
Abi terdiam mendengar penolakan dari Arumi.Tapi dia akan tetap berusaha untuk merebut hati Arumi kembali.Abi tidak mau kalah dengan pengacara nya Arumi yang sekarang makin dekat dengan Arumi juga Lia.
Abi tahu pengacara itu mempunyai perasaan khusus untuk mantan istrinya itu.Tatapan mata yang memancarkan cinta untuk Lia bisa di lihat oleh Abi.Tapi Abi tahu perjuangannya untuk meraih cinta Arumi pasti sulit.Apalagi masih ada Friska di antara mereka berdua.
"Om Papa aku mau main ini ?".Abi menoleh ke arah kebelakang saat mendengar panggilan Lia kepada Fatih.
'Om Papa ? '.Batin Abi bertanya-tanya.
Abi kembali menatap ke depan,bertemu pandang dengan Arumi yang menatap ke arahnya dengan pandangan malas.
"Sejak kapan Lia manggil pengacara kamu jadi Om Papa ?".Tanya Abi dengan perasaan yang geram.
"Gak tahu.Aku juga baru tahu tadi,Abah yang minta Lia untuk manggil Kak Fatih dengan panggilan itu".Jawab Arumi dengan ketus.
"Kamu sudah sejauh mana berhubungan dengan pengacara kamu itu ? Kita baru banget bercerai loh Rumi,masa iddah kamu saja belum selesai,kita pun masih bisa rujuk".Ucap Abi dengan pandangan melasnya ke arah Arumi.
"Gak ada hubungan apa-apa.Toh kalau pun aku ada hubungan dengan pria lain,kamu sudah gak ada urusannya Mas.Kamu hanya mantan suami ku,kita sudah bercerai.Dan soal rujuk,aku gak akan mau jatuh di lubang yang sama untuk kedua kali nya.Tetaplah jaga batasan Mas,hadir kamu disini hanya sebagai Ayah Lia bukan lagi suami ku".Sahut Arumi masih ketus.
Abi tidak mengatakan apapun lagi.Hati nya sakit saat mendengar ucapan Arumi yang berisi penolakan pada nya.Meski pun dilarang Arumi,tapi dia akan tetap berusaha mencuri hati Arumi kembali.
Abi kembali menoleh ke arah belakang.Terlihat Lia dan Fatih yang sibuk bermain.Fatih yang menjadi kelinci percobaan Lia untuk memakai make up.
Fatih dengan pasrah mencoba mengikuti apapun yang dilakukan Lia kepada dirinya.Muka Fatih sudah belepotan dengan muka berwarna-warni.Bibirnya terpoles warna merah,hidungnya berwarna pink,mata nya berwarna hijau.Rambutnya pun di ikat dengan
karet rambut berwarna-warni.
__ADS_1
Arumi yang juga melihat ke arah Lia dan Fatih berusaha menahan tawa nya.Hati nya senang sekali melihat interaksi Lia dan Fatih.Terlihat seperti Ayah dan putri nya.Fatih benar-benar hebat,dia bahkan tak punya hubungan darah dengan Lia,tapi mau saja untuk menjadi kelinci percobaan Lia yang sekarang memang gemar merias orang lain.
Bahkan Abi saja tidak pernah mau untuk di ajak bermain seperti itu.
Abi yang masih fokus dengan pandangan di depan nya itu merasa cemburu.Sekarang putri kandung nya pun sekarang dekat dengan saingan nya itu.
Abi pun berdiri dari kursi yang di tempati nya,berjalan ke arah Lia dan Fatih yang duduk di karpet lantai.Duduk juga di sana,menganggu aktivitas Lia dan Fatih yang asyik bermain.
"Wah anak Ayah main apa sih,kok Ayah nya gak di ajak ?".Abi dengan suara lembutnya berbicara dengan Lia.
Lia menatap Ayah nya itu dengan pandangan sebal.
