
Nada dering ponselnya mengalihkan perhatian Arumi yang sedang fokus di restorannya.Hari ini ada salah satu pelangganya yang membooking restorannya untuk acara kantor.
Arumi mengambil ponselnya yang terus berdering di saku gamisnya.Tertera nomor Om Rifki di layar ponsel.Arumi kemudian mengangkat telepon Omnya itu.
"Assalamualaikum Om".Salam Arumi setelah menempelkan ponselnya di telinga sebelah kanannya.
{Rumi,tolong cepat ke rumah sakit.}.
Hanya itu saja yang diucapkan Om Rifki.
Arumi mengerutkan dahinya.Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di rumah sakit.Perasaan tak enak kemudian menjalari hati Arumi.
Arumi kemudian mencari kontak Fatih untuk bertanya apakah suaminya itu bisa menemaninya ke rumah sakit.
Syukurnya Fatih tidak sibuk di kantor dan bisa menemani Arumi ke rumah sakit.
...****************...
Arumi dan Fatih berjalan tergesa di lorong rumah sakit menuju ruang rawat Friska.Semakin lama semakin perasaan tak enak menghinggapi dada Arumi.
Hingga di depan ruang rawat Friska berkumpul Rifki dan yang lainnya,termasuk juga Abi sudah berada di sana.Keluarga besar Dinata termasuk Mamah Fitri juga berada di sana.Juga ada dua orang dari petugas kepolisian.
Rifki tampak duduk dengan kedua tangan di kepala.
"Om".Panggil Arumi.
__ADS_1
Rifki mengangkat kepala mendnegar panggilan Arumi itu.Tampak diwajahnya jejak air mata di pipi tua pria itu.
"Rumi,tiba-tiba kondisi Friska drop. Sudah dua hari Friska demam.Tiba-tiba tadi tubuhnya kejang dan tak sadarkan diri.Sekarang Dokter masih memeriksa Friska.Om gak mau terjadi apa-apa pada Friska.Putri kecil Om padahal baru saja kembali."Isak Rifki.
Arumi meneteskan air matanya.Dirinya mengerti apa yang dirasakan Omnya itu.Sama seperti dirinya dulu saat kabar Abah yang drop dan akhirnya meninggal.
"Kita doakan saja semoga Friska tidak apa-apa Om".Ujar Arumi menenangkan Rifki.
Rifki masih saja terisak saat mengingat putrinya kejang di hadapannya.Dua hari lalu,tubuh Friska demam tinggi juga nyeri hebat di perut bawahnya.Friska juga mual dan muntah selama dua hari ini.Dan puncaknya tadi siang Friska kejang hebat di depan Rifki.
Hampir satu jam Dokter berada di dalam ruangan itu,hingga akhirnya Dokter juga para perawat keluar dari ruangan dengan wajah prihatin.
"Bagaimana keadaan sepupu saya Dok ?"Tanya Arumi mendekat.
"Innalillahi wainnailahi rojiun,saya menyampaikan saudari Friska meninggal dunia.Penyebabnya karena infeksi setelah persalinan.Disebabkan oleh kuman Gardnerella vaginalis juga streptococcus.Faktor terjadinya infeksi pada saudari Friska Ulina adalah anemia juga kekurangan gizi saat kehamilan atau saat terjadinya persalinan.Kami segenap Dokter juga tenaga kesehatan rumah sakit ini mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudari Friska Ulina."Ujar Dokter yang bernama Eka itu menjelaskan.
"Dokter bercanda kan kalau putri saja sudah tak ada ?".Tanya Rifki dengan air mata yang terus mengalir.
Dokter Eka menatap Rifki dengan tatapan simpati pada pria tua itu.
"Saya serius Pak.Saudari Friska baru saja berpulang jam 14.35 tadi.Jenazah saudari Friska sedang diurus oleh para petugas kesehatan.Silahkan ikut saya untuk mengurus kepulangan jenazah".Ucap Dokter Eka.
Arga mengikuti Dokter Eka karena Om Rifki sedang menangisi kepergian putrinya itu.
"Rifki ayo kita urus Friska.Friska sudah berubah,setidaknya Friska sudah meminta maaf pada semua orang".Ucap Mamah Fitri.
