
Arumi dan Arga saling berpandangan.Arga menatap Arumi meminta penjelasan.Arumi menatap Arga dengan pandangan bingung.
Fatih yang melihat kedua orang yang berada di depannya ini saling berpandangan,makin merasa cemburu.
"Ehem,Rumi aku sudah sangat lapar nih".Fatih menginterupsi kedua orang yang saling berpandangan itu.
Arumi yang dipanggil masih dengan muka bingungnya menoleh ke arah Fatih.
Arumi tanpa menjawab langsung berlari kecil ke dapur.Muka Arumi terasa panas,aduh malu banget rasa nya.Apalagi di depan sepupunya yang paling jahil.
Arga yang melihat tingkah Arumi apalagi dia sempat melihat muka Arumi yang memerah makin merasa janggal.
'Gila si Arumi,baru jadi janda sudah ada pria yang kecantol sama itu anak.Hmm nanti akan ku interogasi dia.Kayaknya ini laki berbeda dengan si br*ngsek Abi.Tapi aku harus cari tahu dulu lebih dalam pria ini'.Gumam Arga dalam hati sambil memperhatikan Fatih.
Hal yang sama dengan Fatih yang juga memindai Arga.
"Ehem,kenalin saya Arga.Kalau boleh tahu anda siapa nya Arumi ?".Arga memulai perkenalan dengan Fatih.
Fatih menjabat tangan Arga yang terulur ke arah nya.
"Fatih.Insya Allah saya akan menjadi calon suami Arumi setelah masa iddah nya selesai,anda siapa nya Arumi."Fatih dengan percaya diri nya memperkenalkan dirinya sebagai calon suami Arumi.
Arga yang cukup terkejut dengan pernyataan pria yang penuh percaya diri di depannya ini,tersenyum menyeringai.
"Wah masa sih,soalnya yang saya tahu,saya lah calon suami Arumi.Wah saya nambah saingan nih.Anda kenal Arumi dari mana ?".Tanya Arga penasaran.
"Saya kakak kelas Arumi semasa SMA."
"Kalau saya dari Arumi masih di perut,saya sudah mengenalnya.Semua aib Arumi,kelakuan Arumi yang konyol sudah saya hafal di dalam kepala".Arga dengan isengnya menjawab pertanyaan Fatih.
Jawaban Arga itu makin membuat Fatih merasa cemburu.
Drtttt drttttt
__ADS_1
Bunyi ponsel Arga berbunyi,membuat perhatian Arga beralih ke arah ponselnya.
Melihat yang memanggil adalah Om nya,yang tak lain adalah Abah Arif langsung membuat senyum iseng Arga makin lebar.
"Ya Om.Aku lagi sama Arumi,tapi Rumi nya lagi di dapur masak buat aku.Ya Om,Rumi itu memang calon istri idaman,gak sabar rasa nya untuk memperistri Arumi.Ya Om,nanti aku ke rumah buat main catur dengan Om.Ok Om".Arga pun menutup teleponnya.
Fatih makin merasa cemburu.Dia memang pernah bertemu dengan Abah nya Fatih,tapi dia belum bisa seakrab itu dengan Abah nya Arumi.
Arga yang tahu Fatih merasa cemburu kepadanya makin lebar senyumnya.Sudah lama dia tidak iseng kepada orang lain.
Tak lama Arumi kemudian datang dengan tangan memegang nampan yang berisi makanan.
"Kok kalian masih berdiri sih ?".Arumi merasa heran melihat kedua pria itu tidak duduk.
"Ya sayang,ini aku mau duduk tadi calon papa mertua nelepon,jadi aku angkat dulu deh."Arga dengan senyum isengnya menjawab Arumi.
Arumi yang tahu tingkah iseng sepupu nya itu hanya menghela napas.Kemudian Arumi menoleh ke arah Fatih yang sekarang menatap tajam Arumi.
Melihat tatapan tajam pria itu kearahnya,membuat Arumi salah tingkah.
