
"S*alan si Arumi ! Dikira kita ini pembantu apa ? Biarpun aku dan Mama di sini pura-pura jadi pembantu tetap aja list kerjanya gak begini.Eh sudah baik-baik begini malah ngelunjak.Kemarin kayak perhatian banget sama aku yang hamil eh malah pekerjaannya berat begini".Cibir Friska dengan lirih.
Dirinya terpaksa mencibir dan mengumpat Arumi dengan suara lirih.Friska dan Mamanya di awasi dua bodyguard di meja makan.Kedua
pria kekar itu makan cemilan sambil mengawasi Friska dan Dahlia.
"Ini gimana Ma ? Waktu kita di sini akan habis dengan membersihkan rumah ini.Apalagi rumah ini besar dan luas.Kita gak akan sempat menjalankan rencana kita".Bisik Friska ke arah Mamanya.
"Mama juga bingung Fris.Tapi kalau kita gak membersihkan sesuai list ini Arumi akan curiga apalagi kamu tahu Arumi itu cerdas,eh suaminya yang sekarang juga cerdas".Ucap Dahlia juga berbisik.
"Ehem".Suara deheman kedua kalinya terdengar dari para bodyguard yang duduk di meja makan itu.
Dahlia dan Friska melirik kearah kedua orang yang terlihat asyik dengan cemilan keripik singkong pedas itu.
"Kalian mau kerja atau mau bisik-bisik di rumah ini ?".Tegur salah satu bodyguard itu.
Dahlia dan Friska gegas memisahkan diri dan mengerjakan tugas mereka masing-masing.
Dahlia mulai dengan membersihkan kolam ikan di belakang rumah Arumi.Mata Dahlia melotot saat melihat kondisi kolam ikan itu yang terlihat tidak pernah dibersihkan.Dinding kolam terlihat penuh lumut.Dasar kolam juga dengan air yang tergenang itu juga tampak kotor dengan lumut juga lumpur.
"Bisa-bisanya si Arumi itu nyuruh orang tua buat bersihin kolam kotor begini".Cibir Dahlia.
"Ehem".Suara deheman kembali terdengar dari belakang.
Dahlia terdiam,lupa kalau sekarang diawasi oleh bodyguard yang disuruh Arumi.
Dahlia bingung mulai dari mana dirinya membersihkan kolam ikan kotor ini.Mana dirinya sendirian membersihkan kolam ini.Dahlia menoleh ke belakang,menatap bodyguard yang mengawasinya itu.
"Heh kamu kan laki-laki,mana badannya besar kamu dong yang membersihkan kolam ini,masa' kamu biarkan orang tua ini yang membersihkan.Kamu gak ingat punya ibu di rumah,kamu bayangin dong ibu kamu di suruh membersihkan kolam kotor begini".Ucap Dahlia berusaha menyuruh bodyguard itu mengerjakan pekerjaan dirinya.
__ADS_1
Bodyguard itu tersenyum sinis menatap Dahlia.
"Saya di suruh sama Ibu Arumi dan Pak Fatih hanya mengawasi kalian.Kerjakan cepat ! Gak usah banyak omong ! Atau aku gak akan segan-segan sama kamu nenek peot".Ujar bodyguar yang bernama Asep itu dengan suara keras.
Dahlia tersentak kaget saat dirinya di bentak,apalagi melihat wajah Asep yang terlihat memerah menahan kesal.Dahlia terdiam tak mau lagi mengajak Asep untuk bicara.
'Dasar anak muda jaman sekarang ! Gak ada sopan-sopannya sama orang tua.Huh terpaksa deh harus membersihkan kolam ini sendirian'.Pikir Dahlia keki.
Dahlia kembali mengarahkan tatapannya ke arah kolam ikan itu.
'Si Arumi juga malas banget sih membersihkan kolam ini.'Batin Dahlia mencibir Arumi.
Dahlia mendekati kolam itu lebih dekat,dirinya tak melihat kakinya melangkah hingga tanpa sadar menginjak lumpur di sekitar kolam itu yang licin hingga dirinya terpeleset dan jatuh ke kolam ikan itu.
**BYUUUUURRRRR**
Suara cipratan air saat Dahlia jatuh terduduk di dalam kolam itu.Wajah Dahlia jadi kotor karena air itu terciprat ke mukanya.Wajahnya jadi penuh lumpur.
