
Hari ini Arumi tidak pergi ke restoran.Rencana nya hari ini Arumi akan ke kantor polisi untuk memberikan laporan untuk kasus yang menjerat Friska dan juga Mama nya.
Tadi pagi Fatih menghubunginya untuk berangkat bersama-sama ke kantor polisi.Hubungan antara dua orang itu semakin dekat,meski Arumi masih mengelak ketika ditanya apa hubungan diantara mereka.Arumi masih trauma untuk memulai hubungan baru dengan pria lain.
"Kamu sama Fatih pergi ke kantor polisi ?".Tanya Abah Arif saat di meja makan.
Abah Arif dan Mamah nya memutuskan untuk tinggal di rumah Arumi.Abah Arif khawatir tentang putri dan juga cucu nya yang hanya tinggal berdua di rumah itu.Meski rumah itu lumayan besar,tapi Arumi tidak mau untuk memiliki ART.Tapi atas desakan Mamah Fitri akhirnya sekarang di rumah itu dipekerjakan ART juga satpam.
"Iya Bah,tadi Kak Fatih kirim pesan untuk berangkat sama-sama".Jawab Arumi
"Nak,kamu sudah ada rencana untuk hubungan kamu dan Fatih ? Tidak bagus lama-lama kamu berdekatan dengan Fatih tanpa ikatan halal. Apalagi kamu sekarang berstatus janda,akan banyak omongan tidak bagus untuk kamu."Nasihat Abah Arif.
"Iya Bah.Rumi ngerti kok,ini karena Rumi masih ada hubungan kerja dengan Kak Fatih."Sahut Arumi
"Kamu gak mau untuk melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius ? Biar Abah juga tenang melihat kamu sudah punya pendamping baru.Abah takut kamu makin diganggu sama Abi yang nyari alasan terus untuk ketemu sama kamu."Ujar Abah Arif.
Selama seminggu ini,Abi terus saja menghubungi Arumi.Katanya ingin bertemu dengan Lia,saat disuruh datang ke rumah untuk bertemu Lia.Abi tidak mau katanya bertemu diluar saja bersama Lia dan juga Arumi.Tentu saja Arumi tidak mau,kalau untuk alasan bertemu Lia kenapa dia harus ikut.
"Arumi belum ingin untuk menikah dulu Bah.Arumi saja baru saja mendapat status janda,Arumi juga masih trauma untuk menikah lagi Bah.Arumi masih ingin menyembuhkan luka hati Arumi,supaya nanti saat Arumi memutuskan untuk menikah,Rumi tidak berpikiran buruk terus kepada suami Arumi nanti".Jawab Rumi.
Abah Arif hanya bisa menghela napas nya pelan,alasan Arumi memang masuk akal.Tapi Abah Arif sangat ingin sekali melihat Arumi menikah lagi dan punya pendamping hidup sebelum dia pergi meninggalkan dunia ini.
"Iya Bah,biarkan saja Arumi mengembangkan hidup dan juga karir nya dulu.Nanti juga kalau sudah jodoh dan waktu nya Arumi pasti akan menikah lagi".Sahut Mamah Fitri ikut pembincangan dengan Abah dan juga Arumi.
__ADS_1
"Abah hanya ingin melihat kamu menikah sebelum Abah meninggal".Ucap Abah Arif dengan raut wajah sedih.
"Bah jangan bicara seperti itu,Abah pasti berumur panjang untuk melihat Arumi mengendong adik Lia.Bahkan nanti Abah pasti akan melihat Lia menikah suatu saat nanti.Arumj belum sanggup kehilangan Abah juga Mamah saat ini."Ujar Arumi sambil beranjak menuju Abah nya dan memeluk pundak Abahnya dari belakang.
...****************...
Arumi telah sampai dikantor polisi bersama Fatih.Dia akan memintai keterangan keputar laporan nya atas kasus sebelas tahun yang lalu juga tentang kejadian dua minggu yang lalu saat Dahlia dan juga Friska melabraknya di restoran.
Hampir seratus pertanyaan yang harus dijawab Arumi.Arumi menjawabnya dengan tenang dan juga lancar.Hingga tiga jam kemudian dia sudah bisa keluar dari ruangan interogasi.
