
Arumi menghela napas pelan,dia berusaha menahan air matanya yang ingin keluar.
"Abah akan dioperasi Mah,Abah terkena serangan jantung".Jelas Arumi singkat.
Mamah Fitri merasa lemas mendengar ucapan Arumi.Tak menyangka suaminya itu memiliki penyakit mematikan itu.
"Kamu serius Rumi ?".Tanya Mamah Fitri meyakinkan dirinya.
Arumi hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Mamahnya itu.
"Ya Allah,Mamah bahkan gak tahu penyakit Abah".Mamah Fitri kembali menyandarkan tubuhkan di dinding.
"Mungkin Abah gak mau kalau kita khawatir Mah."Ucap Arumi berusaha menguatkan Mamahnya.
****************
Operasi pemasangan ring jantung untuk Abah Arif sudah selesai.Abah Arif sekarang dipindahkan ke ruangan ICU.Arumi sekarang menemani Mamahnya di kantin.Mamahnya belum makan dari tadi siang,tapi karena Arumi memaksa Mamah Fitri untuk makan akhirnya Mamah Fitri mau makan juga.
Fatih sudah pulang untuk menjemput Lia ke rumah Mama Widya untuk menginap disana.
Setelah menemani Mamahnya makan Arumi kembali ke depan ruang ICU.Arumi mengerutkan dahinya melihat siapa yang ada di depan ruang ICU.
Arumi kemudian teringat tadi Abi memang mengiriminya pesan untuk datang menemuinya.
"Itu Abi Arumi ? Kamu kasih tahu kalau Abah sakit ?".Tanya Mamah Fitri heran melihat mantan menantunya itu.
"Gak Mah,tadi sebelum Mamah hubungi aku Mas Abi kirim pesan untuk ketemu mau ada yang ingin dibicarakan.Tapi Rumi gak tahu dia mau ngomong apa ?".Sahut Arumi
Mereka berdua kembali berjalan ke arah ruang ICU.Abi yang mendengar langkah kaki menoleh ke arah kiri.Melihat mantan istri dan juga mantan mertuanya itu berjalan ke arahnya,Abi sontak berdiri sambil tersenyum ke arah Arumi dan Mamah Fitri meski tidak dibalas oleh kedua orang itu.
Arumi membantu Mamahnya untuk diduduk di kursi tanpa mempedulikan kehadiran Abi.
"Mah,aku baru tahu kalau Abah sakit,tadi saat aku ke restoran,kata asisten Arumi dia pergi.Aku ke rumah juga gak ada,kata ART di rumah katanya ke rumah sakit makanya aku kesini".Tanpa diminta Arumi,Abi menjelaskan maksud kedatangannya ke rumah sakit ini.
__ADS_1
Mamah Fitri hanya menganggukkan kepalanya,dia malas berbicara dengan mantan menantunya yang pengkhianat itu.Apalagi dirinya menyadari sakit suaminya itu salah satunya karena terus memikirkan putrinya yang dikhianati oleh Abi.
"Mau ngomongin apa Mas ?".Tanya Arumi agar mantan suaminya itu cepat pulang.
Abi mengigit bibirnya,dia ingin hanya berbicara berdua saja dengan Arumi.
"Hmm apa kita bisa bicara di tempat lain ? Mas ingin berbicara empat dengan kamu ?".Ujar Abi akhirnya.
"Aku gak bisa ninggalin Mamah sendiri".Sahut Arumi malas hanya berbicara berdua dengan Abi.
Abi hanya terdiam,dirinya bingung hendak mengutarakan apa yang ingin dibicarakannya ini di depan mantan mertuanya itu.
"Mas kalau untuk membicarakan untuk membebaskan istri kamu aku gak bisa dan gak mau untuk membicarakan hal itu".Ujar Arumi.
"Bu..bukan,bukan itu yang ingin Mas bicarakan hanya saja...."
Belum sempat Abi melanjutkan ucapannya,kehadiran Fatih yang baru datang mengalihkan perhatian ketiga orang itu.
Abi mengerutkan dahinya,heran melihat pengacara itu sudah terlihat akrab dengan Mamah Fitri.
"Mamah di sini aja Fatih,Mamah mau nunggu Abah di sini".Jawab Mamah Fitri.
