
"Assalamualaikum Rumi".Suara Rania terdengar dari teras rumah Arumi.Arumi yang sedang berada di dapur untuk memasak makan malam segera beranjak untuk membuka pintu untuk sahabatnya itu.
"Wa alaikumussalam,Nia kamu sendiri aja ?".Tanya Arumi melihat sahabatnya itu hanya sendiri.
"Iya,nanti Mas Bimo nyusul sama Mas Fatih,aku boleh masuk ?".
"Oh iya,maaf maaf ayo masuk".Arumi pun mempersilahkan sahabatnya itu untuk masuk ke rumah.
"Kamu lagi ngapain ? Kok sepi sih,Lia kemana ?".Tanya Rania heran melihat rumah sahabatnya yang sepi tanpa ada suara Lia yang biasa bermain.
"Iya cuma aku sendiri disini,Lia lagi nginap di rumah tante Widya".Ucap Arumi berjalan menuju dapur untuk melihat masakan nya yang tadi di tinggalkan.
"Cie cie anak kamu sudah dekat aja sama calon mertua mu.Kapan nih kamu dekat sama calon bapak nya Lia".Goda Rania dengan menaik turunkan alisnya ke arah Arumi.
"Nia ! Jangan godain aku deh !".Arumi mengerutkan bibirnya dengan imut.
"Biarin..kamu memang nya gak mau nikah lagi ? Apalagi sekarang ini ada calon suami yang potensial buat kamu,aku tahu Mas Fatih bahkan sudah nyatain perasaan nya buat kamu.Kamu juga sudah resmi jadi janda,masa iddah kamu juga seminggu lagi selesai.Kamu gak ingin nyusul mantan suami kamu yang sudah nikah lagi ?".Kata Rania dengan serius.
Arumi membalikkan badannya ke arah Rania.
"Aku sama sekali belum ingin untuk memulai kisah dengan orang lain Nia.Aku masih trauma untuk menjalin hubungan dengan yang lain.Aku juga baru kenal dengan Kak Fatih aku sama sekali belum tahu sifatnya bagaimana.Dulu dua tahun aku belajar mengenal Mas Abi sebelum aku memutuskan menikah dengannya.Aku kira sudah mengenal betul sifatnya apalagi kami mengenal sudah sembilan tahun totalnya tapi sekarang kami bahkan sudah cerai.Aku takut Nia,aku takut hatiku gak akan kuat lagi jika hatiku dihancurkan untuk kedua kali nya.Friska dan Mamahnya pun akan kembali mengusik ku lagi jika aku memutuskan memulai hubungan dengan yang lain.
Aku juga merasa gak pantas untuk Kak Fatih,aku ini janda Nia.Apa kata orang jika aku yang janda ini menikah sama dia yang perjaka."Arumi meneteskan air mata nya di depan Rania.
Rania yang melihat sahabatnya itu tampak rapuh segera mendekati Arumi dan memeluk Arumi.
__ADS_1
"Rumi,aku dengan sangat yakin memberitahu mu kalau Mas Fatih berbeda dengan Abi.Dia sudah menunggumu selama dua belas tahun.Kamu cinta pertama nya,lagi pula Mas Fatih sama sekali tidak mempermasalahkan statusmu.Bukannya kamu sama sekali gak peduli apa kata orang tentang kamu ? Soal Friska dan Mamahnya kamu tahu pasti apa yang harus kamu lakukan untuk mereka.Tapi ini semua keputusan kamu,kamu yang menjalani nya.Tapi aku harap kamu mempertimbangkan Mas Fatih.Kamu tahu bagaimana hancurnya dia saat mengetahui kamu telah menjadi istri pria lain tujuh tahun lalu ?".Ucap Rania meyakinkan Arumi.
Arumi tak menjawab ucapan Rania.Dia tampak memikirkan semua ucapan Rania.
"Assalamualaikum".Suara salam terdengar dari depan.Tampaknya Mas Bimo sudah datang.
Rania berjalan ke depan untuk membuka pintu .Arumi kembali memasak makan malam.
Tampak suara-suara yang berbincang juga suara Lia juga terdengar.Seperti nya Lia datang bersama Fatih.
