
Abi terkejut saat mendengar pemberitahuan dari mesjid tempat tinggalnya kalau mantan mertua yaitu Abah yang telah meninggal.Rumahnya dan rumah mantan mertuanya memang dekat.
Abi segera bersiap untuk melayat ke rumah Abah.Dia ingin di sisi Arumi untuk menguatkan Arumi.
Abi mengambil sepeda motornya yang terparkir dan menaikinya untuk pergi ke rumah Abah.
Sesampainya di sana sudah banyak orang yang datang.Abi mulai menyalami orang-orang,dia merasa seolah dirinya masih menjadi menantu Abah.
Abi masuk ke dalam rumah untuk melihat jenazah Abah untuk terakhir kalinya sekaligus untuk mencari Arumi yang pasti di dalam rumah.Ini akan menjadi kesempatannya untuk lebih dekat dengan mantan istrinya itu,mungkin saja setelah kejadian ini Arumi mau rujuk dengan Abi.
Beberapa ibu-ibu menatap ke arah Abi dengan raut wajah sinis.Tentu saja perselingkuhan Abi sudah tersebar di lingkungan perumahan ini apalagi perselingkuhannya bersama sepupu Arumi.Tapi Abi tidak peduli dengan tatapan sinis ibu-ibu,Abi mulai melangkah ke tempat jenazah Abah dibaringkan.
Arumi menyalami beberapa orang didalam yang terdiri dari keluarga besar Dinata juga keluarga besar Mamah Fitri.Abi melihat Arumi
yang sedang membaca yasin tepat disamping
Abah.
"Rumi Mas turut berduka cita ya ".Ucap Abi sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Arumi.
"Ya Mas,aku sudah wudhu Mas.Gak usah salaman Mas.Terima kasih sudah datang".Sahut Arumi dengan suara pelan.
"Lia mana ?".Tanya Abi lagi sekarang duduk di samping Abi.
Semua orang yang melihat Abi mulai mendekati Abi hanya bisa menatap sinis ke arahnya.Dasar tidak tahu tempat dan tidak tahu diri si Abi itu !
__ADS_1
"Lagi sama Mama Widya,nanti lagi ngobrolnya ya Mas,aku mau baca Yasin lagi.Ngobrol sama Arga aja atau yang lainnya".Ujar Arumi mengusir Abi secara halus.
Abi tersenyum kecil mengetahui dirinya di usir secara halus apalagi tatapan tajam ibu-ibu di ruangan ini seolah dia merupakan penjahat.Abi kemudian lekas keluar dari dalam rumah dan bergabung dengan bapak-bapak di halaman depan.
Abi melihat Fatih yang sedang sibuk mengurus beberapa hal untuk pemakaman.Dia merasa Fatih sedang cari muka kepada keluarga besar Dinata,apalagi Fatih tampak akrab dengan anggota keluarga Dinata yang berjenis kelamin pria.
Abi pun berdiri untuk juga membantu,dia juga akan mencari muka kepada anggota keluarga lain siapatahu nanti mereka merestuinya untuk rujuk dengan Arumi.
...****************...
Arumi menatap sendu ke arah liang lahat yang akan dimasuki jenazah Abah.Abah saat ini akan dimakamkan.Tetes air mata masih keluar dengan deras dari mata Arumi.
"Ikhlaskan Abah agar Abah tenang di sana.Doakan Abah sayang,hanya itu yang Abah perlukan".Bisik Fatih memeluk bahu Arumi.
"Iya Kak,aku ikhlas tapi air mata aku gak bisa berhenti".Sahut Arumi.
Acara pemakaman segera di mulai.Mamah Fitri duduk di kursi roda,kakinya lemas tapi dirinya ingin melihat Abah untuk terakhir kalinya.
Abi juga berada di sana menatap heran ke arah Arumi dan Fatih.Kenapa Arumi mau di peluk Fatih ? Apakah Fatih mencari kesempatan saat Arumi sedang berduka ? Ini gak bisa dibiarkan.
Abi kemudian mendekati Arumi dan Fatih.Sesampainya dibelakang Arumi dan Fatih,dia kemudian menghempaskan lengan Fatih yang berada di bahu Arumi.
