
Arumi terbangun jam dua malam,dirinya sempat kaget saat merasakan sebuah tangan memeluk perutnya.Tapi Arumi kemudian mengingat kalau sekarang dirinya sudah menikah lagi.
Arumi menoleh ke belakang menatap Fatih yang masih tertidur lelap.Arumi berusaha melepaskan tangan Fatih dari perutnya.Arumi berniat ke kamar mandi untuk berwudhu.
"Kamu bangun sayang ?".Suara berat Fatih terdengar saat Arumi berdiri dari tempat tidur.
"Iya Kak,aku mau ke kamar mandi mau wudhu.Aku mau sholat tahajjud,Kak Fatih mau ikut sholat ?".Ajak Arumi ke arah Fatih yang sekarang duduk.
"Iya,kamu duluan aja ke kamar mandi,sayang ".Sahut Fatih.
Arumi lanjut ke kamar mandi.Fatih berusaha mengumpulkan nyawanya.Setelah merasa lebih segar,Fatih menuju kopernya yang terletak di sudut ruangan.Pakaian Fatih memang belum sempat dimasukkan ke lemari.Apalagi mereka memang tidak akan tinggal di rumah Abah ini,tapi karena kondisinya seperti ini,maka untuk sementara waktu Arumi juga Fatih akan tinggal disini.
Fatih mengambil baju kokohnya yang berada di koper saat terdengar suara pintu dibuka.Fatih menoleh ke arah Arumi yang sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah.
"Kak ngapain bengong disitu.Aku sudah selesai wudhu ".Ucap Arumi saat melihat Fatih yang malah melamun.
"Kamu cantik ".Puji Fatih saat melewati Arumi.
Arumi yang dipuji malah tersenyum malu-malu.Dirinya seperti gadis remaja yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.
...****************...
Pagi ini Arumi bersiap untuk membuat sarapan.Rumahnya masih ramai oleh beberapa kerabat yang datang dari kampung.Sebenarnya ada Bi Asih yang sudah membuat sarapan,tapi Arumi ingin membuat sarapan sendiri untuk suami dan putrinya juga Mamahnya.
Setelah membuat sarapan,Arumi melangkah menuju kamar Mamahnya.Arumi ingin melihat kondisi Mamah Fitri.
"Mah ".Panggil Arumi sesampainya di kamar Abah dan Mamah.
"Hmm ".Suara lirih dari Mamah Fitri sebagai jawaban untuk Arumi.
"Mamah sudah sholat ? Arumi sudah bikinin Mamah sarapan.Ayo kita makan Mah ".Ajak Arumi mendekati Mamahnya yang masih berbaring.
"Mamah gak lapar Rumi ".Jawab Mamah Fitri masih memejamkan matanya.
Arumj menatap sedih Mamahnya yang masih tampak terpukul kehilangan Abah.Mata Mamah bahkan tampak sembab menyiratkan Mamah menangis semalaman.
__ADS_1
"Mah tolong jangan begini.Abah juga gak akan suka kalau Mamah seperti ini.Dari kemarin Mamah sama sekali tidak makan."Ajak Arumi lagi.
"Kamu duluan aja Rumi.Nanti Mamah nyusul ke ruang makan ".Sahut Mamah Fitri.
Arumi menghela napasnya melihat Mamahnya sama sekali tidak ingin makan.
Arumi kemudian melangkah keluar dari kamar itu.
Arumi sekarang berjalan ke arah kamar Lia yang ada di rumah Abah.Arumi ingin melihat Lia apakah masih tertidur.
Saat membuka pintu,Arumi melihat Lia yang baru bangun dan sedang duduk di atas tempat tidur.
"Selamat pagi sayang ".Sapa Arumi mendekati tempat tidur putrinya.Mencium pipi Lia.
"Pagi Umma ".Balas Lia juga mencium balik pipi Arumi.
"Ayo mandi.Setelah itu kita sarapan ya ".
"Baik Umma ".
Arumi memandikan Lia dengan canda tawa.Beberapa bagian bajunya basah karena Lia dengan sengaja menyiramkan air ke arah Arumi.
...****************...
"Kakak sudah bangun ?".Tanya Arumi dengan pertanyaan anehnya ke arah Fatih yang terlihat sedang memainkan laptopnya.
