
Abi merasa geram mendengar balasan dari Fatih.Dia tidak terima ada lelaki yang mengejar mantan istrinya.Abi masih berharap dia akan kembali menjalani pernikahan bersama Arumi.Bodo amat dengan Friska,sekarang Abi akan kembali mengejar cinta Arumi.
"Tunggu apalagi Mas,kenapa Mas masih berdiri di sana.Aku suruh Mas pulang,tenangkan diri Mas.Jangan membuat Lia juga membenci Mas".Teguran Arumi membuat Abi tersadar dari lamunan nya.
"Iya Mas pulang.Besok Mas ke sini lagi,kamu mau apa ? Biar Mas bawakan besok."Ucap Abi berusaha merebut hati Arumi.
"Gak usah.Besok juga gak usah kesini.Aku gak mau orang beranggapan kita masih bersama.Toh besok juga ada Abah,memangnya Mas ada nyali untuk bertemu dengan Abah ?".Senyum sinis dilayangkan Arumi ke arah Abi.
"Iya Mas bisa kok ketemu Abah.Besok pokoknya Mas kesini.Kalau begitu Mas balik dulu.Lia Ayah pamit ya,maafkan Ayah."Pamit Abi kepada Lia.Lia tidak menjawabny,Lia masih menangis.
...****************...
Malam hari
Arumi sedang menonton tv saat ini.Tidak ada yang menemaninya,orang tua nya belum datang,Lia sekarang menginap di rumah Fatih.Karena desakan dari Mama Widya yang ingin sekali merasakan memiliki cucu,juga tidak ada yang menjaga Lia di rumah karena kedua orang tua nya akan menginap i rumah sakit menemani Arumi.
Toh Lia juga senang bersama Mama Widya,serasa dia punya dua nenek yang sayang pada nya.Karena dia memang belum lahir saat ibu mertua Arumi meninggal.
Fatih pergi mengantar Lia ke rumah nya,lagi pula tidak enak rasa nya berdua saja dengan pria itu.
Cklek
Suara pintu terbuka,terlihat sosok sepupu nya datang menjenguknya dengan membawa buah tangan.
"Kok kamu sendiri Rumi ? Om sama Tante mana ?".Tanya Arga heran melihat sepupu nya itu hanya sendiri.
"Abah sama Mamah belum datang,mungkin lagi di jalan".Jawab Arumi.
__ADS_1
"Oh .Terus Lia gimana ? Dia nginap disini ? Memang ada jagain dia di rumah ?".Tanya Arga lagi.Dia duduk di kursi samping tempat tidur Arumi.
"Lia nginap di tempat Tante Widya".Sahut Arumi tanpa menjelaskan siapa Tante Widya itu.Membuat kening Arga mengerut tanda berpikir siapa itu Tante Widya.
"Siapa itu Tante Widya ?".
"Itu...."
Belum selesai Arumi menjawab pertanyaan sepupu nya itu,pintu ruang rawat itu kembali terbuka.
Terlihat di pintu masuk itu ada Abah Arif,Mamah Fitri dan juga...Fatih.Arumi heran melihat Fatih datang lagi apalagi ini bersama kedua orang tua nya.
Fatih yang kembali ke rumah sakit untuk mengantar kedua orang tua Arumi.Fatih di telpon Abah Arif saat dia sedang istirahat di rumahnya.Ternyata dari Abah Arif yang memintanya untuk menjemput Abah Arif di rumah juga mengantar kedua orang tua tersebut ke rumah sakit.
Fatih kaget melihat siapa orang yang sedang bersama Arumi.Dia merasa cemburu,dia saja dilarang untuk tinggal jika hanya mereka berdua.
Tadi sudah ada saingannya yang muncul,eh sekarang ada lagi saingan yang lain.Soal Abi,Fatih yakin Arumi tidak akan rujuk dengan mantan suami nya itu.Tapi pria di depannya ini,Arumi terlihat nyaman bersama nya,bahkan tertawa dengan bahagia nya.Fatih saja tidak pernah bisa membuat Arumi tertawa seperti itu.
yang juga akrab bersama pria itu.Dengan Mamah Fitri juga terlihat akrab.
