AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 81


__ADS_3

"Kenapa Om ?"Tanya Arga penasaran kenapa Rifki tampak cemas.


Rifki menghela nafas,dia kemudian menatap Arumi.Arumi menatap Omnya itu dengan pandangan heran juga penasaran.


"Kenapa Om ?".Tanya Arumi melihat Rifki hanya terdiam dan menatapnya seperti ingin memberitahukan sesuatu.


"Om mau ke rumah sakit.Mamanya Friska kecelakaan.Kalau begitu Om pamit dulu".Ucap Rifki kemudian pamit.


Arumi mengerutkan dahinya,bukannya Dahlia ada di rumah sakit jiwa ? Kecelakaan apa ? Ditabrakkah ?.


Dering ponsel Fatih berbunyi,Fatih membuka ponselnya yang tertera kantor polisi.


"Ya Halo ?"Ucap Fatih saat mengangkat telepon yang masuk.


"Apa ? Kalau begitu saya dan istri saya akan kesana."Ucap Fatih terlihat kaget.


Arumi menatap Fatih dengan raut wajah penasaran.Siapa yang menelepon suaminya itu ? Dan apa yang terjadi hingga namanya juga disebut Fatih ?.


"Rumi ayo kita berangkat.Kita susul Om Rifki ke rumah sakit."Ajak Fatih.


"Apa yang sebenarnya terjadi Fatih ? Benar Mamanya Friska masuk rumah sakit karena kecelakaan ?".Tanya Fitri kepada menantunya itu.


"Benar Mah,sepertinya Bibi Dahlia kabur tapi karena kondisinya begitu hingga berjalan tak melihat kanan kiri hingga tertabrak mobil boks yang melaju.Itu yang diberitahu polisi yang menelepon aku tadi Mah.Aku dan Arumi mau memastikannya dulu Mah"Jelas Fatih kepada Fitri dan juga yang lainnya.


"Innalillahi,apa kondisi Dahlia memang parah Fatih ? Maksud Mamah kejiwaannya."Tanya Fitri lagi.

__ADS_1


"Sepertinya memang parah Mah.Bibi Dahlia terkadang berhalusinasi kalau Friska masih hidup.Juga seringkali bertingkah yang menyakiti orang terdekatnya.Kalau begitu Fatih dan Arumi berangkat dulu ke rumah sakit ya"Pamit Fatih menggandeng Arumi yang berdiri di sampingnya.


...****************...


"Om"Panggil Arumi melihat Rifki yang berdiri di depan IGD rumah sakit tempat Dahlia di periksa.Tampak di sana juga berdiri beberapa polisi.


Rifki mengalihkan kepalanya ke arah kiri,melihat Arumi dan Fatih yang gegas mendekatinya.


"Gimana keadaan Bibi Dahlia Om ?"Tanya Fatih sesampainya mereka berdua di depan Rifki.


"Om belum tahu,Dokter belum ada yang keluar yang memeberitahu kondisi Mamanya Friska"Jawab Rifki tampak lemas.


"Om duduk aja kalau lemas begitu.Gak usah berdiri"Ucap Arumi mengarahkan Rifki untuk duduk di kursi tunggu itu.


"Om kaget mendapat telepon dari salah satu tetangga rumah Om yang juga ada di tempat Bibimu kecelakaan.Om gak nyangka Bibi mu bisa kabur dari rumah sakit"Ucap Rifki menundukkan kepalanya.


Fatih berjalan mendekati polisi yang juga berjaga di depan IGD itu.Fatih kembali bertanya kronologi terjadinya kecelakaan yang menimpa Dahlia.


"Bu Dahlia saat itu sedang diberikan obat,tapi perawat yang datang saat itu sakit perut,dan pergi tanpa menutup pintu ruang rawat Bu Dahlia.Hingga Bu Dahlia keluar dari rumah sakit yang entah kenapa saat kejadian itu tampak sepi,petugas keamanan juga saat itu tak ada di tempat hingga memudahkan Bu Dahlia keluar.Kecelakaan itu tepat terjadi di depan rumah sakit jiwa karena kondisi lalu lintas memang ramai saat itu.Kondisi Bu Dahlia yang linglung membuat Bu Dahlia ditabrak dari belakang oleh mobil boks yang melaju kencang"Jelas salah satu polisi yang mengetahui kronologi kecelakaan Dahlia.


