AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 65


__ADS_3

Sesuai dengan yang diperkirakan Fatih,tak sampai sebulan dari kebebasan Friska dan Dahlia.Kedua orang itu sudah muncul di restoran Arumi.


"Rumi,Bibi dan Friska datang kesini ingin minta maaf sama kamu.Kami mohon maafkan semua kesalahan kami yang dari dulu selalu memfitnah kamu dan membuat kamu rugi.Bibi dan Friska sudah kapok di penjara.Rumi Bibi mohon maafkan semua kesalahan kami".Ucap Dahlia saat ini berlutut di depan Arumi.Friska berdiri di samping Ibunya,dirinya tak mungkin berlutut karena perutnya sudah besar


Arumi pura-pura terkejut.Saat ini dirinya berada di depan kasir di restorannya.Dirinya saat ini sedang mengawasi karyawan baru saat Dahlia dan Friska tiba-tiba datang.


Beberapa pengunjung restoran itu sontak menatap ke arah mereka dengan tatapan penasaran.


Arumi meraih bahu Dahlia ,meminta Bibinya untuk bangun.Dirinya tak mau orang-orang beranggapan jelek ke arahnya jika terus membiarkan Dahlia berlutut.


"Ada apa ini Friska ? Bibi ?".Tanya Arumi dengan akting yang baik.


Dirinya tidak akan kalah dengan Friska dan Dahlia yang juga bagus sekali aktingnya.Bahkan dirinya tadi sempat percaya ke arah Dahlia,sebelum dirinya menangkap tatapan kebencian dari Friska dan Dahlia dan membuat dirinya yakin kedua orang itu hanya pura-pura minta maaf padanya.


"Mbak Rumi,aku dan Mama datang kesini hanya ingin minta maaf sama Mbak Rumi.Kami bersalah karena dari dulu selalu ingin membuat Mbak menderita.Tapi malah kami yang selalu menderita.Mohon maafkan kami mbak".Friska pun berakting nangis.


Pengunjung makin memusatkan perhatiaan ke arah mereka bertiga.Beberapa bahkan sudah ada yang mengangkat ponselnya,merekam kejadian itu.


"Friska dan Bibi ayo bicara di ruangan ku jangan di sini.Bibi dan Friska sudah makan ? Kalau belum biar aku pesankan".Arumi berucap lembut.


Friska dan Dahlia saling bertatapan,tadi mereka sudah makan tapi mendengar tawaran Arumi yang akan memesankan makanan untuk mereka tentu saja mereka tak akan menolak.


"Belum Rumi.Kondisi kami setelah terbebas sungguh memprihatinkan Rumi.Kami sering sekali tak bisa makan.Makan hanya bisa sehari sekali hiks hiks".Dahlia menunduk seolah dirinya sangat menderita.


Arumi hanya mengangguk saja,seolah-olah dirinya percaya dengan ucapan Dahlia itu.


Arumi segera meminta karyawan restorannya untuk menyiapkan beberapa makanan untuk Friska dan Dahlia.

__ADS_1


Arumi segera meminta Friska dan Mamanya untuk mengikutinya ke ruang kerja.Tak lupa dirinya juga menghubungi Fatih untuk datang ke restoran.


"Aku sebenarnya sudah memaafkan segala kesalahan kalian pada ku.Aku memasukkan kalian ke penjara hanya ingin memberikan kalian rasa jera untuk mengusikku.Aku juga meminta maaf kalau ada segala tingkah dan ucapan ku yang menyakiti perasaan Bibi dan Friska".Ucap Arumi meminta maaf.


Dirinya sungguh meminta maaf,bukan pura-pura.


"Kamu memaafkan Bibi Arumi ?".Tanya Dahlia seolah tak percaya kalau Arumi semudah itu memaafkan mereka.


Dirinya berpikir akan cukup susah untuk membuat Arumi memaafkan mereka.Apalagi yang Dahlia tahu Arumi itu cukup keras.Dan yang dirinya tahu kalau Arumi sekali membenci akan selamanya benci.


"Iya Bi.Aku sudah memaafkan kalian."Ujar Arumi singkat.Dirinya tak tahu bicara apa kepada Dahlia dan Friska.


Karena Dahlia dan Friska pun hanya pura-pura meminta maaf padanya,bukan tulus jadi Arumi juga tak tahu akan melakukan apa.Dirinya tak bisa pura-pura dekat dengan orang seperti itu.


