AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 68


__ADS_3

Arumi terus menatap tajam pada laptop di depannya yang menampilkan tayangan CCTV yang memperlihatkan apa saja yang di lakukan Dahlia dan Friska di rumahnya.Seluruh rumah sudah di pasangnya CCTV.


Senyum sinis terbit di bibirnya saat dirinya mendengar umpatan dari Dahlia dan Friska untuk Arumi.


Suara pintu terbuka menampilkan Fatih yang masuk ke ruangan Arumi.


"Kamu lihat apa sayang ?".Tanya Fatih duduk di samping Arumi di sofa ruangannya.


"Lihat Dahlia dan Friska Kak".Balas Arumi tersenyum lembut ke arah suaminya itu.


"Hahaha aku kira kamu akan seterusnya manggil Bibi sama Mamanya Friska".Ujar Fatih terkekeh mendengar Arumi yang memanggil nama kepada Dahlia.


"Gak sudi aku ngehormatin orang itu."Ucap Arumi cemberut.


"Ok sayang kamu boleh kok manggil apa saja sama dia.Oh ya Kakak sudah dapat beberapa data dan laporan tentang Reza di Malaysia".


"Apa itu ?".Tanya Arumi penasaran.


"Kakak dengar dia melakukan beberapa kejahatan di sana.Salah satunya penipuan dan penggelapan uang.Korban-korban dia rata-rata perempuan-perempuan yang sudah terbujuk rayu oleh Reza dan yang pastinya para perempuan itu berpenghasilan besar.Ada salah satu korbannya yang memberikan modal yang cukup besar hampir 3 milyar kalau dirupiahkan.Dan Reza yang mengelola semua uang itu kamu tentu saja pasti bisa menebak uang itu digelapkan Reza.Mungkin Reza sudah menebak kalau ketahuan hingga dia datang kesini dengan dalih mencari Friska yang sedang mengandung.


Aku tahu dia bukan ingin bersama Friska dan bayi mereka.Tapi Reza mengincar kamu.Kakak sudah menghubungi beberapa orang di Malaysia yang akan membantu kita untuk menangkap Reza".Ujar Fatih.


Arumi terdiam,dirinya sedang berpikir keras.Ini bukan hanya tentang dirinya yang diincar,tapi ini adalah kasus kriminal.Apalagi kalau suatu saat rencana Friska,Reza dan Dahlia berhasil mungkin saja akan ada nyawa yang dikorbankan.


...****************...


Friska dan Dahlia terduduk di salah satu sudut dapur.Mereka berdua bersandar di dinding dengan nafas terengah-engah.Waktu menunjukkan sudah jam 5 petang.Dan pekerjaan mereka baru saja selesai.


"Ma,aku kayaknya gak sanggup deh kalau setiap hari begini.Gimana kita bisa menjalankan rencana kita.Mana aku lagi hamil,kalau begini terus bisa-bisa aku lahiran sebelum sembilan bulan".Ucap Friska dengan nafasnya yang memburu.

__ADS_1


"Mama juga gak kuat Fris.Kayaknya kita memang dikerjai Arumi.Tapi kita belum bisa melabrak dia.Nanti pas pulang kita harus berdiskusi dengan Reza untuk memikirkan rencana selanjutnya.Rencana ini kita batalkan saja,kita jalankan rencana lain".Balas Dahlia sambil menutup matanya.


"Rencana apa ?".Suara dari depan membuat Dahlia dan Friska menegakkan tubuh.


Terkejut saat melihat Arumi menatap mereka dengan tatapan penuh tanya.


"R...rencana untuk mencari kontrakan baru.Kontrakan kami yang saat ini kami tempati gak bagus Rumi".Jawab Dahlia berbohong.


"Oh.Bibi dan Friska sudah makan ?".Tanya Arumi sambil meletakkan dua plastik putih di atas meja.


"Belum mbak".Jawab Friska berusaha tak menatap Arumi dengan tatapan kebencian.


"Ini ada makanan dari restoran.Kalian buka,dan makan saja.Aku mau ke kamar,nanti kalau mau pulang,tak usah berpamitan".Ucap Arumi meninggalkan Friska dan Dahlia.


