
BRAKKKKKKKKK
Suara tabrakan cukup keras terdengar.Reza dan Agus mencegat Arumi di tengah jalan.Mobil Arumi menabrak sisi belakang mobil Reza.Jalan yang dilalui Arumi saat ini sangat sepi,tak ada sama sekali mobil yang lewat
Reza dan Agus keluar dari mobil yang dinaiki mereka,berjalan menuju mobil Arumi.Tidak lupa Reza dan Agus memakai masker yang menutupi setengah wajah mereka.Reza menggedor kaca mobil Arumi menyuruh Arumi untuk keluar dari mobil itu.Tapi Arumi sama sekali tidak keluar.
"Bang kok cewek yang ada di dalam mobil gak keluar ? Apa tabrakan tadi bikin dia gak sadar Bang?"Tanya Agus mulai khawatir.
Reza terdiam dan berpikir,memang hampir dua menit dirinya menggedor kaca itu.Arumi sama sekali tidak keluar dari dalam mobil.Rasa panik mulai hadir dalam kepalanya.
Reza menempelkan wajahnya,ingin melihat ke dalam mobil itu.Kaca mobil Arumi memang gelap,tapi Reza masih bisa melihat Arumi yang terbaring tidak sadarkan diri.
"Gus,coba kamu cari cara untuk buka pintu mobil ini.Arumi sepertinya pingsan di dalam mobil."Suruh Reza pada Agus.
Agus melihat ke sekelilimg mereka,hanya ada mereka bertiga di sini.Jalan ini sepi sekali,sama sekali tak ada mobil ataupun kendaraan yang lain.
"Bang apa kita pecahin kaca mobil ini aja ? Aku takut bos nanti ada orang yang memergoki kita nantinya.Lagi pula Bibi Dahlia dan Kak Friska pasti sudah menunggu di gudang".Ucap Agus memberikan saran.
"Baiklah,kamu cari apa kek yang bisa membiat kaca mobil ini pecah".Suruh Reza lagi.
Meski menahan kesal karena selalu di suruh-suruh oleh Reza,tapi Agus tetap mencari cara untuk memecahkan kaca mobil Arumi.
Agus melihat sebongkah batu yang lumayan besar.Agus mengambilnya dan melemparkannya ke kaca belakang mobil Arumi.
Setelah kaca mobil itu pecah,Agus memasukkan tangannya dan menarik handle pintu mobil.
Agus masuk ke dalam mobil dari pintu belakang.Agus melewati badan Arumi yang jatuh ke samping dan membuka pintu mobil samping kemudi untuk memudahkan Reza mengangkat badan Arumi.
Reza masuk ke dalam mobil itu dan mengangkat Arumi ke dalam mobilnya.
...****************...
__ADS_1
Friska dan Dahlia menunggu di gudang terbengkalai yang dijadikan mereka sebagai markas untuk melakukan rencana mereka.Friska dan Dahlia sudah tak sabar ingin melihat ke jatuhan Arumi.
"Ma,aku sudah gak sabar buat nampar wajah Arumi bolak-balik.Sebentar lagi hidup nyaman Arumi sudah usai,dan kitalah yang mengantikannya menikmati hidup indahnya."Ucap Friska tersenyum senang.
"Benar Fris,Mama juga sudah gak sabar rasanya.Apalagi Mama juga akan bikin si Fitri tidak kalah sengsaranya.Andai saja Arif masih hidup,mungkin Mama akan bahagia hidup dengannya".Ujar Dahlia.
Dirinya masih bersedih atas berpulangnya Abahnya Arumi.
Suara mobil yang datang mengalihkan pembicaraan mereka.Friska dan Dahlia saling berpandangan dengan senyuman jahat di wajah mereka.
Pintu gudang terbuka,terlihat Reza yang menggendong Arumi dan Agus yang mengekor di belakangnya.
"Arumi kenapa Za ? Kok tertidur ?".Tanya Friska.
"Pingsan dia,aku ngehalangin dia tadi sampai nabrak mobilku.Makanya dia pingsan".Balas Reza.
Reza meletakkan Arumi di kursi yang memang mereka sediakan untuk mengikat Arumi.Tak lupa juga tali.