Abi merasa iri melihat Mamah Fitri membalas ucapan Fatih.Tadi saat dia berbicara dengan mantan mertuanya itu sama sekali tidak ada balasan.
"Atau Mamah mau dipesankan kamar hotel.Fatih dan Arumi gak mau Mamah kecapekan.Apalagi Abah masih di ICU,belum di kamar perawatan,Mamah dan Arumi balik aja ke hotel,di depan rumah sakit ada hotel.Fatih pesankan ya Mah,Mamah gak boleh nolak".
Fatih akhirnya memesankan kamar untuk Mamah Fitri juga untuk Arumi.Meski terlihat berat untuk meninggalkan rumah sakit itu tapi
memang dia merasa capek hari ini.
"Makasih Kak,sudah memesankan kamar untuk aku dan Mamah.Terima kasih juga sudah mau untuk menunggu Abah di sini.Aku gak tahu kalau gak ada Kakak aku sama Mamah gimana."Ucap Arumi berterima kasih.
"Gak usah sungkan Arumi,Abah dan Mamah sudah ku anggap seperti orang tua ku sendiri".Jawab Fatih sambil tersenyum ke arah Arumi.Arumi pun membalas senyuman Fatih.
__ADS_1
Abi merasa cemburu melihat adegan di depan matanya itu.Arumi bahkan sama sekali tidak peduli pada dirinya.
"Rumi,Mas ingin bicara sama kamu".Ucap Abi menganggu momen antara Fatih dan Arumi.
"Mas ingin bicara berdua,toh di sini ada pengacara kamu ini yang bisa jagain Mamah".Ujar Abi dengan tatapan memelas ke arah Arumi.
"Baiklah,kita ke taman aja".
Arumi berjalan duluan ke arah taman,Abi mengikutinya dari belakang.Fatih hanya bisa menatap kepergian kedua orang yang sekarang berstatus mantan itu.
...****************...
Arumi duduk di kursi taman,Abi pun duduk disamping Arumi.
"Mas bisa geseran sedikit ? Kita sudah resmi bercerai Mas".Ucap Arumi tanpa menoleh ke arah mantan suaminya itu.
Abi menghela napas pelan,dia kemudian menggeser posisi duduknya lebih menjauh dari Arumi.
"Rumi,apa kamu benar-benar tidak ingin kita rujuk ? Mas sadar kalau perbuatan Mas saat itu memang keterlaluan.Tapi Mas masih sayang kamu ! Mas menikah dengan Friska hanya untuk memenuhi tanggung jawab untuk anak yang berada dalam kandungannya itu.Mas janji akan lebih setia sama kamu,Mas gak akan berselingkuh lagi".Ucap Abi sambil menatap mantan istrinya itu.
Arumi tersenyum sinis mendengar ucapan Abi yang terasa bualan baginya.
"Aku harus berapa kali berbicara sama kamu Mas,aku gak akan pernah memberikan kesempatan untuk pengkhianat.Menurut kamu kenapa aku bikin surat perjanjian pranikah itu ?".
Abi hanya terdiam,bingung untuk membalas ucapan Fatih.
"Kenapa diam Mas ? Kamu tahu dua kesalahan apa yang menurutku fatal dalam pernikahan hingga aku akan memutuskan hubungan pernikahan itu ? Pertama selingkuh,kedua kekerasan.Kamu melakukan kesalahan nomor satu,dan menurut kamu akan mau untuk melanjutkan hubungan pernikahan bersama kamu ? Kamu bahkan dulu berjanji akan setia sama aku tapi apa ? Dengan kehadiran Friska kamu bahkan berpaling."Sahut Arumi
"Tapi Mas masih mencintai kamu Rumi,Mas juga yakin kamu juga masih mencintai Mas".Ucap Abi dengan rasa percaya dirinya itu.
"Hahahaha aku masih cinta kamu ? Cintaku sudah hilang sejak aku mengetahui kelakuan kamu diluar sana.Sudahlah aku gak mau bicara panjang lebar sama kamu kalau hanya itu terus saja yang dibahas."
Arumi pun beranjak pergi.Dirinya malas berbicara dengan Abi kalau hanya membalas hal-hal itu saja.
__ADS_1