AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 62


__ADS_3

Reza saat ini berada di mobilnya yang terparkir di depan rumah Abah nya Arumi.Tadi pagi Friska memintanya untuk menemui Arumi.


Reza keluar dari mobilnya itu berjalan menuju rumah Arumi yang tampak sepi.Reza berharap kalau suami Arumi tidak ada di rumah agar dia bisa melancarkan rayuannya untuk membuat Arumi jatuh cinta padanya.Reza dengan percaya diri yakin Arumi pasti bisa di dapatkannya dengan bujuk rayunya seperti perempuan lain yang pernah menjadi kekasihnya.


Reza berdiri di depan pintu menunggu pintu itu terbuka setelah menekan bel.Tak lama pintu terbuka menampilkan wajah perempuan paruh baya.


"Ada apa ya Mas ?".Tanya Bik Asih yang membuka pintu.


"Saya mau ketemu Arumi Bik.Apa Arumi nya ada ?".Sahut Reza.


"Ada Mas.Mas masuk saja dulu,saya panggilkan sebentar".Ujar Bik Asih membuka pintu itu lebih lebar dan mempersilahkan Reza untuk masuk ke dalam rumah.


Tak sampai lima menit,langkah kaki terdengar membuat Reza mengalihkan tatapannya dari ponsel yang dipegangnya.Ternyata bukan Arumi yang menemuinya tapi Fatih suami Arumi.


Meski malas bertemu Fatih,tapi dengan akting yang baik Reza menampilkan senyum kecilnya kepada Fatih tapi Fatih sama sekali tidak membalasnya.


"Ada perlu apa ya Mas dengan istri saya ?".Tanya Fatih to the poin.


"Mbak Arumi nya mana Mas ? Ada yang ingin saya bicarakan dengan Mbak Arumi."Tak menjawab ucapan Fatih,Reza malah bertanya dimana Arumi.


Dengan wajah kesalnya yang tidak ditutupi,Fatih menjawab..


"Arumi sedang sibuk di dalam.Kalau ada perlu dengan istri saya biar diwakilkan oleh saya saja".Ujar Fatih dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


Reza yang menyadari kehadirannya di rumah ini tidak di sambut dengan baik,hanya tersenyum sinis.


"Begini Mas,saya ingin meminta Mbak Arumi untuk mencabut laporan kasus Friska dan Mama Dahlia.Saya harap mbak dan mas sudi kiranya membebaskan Friska dan Mama Dahlia karena bagaimanapun saat ini Friska sedang hamil anak saya.Saya tak ingin Friska melahirkan di penjara.Saya berjanji akan membuat Friska tidak akan menganggu Mbak Arumi lagi."Ucap Reza mengutarakan tujuannya kesini.


Reza berharap semua rencananya akan berhasil.


Fatih tersenyum kecil mulai mencium tanda bahaya disini.


Belum juga Fatih menjawab,Arumi datang dan duduk di samping Fatih.Sekilas Arumi tadi mendengar apa yang diucapkan Reza.


Reza yang melihat Arumi duduk di depannya tersenyum senang.Senyum Reza itu membuat Fatih menatapnya tajam.


"Mbak Arumi,mohon bebaskan Friska mbak.Tiga bulan lagi,Friska akan melahirkan aku tak ingin Friska melahirkan di dalam penjara."Ucap Reza ke arah Arumi yang sekarang menatap suaminya itu.


Arumi menatap Fatih memberikan tanda yang hanya bisa dimengerti oleh Arumi.


Reza tertegun,tak menyangka Arumi yang dikiranya perempuan lembut akan kasihan mendengar Friska yang hamil di penjara.Tapi ternyata Arumi dengan tegasnya malah menolak permohonan Reza.


"Tapi..."


