
Seminggu kemudian kondisi Abah pun mulai membaik dan segera dipindahkan ke ruang rawat.
"Bah jangan melamun ! Disini ada Arumi,Mamah dan Kak Fatih masa' Abah diam aja ".Tegur Rumi yang melihat Abahnya hanya terdiam saja menatap ke atas.
Abah hanya terdiam melihat putrinya itu.Kemudian air mata Abah keluar melihat putrinya yang sudah dewasa dan telah memberikannya cucu.Tapi rumah tangga putrinya malah hancur membuat hati Abah merasa ikut hancur.
"Bah kenapa nangis ? apa yang sakit Bah biar Arumi panggil dokter ".Tanya Arumi dengan panik melihat Abahnya yang malah menangis.
Air mata Arumi pun juga bercucuran melihat Abahnya yang menangis sesengukan melihatnya.Mamah Fitri dan Fatih juga menatap sendu pemandangan Ayah dan anak
yang sedang meluapkan kesedihan itu.
"Rumi ".Ucap Abah setelah mulai tenang.
"Ya Bah".Sahut Arumi masih sesengukan.
"Abah ingin sesuatu dan Abah harap kamu dan Fatih mau mewujudkannya."Ujar Abah menatap bergantian Arumi dan Fatih.
Fatih yang sadar pembicaraan melibatkan dirinya segera mendekat ikut mendengarkan apa yang diinginkan Abah.
"Apa itu Bah ? Insya Allah akan Arumi dan Kak Fatih belikan".
"Ini bukan sesuatu yang bisa dibeli".Ucap Abah lagi dengan tatapan sendunya melihat Arumi.
"Apa itu Bah ?".Tanya Fatih penasaran.
"Fatih apa kamu punya pasangan ? Atau kamu punya seseorang yang sudah kamu sudah kamu sukai ? Apa kamu sudah terikat dengan perempuan lain ?".Tanya Abah dengan pertanyaan yang membuat ketiga orang di ruangan itu kebingungan.
"Saya belum punya pasangan Bah,kalau perempuan saya cintai tentu Abah sudah tahu karena dulu saya pernah memberitahukannya kepada Abah.Saya belum terikat dengan seseorang karena perempuan itu belum memberikan kepastian kepada perasaan saya".Sahut Fatih.
"Rumi,apa kamu masih punya perasaan dengan mantan suami kamu ? Atau kamu ada keinginan untuk rujuk dengan Abi ?".Tanya Abah sekarang untuk Arumi.
__ADS_1
"Gak Bah Rumi gak punya perasaan apa-apa lagi sama Mas Abi,Rumi juga gak berniat rujuk lagi sama Mas Abi".Jawab Rumi dengan wajah kebingungan untuk apa pertanyaan itu.Bukankah Abahnya ingin sesuatu ?.
"Rumi apakah kamu menyukai Fatih ?".Tanya Abah lagi.
Pertanyaan Abah itu membuat wajah Arumi memerah malu.Dia tak menyangka Abahnya akan menanyai soal itu apalagi disini ada pria yang sedang dibahas itu.
Fatih pun menatap ke arah Arumi dengan raut wajah penasaran atas jawaban wanita yang dicintainya itu.
Arumi hanya menunduk dengan wajah memerah tanpa menjawab pertanyaan Abahnya itu.
Abah yang mengerti arti sikap Arumi yang tertunduk malu itu pun kembali mengarahkan tatapannya ke arah Fatih.
"Kamu masih dengan niat kamu dua bulan yang lalu untuk mempersunting Arumi ?".Tanya Abah kembali ke arah Fatih.
"Ya Bah,rencananya saat Abah sudah sembuh dan kembali ke rumah saya akan melamar Arumi segera".Jawab Fatih dengan mantap.
Arumi yang mendengar kalau Fatih pernah mengutarakan niat untuk melamar dirinya makin menunduk malu.Meski Fatuh pernah memberitahu Arumi soal perasaanya tapi Arumi tidak berpikir kalau Fatih juga akan memberitahukannya ke Abah.
