
Dahlia berusaha berdiri,dengan tertatih dirinya mendekati Arumi yang membentak Friska.Tangannya terangkat ingin menjambak Arumi agar melepas Friska
"Mau apa ? Mau jambak saya nenek sihir ? Jangan harap atau tanganmu ku patahkan.Jangan karena kau sudah bau tanah aku segan untuk melukai mu".Ucap Arumi yang menahan tangan Dahlia.
Wajah Dahlia pucat pasi tak menyangka Arumi sadar pergerakannya.Padahal tadi dirinya sudah mengendap-endap di belakang Arumi.
Arumi memuntir tangan Dahlia ke belakang.Dahlia berteriak ke sakitan.Air mata menetes dari sudut mata Dahlia.
"Le..le..paskan Rumi.Tangan Bibi sakit".Ujar Dahlia memekik kesakitan.
"Sakit ya ?".Ucap Arumi makin mengeraskan gerakannya di pergelangan tangan Dahlia.
Arumi sudah tak memikirkan kalau Dahlia sudah berumur jauh di atasnya.Rasa sakit selalu dihina,disakit,dan selalu dicari kesalahannya membuat rasa kasihan di hati Arumi untuk Dahlia hilang.
Friska terisak melihat Mamanya kesakitan.Dirinya tak bisa menahan Arumi yang menyakiti Dahlia.Friska sudah terduduk di salah satu sofa kumuh yang ada di gudang itu.Dirinya juga tak mau membuat Arumi makin marah dan membahayakan nyawa bayi yang ada di kandungannya itu.
Friska menoleh ke arah Reza yang sudah terbaring lemah di lantai.Reza kelihatannya sudah tak sadarkan diri karena kesakitan pusakanya di injak keras oleh Arumi.
Friska mulai sadar kalau Agus sudah tak ada di ruangan ini.Friska kembali terisak melihat Dahlia yang jatuh terduduk di lantai karena rambutnya juga di jambak Arumi.
Friska tak menyangka Arumi mempunyai sifat
yang mengerikan jika marah.Arumi juga tak di sangka bisa lolos dengan mudah dari ikatan tali yang dililitkan Reza.
Padahal Friska sudah yakin ikatan tali itu sudah cukup kencang mengikat Arumi.Pandangan Friska terarah ke kursi tempat Arumi tadi di ikat.Tampak di lantai bawah kursi potongan tali yang sudah tak utuh.
"Ampun Rumi,tolong kasihani Bibi mu yang tua ini".Ucap Dahlia memohon Arumi untuk melepaskannya.
"Gak akan ku lepaskan sampai polisi datang.Kalian sudah memancing kemarahanku jadi hadapilah kemarahanku ini".Ujar Arumi kembali menampar Dahlia.
__ADS_1
Wajah Dahlia sudah memar,di sudut bibirnya ada darah yang menetes.Hal yang sama juga terjadi pada Friska dan Reza.
"Kalau aku tidak menghentikan kalian tadi,maka aku lah yang merasakan kesakitan kalian siksa.Kalian sudah bebas tapi masih berencana untuk mengusikku.Jadi terimalah ini".Ucap Arumi lagi.
"Sudah sayang,berhenti ya.Kamu bisa membuat mereka meninggal jika kamu terus menyiksa mereka.Sudah serahkan urusan mereka padaku.Jangan membuat tanganmu yang lembut ini ditumpahi darah kotor mereka".Ujar Fatih yang memeluk Arumi dari belakang.
Sebenarnya dari tadi dirinya sudah berada di belakang gudang itu bersama bodyguardnya,Arga juga Abi.Mereka hanya memberikan waktu untuk Arumi melampiaskan rasa marahnya.
Tapi melihat Arumi yang kesetanan menghajar Dahlia membuat Fatih masuk dan berusaha menghentikan Arumi.
Para bodyguard Fatih mengumpulkan Reza,Dahlia juga Friska di tiga kursi dan mengikat mereka bertiga.
"Mas Abi tolong aku.Pipi ku sakit di tampar Arumi".Ucap Friska ke arah Abi dengan nada memelas.
Abi hanya menatap Friska dengan tatapan malas.
"Begitu aja sakit,kalau saja Arumi tak bisa bela diri,maka dirinya yang kalian siksa".Sahut Abi.
