
Tanpa menunggu tanggapan Friska dan Ibunya,Arumi beranjak pergi bersama Abah Arif dan Fatih ke ruang kerja nya.Dia ingin berdiskusi dengan Fatih sebagai kuasa hukumnya.
Dahlia dan Friska yang ditinggalkan oleh ketiga orang itu pun juga berdiskusi apa yang akan mereka lakukan saat ini ? Ancaman Arumi yang akan memenjarakan mereka,membuat hati kedua orang itu ketakutan.Mereka tahu Arumi tidak akan main-main dengan ucapannya.
"Ma ini gimana dong ? Aku gak mau masuk penjara Ma !".Ucap Friska yang ketakutan.
"Kamu pikir Mama gak takut apa ? Mama juga takut.Kamu coba pikirkan gimana cara nya agar kita gak masuk penjara !".Sahut Dahlia yang juga tidak kalah takutnya.
Friska pun mulai memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk bisa lolos dari hukuman penjara.
"Apa kita minta Mas Abi aja ya buat membujuk Arumi untuk tidak melaporkan kita ? Mas Abi kan Ayah nya Lia,putri mereka berdua,jadi kalau Mas Abi meminta Arumi untuk mencabut laporan nya pasti Arumi akan setuju.Gimana menurut Mama ?".Salah satu rencana itu terpikir oleh Friska.
"Kamu yakin ? Iya kalau Arumi nurut,kalau gak ? Arumi itu cuma nurut sama orang tua nya,kalau memang Arumi nurut sama Abi,maka dia gak akan menceraikan Abi.Arumi itu orangnya keras,dia gak akan semudah itu menyetujui permintaan Abi".Bantah Dahlia yang kurang setuju dengan rencana Friska.
"Terus apa dong Ma ? Cuma itu rencana yang terpikir di kepala ku".Kata Friska yang mulai frustrasi.
"Apa kita minta Papa aja ya ? Dia kan Om nya Arumi,adik Abah nya.Kalau Abah meminta Arumi untuk mencabut laporan nya pasti Arumi akan setuju.Tapi Mama khawatir melihat kemarahan Mas Arif seperti nya juga akan susah membujuk mereka".Pikir Dahlia.
"Mama sih tadi nyuruh aku kesini.Jadi nya kan begini".Friska mulai menyalahkan Mama nya.
"Kamu lah,ngapain juga kamu undang Arumi,Sudah lah kita gabung saja rencana kita tadi.Mama nelepon Papa kamu nelepon Abi.Siapa tahu salah satu diantara nya ada yang berhasil membujuk Arumi".
__ADS_1
Friska pun setuju dengan rencana Mama nya itu.Dahlia pun kemudian menelepon suami nya,Friska juga menelepon Abi.
...****************...
"Laporan nanti akan aku buat setelah makan siang.Kamu yakin melaporkan Bibi kamu dan sepupu kamu itu ?".Tanya Fatih kepada Arumi di ruang kerja Arumi.
"Iya Kak.Aku yakin,aku gak tahu lagi gimana bikin mereka nyerah cari gara-gara denganku".Jawab Arumi.
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu menginterupsi pembicaraan Fatih,Arumi,dan Abah Arif.
Suara pintu terdengar terbuka,menampilkan salah satu karyawannya juga di belakangnya berdiri Om Rifki,Abi,Dahlia dan juga Friska.
Keempat orang itu pun duduk di sofa panjang di ruang kerja itu.Fatih yang tadi nya duduk di sofa panjang itu pun pindah ke samping Abah Arif.
"Arumi,Om minta maaf sekali.Om gak tahu kalau Bibi dan sepupu mu membuat keributan
di restoran mu ini.Om merasa malu kepada Abah dan juga kamu.Om minta maaf sekali lagi".Rifki menundukkan kepala nya kearah Arumi dan Abah Arif.Dia merasa malu sekali atas kelakuan istri dan putri nya.