"Hehehe sudahlah sayang.Kamu gak lihat ini aku sudah duduk dan sedang menatap ke arah istri cantikku yang semakin terlihat cantik pagi ini ".Jawab Fatih dengan wajah terlihat segar.
"Hehehehe ".Hanya kekehan yang diberikan Arumi untuk Fatih.
Arumi menuju walk in closet untuk mengganti pakaian.
"Kok kamu ganti baju ?".Tanya Fatih melihat Arumi dengan pakaian berbeda.
"Tadi basah ".Jawab Arumi menuju meja riasnya.
__ADS_1
"Nanti aja kerjanya Kak.Sekarang ayo sarapan,tadi aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita."Ajak Arumi ke arah Fatih.
"Iya sayang ".
...****************...
Abi tampak termenung di teras rumahnya.Entah apa yang ingin dilakukannya saat ini.Abi sama sekali tidak bersemangat sejak mengetahui pernikahan Arumi.Dirinya selama ini masih beranggapan kalau Arumi masih mencintai dirinya dan hanya merasa marah karena Friska yang sedang hamil.
Dirinya masih berpikir kalau nanti setelah Friska melahirkan,Abi akan menceraikan Friska dan rujuk dengan Arumi.Sekarang anggapannya selama ini terbantahkan dengan kabar buruk yang didengarnya.
Abi terus menyalahkan dirinya dan juga menyalahkan Friska dan Dahlia yang merusak hidupnya.Hidup bahagia selama tujuh tahun yang dirasakannya saat berumah tangga dengan Arumi sekarang sudah hancur.Digantikan dengan hidup merana saat ini.
Harta sudah habis,hanya tersisa rumah ini juga sebuah toko untuk melanjutkan hidupnya.Kehilangan istri yang dicintainya,putrinya juga sekarang sudah lebih dekat dengan Ayah sambungnya.Istrinya
sekarang malah masuk penjara bersama ibu mertua Abi.
"Maafkan Abi Ma,Pa sudah melakukan kesalahan hingga membuat menantu kesayangan Mama dan Papa pergi.Abi pun masih gak menyangka Abi akan melakukan perbuatan keji itu dibelakang Arumi".Isak tangis Abi menyebut mendiang Papa dan Mamanya.
Dulu saat pertama kali bertemu dengan Arumi,Mama dan Papa Abi sudah menyukai Arumi yang tampak sopan juga sholehah.Apalagi Arumi yang pandai memasak,seringkali memasakkan makanan kesukaan orang tua Abi.
Sampai dua tahun pernikahannya dengan Arumi,setelah melahirkan Lia kabar buruk kematian Mama dan Papa membuat Arumi juga merasa kehilangan orang tua yang sangat baik padanya.Orang tua Abi meninggal karena kecelakaan menuju kampung halaman Abi.
Suara deringan telepon membuyarkan lamunan Abi tentang orang tuanya juga Arumi.
Abi melihat nomor yang tidak di kenal.Karena penasaran,Abi pun mengangkat telepon itu.
{Mas kamu kok seminggu ini gak pernah datang jenguk aku.Kamu kan tahu aku lagi hamil anak kamu tapi sama sekali kamu tidak ada perhatian untuk aku}.
Suara Friska yang cempreng terdengar di telinga Abi.Abi memutar matanya malas mendengar suara cempreng yang dulu dipujanya.
"Mau apa ?".Tanya Abi malas.
{Kok kamu masih tanya mau apa ? Kamu bawa makanan kek kesini.Disini makanannya gak enak padahal aku lagi hamil.Pokoknya hari ini aku tunggu kedatangan Mas.Oh ya gimana dengan Arumi apakah mau mencabut laporannya Mas aku gak mau melahirkan di dalam penjara.Pokoknya Mas harus pikirkan cara untuk membuat aku dan Mama keluar dari sini.Sudah ya Mas,ini aku hubungi Mas pakai telepon kantor polisi}.
Tanpa salam,Friska sudah mematikan telepon itu.
__ADS_1
Meski malas,tapi mengingat Friska masih menjadi istrinya dan sedang mengandung darah dagingnya Abi pun bersiap untuk berangkat ke kantor polisi.
Sekalian membeli beberapa makanan yang disukai Friska juga Dahlia.