
"Sayang,lusa kamu mau nemanin aku kan ke reuni ? Kamu datang sama aku kan ?".Tanya Fatih sesaat memasuki kamarnya bersama Arumi.
Fatih sibuk beberapa waktu ini,tapi Fatih berusaha meluangkan waktunya untuk Arumi yang sekarang hamil muda.
"Lusa ini ya Kak waktunya reuni.Hmm aku tanya Rania dulu Kak apa dia datang atau gak ? Biar aku ada temannya di sana."Ucap Arumi meraih ponselnya untuk menghubungi Rania.
Arumi dan Rania sudah jarang ada waktu bersama.Apalagi dengan kesibukan Arumi juga Rania.Terakhir kali mereka bertemu adalah saat tahlilan meninggalnya Abah.
{Nia,kamu datang reunian ? Kak Fatih ngajak aku,tapi aku malas kalau kamu gak ada.Kan aku gak terlalu dekat sama teman sekolah kita yang lain}.Pesan Arumi terkirim pada Rania.
{Datang dong,kamu juga datang aja.Aku kangen sama sahabat aku yang sibuk ini}Balas Rania.
"Rania bilang dia datang Kak.Ya udah aku ikut aja Kak,aku sudah lama gak ketemu Rania".Ucap Arumi kepada Fatih yang baru keluar dari kamar mandi membersihkan dirinya setelah pulang bekerja.
"Iya Sayang,memangnya sama teman kamu yang lain kamu gak dekat ?".Tanya Fatih penasaran.
Seingatnya dulu memang Arumi seringnya selalu terlihat bersama Rania juga teman satunya lagi.
"Gak Kak.Bukannya aku gak mau berteman tapi aku gak cocok berteman sama mereka.Mereka suka manfaatin aku,apalagi di belakangku juga suka membicarakan keburukanku.Rania berbeda,aku tahu dia selalu tulus bersahabat denganku.Aku pun tulus bersahabat dengannya.Lagi pula aku gak perlu teman yang banyak tapi bikin aku gak nyaman berteman."Ujar Arumi
Fatih membaringkan badannya di samping Arumi,kepala Arumi diletakkan di lenganya.Tangannya yang satu lagi diletakkannya di atas perut Arumi dan mengelus perut Arumi yang masih rata.
Arumi memejamkan matanya,menikmati elusan tangan Fatih di perutnya.
"Nanti di sana kita sebentar aja,cukup setor muka aja.Aku gak enak kalau gak datang apalagi teman-teman sudah mewanti-wanti aku untuk datang"Ucap Fatih.
__ADS_1
Arumi tak membalas ucapan Fatih itu,Arumi sudah terlelap tidur.
...****************...
Dua hari kemudian....
Arumi lagi membongkar isi lemarinya untuk mencari pakaian untuk menghadiri reuni ini.Fatih tadi sempat menawarinya untuk ke butik membeli gamis abaya tapi Arumi menolaknya.Tak perlu lah membeli pakaian baru hanya untuk memakainya sebentar.Lagi pula masih banyak pakaiannya,bahkan yang belum dipakai Arumi juga banyak.
Akhirnya setelah membongkar isinya dalam waktu dua jam akhirnya Arumi mendapatkan gamis abaya yang akan dipakainya malam nanti.
Gamis Abaya dengan kain chiffon dengan warna maroon tapi ada sentuhan emas membuat penampilan Arumi sangat cantik.Tak lupa dengan polesan make up yang simple tapi tetap memancarkan kecantikan Arumi.
"Wah kayaknya aku salah masuk kamar nih.Masa' aku masuk kamar yang ada bidadarinya".Celetuk Fatih saat memasuki kamarnya.
Waktu menunjukkan jam tujuh,sedangkan reuninya berlangsung jam delapan.Reuni ini diadakan di sebuah ballroom hotel yang di sewa oleh panitia reuni.
"Baiklah Sayang,Kamu cantik banget sih.Hah kalau aja aku gak janji sama Haris untuk datang,aku lebih memilih menghabiskan waktu di ranjang sama kamu.Rasanya gak rela banyak laki-laki yang menatap wajah cantikmu Sayang"Ujar Fatih berlalu ke kamar mandi setelah mengecup pipi Arumi yang sekarang mulai chubby.