"Maaf ya,tapi meski kamu memohon pun aku tidak akan mengabulkan permintaan untuk membebaskan Friska.Siapa tahu apa yang dipikirkan Friska untuk membuatku menderita lagi.Aku juga tak mengenal kamu,siapa tahu kamu juga sama jahatnya dengan Friska dan kalian bertiga menyusun rencana untuk membuatku dan suami ku berpisah seperti dulu Friska memisahkan aku dan mantan suami ku.Hanya itu yang bisa saya ucapkan,saya ke dalam dulu".Ucap Arumi tidak membiarkan Reza untuk berbicara lagi.


Arumi kembali masuk ke dalam rumah meninggalkan Fatih juga Reza yang duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Reza yang mendengar ucapan Arumi yang tegas juga Arumi yang sudah mencium segala rencana mereka tak dapat berkata-kata.Semua rencananya gagal total,Arumi ternyata tidak bodoh.


'Ah sial,mana aku sudah janji lagi sama Friska.Si Arumi ternyata bukan perempuan bodoh,tapi aku masih saja penasaran untuk mendapatkannya'.Ucap Reza dalam hati.


Fatih yang duduk di depan Reza menatap tajam Reza yang sepertinya masih merencanakan sesuatu hal.


Semalam setelah acara tahlilan selesai,Fatih mengajak Arumi berbicara dan dirinya mengungkapkan apa yang menjadi kecurigaan mereka bertiga kepada Reza.


"Mas apa gak bisa untuk membujuk Arumi bagaimanapun Friska sedang hamil dan saya tidak mau dia melahirkan dipenjara".Bujuk Reza kepada Fatih.


"Maaf tapi saya tidak akan membujuk istri saya.Saya setuju dengan ucapan istri saya.Mendengar apa yang Friska dan Mamanya lakukan kepada Arumi tidak membuat saya dan Arumi percaya kalau mereka akan berhenti untuk menganggu istri saya.Apalagi saya melihat ketertarikan anda kepada istri saya,saya tidak tahu apa yang kalian rencanakan tapi saya tegaskan segala rencana kalian itu tidak akan berhasil.Silahkan anda keluar ! Keluarga kami masih sibuk berduka tidak ada waktu mengurusi kekasih anda itu".Ucap Fatih tak kalah tegasnya dari Arumi.


Reza makin tertegun,segala gerak-geriknya ternyata terbaca oleh pasangan suami istri itu tapi Reza bertekad tidak akan berhenti mengejar Arumi.Dia juga akan membalaskan dendam kepada Fatih karena sombongnya mengusir Reza.


'S*al s*al s*al.Ternyata mereka bukan orang bodoh yang termakan bujuk rayu.Tapi aku gak berhenti disini,lihat saja Fatih aku akan merebut istri tercinta kamu itu.Bukan Reza namanya kalau tidak bisa menjerat istrimu itu dengan kata-kata manisku'.


...****************...


"Rencana kita gagal.Arumi dan suaminya itu tidak mau mencabut laporan,bahkan mereka dengan mudahnya mencium segala rencana kita."Ujar Reza sesampainya ia dihadapan Friska di kantor polisi.


"Terus kami gimana Za ? Pokoknya kamu harus bebasin aku sama Mama".Ucap Friska kesal karena rencana pertama mereka gagal.


"Kita harus ganti rencana.Soal kalian yang bebas tenang saja aku akan memberikan tebusan untuk membebaskan kalian.Setelah kalian keluar kita jalankan rencana selanjutnya.Meski mereka ternyata tak bodoh,tapi kita harus tetap cari cara lain yang bahkan mereka tidak akan mengetahuinya".

__ADS_1


"Iya aku dan Mama juga akan berdiskusi untuk mencari rencana lain.Aku gak biarin Arumi terus bahagia,aku akan menghancurkan kehidupan bahagianya bersama pengacara itu.Dan kamu gak boleh menghalangi aku untuk membalaskan dendam ku kepada Arumi".


"Tenang saja,mendengar penghinaan mereka kepada ku tadi membuat aku merasa marah dan ingin melampiaskan dendam ini kepada mereka".


__ADS_2