"Ih Ayah,tadi kan aku ajak Ayah.Tapi Ayah kata nya mau bicara sama Umma.Lagi pula bukan nya Ayah gak mau ya main kayak gini.Kata nya bukan mainan laki seperti ini".Jawab Lia kembali merias Fatih.
Abi tertegun mendengar ucapan putri nya itu.Selama ini dia memang tidak pernah mau diajak bermain merias.Dia akan memberikan berbagai alasan agar putrinya itu tidak menjadikan nya kelinci percobaan untuk di rias.
Lia kembali menatap ke arah Abi.
"Ayah yakin ? Aku gak mau nanti Ayah nolak lagi.Nanti aku bakal marah sama Ayah".
"Iya sayang,Ayah kan ayah kandung kamu.Ayah lebih ngerti kamu".Abi melirik Fatih dengan sinis.
Fatih pun berdiri dari posisi nya.Berjalan ke arah Arumi.Duduk di kursi samping tempat tidur Arumi.
Lia pun mulai merias Abi.Membuat wajah tampan Abi menjadi seperti badut.Saat Lia mau mengoles lipstik untuk bibir Abi,Abi malah menghindar.Abi masih merasa malu melihat tampilan nya.
__ADS_1
Lia mengerutkan dahi nya melihat aksi ayah nya itu.
"Kok Ayah jauh ? Sini Ayah aku mau kasih lipstik.Nanti gak selesai-selesai ini".Lia dengan bibir mengerucut tanda dia sedang sebal.
"Hm sayang biar seperti ini saja ya,Abi kan sudah cantik di rias Lia.Sudah segini saja ya sayang".Abi memberikan alasan lagi.
Lia muka nya memerah,mata nya berkaca-kaca,tanda dia segera menangis.Tak lama kemudian Lia berlari ke arah Fatih yang sekarang duduk di samping tempat tidur Arumi.
Terdengar suara Lia yang sedang menangis.Arumi menatap tajam Abi yang juga menatap ke arahnya dengan pandangan memelas.
"Sudah deh Mas Abi.Mas pulang aja kalau memang datang ke sini hanya buat Lia nangis.Kenapa coba tadi gangguin Lia yang asyik main ?".Arumi memarahi Abi.
Lia sekarang berada di gendongan Fatih.Fatih dengan cekatan berusaha menenangkan Lia yang masih menangis.
Abi dengan perasaan yang entah bagaimana,berdiri dari duduk nya melangkah ke arah Fatih yang mengendong Lia.
Abi berusaha melepaskan Lia dari gendongan Fatih.Lia meronta-ronta tahu kalau dia akan dilepaskan dalam pelukan Fatih.Tangisan Lia makin histeris.
"STOP ! Kamu gak lihat Lia yang histeris ? Sekarang kamu pulang deh Mas.Kamu itu cuma bisa nya nyakitin anak istri.Biarkan Lia di gendongan Kak Fatih.Jangan membuat Lia membenci mu Mas."Arumi berteriak dengan geram nya.Sungguh tak habis pikir melihat tingkah Abi dari tadi.
Abi berhenti memaksa Lia sadar kalau dia telah menyakiti putrinya itu.Tatapan tajam dan sinis dilayangkan nya kepada Fatih.
"Aku gak akan biarkan kamu dengan mudah memiliki apa yang harusnya tetap menjadi milikku.Arumi akan menjadi istri ku lagi.Jangan harap kamu bisa memiliki mereka.Saat ini kamu menang tapi nanti aku lah yang jadi pemenangnya".Bisik Abi ke arah Fatih.
Fatih yang mendengar ucapan Abi tersenyum miring.
__ADS_1
"Oh ya ? Kita lihat saja nanti siapa pemenang nya.Kamu akan lihat dalam dua bulan ini,Arumi dan Lia akan menjadi milikku.Tunggu saja undangan pernikahan kami".Sahut Fatih dengan tenang.