AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
bab 10


__ADS_3

Arumi sudah pulang ke kota tempat dia tinggal.Sekarang Arumi dan Lia sedang menginap di apartemen yang tidak diketahui Abi.


"Kamu yakin pergi sendiri ke pengadilan Arumi ? Mamah sama Abah yakin gak ikut ke sana ?".Tanya Abahnya di ruang tamu di apartemen itu.


"Iya Bah,lagian Abah dan Mamah disini aja,main sama Lia.Nia dan Mas Bimo juga hadir kan disana.Bah aku titip Lia ya.Arumi berangkat,doain semoga persidangannya berjalan lancar."


"Iya Mi,Abah dan Mamah pasti selalu doakan kamu."


Arumi pun lekas keluar dari apartemennya untuk menghadiri persidangan cerainya dengan Abi.Sebenarnya Arumi malas sekali untuk ketemu Abi.Tapi apa boleh buat sidang ini wajib dihadirinya jika tidak gugatannya akan dihentikan karena dinilai,tidak bersungguh-sungguh.


Arumi melajukan mobilnya hampir 2 jam karena jalan yang macet dan juga jarak antara apartemennya dengan pengadilan berjarak lumayan jauh.


Fatih,Nia dan Bimo akan menunggunya di depan pelataran gedung pengadilan.Mereka sudah lebih dulu tiba daripada dirinya.


{ kamu masih dijalan Mi ? Si Br*ngs*k juga sudah disini.Malas banget deh Mi dia nanya mulu kamu ada dimana.}


{iya aku masih dijalan}


{Fatih ganteng banget kan Mi,kalau aja aku belum nikah sama Mas Bimo,aku mau deh sama pengacara kamu itu*.}.


Pesan aneh dari sahabatnya itu membuat Arumi yang sedang terjebak macet tersenyum kecil.


{aku aduin mas Bimo ya}


{eh jangan,lagian si fatih sukanya sama calon janda }.


Arumi tidak membalas pesan dari Rania lagi karena dia lekas melajukan mobilnya karena kemacetan tadi sudah berkurang.


Sampai setengah jam kemudian,mobil yang dikemudikannya itu telah sampai di tempat parkir gedung pengadilan agama.

__ADS_1


Arumi pun keluar dari mobil itu,dan pergi ke tempat Fatih,Rania dan Bimo menunggunya.Tak jauh dari tempat itu,berdiri juga Abi yang sedang menunggunya juga.


"Sayang ! Kamu darimana aja ? Aku sudah cari-cari kamu di seluruh kota tapi kamu gak ada.Lia kemana ? Aku kangen sama kalian".Abi langsung menyambut Arumi dengan pertanyaan beruntunnya.


"Ngapain nyari kami Mas ? Urusin aja noh selingkuhanmu Mas.Tapi aku saranin ya,cek dulu masa lalu calon istri kamu itu Mas."Sahut Arumi dengan sinis.


"Sayang ini gak seperti yang kamu tahu.A...aku hanya khilaf sayang.Aku cinta kamu.Tolong cabut gugatanmu sayang.Aku akan meninggalkan Friska."Abi masih terus merayu Arumi untuk mencabut gugatan yang dilayangkan Arumi kepadanya.


"Sayangnya aku gak mau Mas.Kamu kan tahu aku gak akan memaafkan pengkhianatan apapun alasannya.Kamu bukan khilaf Mas.Kamu keenakan bermain dengan j*lang itu.Kalau saja aku gak tahu perselingkuhanmu itu kamu pasti akan terus lanjut dengan Friska.Sudahlah Mas,jangan bikin aku makin benci kamu."


Abi tidak berhenti untuk terus merayu Arumi.Sampai tiba-tiba sosok perempuan yang mirip Arumi dalam balutan pakaian seksi berdiri di samping Abi dan bergelayut manja di lengan Abi di depan Arumi.


"Mas ! Kamu kok ninggalin aku sih".Rengek manja perempuan itu yang tak lain adalah Friska.


"Kamu apaan sih kesini ! Lepasin Fris ! Kamu gak malu disini ada Arumi ".Kata Abi sambil melepaskan tangan Friska dari lengannya.