Arumi terkekeh melihat tingkah Fatih,Arumi segera menyiapkan baju yang akan dipakai Fatih.Dengan kemeja berwarna maroon yang senada dengan gamis Arumi.Tak lupa dengan jas hitam juga dasi warna hitam pasti akan membuat Fatih makin terlihat tampan.
...****************...
Arumi dan Fatih sudah sampai di pelataran gedung hotel tempat diadakannya reuni SMA.Arumi turun dari mobil setelah pintu mobil dibuka oleh Fatih.Fatih memberikan kunci mobilnya pada petugas parkir valet.
Beberapa orang yang ikut reuni itu mengenal Fatih menyapa pria itu.Beberapa kali tatapan mereka arahkan pada Arumi yang terlihat sangat cantik.Para pria itu curi-curi pandang pada Arumi membuat Arumi merasa risih.Para wanita yang melihat idola semasa mereka SMA mengandeng perempuan menatap Arumi dengan pandangan iri juga benci.Mereka berharap Fatih datang sendiri tanpa membawa perempuan untuk digandeng.
__ADS_1
Mereka heran melihat Fatih yang sekarang datang menggandeng perempuan.Sudah beberapa kali diadakannya reuni,Fatih selalu datang sendirian.Mereka tidak mendengar kalau Fatih sudah memiliki pacar atau istri.
Kedatangan Arumi bersama Fatih menjadi sorotan di acara itu.Apalagi melihat Fatih yang sangat perhatian pada Arumi membuat beberapa wanita cukup histeris.Mereka berharap disini bisa menarik perhatian Fatih,tapi apa daya Fatih ternyata datang bersama perempuan yang cantik,bahkan lebih cantik dari semua perempuan yang datang.
"Wih Fatih datang bawa cewek.Gila ! Kesambet apaan kamu Fatih bisa bawa cewek cantik.Hmm aku seperti mengenalnya tapi aku lupa."Ucap salah satu teman Fatih yang bernama Wahyu.
"Iya loh,tapi mirip Arumi tapi dengan versi lebih cantik"Ucap Haris salah satu sahabat Fatih.
"Memang Arumi"Jawab Fatih dengan santai.
"Hah ?"Kompak semua teman yang berdiri bersama Fatih dan Arumi.Karena suara keras para pria itu,semua orang di ballroom itu menoleh ke arah mereka.
"Ini Arumi ? Wow makin cantik aja."
"Jaga mata ya,ini istriku"Ucap Fatih tak suka melihat teman-temannya menatap Arumi dengan lekat.
"Istri ? Kapan nikahnya woy,kita sahabatmu masa' gak diundang"Protes Haris.
"Kami sudah nikah tiga bulan yang lalu.Kami memang belum mengadakan resepsi hanya akad aja.InsyaAllah kalau gak ada halangan resepsinya akan diadakan sebulan lagi.Kalau undangannya sudah tersedia akan aku kirimkan pada kalian."Ujar Fatih
Perbincangan Fatih dengan teman-temannya juga Arumi terlihat seru dan menyenangkan.Tapi tanpa Fatih dan Arumi sadari seorang wanita berambut pirang dengan pakaian dengan belahan dada juga belahan paha yang terlihat membuatnya terlihat seksi.
Wanita yang berdiri di sudut ballroom itu menatap ke arah Arumi dan Fatih dengan tatapan benci.Dia datang dari luar negeri ingin mengejar cinta Fatih,ternyata Fatih datang bersama perempuan lain.Dengan tangan mengepal kuat,wanita cantik dengan penampilan seksinya berjalan anggun menuju Fatih dan Arumi yang sedang asyik berbincang dengan teman-teman Fatih.
"Hai Fatih,masih kenal aku ?"
__ADS_1
Fatih menoleh pada wanita yang berdiri di sampingnya.Fatih mengerutkan dahinya berusaha mengingat siapa wanita itu,Arumi mengangkat alisnya sebelah menatap wanita yang terlihat berbahaya itu.Alarm Arumi sebagai istri sah berbunyi kencang di otak Arumi.Menghela napas kasar,baru saja satu masalah selesai,sekarang ada lagi calon pelakor yang menantangnya.