
Saat jam makan siang,sesuai rencana Abi untuk pergi ke rumah mertuanya mencari sang istri dan anak.Biarpun diancam Arumi untuk tidak mencoba menghalangi perceraian mereka,tapi Abi tidak mau untuk duduk diam saja menerima perceraian mereka.
Meskipun telah berselingkuh dibelakang Arumi,tapi Abi juga tidak mau untuk melepaskan Arumi.Friska memang mirip dengan Arumi,tapi sifat mereka tentu saja berbeda.Friska sangat manja,tidak bisa memasak,hobinya selalu meminta uang tiap mereka bertemu.Berbeda dengan Arumi yang mandiri,pandai memasak,juga selalu mengerti setiap kesusahan Abi dari dulu sampai sekarang.
Meski dia mulai mencintai Friska,tetap saja cintanya yang paling besar tetap untuk Arumi.Abi akan tetap berusaha untuk meluluhkan hati Arumi meski dia tahu itu akan susah.Siapatahu Arumi luluh dengan bujuk rayunya dan kembali menjalankan biduk rumah tangga dengannya.Apalagi kalau bisa Arumi menerima Friska sebagai madu.
'Arumi dan Friska kan sepupu,tentu sajadalah mereka dekat,Arumi pasti akan mudah menerima Friska,semoga saja.'
Abi tidak ingat bahwa sebelum perselingkuhannya itu,dia bahkan tak tahu kalau Friska adalah sepupu Arumi.Tidak pernah melihat Friska kumpul bersama keluarga besar sang istri jika ada acara.Bahkan saat pesta pernikahannya dengan Arumi tujuh tahun lalu,tidak ada sosok Friska dan ibunya di sana.
Setelah menempuh jalan yang cukup lama,akhirnya Abi sampai juga didepan rumah mertuanya itu.Tak terlihat mobil sang istri.Abi awalnya ragu untuk masuk,tetapi Abi terus meyakinkan diri.
'Apa mungkin Arumi di restoran ya ? Kenapa aku tidak lebih dahulu mengecek ke restoran ? Sudahlah,nanti saja aku ke restoran,aku harus menemui Abah dulu,siapa tahu juga di dalam ada Lia.Aku bisa bujuk Lia untuk pulang ke rumah.Arumi tidak akan mungkin mengabaikan keinginan Lia untuk pulang.'
Abi akhirnya keluar dari mobil dengan langkah pelan sampai ke depan pintu rumah.
TOK TOK TOK
Tak lama terdengar langkah kaki dari dalam rumah.Abi merasa gugup akan bertemu dengan mertuanya itu.
Pintu rumah terbuka menampilkan sang ibu mertua.
"Siang Mah".Sapa Abi tersenyum manis.
"Siang.Mau apa kamu ?."Mamah mertuanya terlihat judes melihat menantu pengkhianat di depan pintu rumahnya.
"Abi mau cari Arumi dan Lia Mah."
"Arumi dan Lia gak ada disini."Sahut Mamah Fitri
"Tapi Mah..."
__ADS_1
Belum sempat Abi melanjutkan ucapannya,terdengar dari dalam suara Bapak mertua Abi.
"Siapa yang datang Mah ?."Tak lama kemudian Abah muncul disamping Mamah Fitri menemui Abi yang masih berada di depan pintu.
"Loh si pengkhianat ini ternyata.Ngapain kamu kesini ? Mau nyari mati kamu sampai beraninya kamu kesini !!."Abah membentak menantu nya yang dengan beraninya muncul di depan rumahnya.
"Ma...maa...af Bah,A....a..bi mau cari Arumi sama Lia Bah."Abi tergagap melihat Abah yang menatapnya dengan pandangan membunuh.
"Mau apa kamu cari anak saya ? Arumi sama Lia gak ada disini !! Kamu pergi dari sini !! Berani-beraninya kamu mengkhianati putri saya.Pergi dari sini.!!!!!"
BRAKKKKK
Abah menutup pintu rumah itu dengan keras tak membiarkan Abi masuk kerumahnya.