"Gimana ? Kamu lancar menjawab pertanyaan
penyidik ?".Tanya Fatih saat berada di tempat makan di depan kantor polisi.
"Alhamdulillah Kak.Pertanyaan nya sih diulang-ulang tapi aku tetap konsisten menjawabnya.Ada beberapa pertanyaan menjebak tapi alhamdulillah aku mapu menjawabnya".Jawab Arumi setelah meminum air jeruk nya.
"Syukurlah,seperti nya tidak akan lama lagi Friska dan juga Mama nya akan ditahan dan ditetapkan jadi tersangka."Ucap Fatih sambil menyuapkan ayam penyet ke dalam mulutnya.
"Iya kak,aku harap Friska gak akan lama lagi ditahan.Sebenarnya aku gak tega melihat dia yang sedang hamil akan dipenjara,tapi kalau aku membiarkan dia untuk lolos saat ini,aku takut dia akan mencari masalah lagi padaku atau bahkan mungkin kepada Lia.Aku gak mau kalau sasaran mereka ke Lia".Ujar Arumi
"Kamu gak tega kok.Itu wajar saja kalau kamu merasa terancam atas kelakuan mereka.Mereka memang kejam memperlakukan kamu,apalagi kasus sebelas tahun yang lalu Friska masih dibawah umur tapi sudah berpikiran dan juga mau melakukan hal itu".Sahut Fatih.
Mata Arumi melihat ke arah halaman kantor polisi.Terlihat mobil Abi yang datang,dan turunlah Friska dan juga Dahlia.Mungkin mereka datang untuk memberikan keterangan atas kasus mereka berdua.
__ADS_1
Pandangan Arumi kemudian kembali ke makanan nya.Arumi memesan pecel lele satu lagi,karena capek menjawab pertanyaan membuat nya sangat kelaparan.Bodo amat lah tanggapan Fatih yang akan menganggap nya perempuan rakus,tapi saat ini diri nya memang kelaparan.
Saat makanan yang dipesannya telah datang,sebuah panggilan dari suara yang dikenalinya mengalihkan perhatian Arumi juga Fatih.Terlihat Abi yang baru memasuki warung itu dan menuju ke arah meja yang ditempati Arumi juga Fatih.
"Kamu baru datang atau kamu dari tadi Sa..eh Rumi ?".Abi ingin sekali tetap memanggil Rumi dengan panggilan 'sayang' tapi tatapan tajam dan tidak suka dilayangkan oleh Arumi dan Fatih membuatnya menghentikan panggilan itu.
Abi ingin duduk disebelah Arumi,tapi lengan baju nya ditarik Fatih dan membuatnya duduk disamping Fatih.Abi menatap Fatih dengan tatapan tajam,tapi dibalas Fatih dengan tatapan tidak kalah tajam nya.
"Dari tadi".Malah Fatih yang menjawab pertanyaan Abi.
"Aku gak nanya kamu,aku nanya nya Arumi."Sahut Abi dengan ketus.
Arumi masih asyik makan tidak menanggapi Abi dan pertanyaan tidak bermutu Abi.Arumi makin malas saja melihat mantan suami nya itu.
"Rumi,kamu belum jawab pertanyaan Mas.Kamu baru datang atau dari tadi ?".Tanya Abi lagi karena melihat Arumi yang tidak menanggapi pertanyaan nya.
"Bukannya Kak Fatih sudah jawab.Jawaban ku sama dengan jawaban Kak Fatih.Kami kan datang bersama".Jawab Arumi akhirnya meski mata nya masih asyik menatap Lele di piring nya.
"Kamu kenapa gak hubungi Mas saja untuk mengantar kamu kesini ?".Ujar Abi cemburu mengetahui Arumi makin sering bersama Fatih.
"Memang nya Mas pengacara ku ? Lagi pula buat apa aku hubungi Mas,malas banget deh".Jawab Arumi dengan pedas nya membuat wajah Abi semakin masam.
Fatih yang mendengar jawaban Arumi menahan tawa nya.Abi yang mengetahui kalau Fatih menertawainya makin menatap saingannya itu dengan tatapan tajam.
__ADS_1