
"Papa ! Maksud Papa apa ?".Tanya Dahlia dengan wajah memerah malu dan juga marah.Tak menyangka suami yang tak dicintainya itu menalak dirinya apalagi di depan banyak orang.
"Sudahlah Ma.Selama hampir 25 tahun Mama
sama sekali tidak menghargaiku.Mama malah bikin aku malu di depan keluarga besar ku.Aku akan mengurus perceraian kita,bawalah putri Mama yang punya sifat seperti Mama ini.Cukuplah buat malu aku,sekarang kalian hadapi sendiri kasus kalian ini.Papa capek,kalau kalian masih ingin tinggal di rumah,cepat pulang dan beresi barang kalian.Aku tidak mau kalian lebih lama tinggal di rumah ku.Maafkan Papa Friska,Papa terpaksa mengusir mu juga,tapi Papa gak mau kamu bikin Papa malu lagi".Ucap Rifki panjang lebar.
Rasa malu sangat besar dirasakan oleh Rifki,dihadapan keluarga besar perbuatan istri dan putrinya itu sudah mencoreng nama baik nya.Dari belasan tahun yang lalu kelakuan istri dan putrinya itu kepada Arumi dan juga Mamahnya sangat buruk.
Setelah selesai berbicara panjang lebar,Rifki pun keluar dari ruangan Arumi,Rifki bahkan tidak menghiraukan panggilan dari Dahlia dan juga Friska.
'Si*l ! Aku nyuruh dia buat membujuk Mas Arif dan juga Arumi untuk tidak melaporkan aku dan juga Friska ke polisi.Ini malah menalak ku di depan Mas Arif lagi.Awas kamu Rifki !'.Gumam Dahlia di dalam hati.
Dahlia tanpa sadar mengalihkan tatapan nya ke arah Arumi dengan dengan tatapan penuh dendam dan amarah.Hati nya merasa marah karena menurutnya gara-gara Arumi lah dia dicerai oleh suaminya.Meski tidak mencintai Rifki,tapi Dahlia masih membutuhkan kehadiran Rifki.
Arumi yang juga menatap Dahlia,tidak kalah tajam nya membalas tatapan Bibi nya itu.
"Apa ? Dendam ya sama ku ? Jadi janda nih sama kayak aku yang jadi janda karena putri anda ! Friska gak mau jadi janda juga ? Biar jadi trio janda kita hahahaha".Ejek Arumi.
Dahlia tanpa membalas ucapan Arumi,mengalihkan tatapan nya ke Abi yang hanya duduk diam saja menatap Arumi.
__ADS_1
"Abi ! Kamu kalau gak bisa membantu Mama dan istri kamu mending kamu pulang saja daripada hanya duduk diam menatap mantan istri kamu itu !".Ucap Dahlia membuat lamunan Abi buyar.
"Ok".Abi pun menuruti ucapan Mama mertua nya itu.Dia juga malas lama-lama disana apalagi melihat pemandangan mantan istri yang masih dicintainya tampak dekat dengan Fatih.
"Loh Abi ! Kamu kok malah keluar beneran,kamu kan kesini disuruh untuk membujuk Arumi untuk tidak jadi melaporkan kami ke polisi.Abi ! Cepat kembali kesini !".Teriak Dahlia melihat menantu nya dengan tenang malah keluar.Panggilannya pun tidak dihiraukan oleh Abi.
"Ma ini gimana dong,urusan kita belum selesai dengan Arumi.Sekarang kita di usir sama Papa.Mama sih maki-maki Arumi tadi".Bisik Friska ke Mama nya.
"Suami kamu juga gak becus.Ya udah kita minta maaf aja sama Arumi,siapa tahu dia memaafkan dan tidak melaporkan kita".Bisik Dahlia juga.
"Aduh Ma,gak ada cara yang lain apa ? Aku males dan gak sudi buat minta maaf sama si Rumi itu.Nanti dia jadi besar kepala lagi".Ucap Friska masih dengan berbisik.