"Gak usah cari kesempatan.Arumi sedang berduka,kamu malah cari kesempatan untuk memeluknya.Rumi pria ini cari kesempatan untuk memeluk kamu.Kamu gak boleh dekat-dekat sama dia ".Ucap Abi dengan tatapan tajam ke arah Fatih dan tatapan lembut ke arah Arumi.
Arumi menatap malas ke arah Abi,dia kemudian membalikkan badannya kembali melihat proses pemakaman.Fatih ingin tertawa mendengar ucapan Abi,tapi saat ini masih berduka nanti saja dia akan membalas Abi.Fatih juga tanpa membals ucapan Abi segera menatap kedepan
__ADS_1
Fatih kemudian kembali memeluk bahu Arumi,Arumi juga merebahkan kepalanya ke dada Fatih.Pemandangan itu makin membuat Abi makin meradang,tangannya ingin kembali menghempaskan tangan Fatih tapi belum juga tangannya bisa meraih lengan Fatih sebuah tangan sudah menghentikan Abi.
Abi menoleh ke arah kanannya dan terlihat Arga menatapnya dengan tatapan tajam.
"Kamu bisa untuk tidak cari gara-gara disini.Keluarga kami sedang berduka,kalau kamu masih mencari masalah silahkan pulang ".Ketus Arga dengan tatapan tajam ke arah Abi.
"Tapi bukannya dia yang harus di usir,pengacara songong ini mencari kesempatan untuk memeluk Arumi.Aku yakin Arumi tidak sadar akan apa yang di lakukan pengacara songong itu.Ini pelecehan Arga,kamu sebagai sepupu Arumi harusnya mencegah mereka.Kamu gak lihat tatapan orang-orang disini juga,Arumi kan sudah janda tidak enak dilihat orang dia peluk-pelukan dengan pria lain".Sahut Abi dengan panjang lebar.
Arga menatap sekitar,memang beberapa orang yang tidak mengetahui pernikahan kedua Arumi menatap Arumi dan Fatih dengan tatapan tanya melihat Arumi berpelukan dengan pria lain yang bukan suami.Padahal mereka saja yang tidak mengetahui.Iya sih pernikahan itu kan hanya dihadiri beberapa orang.
"Kalau kamu mau tahu kenapa Arumi tidak menolak dipeluk nanti saja setelah pulang dari pemakaman".Ujar Arga kemudian.
Abi mengerutkan dahinya,tidak mengerti apa yang diucapkan Arga.Biarlah nanti saja setelah pulang dari pemakaman dia akan menanyakan kembali kepada Arga.
...****************...
"Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu,Saya sebagai keponakan Abah juga sepupu Arumi hanya ingin memberitahukan beberapa hal.Saya mengetahui tatapan tanya dari Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu heran melihat Arumi dan pria di sampingnya.Saya sebagai keluarga besar tidak ingin disaat kami berduka akan ada ucapan yang tidak enak akan menjelaskan hubungan Arumi dan pria di sampingnya yang
bernama Fatih.Jadi Fatih Al-Ghani ini kemarin pagi sudah resmi menjadi suami Arumi.Pernikahan itu adalah permintaan terakhir Abah yang ingin melihat putrinya untuk menikah sebelum Abah meninggal.
Dan kemarin pagi telah diadakan akad nikah di rumah sakit.Pernikahan itu resmi secara agama dan negara karena juga berkas pernikahan untuk negara sudah selesai dan akad nikah itu juga dihadiri oleh kepala KUA.Saya akan menunjukkan buku nikah Arumi dan Fatih.Saya harap Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu tidak menyebarkan berita yang tidak benar tentang sepupu saya.Terimakasih atas perhatiannya".Ucap Arga dengan panjang lebar di halaman depan rumah Abah setelah selesai pemakaman.
Mumpung semua orang masih berkumpul di sana jadi lebih baik tetangga sekitar diberitahu tentang pernikahan Arumi.
"Oalah gitu toh.Pantas saya heran melihat Arumi yang mau saja dipeluk yang bukan keluarga".Ucap salah satu ibu-ibu.
__ADS_1
Abi yang juga mendengar pemberitahuan itu lantas tertegun,dia tidak menyangka mantan istri yang masih diharapkannya itu telah menikah kembali.Kesempatannya untuk rujuk dengan Arumi sudah hilang.