Friska dan Dahlia berdiri dan bergegas menuju meja makan untuk melihat apa yang dibawa Arumi.Terlihat ayam bakar,juga mi ayam pangsit membuat Friska dan Dahlia menelan liur.


Tadi Arumi memang mendengar saat Friska mengucap ingin makana mi ayam pangsit juga ayam bakar.Meski Arumi membenci mereka berdua tetap saja dirinya tidak akan membiarkan Friska dan Dahlia kelaparan di rumahnya.


Friska dan Dahlia memang tak sempat menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.Pekerjaan menguras waktu dan tenaga mereka berdua membuat Friska dan Dahlia bahkan lupa untuk makan siang.


Friska mengalihkan perhatiannya saat mendengar langkah kaki.Terlihat Fatih yang berjalan dengan penuh wibawa ke arah sebuah kamar.Tatapan terpesona terlihat di kedua mata Friska yang terus saja menatap ke arah Fatih hingga pria itu tidak terlihat lagi.


"Heh Fris,kamu lihatin apaan sih.Jangan kerasukan di sini".Ucap Dahlia menggoyang-goyangkan lengan Friska.


"Ih Mama apa sih ganggu kesenangan orang aja".Cibir Friska cemberut


"Kamu yang kenapa,senyum-senyum sendiri".


"Aku lagi lihatin calon jodoh aku Ma".Ucap Friska senyum-senyum membayangkan dirinya bersanding dengan Fatih.

__ADS_1


"Siapa ?".Tanya Dahlia heran.


"Mas Fatih dong.Kan sebentar lagi rencana kita berhasil,aku akan merebut segala apa yang dimiliki Arumi".Ujar Friska dengan senyum jahat terpasang di wajahnya.


...****************...


Arumi dikamar sedang mendengarkan percakapan antara Friska dan Dahlia.Selain memasang CCTV,Arumi dan Fatih juga memasang beberapa perekam suara di rumah ini.Salah satunya di dapur.


"Jadi besok kemungkinan mereka gak akan lagi kesini karena kapok aku kerjai.Besok kita harus mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi atas rencana mereka.Syukurlah Mamah dan Lia sudah berada di tempat yang aman."Ujar Arumi masih terus mendengarkab segala pembicaraan Dahlia dan Friska


"Kamu yakin kan gak akan terjadi apa-apa sama kamu besok ? Aku takut kamu terluka".Ucap Fatih memeluk Arumi dari samping.


"InsyaAllah aku gak akan kenapa-napa Kak".


"Kakak takut,tapi kalau gak begini gak akan selesai semua permasalahan yang terjadi.Mereka di penjara juga gak membuat mereka jera,malah makin menjadi.Sekarang mereka punya komplotan yang membantu mereka menjalankan rencana".Desah Fatih.


Arumi menghela napas kasar,sama sekali tak pernah terpikir di benak Arumi akan melakukan ini.Dalam hati kecilnya,Arumi tetap saja menganggap Friska adik kecil kesayangannya.Apalagi mereka berdua adalah saudara sepupu.


Saat Friska lahir dan dirinya berumur empat tahun,pertama kali melihat Friska yang masih bayi merah membuat Arumi merasa senang karena mendapat adik.


Arumi ingin sekali bermain bersama Friska,tapi Dahlia tak pernah memperbolehkan dirinya mendekati Friska.


Saat Friska berumur tiga tahun,sifat jahat Dahlia mulai terlihat.Setiap apa yang disentuh Arumi selalu direbut Friska,tapi Arumi sama sekali tak marah.Dirinya menganggap itu cara Friska mengajaknya bermain.


Friska selalu dipengaruhi oleh Dahlia untuk merebut segala apa yang dimiliki oleh Arumi.Apalagi Dahlia selalu menanamkan kebencian di hati Friska untuk Arumi.


Segala apa yang dilakukan Friska selalu dianggap Arumi hanya kenakalan anak kecil yang ingin bermain dengannya.Hingga kasus pencemaran nama baik dan fitnah yang tega dilakukan oleh Dahlia dan Friska membuat Arumi kecewa.


Arumi sadar doktrin jahat dari Dahlia pasti membutakan hati dan pikiran Friska.

__ADS_1


__ADS_2