
Reza berusaha membebaskan Friska dengan membayar uang kepada oknum di kantor polisi yang syukurnya punya jabatan di kantor polisi itu.Meski Reza harus mengeluarkan uang hampir 200 juta untuk kebebasan Friska dan Dahlia.
"Hah akhirnya kita bebas juga Mama.Kali ini rencana kita harus lebih bagus lagi buat balas Arumi.Rencana lebih mulus hingga Arumi dan keluarganya gak akan sadar."Ujar Friska saat berada di halaman depan kantor polisi.
"Iya Friska,Mama gak sabar rasanya liat Arumi dan Mamanya menderita dan terpuruk.Terus sekarang kita kemana ? Kamu kan sudah diceraikan Abi."Ucap Dahlia yang mengingat mereka saat ini tidak memiliki tempat tinggal.
"Aku lupa Ma.Tapi pakaian dan barang-barang kita kan masih di rumah Mas Abi.Terpaksa kita ke sana untuk mengambil barang-barang kita Ma".Sahut Friska.
"Oh ya Reza mana ? Dia nganter kita kan.Mama gak ada uang kalau naik kendaraan umum."
"Kayaknya masih di dalam kantor polisi itu Ma.Kita tunggu di sini aja".
Tak lama kemudian,Reza datang menghampiri mereka berdua.
"Sudah selesai.Kalian berdua berhutang kepadaku.Jadi rencana kita ini harus berhasil."Ucap Reza ke arah Friska dan Dahlia.
"Ya tenang saja.Aku pastikan rencana kita ini akan berjalan lancar".
...****************...
Friska dan Dahlia sudah sampai di depan rumah Abi.Mereka berdua datang kesini untuk mengambil barang mereka yang masih tertinggal di dalam rumah Abi.
"Kok kayaknya sepi ya Fris ? Apa Abi gak ada di rumah ?".Tanya Dahlia saat melihat rumah Abi yang tampak sepi.
"Sepertinya Mas Abi di toko Ma.Apa kita ke toko aja ya,tapi ini sudah sore kayaknya Mas Abi bentar lagi juga pulang.Kita tunggu aja dulu Ma".Sahut Friska.
Mereka bertiga kemudian duduk di kursi teras rumah Abi.
"Aku dan Mama tinggal di mana Za ? Papa gak menerima kami lagi,aku dan Mas Abi sudah cerai."Tanya Friska pada Reza.
__ADS_1
"Kalian berdua ikut dengan ku tinggal di rumah yang ku tempati sekarang sampai misi kita berhasil".Jawab Reza .
Friska dan Dahlia tersenyum senang setidaknya mereka saat ini punya tempat tinggal.
Suara sepeda motor mengalihkan obrolan mereka bertiga.Yang datang menaiki sepeda motor itu adalah Abi.
Abi kaget saat melihat Friska dan Mamanya juga Reza ada dirumahnya.
"Kamu sudah bebas Friska ?".Tanya Abi dengan raut heran.
"Ya Mas.Reza menjamin kami untuk bebas.Aku kesini mau ngambil barang-barang ku dan Mama".Balas Friska dengan raut wajah yang menyiratkan kerinduan kepada mantan suaminya itu.
Friska memang mencintai Abi meski sekarang tujuannya adakah Fatih.Kalau bisa perempuan poliandri dia ingin sekali memiliki kedua pria itu.
Abi terdiam,dirinya kemudian membuka pintu rumah.Membiarkan ketiga orang yang menunggunya itu untuk masuk kedalam rumahnya.
"Oh ya Fris,barang-barangmu sudah aku pindahkan ke kamar Mama kamu.Jadi kamu gak perlu masuk ke kamar ku lagi."Ucap Abi sebelum mempersilahkan Friska dan Dahlia mengambil barang-barang mereka
Masih tak menyangka dirinya telah bercerai dari Abi.Padahal dirinya belum ada enam bulan menikah tapi dirinya sudah berstatus janda.
Friska dan Dahlia kemudian masuk ke dalam kamar yang mereka tempati.Terlihat koper Friska sudah terletak di atas kasur di kamar Dahlia.
Setelah barang-barang mereka sudah rapi di dalam tas dan koper,mereka berdua kemudian membawanya keluar dari kamar.
