AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 43


__ADS_3

Setelah membereskan barang-barang mereka yang akan dibawa,Friska dan Dahlia sedang menunggu kedatangan Abi.Friska tadi telah menghubungi Abi untuk membawa mereka berdua untuk tinggal di rumah Abi.


Rifki setelah kedatangan mereka berdua telah pergi entah kemana.Malas mungkin melihat ibu dan anak yang suka membuat masalah itu.


Setelah lama menunggu Abi pun datang.Dengan wajah yang terlihat datar tanpa senyum menyapa kepada istri dan mertua nya itu,Abi mengangkat barang-barang Friska dan Dahlia ke mobilnya.


"Rumah kamu ngontrak atau rumah sendiri Abi ?".Tanya Dahlia saat berada di mobil Abi.


"Ngontrak Ma".Jawab Abi berbohong.Dia tidak mau jujur kalau rumah yang ditempatinya adalah rumahnya sendiri.


"Kirain Mama rumah kamu sendiri.Memangnya kamu gak dapat harta gono-gini dari Arumi ?".Tanya Dahlia dengan mulutnya sinis.


"Gak Ma.Kan perjanjian pranikah nya seperti itu siapa yang melakukan perselingkuhan semua harta nya jatuh ke pihak yang diselingkuhi".Sahut Abi fokus ke jalanan.


"B*doh kamu Abi,ngapain sih kamu bikin perjanjian b*d*h seperti itu".Umpat Dahlia.


"Mama bisa turun disini kalau memang gak mau ikut ke rumah ku.Aku gak rugi kalau pun Mama gak ikut.Toh yang salah putri Mama kenapa membalaskan dendam kepada Arumi dengan cara merayu ku.Kalau lelaki ditawari seperti itu pastilah mau,toh selama pernikahan kami aku termasuk setia sebelum kedatangan putri Mama ini".Ucap Abi sambil menghentikan mobil di pinggir jalan.


Dahlia kaget mendengar ucapan Abi yang terlihat serius meminta nya keluar dari mobil.Friska pun juga sama kagetnya memdengar ucapan Abi.


"Kamu gak serius kan Mas ? Kok kamu gitu sama Mama,Mama kan mertua kamu Mas.Kalau Mama gak ikut aku juga gak mau ikut."Ujar Friska merajuk.Friska ingin dibujuk oleh Abi.


"Oh silahkan kalian berdua turun kalau begitu".Sahut Abi serius.Kalau saja Friska tidak hamil,dia gak akan mau menikahi Friska.


"Mas !".Sentak Friska tidak terima sikap Abi kepadanya juga Mama nya.

__ADS_1


"Apa ? Kata nya mau turun.Aku gak mau ya dibilang b*doh sama Mama kamu itu.Mama dan kamu aja yang b*doh karena mencari gara-gara sama Arumi.Sekarang turun kalian !".Ucap Abi dengan marahnya.Abi marah sekali dihina oleh ibu mertua nya itu.


Dahlia dan Friska saling berpandangan.Abi terlihat marah sekali kepada mereka.


"Maaf lah Nak Abi,Mama kan hanya menyarankan untuk harta gono-gini kamu dibagi dua.Bagaimana pun kan kamu sudah lama menikah dengan Arumi.Jangan marah ya Nak Abi.Mama mau kok tinggal di rumah kontrakan kamu itu".Ucap Dahlia dengan suara dilembut-lembutkan.


"Ya Mas,aku juga akan ikut ke rumah Mas Abi".Ucap Friska.


Abi tidak menyahuti ucapan Dahlia juga Friska.Dia pun kembali menjalankan mobil itu menuju rumahnya.


Setelah 20 menit perjalanan,mobil Abi pun sampai di rumah yang Abi tempati.Abi pun keluar dari mobil dan menurunkan barang bawaan Friska juga Dahlia.


Friska dan Dahlia juga turun dari mobil.Mereka berdua mengamati rumah yang sekarang akan mereka tempati.Meski tak sebesar rumah Arumi,tapi rumah itu cukup besar dibandingkan rumah Rifki.Dihalaman banyak bunga juga pohon buah yang tumbuh subur.Ada mangga juga pepaya.Melihat mangga muda,Friska yang sedang hamil pun ingin memakan mangga buah itu dengan kuah rujak.