"Apa kejadian itu terekam oleh CCTV ?"Tanya Fatih.


"Ya semua kejadiannya terekam kamera CCTV rumah sakit juga CCTV jalan".Sahut petugas polisi itu.


Fatih menggangukkan kepalanya tanda mengerti.

__ADS_1


Pintu ruang IGD itu terbuka,menampilkan salah satu Dokter yang menatap kepada mereka yang duduk di depan IGD itu.


"Keluarga Bu Dahlia ?"Tanya Dokter itu.


"Saya Dok,saya suaminya Bu Dahlia"Jawab Rifki yang berbohong,meski dirinya dan Dahlia memang telah bercerai secara agama tapi dari pengadilan belum ada keputusan.


"Saya menyampaikan bahwa nyawa Bu Dahlia


tak dapat kami selamatkan.Karena luka di kepala yang cukup parah,juga patah tulang rusuk yang cukup tajam menusuk organ hati hingga membuat kondisi Bu Dahlia sangat parah saat dibawa ke rumah sakit.Jenazah Bu Dahlia akan segera kami bersihkan.Mohon ditunggu"Ucap Dokter itu.


Rifki kembali terduduk di kursinya,lututnya lemas mendengar mantan istrinya sudah pergi untuk selamanya menyusul putri satu-satunya mereka.Air matanya mengalir,meski dirinya kecewa kepada Dahlia tetap saja rasa cintanya pada mantan istrinya itu masih ada.


Arumi menatap Fatih dengan air matanya yang juga mengalir,meski Arumi membenci Dahlia tapi tetap saja dirinya tak menginginkan kejadian seperti ini menimpa orang yang dikenalnya.Fatih mengelus punggung Arumi yang tampak shock mendengar Dahlia sudah meninggal.


"Apa salah Om Rumi,hingga Om harus kehilangan putri juga istri Om.Belum lama Om merasakan kehilangan atas meninggalnya Friska sekarang Om juga harus kehilangan Mamanya.Maafkan Friska juga Bibi mu ya Rumi"Ucap Rifki terus menundukkan kepalanya dengan air mata yang terus saja mengalir.


"Bukan salah Om.Rumi juga minta maaf,kalau saja Rumi tidak memenjarakan Bibi dan Friska mungkin saja kejadian ini tidak akan terjadi."Ujar Arumi menyesal.


"Bukan salahmu Rumi,itu memang harus dilakukan untuk menyadarkan juga memberikan efek jera pada Friska dan Mamanya.Apalagi dengan adanya Reza pasti mereka melakukan kejahatan padamu dan keluarga kecilmu.Ini salah Om karena tidak bisa tegas dari dulu pada Friska dan Dahlia"Ucap Rifki.


...****************...


Jenazah Dahlia sudah diletakkan di ruang tengah rumah Rifki.Jenazah Dahlia tidak dikeluarkan dari peti mati itu karena kondisi Dahlia yang penuh luka hingga darah terus saja keluar dari tubuhnya.Meski Dokter sudah menjahit luka itu untuk menghentikan darah yang keluar tapi tetap saja darah terus saja mengalir.Bahkan karena banyaknya darah yang mengalir hingga kain kafan yang awalnya putih itu berubah menjadi merah.


Padahal di rumah sakit,jenazah Dahlia sudah dimandikan.Tapi karena kondisi begini,jenazah itu kembali dimandikan juga digantikan kain kafan yang baru.Tapi tetap saja darah Dahlia terus saja mengalir.

__ADS_1


Pemakaman Dahlia berjalan dengan cepat,orang-orang cukup banyak yang datang.Meski masih ada saja omongan yang tidak bagus terdengar apalagi kabar kondisi Dahlia makin berhembus kencang.Orang-orang bilang itu azab pada Dahlia yang sombong dan seringkali mencari masalah pada tetangga juga keluarganya.


Arumi terus saja beristigfar dalam hatinya mendengar banyaknya orang yang datang mengunjing Dahlia.Dirinya menatap kasihan pada Omnya tersungkur di samping makam Dahlia.Dahlia dimakamkan disamping makam Friska.


__ADS_2