Arga yang sadar ekspresi muka Fatih yang tidak sedap dipandang berusaha menahan tawa nya.
Tak ingin dia semakin emosi melihat pemandangan di depan nya,Fatih berpamitan untuk pulang.
"Kok kamu sudah mau pulang sih ? Sini aja dulu.Kamu belum kenalan kan sama Arga ? Ini sepupu Arumi yang paling dekat.Dari mereka masih bayi mereka sudah dekat".Arga kaget ketika Om nya itu malah memberitahu identitas nya sebagai sepupu Arumi kepada Fatih.Gagal deh rencana nya yang ingin membuat Fatih makin cemburu.
Hal yang sama juga di rasakan Fatih.Tak menyangka pria yang disangkanya sebagai saingan cinta untuk memperebutkan Arumi ternyata hanya sepupu Arumi.Fatih menghela napas lega,berkurang satu saingan nya.
__ADS_1
"Sepupu Arumi ?".Tanya Fatih hanya untuk meyakinkan diri.
"Iya sepupu Arumi,dia putra dari adik Abah.Kamu sudah kenal sama Arga ?".
"Iya sudah sempat berkenalan".Sahut Fatih.
"Sorry Bro.Bukan bermaksud untuk menutupi kalau aku dan Arumi sepupu,tapi aku hanya ingin mengetes mu saja".Ucap Arga meminta maaf.Dia menyodorkan tangan nya kanan nya.
"Iya aku paham kok bro,kamu hanya mengerjaiku untuk membuatku cemburu kan ? Dan ide mu itu benar-benar membuat ku cemburu".Sahut Fatih menerima uluran tangan dari Arga.Kedua orang itu pun bersalaman.
Ketiga orang yang melihat pemandangan itu melongo.Apalagi Abah yang sekarang mulutnya menganga lebar,tidak mengerti apa yang terjadi di antara kedua pria muda itu.
"Apa yang terjadi ? Arga kamu jelaskan sama Om,jangan bikin Om pusing".Interupsi Abah.Tak tahan dirinya yang bingung melihat kedua pria itu.
"Hehehehe,sebenarnya Om aku sudah kenal dengan Fatih dari beberapa minggu yang lau.Tapi aku gak kasih tahu kalau aku sama Arumi itu hanya sepupuan.Dan dia ngira nya kalau aku pria yang sedang mengejar cinta Arumi juga jadi Fatih suka cemburu pada ku Om.Ini calon menantu Om ini memang pencemburu,dia bahkan sempat menantang ku".Jelas Arga pada Om nya itu.
Abah Arif yang mendengar penjelasan dari Arga hanya menganguk anguk tanda mengerti.
Kedua pria muda itu sudah asyik bercengkrama ringan,Fatih bahkan sudah lupa kalau diri nya tadi sudah berpamitan pulang.Abah Arif pun bergabung dengan pembicaraan kedua pria muda itu.
Tentu saja pembahasan mereka tidak jauh dari membahas Arumi.Juga Abi yang sekarang sedang mengejar cinta Arumi.
Arumi tadi sudah bercerita tentang kedatangan Abi tadi siang.Juga tentang Abi yang mengajak nya untuk rujuk.Tentu saja Abah yang mendengar hal itu menentang dengan keras.
Arumi yang sedang dibahas ternyata sudah tertidur.Setelah makan makanan yang dipesan Fatih,dan setelah itu minum obat.
"Kamu yakin serius terhadap putri ku itu ? Aku
__ADS_1
gak akan segan-segan pada mu jika kamu menyakiti putri ku".Tegas Abah saat mendengar ucapan Fatih yang ingin serius terhadap Arumi.
"Yakin Bah.Saya sudah menunggu selama 12 tahun untuk Arumi.Tidak ada perempuan lain yang bisa membuat perasaan cinta tumbuh di hati saya selain Arumi.Saya sudah mencintai Arumi dari jaman SMA.Jadi saya meminta izin Abah untuk mendekati Arumi.Saya akan menunggu sampai masa iddah nya selesai untuk mendekati dia."