"Friska,Friska cuma kamu Dinata yang bejat.Perempuan kok bejat dan jahanam.Syukurlah kamu sudah di coret jadi keluarga Dinata."Ucap Arga kepada Friska.
Rasa kecewa dirasakan Arga.Padahal waktu kecil dirinya cukup dekat dengan Friska meski Friska kecil sangat menyebalkan.Tapi Arga dulu selalu menganggap itu hanya sifat biasa anak kecil.
"Ga tolongin aku.Aku juga kan sepupu kamu".Ucap Friska terisak.Dirinya berusaha membuat Arga kasihan padanya.
"Aku sudah tak menganggap kamu sepupu sejak sebelas tahun yang lalu.Aku tak sudi punya sepupu yang bejatnya kayak kamu".Ujar Arga berlalu dari depan Friska dan Dahlia.
Arumi sedang di tenangkan Fatih di sudut ruangan.Arumi berada di pelukan Fatih yang menenangkan rasa marahnya.
Abi hanya menatap ke arah suami istri itu dengan pandangan cemburu.
__ADS_1
"Sudah Bi,jangan nyakitin hati kamu lagi dengan melihat Arumu bersama Fatih.Biarkan Arumi bahagia,jangan biarkan hubungan baik kalian hancur lagi".Ucap Arga menepuk bahu Abi.
Abi hanya mengangguk,dirinya keluar dari gudang itu.
Tak lama suara sirene mobil polisi terdengar.Friska dan Dahlia sudah menangis keras,tak mau di penjara lagi.Mereka memanggil nama Arumi meminta untuk dilepaskan.
Tapi baik Rumi,Fatih juga Arga sama sekali tak ingin membantu mereka.
Pintu gudang itu terbuka memperlihatkan beberapa polisi.
Friska,Dahlia,juga Reza yang belum sadarkan diri diborgol dan di masukkan ke dalam mobil polisi.
...****************...
"Kamu gak apa-apa kan Sayang ?".Tanya Fatih saat berada di mobil.Fatih dan Arumi duduk di belakang.Sedangkan Arga menjadi supir.
"Gak apa-apa Kak.Aku puas banget sudah menghajar mereka bertiga tadi."Ucap Arumi menyandarkan kepalanya di bahu Fatih.
Fatih mengelus kepala Arumi dengan lembut,dirinya juga bahagia melihat Arumi bahagia.Resepsi pernikahan mereka akan dilaksanakan karena pengacau sudah dilumpuhkan.
"Tapi aku ngeri lihat kamu yang menghajar mereka bertiga Rumi.Apalagi saat kamu menendang pusaka Reza sambil kamu mengatai pusakanya itu.Aku ngilu loh Rumi.Hahaha".Ujar Arga sambil tertawa saat menginggat kejadian Arumi yang menghajar ketiga orang itu.
"Abisnya aku kesal,di kira aku mudah gitu terbujuk rayu dia.Ganteng juga gantengan suami aku.Duit juga banyakan suami aku,halal lagi duitnya gak kayak dia duitnya haram"Sahut Arumi manyun.
"Oh ya Mi,semua tetua sudah aku suruh pulang dari villa.Tapi mereka malah minta waktu liburan diperpanjang seminggu lagi.Kemarin aja pada minta pulang,sekarang malah diminta perpanjang."Ucap Arga pura-pura kesal.
"Biarin lah Ga.Urusan Friska dan yang lain juga belum selesai.Aku juga belum ingin bertemu Lia dengan kondisi ku seperti ini."Sahut Arumi memejamkan matanya.
Fatih terus mengelus kepala Arumi,dirinya tahu beberapa minggu ini Arumi tidur tak nyenyak karena memikirkan Friska dan Dahlia yang ingin mencelakai Arumi.Apalagi ada Reza yang ingin menghancurkan rumah tangga mereka.
__ADS_1
Arga terus melajukan mobilnya ke kantor polisi.Mereka harus memberikan keterangan untuk para polisi.
Syukurnya rencana mereka untuk meringkus Friska,Dahlia dan Reza berhasil.Dan akan mereka pastikan kasus ini akan mendapatkan hukuman yang lama untuk ketiga orang penjahat itu.