"Makasih Sayang,kamu memang sosok istri idaman".Arga dengan isengnya mengelus kepala Arumi yang tertutup hijab.
Arumi yang tahu tingkah iseng sepupu nya itu hanya menghela napas pelan.Berbeda dengan Fatih yang kepala nya makin merasa panas melihat interaksi Arumi dengan pria lain.
'Aku gak akan kalah,ini lah kesempatan ku untuk memiliki Arumi,sebelum lamaran pria ini diterima,dan sebelum janur melengkung aku masih punya banyak kesempatan.'
Fatih duduk di sebelah Arumi,dan di depan Arga.Dengan santainya tangan Arumi yang sedang menyendokkan nasi di arahkannya ke piring Fatih.
"Makasih Sayang,kamu memang calon istri yang baik.Setelah masa iddah kamu selesai,aku akan melamar mu ke Abah."
Arumi mematung melihat tangan Fatih yang masih memegang lengan baju nya.Hati nya terasa berdetak dengan kencang.
Muka Arumi mulai memerah malu.Arumi menoleh ke arah Arga meminta tolong,tapi yang ditatap malah menatapnya dengan tatapan isengnya.
__ADS_1
'Astagfirullah,aku bahkan belum melewati masa iddah,tapi aku malah deg degan sama pria di sampingku ini.Aku gak mungkin kan secepatnya menyukai pria lain'.
Kedua pria itu memulai makan dengan lahap.Apalagi Fatih baru ini merasakan masakan Arumi yang memang terasa enak.Dia bahkan berdecak kagum.Sungguh Arumi memang sosok istri idaman bagi Fatih.
Tak seperti kedua pria itu,Arumi makan dengan sangat pelan.Jantungnya masih belum aman duduk di samping Fatih.Arumi merasa dia seperti remaja yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Drrtttt drtttttttt
Bunyi ponsel Fatih yang terletak di atas meja berbunyi.Fatih menoleh ke arah ponselnya untuk melihat siapa yang meneleponnya.Terlihat nama Mama nya yang menelepon.
"Assalamualaikum Ma,ada apa ? ".
{Wa alaikumussalam,Fatih kamu dimana ? Kok Mama datang ke kantor kamu gak ada ? Mama bawa makan siang buat kamu nih.Maka nya kamu cepat nikah sama Arumi,biar kamu gak ngandalin Mama terus}.Terdengar suara Mama nya yang sedang ngomel-ngomel.
"Maaf Ma,aku lupa ngabarin kalau aku sekarang ada di restoran Arumi,dan sedang makan siang bersama Arumi"
{Kok kamu gak bilang sih sama Arumi,jadi nya kan Mama gak perlu capek masak.Ya udah kamu jangan lama-lama buat nikah sama Arumi.Mama gak sabar lihat kamu nikah sama Arumi.}
"Ya Ma,tenang aja gak lama lagi kok masa iddah nya Arumi akan selesai.Nanti kalau sudah selesai,aku akan melamarnya jadi istriku."
{Iya jangan lama-lama,nanti hari Minggu kamu gak bisa ajak Arumi untuk ke rumah ketemu keluarga besar kita.Mama mau kenalin Arumi sama keluarga besar.}
"Kayaknya gak usah dulu deh Ma,nanti bulan depan saja.Dia kan masa iddah nya belum selesai,jadi gak etis aja,Arumi sering bersamaku Ma.Nanti dikira Arumi lagi yang berselingkuh."
{Janji ya kalau masa iddah Arumi selesai,kamu ajak dia ke rumah}
"Insya Allah Ma.Doain aja Ma.Aku tutup dulu teleponnya Ma.Assalamualaikum}
{Wa alaikumussalam}.
Fatih pun menutup pembicaraan itu.
Arumi dan Arga yang mendengar ucapan Fatih selama menelepon itu saling memandang.Arumi merasa wajahnya makin panas mendengar obrolan Fatih dengan Mama nya.
__ADS_1
"Arumi masa iddah mu tinggal sebulan lagi kan.Aku mau ajak kamu buat ke rumah untuk ketemu keluarga ku."