"Om gak perlu minta maaf,Om gak salah jadi bukan Om yang harusnya minta maaf.Aku juga mau minta maaf Om,aku harus melaporkan istri dan putri Om.Aku gak bisa lagi untuk maklum atas kelakuan mereka berdua.Aku dirugikan atas kejadian ini Om."Sahut Arumi kepada Om nya itu.
__ADS_1
Rifki kemudian menyuruh istri dan putrinya itu untuk minta maaf.Dahlia dan Friska tampak keberatan untuk minta maaf kepada Arumi.
"Jangan dipaksa Rifki.Aku gak mau permintaan maaf yang terpaksa.Ujung-ujung nya melakukan sesuatu hal yang lain kepada putriku.Aku benar-benar marah melihat istrimu dan juga putrimu dari dulu selalu saja membuat Arumi kesusahan.Dan sekali ini aku tidak akan menolelir lagi kesalahan mereka.Aku harap kamu mengerti Rifki".Ucap Abah Arif.
"Bang,bisakah sekali ini saja untuk tidak membawa kasus ini ke polisi.Tetap saja mereka adalah saudara Arumi juga.Tolong maafkan lah kesalahan mereka kali ini".Pinta Rifki dengan wajah memelas nya ke arah Arif dan juga Arumi.
"Maaf Om,aku gak bisa.Kesalahan mereka yang dulu saja itu sudah sangat besar.Sekarang mereka membuat dua kesalahan lagi untuk membuat ku menderita.Cukup lah dengan dia selingkuh dengan Mas Abi aku telah memaafkannya,tapi untuk saat ini maaf banget Om aku gak bisa".Sahut Arumi dengan tegas.
"Arumi,Mas minta maaf.Mas sama sekali gak tahu kelakuan Friska.Mas juga meminta untuk tidak melaporkan hal ini".Sekarang giliran Abi yang membujuk Arumi untuk mencabut laporan nya.
"Gak Mas.Aku gak bisa,Mas gak tahu saja apa yang telah istri baru Mas ini lakukan kepada ku.Asal Mas tahu ibu mertua dan istri Mas ini,11 tahun yang lalu membuat fitnah kepada ku dengan video seolah aku melakukan hal mes*m.Video itu tersebar dan orang-orang itu beranggapan pemeran wanita nya adalah aku.Aku hampir terancam dikeluarkan dari sekolah karena perbuatan mereka berdua.Tahu siapa pemeran wanita nya ? Pemeran nya adalah istri Mas yang saat itu masih berumur 13 tahun.Untung saja saat itu dia masih dibawah umur saat aku laporkan ke kantor polisi".Ungkap Arumi membuat Abi terkejut.
Abi memang sama sekali tidak tahu apa yang terjadi antara kedua sepupu yang tidak akur itu.Dikira Abi hanya pertengkaran biasa antara sepupu.
Abi menoleh ke arah Friska dengan tatapan menuntut penjelasan.Friska yang sadar ditatap begitu oleh Abi hanya menunduk malu.Bukan hanya kepada Abi dia merasa malu,tapi kepada Fatih yang juga ada di ruangan itu.
"Maaf Mas gak tahu.Kalau begitu terserah kamu saja Arumi.Mas akan dukung apa pun yang akan kamu lakukan".Ucap Abi.
Ucapan Abi itu membuat Dahlia dan Friska melotot merah mendengarnya.Mereka pikir dengan kedatangan Abi bisa membuat Arumi berubah pikiran,yang ada malah Abi yang dukung apapun yang dilakukan Arumi.
"Baiklah Arumi.Om mengerti apa yang kamu inginkan.Maafkan Om yang tidak bisa mendidik istri dan putri Om.Sekarang dihadapan kalian semua hari ini saya akan menjatuhkan talak kepada istri saya yang bernama Dahlia Adiningrum.Detik ini Dahlia bukan lagi istri saya".Ucapan talak dari Rifki membuat semua orang di ruangan itu terkejut.
__ADS_1