"Kamu ada ide lain gak ? Cuma itu yang terpikirkan oleh Mama.Mama juga sebenarnya gak sudi tapi apa boleh buat."Sahut Dahlia.
"Ehem,jangan bisik-bisik disini.Kalian mau ngapain sebenarnya disini,aku masih punya banyak kerjaan.Kalian bisa keluar kan ? Jangan terlalu lama,kalian kan masih harus membereskan barang kalian".Ucapan Arumi menginterupsi bisik-bisik yang dilakukan oleh Dahlia dan Friska.
"Nak Rumi,Bibi dan Friska mau minta maaf atas kesalahan kami pada Nak Arumi.Biar bagaimanapun juga kita kan masih ada hubungan darah.Bibi mohon untuk tidak membawa kasus ini ke polisi.Biarlah kita melakukan mediasi secara kekeluargaan".Dahlia akhirnya melakukan permohonan maaf ke Arumi.
"Iya sudah saya maafkan tapi kasus masih terus berjalan.Gak ada jaminan nya kalau suatu saat nanti kalian tidak mengusik ku kembali".Balas Arumi.
__ADS_1
"Tapi kan Bibi dan Friska sudah minta maaf".Ucap Dahlia tidak terima kalau mereka masih akan dilaporkan ke polisi.
"Ya sudah saya maafkan,tapi bukan berarti aku akan mencabut laporan itu.Sudah bertahun-tahun kalian melakukan berbagai cara untuk membuat ku menderita,menurut kalian dengan permintaan maaf itu semudah itu kah aku akan melupakan perbuatan kalian yang jahanam itu ? Lagi pula apa ada jaminan nya kalian akan berhenti mengusik ku ? Aku tidak akan melaporkan kalian jika kalian memberikan ku jaminan".Sahut Arumi.
Dahlia dan Friska saling bertatapan.Raut wajah mereka bingung untuk memberikan jaminan apa untuk Arumi.
"Bisakah tanpa jaminan Arumi ? Kita kan masih saudara !".Rayu Dahlia lagi.
"Gak bisa.Kalian tahu kita bersaudara tapi kalian dengan tega nya melakukan berbagai cara membuat ku menderita.Sudahlah tanpa ada jaminan kalian akan kulaporkan.Bah,Kak Fatih ayo keluar,kita makan dibawah saja".Ucap Arumi sambil berdiri dari duduk nya.
Abah Arif,Arumi dan juga Fatih pun keluar dari ruangan itu meninggalkan Dahlia dan Friska yang masih terduduk bingung.
"Ayo Fris,kita pulang saja dulu.Nanti Papa kamu makin marah kalau kita lama pulang.Nanti kita pikirkan lagi cara nya untuk lepas dari laporan si Arumi.Si Arumi juga sombong banget,cuma karena masalah sepele bawa-bawa polisi.Kita bahkan gak diajak makan juga sama mereka".
Dahlia dan Friska pun juga keluar dari ruang kerja Arumi.Setelah turun dari lantai dua,pandangan mereka tertuju ke salah satu tempat duduk lesehan yang ada Arumi,Abah dan juga Fatih yang sedang makan siang.
Perut Dahlia dan Friska berbunyi nyaring pertanda kelaparan.Apalagi melihat berbagai makanan yang terlihat enak di atas meja di depan Arumi.
"Ma aku lapar.Apalagi aku kan lagi hamil jadi aku lebih sering makan.Kita terakhir makan pagi tadi.Mama bawa uang gak ?".Air li*r Friska hampir saja terjatuh melihat makanan enak.
__ADS_1
"Mama cuma bawa uang seratus ribu doang.Mama lupa bawa dompet tadi.Mama pikir kita cuma sebentar aja disini.Ayo Friska kita pulang aja,kita makan di rumah aja."
"Tapi aku ngidam mie pedas yang ada di depan Arumi itu.Ma,kita kesana aja yuk,siapa tahu Arumi sedang baik hati hingga mau memberi kita mie pedas itu.Aku ngidam banget Ma".Friska tanpa tahu malu berjalan menuju ke arah Arumi yang sedang makan.