"Bah kok Abah ngomong gitu ! Rumi gak suka ya Abah ngomong gitu.Abah akan selalu sehat sampai Arumi melahirkan banyak cucu buat Abah.Bah jangan ngomong begitu,Rumi masih ingin bersama Abah,masih bisa manja sama Abah hu hu hu hiks hiks".Isak tangis kembali terdengar dari Arumi.Arumi bahkan memeluk lengan Abahnya itu.
Abah pun juga kembali menitikkan air matanya memikirkan dirinya tidak punya banyak waktu lagi untuk bersama putri kesayangannya itu.
Mamah Fitri pun menangis,dirinya pun belum siap akan kehilangan suaminya itu sampai kapanpun tapi siapa yang mengetahui kapan maut itu datang ? Tidak ada yang siap dengan
hal itu.
"Fatih apa kamu bersedia untuk memenuhi keinginanku ini ?".Tanya Abah kembali ke arah
Fatih.
"Saya bersedia Bah,saya akan pergi untuk mengurus segala berkas untuk akad nikah.Saya pergi dulu Bah,Mah Rumi.Nanti saya akan kembali".Jawab Fatih kemudian keluar dari ruang rawat Abah.
__ADS_1
...****************...
Hanya butuh dalam satu hari mengurus berkas pengajuan nikah ke KUA karena syukurnya Fatih dan Abah memiliki kenalan di
KUA yang membantu mempercepat mengurus berkas nikah.
Abah juga sebelumnya telah memberitahu teman baiknya yang menjadi kepala KUA di daerah mereka itu.
Hingga akad nikah yang dihadiri kepala KUA dan beberapa saksi yang dihadirkan pun segera dilaksanakan.
Arumi dengan kebaya putih yang diberikan Mamah Fitri dan jilbab putih duduk diantara Mamah Fitri dan Mama Widya.Disana pun telah hadir Om Rizki,Om Rifki,juga Arga dan sepupu Arumi yang lainnya.Meski karena ruangan telah ramai beberapa diantara lainnya memilih keluar.
Fatih pun telah mengenakan kemeja putih,celana bahan hitam dan jas hitam tidak lupa juga peci hitam.Penampilan Fatih itu makin membuat aura dan ketampanannya makin keluar.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Fatih Al-Ghani bin Mahendra Ghani dengan anak saya Nabila Arumi Mahira dengan maskawinnya 10 gram emas dan juga seperangkat alat sholat,tunai".Abah dengan lantangnya mengucapkan bacaan ijab.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nabila Arumi Mahira binti Arif Dinata dengan mas kawin tersebut tunai".Fatih juga dengan mantap dan hanya dengan satu tarikan nafas melantunkan kabul.
Arumi,Fatih dan seluruh keluarga yang menghadiri akad nikah tersebut menitikkan air mata.
Sungguh Arumi pun tak menyangka kalau saat ini dirinya telah menjadi istri kembali tapi sekarang dirinya telah menjadi istri seorang Fatih.
Abah tersenyum dengan air mata bahagianya keinginannya yang ingin Arumi menikah kembali dengan lelaki yang diharapkan Abah akan terus membahagiakan Arumi.
Arumi pun berjalan mendekat ke arah Fatih dan menyalami Fatih.Fatih dengan senyum kecil tapi bahagianya pun mencium kening Arumi di hadapan seluruh orang didalam ruangan itu.
Tentu saja adegan itu disoraki oleh sepupu-sepupu Arumi yang usil.Hingga membuat wajah Arumi makin memerah.
Meski di dalam rumah sakit,kebahagian itu masih sangat terasa.
"Nak Rumi,sekarang kamu telah menjadi menantu Mama,makasih kamu telah sudi untuk menerima pinangan anak Mama yang bandel ini hingga Fatih tidak akan menjadi perjaka tua,sekarang Lia pun sudah menjadi cucu Mama.Cucu kesayangan Mama,semoga pernikahan kalian terus bahagia sampai maut memisahkan."Ucap Mama Widya yang turut mendoakan pernikahan putranya itu.
__ADS_1
Mama Widya memeluk Arumi dengan erat,air mata yang dikeluarkannya adalah air mata bahagia.