
Arumi hanya bisa terbengong melihat Fatih dan Mama Widya yang terus bicara tentang dirinya seolah dirinya tak berada di sana.
'Aku emang gak terlihat disini ya ? Mereka ngomongin orang didepan orangnya langsung.'
"Umma !!".Suara panggilan terdengar dadi belakang Arumi.
Tiga orang yang berada di tempat lesehan itu serempak menoleh ke arah Lia dan Mamah Fitri yang baru tiba di restoran.
Lia berlari kecil ke arah Umma nya.Sesampainya di tempat itu Lia berdiri di samping Fatih dan mendongak ke atas melihat Fatih yang tersenyum kecil melihatnya.Lia pun membalasnya dengan tersenyum malu.
"Lia sayang,kamu sudah makan ?".Tanya Arumi.
"Belum Umma,Lia pengen makan siang buatan Umma".Jawab Lia sambil berusaha untuk naik ke tempat lesehan itu.Fatih yang melihatnya segera membantu Lia yang terlihat kesulitan.
"Makasih Om".Ucap Lia masih dengan senyum malunya melihat Fatih.
"Sama-sama princess cantik".Sahut Fatih dengan senyum kecilnya.
Fitri yang berdiri tak jauh dari situ segera mendekat.
"Lia dari tadi gak mau makan.Maunya masakan buatan Rumi.Maka nya Mamah bawa kesini".Kata Fitri yang sekarang berada di samping Fatih.Fitri tersenyum ke arah Widya dan memperkenalkan dirinya.
"Saya Fitri,Mamah nya Arumi".
"Saya Widya,Mama nya Fatih.Masakan Arumi sangat enak sekali.Saya belum pernah merasakan makanan seenak buatan Arumi.Saya senang sekali tahu tempat ini".
"Benar sekali masakan Arumi memang seenak itu.Almarhumah Nenek nya yang mengajari Arumi dan memberikan resep masakan yang sekarang menjadi menu di restoran ini".
Mamah Fitri dan Mama Widya malah mengobrol dengan asyik tentang anak-anak dan malah mengabaikan tiga orang yang berada di depan mereka.
Arumi menoleh ke arah putrinya yang sekarang berada di pangkuannya.
"Lia mau makan apa sayang ? Biar Umma masakin buat Lia".
"Hmmm Lia mau ayam goreng mentega sama bakso goreng Umma.Bakso goreng Umma enak banget".Lia pun menjawab makanan apa yang sekarang di inginkannya.
"Baiklah.Tunggu Umma masak dulu ya".
"Pak Fatih boleh berdiri sebentar.Saya mau pergi".Arumi berbicara dengan Fatih yang dari tadi memperhatikan interaksi Arumi dan Lia.
__ADS_1
"Baiklah".Fatih berdiri dan Arumi segera berdiri dan mengambil flat shoes,memakainya dan berjalan ke arah dapur.
...****************...
Tak sampai setengah jam,masakan Arumi sudah selesai.Arumi pun kembali ke tempat lesehan dimana Lia dan lainnya berada.Di tangan nya ada nampan yang berisi ayam goreng mentega beserta nasi,bakso goreng.Dibelakang Arumi ada dua karyawan yang juga membawa makanan untuk cemilan dan juga minuman.Melihat dua ibu-ibu yang sedang heboh merumpi,pastilah butuh cemilan.
Lia yang sedang asyik bermain dengan Fatih berteriak senang melihat ibunya yang membawa makanan.Dari tadi Lia sudah kelaparan.
Arumi yang telah sampai di tempat makan itu,mulai meletakkan makanan nya di atas meja.Di ikuti oleh dua pelayan yang juga meletakkan cemilan dan juga minuman.
"Lia main nya nanti lagi ya,sekarang makan dulu.Kamu sudah terlalu lama melewatkan makan siang."
"Baik Umma".Lia dengan patuh mengambil sendok dan mulai memakan makanan siang nya.
Arumi tersenyum melihat putri nya itu makan dengan lahap.Fatih terpesona yang melihat senyum Arumi yang jarang dilihatnya apalagi dengan lesung pipi yang membuat kecantikan
Arumi makin terpancar.
