pria mundur teratur untuk mendekatinya
Azka hanya beruntung menjadi satu satunya mungkin.. satu satunya pria yang bisa dekat dengan Ailee, itu karena dia adalah sahabat Reo
karena Ailee dan Reo sering menghabiskan waktu bersama, disana mereka semakin kenal dan menjadi dekat
tapi kedekatan mereka hanyalah sebatas teman, Reo sesekali meminta Azka menjaga Ailee, tapi sepertinya tak pernah sekalipun terlintas hal lebih di dalam hati Ailee
kenyataan itu membuat Azka frustasi
pilihan sulit untuknya, karena dia bisa dekat dengan Ailee karena persahabatannya
dia tak ingin merusak hubungan baik nya karena cinta
dan dia tak mampu membuka hati untuk wanita lain karena kedekatannya pada gadis yang dia cinta
" aaah.. aku sepertinya akan menua dan sendiri.. " gusar Azka mengingat kalimat Ailee tempo hari
gadis itu bahkan tertidur pulas di belakang punggungnya saat ini, kau begitu dekat dengan ku, tapi terasa jauh dari hati ku, gusar Azka
Azka meraih botol kecil di sakunya, dia mengeluarkan beberapa pil dan meneguknya cepat
dia menelannya tanpa minum air
pria itu jelas merasa frustasi, dia tak mengerti dengan perasaanya sendiri, dia seperti membuat luka untuk diri sendiri, dia mulai memasang wajah cemas dan menarik rambutnya kasar..
__ADS_1