"Bah...Mah biarkan Abi masuk Bah,Abi mau ketemu istri Abi Mah,Bah.Abi minta maaf Bah,Abi gak bermaksud mengkhianati Arumi Bah."Abi terus mengetok pintu runah mertuanya itu.Memohon untuk bisa bertemu istri dan putrinya.
***
Berbeda dengan Arumi dan Lia yang sedang berbahagia berliburan berdua.Arumi bersyukur Lia terlihat bahagia dengan liburannya di Bali meski tanpa sang Ayah.
"Lia sayang,hmmn jika seterusnya kita berlibur berdua,tinggal berdua menurut Lia gimana ?".Arumi bertanya pada putrinya itu sesampainya mereka di villa.
"Berdua Umma ? Ayah memangnya kemana ?."
"Hmmm maafkan Umma ya sayang,Umma berniat untuk berpisah dari Ayah."Arumi memutuskan untuk berbicara dengan putrinya itu kemungkinan tak lama lagi mereka tidak akan tinggal bersama dengan Abi.
"Apa karena tante jahat yang mirip Umma itu ?".Pertanyaan dari Lia membuat Arumi kaget.
"Nak...kamu tahu dari mana tante itu ?"
"Lia tak sengaja melihat Ayah yang sedang video call dengan tante jahat itu.Terus teman sekelas Lia pernah melihatnya di restoran Umma.Teman Lia kira itu Umma yang gak pake jilbab."
__ADS_1
Arumi yang mendengar jawaban putrinya itu merasa marah kepada Abi.
'Sialan Abi,melakukan perselingkuhan di depan putrinya,dimana otaknya itu.'
"Sayang,hmm Umma minta Lia jangan benci sama Ayah ya,Biar bagaimana pun Ayah tetaplah Ayah yang baik buat Lia,meski hubungan Ayah dan Umma gak bisa diperbaiki lagi,kamu tetaplah putri kami tercinta."
"Iya Umma,Lia mengerti.Lia juga gak akan benci sama Ayah.Lia sayang Ayah sama Umma."
***
Selama beberapa hari ini Abi terus berusaha mencari keberadaan istri dan anaknya.Di restoran,Arumi ternyata hampir seminggu ini tidak pernah kesana.Urusan restoran dipegang asisten kepercayaan Arumi,juga dipantau oleh Abah dan Mamah.
Lia juga karena sekarang masa liburan jadi pasti tidak ada di sekolah.Di rumah Abah juga tidak ada,dan dirumah Rania pun tak ada.
Abi semakin pusing,makannya tidak teratur,tidur tidak nyenyak,kerja pun tidak fokus sehingga sering ditegur oleh atasannya.
Abi pun semakin pusing karena Friska yang terus menghubunginya.Tentu saja meminta uang.
Drtttt drttt
{sayang kamu kemana aja sih,aku kangen.Sudah beberapa hari kamu gak kesini.Nanti kita ketemu di mall x ya.Aku tunggu loh sayang.}
Abi hanya terdiam melihat pesan dari selingkuhannya itu.Tak berniat untuk membalas pesan itu.
'Kamu dimana sih Arumi,aku minta maaf.Aku akan meninggalkan Friska jika kamu kembali.Aku mencintai kamu Arumi.'
Abi sekarang sadar,bahwa dia tidak mencintai Friska.Dia hanya tertarik karena melihat Friska yang mirip dengan istrinya tapi dengan sikap dan sifat yang berbeda.
Friska yang manja membuat keinginan terpendam Abi yang selama ini ingin melihat Arumi yang manja terpenuhi.Apalagi Friska bisa memenuhi nafsu binatang Abi jika Arumi berhalangan ataupun capek jika berhubungan badan.
{kok cuma dibaca aja sih sayang,aku kangen tahu.Kamu memangnya gak kangen sama aku.Kalau kamu gak datang nanti,aku datang ke rumah kamu loh nanti biar istri kamu tahu kalau kamu punya aku.}
__ADS_1
Abi hanya membacanya saja tak niat untuk membalas ancaman selingkuhannya itu.
'Apa yang kupikirkan saat itu hingga memutuskan selingkuh dari Arumi.Cantik juga lebih cantik Arumi,Arumi juga juga pandai mencari uang,tidak terus menuntut untuk dikasih uang.'