
Setelah beberapa waktu terlewat,akhirnya persidangan kedua perceraian antara Arumi dan Abi pun akan diadakan hari ini.
Arumi pun sudah bersiap dari pagi.Arumi yakin hari ini Abi tidak akan membuat ulah dan akan setuju dengan perceraian mereka karena ancaman Arumi saat itu.
"Hari ini sidang mediasi kedua kan Mi ? Kamu yakin Abi gak akan mengacaukan sidang lagi kan ? ".Tanya Abah saat dirinya dan Arumi berbicara di dalam mobil menuju pengadilan.
"Ya Bah.Tenang aja aku yakin Mas Abi gak akan berbuat ulah untuk mengacaukan persidangan.Hari itu aku udah ngancam dia Bah,kalau sekali lagi dia membuat ulah aku akan menjebloskan dia ke penjara dengan tuduhan penggelapan uang,dan juga perselingkuhan".Jawab Arumi.
"Penggelapan uang ? Maksud kamu ?".Abah pun kembali bertanya kembali kepada putrinya itu.
"Iya penggelapan uang Bah.Ternyata Abi melakukan penggelapan uang di perusahaan Arga.Ketahuannya dari dua bulan lalu.Karena gaji Mas Abi hanya 25 juta belum lagi Mas Abi pasti nyerahin uang nafkah sama Rumi,Abah pasti tahu lah gaya hidup Bi Dahlia
dan Friska.Makanya Mas Abi karena tertekan dituntut untuk memenuhi gaya hidup mereka berdua maka Mas Abi memutuskan untuk melakukan penggelapan uang Bah."Arumi pun menjelaskan hal yang telah dia ketahui kepada Abahnya.
"Tapi Abah takut nanti kamu juga terseret Rumi.Kamu kan masih terhitung sebagai istrinya saat dia melakukan hal itu."Ucap Abah.
"Tenang saja Bah.Arumi sudah punya bukti kalau Arumi sama sekali gak pernah terima uang dari Mas Abi selain uang gajinya.Kalaupun nanti Arumi diperiksa polisi,gak apa-apa Bah.Lagian bukti transaksi transferan dalam jumlah banyak itu selalu Mas Abi kirimkan ke rekening Friska."Arumi meyakinkan Abahnya itu untuk tidak takut kalau dirinya akan terseret dalam kasus calon mantan suaminya itu.
"Kamu yakin Rumi ?".Abah Arif kembali memastikan hal itu.Sungguh dia takut putrinya itu akan terlibat.
"Yakin Bah.Lagian Arga juga pasti tidak akan tinggal diam jika sepupunya ini disangkutpautkan dalam kasus Mas Abi.Terus Arumi dan Arga juga telah sepakat untuk tidak melaporkan hal itu kepada polisi jika Mas Abi tidak berbuat ulah.Arumi tahu Lia
pasti sedih jika Ayahnya itu masuk penjara.Biarlah Arumi dan Mas Abi bercerai.Arumi yakin Mas Abi gak akan berbuat macam-macam lagi.Arumi tahu Mas Abi pasti akan takut."
Abah pun terdiam.Sungguh tak menyangka sang menantu ternyata bisa melakukan hal yang menyakiti keluarga nya.Sudah melakukan perselingkuhan,apalagi dengan keponakannya,sekarang melakukan penggelapan uang demi sang selingkuhan.
__ADS_1
...****************...
Sesuai dengan perkiraan Arumi,jalan persidangan mediasi itu pun berjalan lancar.Abi pun hanya bisa pasrah untuk berpisah dari istri yang masih dicintainya itu.Karena Arumi dan Abi sudah sepakat untuk terus melakukan perceraian itu.
Tinggal menunggu satu sidang lagi untuk status pernikahan mereka yang sekarang diujung tanduk.
Arumi pun keluar dari ruang mediasi dengan tersenyum lebar.Dia tidak akan memasang mimik wajah yang menyedihkan biarpun masih terasa sakit karena dikhianati.Tapi Arumi tidak ingin Abi menganggap dia masih mencintai pria itu makanya Arumi tersenyum lebar.