Friska dan Dahlia mendekati Arumi,dirinya sudah tak tahan untuk menampar wajah Arumi,apalagi merusak wajah cantik Arumi.
"Za jangan halangi aku,aku benar-benar gak sabar untuk menampar wajah Arumi".Ucap Friska menghempaskan tangan Reza yang menahan dirinya.
"Iya Za,Tante juga gak sudah gak sabar untuk menampar wajah Arumi.Lagi pula kalau kami menampar dia,siapatahu dia cepat sadar".Ujar Dahlia juga mendekat.
Hanya Agus yang duduk di kursi samping,menonton kejahatan di depannya ini.Rasa iba hadir di dalam hatinya melihat Arumi yang tak berdaya,kalau saja tak butuh uang mana sudi dirinya di suruh seperti ini.
Reza terdiam karena di serang kedua perempuan di depannya ini.Friska yang melihat Reza tak akan menghalangi dirinya untuk menampar Reza,kembali mengangkat tangannya.
Tapi belum sampai di wajah Arumi,sebuah tangan menahan tangan Arumi dengan kuat.
Ketiga orang itu membolakan mata mereka saat melihat siapa yang menahan tangan Friska.Arumi menahan tangan Friska dengan wajah yang terlihat menyeramkan.
__ADS_1
"Cih,kalian gak akan bisa menyentuhku".Desis Arumi memghempaskan tangan Friska dengan keras.
"Ba..bagaimana bisa ?".Tanya Friska,Dahlia dan Reza kompak.
Agus juga merasa kaget,tanpa di sadari ketiga orang yang menyuruhnya Agus keluar dari gudang itu.Entah kenapa rasa tak enak muncul dalam hatinya,apalagi melihat Arumi yang bangun dari pingsannya.
"Kenapa kaget ya ? Jangan pikir mudah untuk kalian menghancurkanku.Kalian salah lawan,aku yang akan menghancurkan kalian".Ucap Arumi berdiri.
Senyuman sinis dilayangkannya kepada tiga orang di depannya yang menatap takut ke arahnya.
"Kamu bilang mau menamparku Friska ? Jangan harap ! ".
PLAAAKKK PLAAAAKKK
Arumi melayangkan tamparan ke arah Friska juga Dahlia dengan keras.Friska hampir saja terjatuh jika tangannya tidak dipegang Reza.Sedangkan Dahlia sudah terjatuh di atas lantai.
BUKKKK
Tak lupa tendangan kaki di layangkan Arumi pada perut Reza.Tendangan itu dirasakan Reza sangat sakit,Reza bahkan batuk darah.Tendangan Arumi memang keras dilayangkannya pada Reza.
"Hahaha kalian pikir rencana kalian berjalan lancar ? Kamu pikir aku akan tergoda sama kamu Reza,dih mana sudi aku sama cowok mokondo kayak kamu.Wajah juga jelek dibandingkan suamiku.Apa yang bisa dibandingkan sama kamu.Burung kamu yang kecil ini ? Mana puas aku,main sama kamu paling terasa geli-geli doang saking burung kamu kecil".Hina Arumi.
Bahkan kakinya sudah menginjak ************ Reza hingga Reza memekik ke sakitan.Dirinya sudah berguling-guling di atas lantai karena menahan sakit.
Friska dan Dahlia menatap ngeri Arumi yang tampak kesetanan.Rasa tak percaya kalau rencana mereka gagal,bahkan mereka saat ini ketakutan melihat Arumi yang mengamuk.
Arumi menatap Friska dan Dahlia dengan senyum sinis.Friska dan Fahlia meneguk ludah mereka sendiri melihat tatapan dan senyuman Arumi yang tampak menyeramkan.
"M...mbak Arumi".Terbata Friska memanggil Arumi.
Kepala Friska mendongak karena dijambak Arumi dengan keras.
__ADS_1
"Apa ? Mau lagi tamparan dari ku.Kalian sudah di maafkan tapi masih belum jera juga untul mengusikku.Jadi jangan harap kalian mendapatkan pengampunan dari ku lagi".Ujar Arumi menghempaskan kepala Friska.
Friska menangis,jambakan Arumi dirasakannya sangat kuat,apalagi wajah menyeramkan Arumi menambah ketakutannya.