Di luar kamar terlihat Abi dan Reza yang sama-sama terdiam,sama sekali tak ada obrolan di antar kedua orang itu.
"Sudah ? Kalau begitu kalian keluar dari rumahku".Usir Abi langsung.
"Kamu gak usah sombong deh Bi,rumah ngontrak aja belagu.Awas aja kalau nanti kamu ngemis-ngemis ingin balikan sama Friska".Umpat Dahlia dengan sinisnya ke arah Abi.
__ADS_1
Abi tak membalas ucapan Dahlia itu.Dirinya segera membantu mengangkat barang-barang Friska dan Dahlia untuk di bawa ke luar rumah.Meski Reza memintanya untuk membawa barang itu ke mobil,tapi Abi enggan.
Setelah semua barang itu sudah di luar,Abi segera menutup pintu rumahnya.Dan menguncinya dari dalam takut Friska dan Dahlia menerobos masuk.
"Si Abi sudah miskin belagu lagi."Ucap Dahlia sinis.
Mereka bertiga kemudian pergi dari rumah Abi.
...****************...
{Ga,Friska dan Mamanya sudah bebas.Aku minta kamu beritahu Fatih dan Arumi untuk waspada.Aku yakin mereka pasti akan bikin ulah lagi kepada Arumi dan keluarganya}.
Isi pesan dari Abi masuk ke dalam ponsel Arga.
Saat ini Arga masih berada di rumah Abah.
Arga segera memberitahu isi pesan Abi kepada Fatih yang saat ini duduk di sampingnya.
"Aku memang yakin mereka bertiga akan menempuh jalan ini untuk bebas.Setelah mereka tidak bisa meyakinkan Arumi untuk membebaskan Friska dan Mama Dahlia.Mereka akan memberikan uang sebagai jaminan untul kebebasan Friska dan Dahlia."Ujar Fatih yakin.
"Sekarang yang harus kita pikirkan apa yang harus kita lakukan kalau mereka berbuat ulah".Ucap Arga.
"Aku yakin Ga,mereka gak akan dengan beraninya muncul dan marah-marah sama Arumi.Aku yakin mereka berdua yaitu Friska dan Dahlia akan berpura-pura baik dan meminta belas kasihan Arumi.Bahkan mungkin dengan keadaan Friska yang hamil mereka akan datang dengan berakting tidak memiliki uang dan meminta Arumi memberikan mereka pekerjaan.Saat Arumi lengah Reza akan bertindak dan akan mencoba merebut perhatian Arumi.Saat itu Friska akan datang untuk menggoda ku.Itu analisa ku untuk rencana mereka ke depan".Ujar Fatih dengan wajah serius.
"Aku malah takut kalau mereka merencanakan untuk menculik Arumi atau Lia atau bahkan Mamah Fitri untuk mereka memberikan surat pengalihan harta yang dimiliki Arumi dan Mamah.Itu yang harus kita waspadai".Lanjut Fatih memberikan analisanya.
"Kalau mereka menculik Arumi aku yakin malah mereka yang babak belur.Tapi kalau Lia atau Bibi Fitri aku takut.Yang harus kita waspadai tujuan mereka ke Lia atau Bibi.Kita harus mengungsikan mereka berdua,tanpa Friska dan komplotannya sadari".Ujar Arga.
"Arumi membuat mereka babak belur ? Maksudnya apa Arga ?".Tanya Fatih heran mendengar ucapan Arga yang aneh.
__ADS_1
"Hehehehe kamu gak tahu ya,istri kamu itu sangar.Dia dari kecil sudah diajari bela diri sama Kakek juga Om Arif.Dia bahkan lebih jago bela diri dari pada aku.Bahkan dia bisa ilmu tenaga dalam.Kamu tahu saat pertama kali Abi bertemu Arumi adalah saat Arumi membantu Abi yang di begal.Begal itu malah sempat menebaskan pedang katana kepada Arumi.Tapi Arumi sama sekali tak merasa sakit."Jawab Arga dengan tertawa.
Fatih hanya tertegun mendengar ucapan Arga yang menurut Fatih tidak mungkin mengingat Arumi yang tampak lembut