Dahlia merasa kesal karena ditertawai bukannya di tolong,tapi dirinya juga tidak berani untuk menegur Asep yang masih asyik tertawa sampai memegang perutnya.
Dahlia berusaha bangun dari posisinya yang jatuh duduk itu dan berdiri.Tapi karena dasar kolam itu yang penuh lumut dan lumpur hingga dasar kolam itu menjadi licin hingga membuat Dahlia kembali terpeleset.
'S*al,ini gak akan selesai-selesai kalau begini.Si Arumi juga pakai bikin tugas membersihkan kolam kotor begini.Bisa kan dia nyuruh preman-premannya itu yang membersihkan'.Pikir Dahlia kembali berusaha untuk berdiri.
Asep masih asyik tertawa,bahkan dirinya sekarang tertawa sambil berguling-guling di teras belakang membuat Dahlia makin sebal melihatnya.
'Dasar anak muda sekarang,sudah gak sopan juga gak mau nolongin orang tua'.Umpat Dahlia kesal karena terus ditertawai.
Setelah berulang kali terpeleset,Dahlia membuka sendalnya yang masih terpasang.Dirinya terpaksa tanpa alas kaki,karena kolam ini benar-benar licin.
__ADS_1
Dahlia dengan hati kesal berusaha mengerjakan pekerjaannya itu.Terpaksa lah dirinya melakukan ini hingga rencana mereka nanti berhasil.
Sedangkan Friska sedang sibuk mencuci pakaian para bodyguard di rumah itu.Mulutnya menganga lebar melihat tumpukan baju di kamar mandi belakang.Ada tiga ember besar berisi pakaian para bodyguard itu.
'Ini benaran si Arumi nyuruh aku cuci baju para bodyguard itu ? Tiga ember besar ? Dia apa gak ingat aku lagi hamil besar ?'.Pikir Friska kesal.
Kalau saja tak ingat dirinya diawasi,mungkin dari tadi dirinya akan mengumpat Arumi penuh dengan binatang.
Friska dengan menahan kesal dan amarah meraih baju-baju itu dan membawanya ke mesin cuci.Buat apa cape-cape kalau ada mesin cuci.Syukurnya mesin cuci itu berfungsi.
Tapi tetap saja Friska merasa capek mengerjakannya.Seumur-umur baru ini dirinya mencuci baju dengan tiga ember penuh baju kotor.
'Ini gimana caranya aku dan Mama menjalankan rencana kami,sampai waktu kerja habis kami masih sibuk dengan mengerjakan pekerjaan si*alan ini'.Pikir Friska penuh dengan amarahnya.
Drttt drttttt
Suara notifikasi tanda pesan masuk mengalihkan Friska yang sedang sibuk melamun di depan mesin cuci.
Friska meraih ponselnya di saku bajunya,terihat nomor Reza yang mengirimkan pesan.Friska kemudian membuka pesan itu.
{Gimana ? Kalian bisa menjalankan rencana kita dengan baik ? Apa kalian bisa masuk ke kamar Arumi dan suaminya ?}.
Pertanyaan beruntun yang dikirim Reza makin membuat Friska merasa kesal dan marah.
{Boro-boro Za,aku dan Mama kayaknya dikerjai Arumi.Mama masih sibuk di belakang membersihkan kolam ikan,aku disuruh cuci baju bodyguardnya Arumi tiga ember.Disini juga ternyata di awasi oleh bodyguard yang disuruh Arumi}.Balas Friska atas pesan Reza tadi.
{Bodyguard ? Bagaimana bisa ?}.Pesan masuk dari Reza.
{Aku juga gak tahu,saat aku dan Mama kesini sudah penuh dengan bodyguard.Aku dan Mama selalu di awasi.Aku dan Mama belum bisa bergerak}.Balas Friska lagi.
__ADS_1
Tak ada lagi balasan pesan dari Reza,membuat Friska kembali fokus ke baju-baju kotor yang masih terlihat banyak itu.
'Ini kapan selesainya,aku mencuci baju kotor begini bisa setengah hari belum menjemurnya,belum lagi mengerjakan yang lain.Kayaknya aku dan Mama dikerjai Arumi si*alan itu'.Pikir Friska makin kesal.