__ADS_1
"Tapi Mbak,Friska belum bertemu dengan baby Daffa.Padahal Friska ingin sekali bertemu Baby Daffa sebelum kondisinya drop.Sekarang cucu ku itu sudah ditinggalkan Mamanya selamanya.Bayi kecil itu bahkan belum merasakan air susu ibunya.Friska pasti masih hidup,aku yakin itu.Dia tak akan meninggalkan bayi kecil itu sendirian."Ujar Rifki terus terisak.
Semua orang menatap pria paruh baya itu dengan tatapan prihatin.
...****************...
Dahlia jatuh pingsan saat mendengar Friska meninggal.Dirinya sama sekali tak menyangka dirinya akan kehilangan putrinya itu.
Saat Dahlia sadar,dengan menangis dirinya mengikuti polisi yang akan mengantarnya ke rumah duka.Selama perjalanan Dahlia memutar kenangan tentang Friska di otaknya.
Setelah dirinya sadar hamil anak Rifki,selama kehamilan Dahlia sama sekali tidak senang dengan kehamilannya itu.Dirinya bahkan tidak peduli dengan segala apa yang dikonsumsinya.Bahkan kalau seandainya ada sesuatu kepada bayi yang dikandungnya itu Dahlia tidak akan merasa sedih.
Setelah melahirkan Friska juga,dalam hati Dahlia sama sekali tidak senang dengan bayi itu.Tapi setelah melihat kemiripan Friska dengan Arumi yang merupakan putri dari pria yang dicintainya,Dahlia selalu menganggap kalau Friska juga putri Arif bukannya putri Rifki.
Makanya Dahlia selalu terobsesi untuk menghancurkan dan mengusik Arumi dan menjadikan Friska menjadi yang terbaik.Tapi sayangnya apa pun yang dilakukannya dan Friska sama sekali tidak membuat Arumi terpuruk.Arumi selalu menjadi yang terbaik dan selalu menjadi kesayangan di keluarga besar Dinata.
Dahlia terus menangis mengingat dirinya yang sama sekali tak pernah memperlakukan Friska selayaknya putri kandungnya.Selama ini dirinya hanya menuntut Friska untuk jadi bayang-bayang Arumi.
Dahlia kemudian sadar dirinya telah sampai di rumah yang pernah ditempatinya itu.Rumah Rifki,mantan suaminya itu tampak banyak orang yang ingin melayat.
Dahlia turun dari mobil tahanan dengan dua polwan yang memegang lengannya.Pandangan semua orang tertuju ke arah Dahlia yang tampak menunduk.Bisik-bisik penuh hujatan juga hinaan terdengar di kedua telinga Dahlia.Tapi Dahlia berusaha menahan sesak di hatinya mendengar hujatan dari orang-orang.Tak ingin menganggu suasana penuh duka cita itu dengan keributan yang dirinya timbulkan.
Dahlia masuk ke rumah yang penuh bacaan Yasin itu.Dahlia tertatih saat semakin dirinya mendekat ke arah seseorang yang terbaring dengan ditutupi kain di tengah ruangan penuh orang itu.
Tatapan Dahlia bertemu pandang dengan tatapan penuh kebencian dari mantan suaminya itu.Dahlia tertegun,baru pertama kali dirinya mendapati tatapan penuh kebencian itu dari Rifki.Selama ini meski dengan tingkahnya yang sudah luar batas seoarang istri,tapi Rifki sama sekali tidak marah ataupun benci kepadanya.
__ADS_1
"Mau apa kamu kesini j*lang tua ? Aku tahu selama puluhan tahun kita menikah kamu sekali tak mencintaiku.Tapi tak adakah setitik rasa cinta dan sayangmu pada putri yang selama sembilan kau kandung itu ? Selama puluhan tahun kau jadikan putrimu jadi bayang-bayang orang lain.Kau jadikan hatinya yang bersih jadi penuh kebencian kepada orang lain.Seharusnya aku memang sudah menceraikanmu dari lama dan membawa putriku menjauh darimu.Kau perempuan tua aku tidak mengizinkan kau untuk melihat Friska untuk terakhir kalinya.Pergi kau j*lang tua.PERGI !!!"Pekik Rifki kearah Dahlia yang mematung di depan jenazah Friska.