Berbeda dengan Abi yang mukanya tampak tertekan.Dia sungguh tidak ingin bercerai dari Arumi.Tapi terpaksa dia harus menyetujui untuk menerima perceraian mereka,karena takut kalau akan dijebloskan ke penjara.
Abi sekarang sudah menjadi pengangguran.Dia telah dipecat dari perusahaan Arga setelah Arga mengetahui jika Abi dan Arumi akan bercerai,apalagi karena berselingkuh dengan sepupu Arumi dan Arga.
Arga sudah memberikan Abi bogem mentah yang membuat wajah Abi babak belur.
...****************...
"Alhamdulillah Bah,tinggal menunggu satu persidangan lagi untuk Arumi resmi terlepas dari Mas Abi."
"Syukurlah".Sahut Abah sambil matanya mengamati pria yang menjadi pengacara putrinya itu.
Entah kenapa,Abah Arif tampak tertarik melihat pria itu.Bukan karena cinta,Abah Arif masih normal,tetapi karisma dan aura pria itu sungguh menarik.
Dulu saat Abi melamar Arumi,Abah Arif sebenarnya tidak terlalu suka kepada Abi.Tetapi dia tidak mau melukai hati putrinya itu yang sangat terlihat mencintai Abi.
Tapi ternyata insting seorang Ayah memang tepat,setelah tujuh tahun menikah Abi ternyata mengkhianati pernikahannya dengan Arumi dengan menghadirkan orang ketiga.Apalagi orang ketiga itu sepupu Arumi.
__ADS_1
Tetapi melihat pria yang menjadi pengacara putrinya itu membuat Abah menemukan sosok idola.Sungguh hal yang aneh.Abah melihat tatapan cinta di kedua mata pria itu untuk putrinya.
Tetapi meskipun Abah Arif terlihat menyukai pria itu,bukan suka dalam hal asmara ya,sudah dibilang Abah Arif itu masih normal.Tidak semudah itu Abah Arif mengijinkan pria yang terlihat menyukai Arumi itu menjadi suami baru untuk putrinya itu.Abah Arif tidak mau kecolongan lagi dengan membiarkan pria lain untuk menyakiti hati Arumi.
Abah Arif akan melihat perjuangan pria di depannya ini yang sekarang juga menatap kepada Abah Arif dengan senyum kecilnya.
"Kenalkan saya Fatih Pak.Saya yang menjadi pengacara Bu Arumi."Fatih pun memperkenalkan diri kepada pria paruh baya yang adalah Ayah dari perempuan yang dicintainya itu.
"Iya,saya Arif,Abahnya Arumi.Kamu apa sudah menikah ?".Tanpa basa-basi Abah Arif menanyakan hal itu kepada Fatih membuat Fatih dan Arumi terkejut.
"Abah ! Kok Abah bisa menanyakan hal itu sama Pak Fatih sih.Itu kan hal yang privasi."Arumi pun protes kepada Abah Arif.Tetapi Abah yang diprotes tidak merasa bersalah.
"Memang kenapa ? Abah hanya menanyakan hal yang biasa saja.Jadi apa jawabannya,kamu sudah menikah ?".Abah pun kembali menanyakan hal itu.
"Belum Pak,saya belum menikah."Fatih pun dengan mantab menjawab pertanyaan Abah.
"Kenapa belum menikah ? Saya melihat kamu sudah berumur 30 tahun.Apa kamu punya pacar ?".Abah pun kembali bertanya hal yang privasi membuat Arumi pun kembali protes kepada Abahnya itu.
"Saya tidak sedang menjalin hubungan dengan perempuan manapun".
Abah pun terdiam tetapi matanya pun masih asyik memindai pria yang berada didepannya itu.Fatih yang sadar diamati hanya terdiam,anggap saja sedang diamati calon mertua.Amiinn
"Bah ayo pulang,Arumi sudah lapar nih,kita makan di resto aja.Pak Fatih terimakasih sebelumnya.Saya permisi Pak."Arumi berpamitan kepada Fatih dan menarik tangan Abahnya yang masih terus mengamati Fatih.
Fatih pun tersenyum kecil melihat tingkah pria yang menjadi Ayah perempuan yang dicintainya itu.
__ADS_1