Arumi menyelesaikan masakan nya dan menghidangkan di meja makan.Setelah itu,Arumi ke kamar untuk menganti bajunya,karena saat memasak Arumi hanya memakai gamis rumahan.
Saat Arumi keluar tampak semua orang sudah duduk di meja makan.Arumi pun bergabung mereka dan duduk di samping Lia.
Makan malam mereka pun dimulai.
"Rumi,ini bukan nya kamu ya ?".Tanya Rania kepada Arumi.
Mereka saat ini berkumpul di ruang keluarga setelah selesai makan malam.Fatih, dan Bimo menemani Lia bermain.Sedangkan Arumi dan Rania mengobrol.
Arumi melihat ponsel Rania yang ditunjukkan kepada nya.Tampak di layar ponsel itu video saat kejadian dia sedang berdebat dengan Friska dan juga Bibi Dahlia.
"Iya,ini aku tadi saat berada di acara akad nikah Mas Abi dan Friska".Jawab Arumi setelah selesai melihat video itu.
"Gila si Friska masih aja gak kapok-kapok gangguin kamu.Lagian kamu juga ngapain hadir sih disana ?".
__ADS_1
"Aku di undang sama Om Rifki.Bukan hanya Om Rifki sih,Friska juga ngundang aku.Malas sebenarnya tapi Mamah bilang gak apa-apa sekalian aku tunjukkin sama mereka kalau aku baik-baik saja".
"Kamu memang berniat laporin kasus sebelas tahun lalu ke polisi ? Bukan laporin tapi berniat meneruskan laporan yang sudah ada dikantor polisi ?".Tanya Rania lagi.
Belum juga Arumi membalas pertanyaan Rania,suara seseorang sudah terlebih dahulu terdengar menanyakan maksud ucapan Rania.
"Kasus apa ?".Suara bariton Fatih terdengar dari belakang dua wanita itu.
Arumi dan Rania serentak menoleh ke belakang melihat Fatih yang menatap mereka penasaran.
Arumi mengalihkan tatapan mata nya ke arah Rania,menyuruh sahabatnya itu yang menjelaskan.
"Kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Friska.Bukan hanya pencemaran nama baik tapi juga kasus pornografi.Itu terjadi sebelas tahun yang lalu setelah kelulusan Mas Fatih dan Mas Bimo.Mas pasti tahu seberapa mirip Arumi dan Friska dan itu dijadikan Friska untuk memfitnah Arumi dengan video mesum yang dilakukan Friska seolah itu Arumi.Teman-teman disekolah yang gak kenal Friska tentu saja menyangka itu Arumi sehingga Arumi dibully dan diminta untuk dikeluarkan dari sekolah.Tapi syukurnya sebulan kemudian kasus itu menemui titik terang kalau itu dilakukan oleh Friska yang merupakan sepupu Arumi.Tapi kasus itu buntu karena Friska masih dibawah umur".Jelas Rania dengan singkat.
Fatih yang baru mengetahui kalau Arumi mengalami kejadian yang tidak mengenakkan sebelas tahun yang lalu menoleh ke arah gadis idamannya itu.
"Dan kamu berniat melanjutkan kasus itu lagi ?".Tanya Fatih ke arah Arumi.
"Aku gak tahu.Aku malas rasa nya kalau masih berkutat dengan mereka,tapi kalau sekali lagi memang mereka tidak berhenti mengusikku mungkin aku akan memutuskan melanjutkan kasus itu".
"Aku akan bantu kamu untuk kasus ini,kalau memang mereka masih menganggu kamu,kamu beritahu aku".Ucap Fatih.
"Iya Kak,terimakasih".
Fatih tersenyum kecil ke arah Arumi.Arumi terpaku melihat senyuman itu.Pipi Arumi tampak merona sehingga godaan Rania makin menjadi melihat pipi merah Arumi.
__ADS_1
"Cie kata nya gak mau,tapi lihat senyum nya aja pipi kamu sudah merona begini.Sudah deh Rumi,sebulan ini kamu nikah aja sama Mas Fatih.Mas kamu juga yang cepat dong kalau gerak,awas nanti keduluan yang lain.Kamu nangis-nangis lagi kayak tujuh tahun lalu melihat Arumi nikah sama yang lain".Goda Rania ke arah Arumi dan Fatih