"Mas aku pengen mangga muda itu dong.Aku kan lagi hamil muda,ngidam yang segar-segar kayak mangga muda itu".Minta Friska kepada Abi yang sedang sibuk memasukkan barang kedalam rumah.


"Sekarang Mas,aku pengen sekarang".Ucap Friska dengan menghentakkan kaki nya ke tanah.Dikira nya dia masih anak balita kali ya dengan bersikap seperti itu.


Abi yang sudah emosi dari tadi melemparkan koper yang berada di tangan nya ke lantai teras.


"Kamu dengar aku bilang apa tadi ? Nanti ! Kalau kamu memang gak sabar lagi silahkan kamu ambil sendiri.Aku capek,barang kalian juga bawa sendiri.Aku mau tidur."Bentak Abi.


Abi pun masuk ke dalam rumah menuju kamar nya.Pintu kamar dibantingnya dengan kuat hingga membuat Dahlia yang sedang minum di dapur tersedak.


Dahlia pun berlari ke teras penasaran apa yang terjadi.Terlihat Friska yang sedang menangis di kursi teras.

__ADS_1


"Kenapa kamu nangis ? Abi juga kenapa banting pintu ?"Tanya Dahlia duduk di samping Friska yang masih menangis.


Friska memeluk Mama nya dari samping.Menumpahkan air mata nya di bahu Mama nya itu.


"Aku ingin mangga muda itu Ma.Tapi Mas Abi gak mau ambilkan mangga itu untukku.Kata nya aku sendiri aja yang ambil,terus koper-koper itu kita aja yang angkat dan bawa ke dalam rumah.Mas Abi sekarang berubah Ma,gak kayak dulu yang selalu menuruti aku".Ucap Friska dengan air mata nya yang semakin deras keluar.


Dahlia yang mendengar ucapan putrinya itu merasa marah,tapi mengingat sekarang dirinya menumpang di rumah Abi,dan tak mau dirinya diusir dari sini harus menahan amarahnya.Sekarang sikap Abi kepada nya pun sudah berubah tak mau lagi menuruti apapun yang diucapkan oleh Dahlia.


"Ya udah Mama ambil aja ya.Mama ingin memarahi Abi tapi Mama takut diusir lagi.Nanti kita tinggal dimana kalau gak disini.Kamu sabar aja dulu sampai anak dikandungan kamu itu lahir.Setelah itu kamu ceraikan Abi dan cari pria lain,atau gak kamu dekati pengacara si Arumi itu".Saran sesat dari Dahlia diiyakan oleh Friska.


"Iya Ma.Aku juga suka sama Mas Fatih,dia juga kayaknya kaya Ma.Tapi kaya nya punya sendiri bukan kayak Abi yang kaya nya dari istri nya".Ucap Friska.


Dahlia dan Friska pun mulai mengambil beberapa mangga muda di halaman.Syukurnya pohon mangga itu tidak terlalu tinggi sehingga Dahlia mudah mengambilnya.


...****************...


Setelah makan siang,Arumi dan Fatih pergi menuju kantor polisi untuk melaporkan Friska dan Dahlia.Arumi tidak main-main untuk melaporkan Bibi dan sepupu nya itu.


Friska dengan kasus sebelas tahun lalu,kasus pornografi,pencemaran nama baik,juga perbuatan tidak menyenangkan.Dahlia juga dengan kasus perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik.


"Kira-kira Friska dan Mama nya berapa lama ditahan ?".Tanya Arumi berada di mobil Fatih.Arumi sebenarnya ingin pergi sendiri dengan mobilnya tapi Fatih meminta untuk mereka satu mobil.


"Kalau untuk Friska kurang lebih bisa 4 tahun melihat dia dikenakan beberapa pasal,kalau untuk Ibu Dahlia kurang lebih setahun".Jawab Fatih fokus mengemudi.


"Oh,tapi gak apa-apa lah.Aku memenjarakan mereka juga untuk supaya mereka tidak menganggu hidup ku lagi".Ujar Arumi.

__ADS_1


"Tenang aja,kalau mereka menganggu kamu lagi,ada aku yang akan pasang badan untuk kamu dan Lia.Aku gak akan tinggal diam melihat mereka menganggu kamu lagi,perempuan yang aku cintai".Ujar Fatih dengan wajah menghadap Arumi yang sekarang wajah nya memerah mendengar ucapan Fatih.


__ADS_2