"Hahaha,kamu tahu banget sih Abi selingkuhan kamu itu emang gak tahu malu.Dari dulu ngincar cowok yang suka sama Arumi.Mi kamu ingat gak kejadian 11 tahun yang lalu.Hahahaha kalau si Abi ngelihat si Friska 11 tahun yang lalu,pasti tuh calon mantan suamimu pasti illfeel.Gila."Ucap Rania mewakili isi hati Arumi.


"Si*alan ! Kenapa mbak ? Iri ya karena Mas lebih pilih diriku daripada kamu ?".Sewot Friska tidak terima ditertawai oleh Arumi dan Rania.


"Iri ? Hahaha gak salah.Bukannya kamu dan Mama mu itu yang suka iri denganku dan Mamah.Terus kejadian 11 tahun yang lalu itu apa kalau bukan karena dirimu yang iri ? Ambil deh Mas Abi buat kamu.Kamu kan memang suka bekas."Arumi membalas ucapan Friska dengan santai.


"Gak sayang,aku akan meninggalkan Friska demi kamu.Aku hanya mencintai kamu sayang."Abi terus merayu Arumi.


"See ? Ini yang kamu bilang Mas Abi yang memilih kamu ? Sorry Mas,aku gak mau kembali sama kamu.Karena onderdil mu itu sudah kamu celup ke badan nih perempuan ******.Aku takut kena penyakit kelamin Mas.Karena aku yakin bukan hanya dirimu yang menikmati servisnya."


"Kamu apaan sih Mas ? Aku kan lebih cantik dari pada istri kamu yang tua itu."


"Biarpun usia Arumi lebih tua,tapi mukanya lebih terlihat muda daripada kamu yang penuh dempul itu.Lagian Arumi lebih cantik daripada kamu.Ya kan Fatih ?."Rania menoleh ke arah Fatih yang daritadi menyimak perdebatan tiga orang di depannya itu.

__ADS_1


"Iya Arumi lebih cantik."


Tiga orang yang mendengar perkataan Fatih pun menoleh ke arahnya.Arumi yang tersipu malu karena dipuji oleh Fatih yang biasanya dingin.Abi yang terlihat cemburu,juga Friska yang terlihat terpesona melihat Fatih.Tadi saat Friska baru tiba,perhatiannya hanya tertuju ke Abi dan Arumi.


'Ganteng banget.Lebih ganteng dari Abi,aku akan buat laki-laki ini cinta sama aku.Aku gak peduli lagi sama Abi kalau Abi sudah cerai dengan si Arumi.'


"Abi calon mantan suami Arumi,jaga tuh selingkuhanmu.Matanya gak bisa dijaga,di depanmu aja dia sampe terpesona ke Mas Fatih yang ganteng ini.Yakin dia mencintaimu calon mantan suami Arumi ?."Ucap Rania yang memperhatikan gelagat Friska yang memang sedang terpesona dengan Fatih.


Abi pun menoleh ke arah Friska yang memang masih terkagum-kagum ke arah Fatih yang tidak sama sekali melirik Friska.


"Friska !".Pekik Abi.


Friska yang dipanggil dengan suara keras oleh Abi pun gelagapan.


"Eh eh i...iya Mas,kenapa Mas teriak ? Aku gak budek ."


Sebelum Abi membalas ucapan Friska,suara panggilan untuk memasuki ruangan sidang mediasi untuk Abi dan Arumi terdengar.


Abi dan Arumi pun mulai memasuki ruangan itu.Friska yang berniat untuk ikut masuk ke dalam ruangan itu,di tarik paksa oleh Rania untuk tidak masuk.


"Mau ngapain masuk ? Yang gak berkepentingan dilarang masuk."


"Aku calon istri Mas Abi ".


"Baru calon kan,ini hanya untuk mereka berdua.Duduk !"


Friska dengan bersungut-sungut mematuhi perintah Rania.Dia duduk menjauhi Rania.


Abi dan Arumi yang berada di dalam ruangan mediasi,bersitegang.Arumi yang yakin untuk bercerai.Abi yang tidak mau bercerai.

__ADS_1


__ADS_2