Widya yang tak sengaja melihat putranya itu pun tersenyum mengejek.Sungguh momen yang langka melihat wajah Fatih yang tampak terpesona dengan mata yang tak berkedip melihat Arumi.
"Ehem".Dehem Widya dengan sengaja.Fatih yang sadar Mama nya sedang mengejek nya mengalihkan pandangannya ke arah lain.
...****************...
Hari ini Fatih berada di kantor hukum tempatnya bekerja.
Tok Tok Tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk".
Pintu terbuka memperlihatkan asisten pribadinya.
"Maaf Pak,ada yang ingin bertemu dengan Bapak.Perempuan cantik dan seksi".Asisten nya tersenyum dengan alis yang naik turun seolah mengoda atasannya itu.
"Siapa nama nya ?".Fatih tak peduli dengan godaan dari asisten pribadi nya yang sering kurang ajar.
"Namanya Friska Pak."
__ADS_1
"Siapa ?".Fatih kembali bertanya untuk mempertegas apa yang tadi didengarnya.
"Friska".
'Mau apa perempuan itu datang kesini'.
"Baik.Biarkan dia masuk".
Asisten pribadi Fatih yang bernam Doni itu keluar dari ruangan Fatih dan kebawah untuk meminta tamu yang tak lain adalah Friska untuk masuk ke ruangan Fatih.
Tak lama,Doni dan Friska telah masuk ke dalam ruangan Fatih.Fatih membereskan berkas-berkas yang tadi dikerjakannya.
"Ada yang bisa saya bantu ?".Dengan menekan nada malasnya,Fatih bertanya kepada Friska yang sekarang duduk di sofa yang berada di depan Fatih.
Sebelum menjawab pertanyaan Fatih,Friska menoleh ke arah Doni yang berada di samping Fatih.Tatapannya menyiratkan untuk menyuruh Doni keluar dari ruangan itu.
Doni yang sadar tatapan Friska yang menyuruhnya untuk keluar.Doni akan beranjak
keluar tapi tangan Fatih menyuruhnya untuk tetap di ruangan ini.
"Kamu gak usah keluar.Kamu kan tugasnya membantuku.Jadi Nona Friska,apa ada yang bisa saya bantu ? Sampai Nona memutuskan untuk jauh-jauh untuk datang ke kantor saya ini."Fatih pun kembali menanyakan hal yang sama kepada Friska.
Friska yang kesal karena Doni yang tidak keluar dan menganggu nya untuk mendekati Fatih segera menoleh ke arah Fatih,dan tersenyum dengan senyumannya yang menggoda pria hidung belang.
Sayangnya,Fatih yang bukan pria hidung belang tak tampak terpesona,malah terlihat malas melihat Friska.
"Aku kesini mau ngajak Mas buat makan malam".Tanpa ada rasa malu,Friska mengutarakan alasannya kenapa dia bisa berada di kantor Fatih.
Fatih yang mendengar ucapan Friska yang tanpa malu itu menampakkan wajah malas dan kesalnya ke arah Friska.
"Tidak.Terima kasih,saya gak berminat untuk makan dengan anda Nona".Fatih dengan tegas menolak ajakan Friska.
Friska kaget mendengar ajakannya ditolak mentah-mentah oleh pria tampan di depannya ini.Baru kali ini ada pria yang menolak makan malam dengannya.Dia perempuan cantik dan seksi.
"Mas yakin gak mau makan malam dengan aku ?".Friska bertanya kembali.Takutnya dia tadi salah dengar apa yang diucapkan Fatih.
"Yakin.Maaf saya gak ada waktu untuk makan malam dengan anda.Kalau begitu,kalau gak ada yang ingin anda tanyakan lagi,anda bisa keluar ! Pekerjaan saya masih banyak.Dan gak ada waktu untuk main-main.Doni ! Tolong antarkan Nona ini untuk keluar dari ruangan saya." Fatih beranjak kembali ke arah kursi kerja nya.
Doni pun mengantarkan Friska yang sedang bengong untuk keluar dari ruangan itu.
__ADS_1