Tok Tok Tok


"Masuk".Ucap Arumi.


Suara pintu yang dibuka membuat Arumi,Friska,dan Dahlia menoleh ke arah pintu.Terlihat Fatih dengan kemeja putih yang membuat dirinya makin tampan dan berkarisma berdiri di pintu yang terbuka itu.


Friska menatap Fatih dengan tatapan terpesona.Membuat Arumi yang melirik ke arahnya tersenyum sinis.


Fatih berjalan menuju Arumi,duduk di samping Arumi yang berhadapan dengan sofa yang ditempati Friska dan Dahlia.


Dahlia menyenggol lengan Friska berusaha menyadarkan Friska dari keterpesonaannya.Friska pun gelagapan sadar dirinya jadi perhatian semua orang di sini.


"Ada apa ini sayang ?".Tanya Fatih juga ikut berakting.Pura-pura tak tahu tujuan Friska dan Dahlia datang ke sini.

__ADS_1


"Begini Nak,saya dan putri saya datang ke sini ingin meminta maaf kepada Arumi atas semua kesalahan kami.Saya dan Friska sempat datang ke rumah orang tua Arumi tetapi rumah itu kosong.Rumah Arumi juga kosong.Jadi saya dan Friska ke sini.Karena saya tidak tahu dimana Arumi sekarang tinggal".Ujar Dahlia dengan wajah yang terlihat memelas.


"Iya Bi.Saya dan suami saya sudah pindah ke rumah yang disiapkan Kak Fatih jadi Bibi dna Friska tidak tahu dimana alamatnya.Rumah Abah memang kosong".Balas Arumi.


Friska dalam hatinya merasa iri dan dengki dengan segala keberuntungan Arumi.Berbagai cara yang dirinya dan Mamanya lakukan untuk menghancurkan Arumi semua gagal total.Sekarang Arumi malah mendapatkan suami yang tampan dan kaya raya.


Friska bertekad dalam hatinya akan merebut segala yang Arumi dapatkan saat ini.Friska berjanji dalam hatinya akan merebut suami Arumi saat ini,dirinya percaya kalau Fatih pun sama dengan Abi yang mudah di rayunya.


"Kenapa kosong Rumi ? Bibi juga ingin bertemu dengan Mamah kamu untuk meminta maaf dan juga ingin mengucapkan belasungkawa Bibi atas meninggalnya Abah kamu".Ucap Dahlia penasaran.


Arumi menatap ke arah Fatih,bertanya apa yang akan di jawab Arumi ?.


"Oh Mamah mertua saya sedang liburan dengan Mama saya Bi."Sahut Fatih yang mengjawab.


Toh itu jawaban yang aman,apalagi Dahlia meminta untuk bertemu.Di jawab begitu pun,Dahlia dan Friska tidak akan mengetahui dimana keberadaan Mamah Fitri.


"Oh".Hanya itu yang bisa diucapkan Dahlia.


Menyinggung soal Mamahnya Arumi selalu menimbulkan sesak dalam hati Dahlia.Dirinya selalu beranggapan gara-gara Fitri lah dirinya tak diterima cintanya oleh Arif.


Saat ini dirinya merasa cemburu membayangkan saingannya itu sedang bersenang-senang,shopping-shopping.Membuat dirinya makin benci,tapi Dahlia saat ini sadar kalau sekarang dirinya sedang berakting menjadi baik.


"Mbak Rumi apakah ada lowongan pekerjaan untukku ? Saat ini keuangan kami sudah menipis,apalagi aku sebentar lagi akan melahirkan jadi perlu uang yang banyak."Ujar Friska ingat tujuan mereka ke sini selain meminta maaf.


Arumi dan Fatih saling bertatapan seolah mengisyaratkan sesuatu.


"Aduh gimana ya Friska,kamu yakin ingin bekerja ? Kamu kan sedang hamil,kalau kamu memang yakin untuk bekerja sih tidak apa-apa.Di restoran tidak ada lowongan.Atau kamu minta Arga atau sepupu kita yang lain saja siapa tahu mereka ada lowongan sama kamu".Balas Arumi.

__ADS_1


Friska melirik ke arah Mamanya meminta saran.Dahlia membalasnya dengan menggeleng.Semua adegan itu diperhatikan oleh Arumi dan Fatih dengan senyum sinis.


__ADS_2