AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 38


__ADS_3

"Apa sih Nia ? Ngaco aja kalau ngomong.Sudah deh sudah jam sembilan malam kalian pulang aja,Lia juga mau tidur".Bukan maksud Arumi mengusir tamu,tapi sekarang sudah lewat waktu tidur Lia.


"Ya deh yang malu-malu.Tapi aku serius loh kamu pertimbangin Mas Fatih.Aku gak mau lagi liat dia nangis-nangis seperti tujuh tahun lalu".Rania masih saja menggoda kedua orang itu.


"Nia ! Mulutmu aku plester loh ya !".Fatih yang wajahnya juga tak kalah merah akhirnya menyuruh Rania menghentikan mulut nya yang semakin membuka aib Fatih.


Rania tertawa saja melihat tingkah malu-malu orang dewasa di depan nya ini.


Akhirnya setelah godaan Rania yang masih saja berlanjut ketiga orang itu pun pamit pulang.


...****************...


Friska terganggu tidur nya ketika suara dari ponselnya terus berbunyi.Dari kemarin malam sih sebenarnya ponselnya terus berbunyi,tapi karena kemarin capek mengurus acara pernikahan nya juga dirinya yang sedang mengandung jadi semalam dirinya cepat tertidur.


Friska pun terbangun dan mengambil ponselnya yang terletak di meja kecil samping tempat tidur nya.


Muka nya heran melihat banyaknya notifikasi di sosial media nya.Friska segera mengecek apa yang terjadi di media sosialnya itu.


Mata nya terbelalak saat akunnya terbuka dan menampilkan banyaknya hujatan ke arahnya.Friska yang heran terus saja mencari tahu apa yang terjadi sehingga akun nya banyak diisi komentar menghujat.


Friska hampir saja serangan jantung saat melihat video kejadian kemarin yang berisi dirinya dan Arumi yang berdebat saat acara akad nikah nya dengan Abi.


"Si*lan ternyata kejadian kemarin ada yang merekamnya dan mengupload nya ke sosial media.Aku jadi nya banyak yang ngehujat.Nyesel aku jadi nya ngundang itu perempuan murahan,kirain bisa lihat dia nangis-nangis melihat mantan suami tercinta nya lebih memilih aku.Eh ternyata dia malah lebih kuat dan malah nyerahin dengan senang hati Mas Abi.Si*l semua rencanaku gak ada yang berhasil.Aku pengen banget lihat Arumi tua itu menderita".Umpat Friska.


Friska yang baru sadar diri nya hanya sendiri di kamar ini.Bahkan sprei tempat Abi seharusnya berada tampak rapi.

__ADS_1


Friska akhirnya mengingat kemarin saat acara selesai,dirinya langsung masuk kamar tanpa mengajak Abi.Memang saat ini Friska masih menginap di rumah orang tua nya karena Abi juga tidak ada mengajak nya ke rumah yang Abi tempati saat ini.


Jujur saja Friska juga malas kalau dia tinggal di rumah kontrakan kecil.Dia ingin nya bisa tinggal di rumah mewah seperti Arumi,kalau bisa rumah Arumi lah tempat tinggalnya.


Friska pun turun dari kasur dan melangkah ke luar dari kamarnya.Dia penasaran Abi tidur dimana.


"Ma,mana Mas Abi ?".Tanya Friska saat melihat Mama nya sedang memasak di dapur.


"Loh kok tanya Mama.Ya Mama mana tahu kamu kan istri nya".Sahut Dahlia.


Friska pun meninggalkan dapur dan terus mencari Abi ke semua sudut rumah tapi tetap saja batang hidung Abi sama sekali tidak kelihatan.


Friska pun kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya supaya bisa menghubungi Abi.


Tujuan Friska mencari bukan karena tidak bisa di tinggal suami nya itu,tapi karena dirinya ingin meminta uang untuk dirinya bisa shopping dan ke salon.


Apalagi kekesalan Friska makin memuncak,melihat notifikasi yang berisi komentar hujatan ke arahnya.


Friska dengan wajah marahnya keluar dari kamar menuju dapur untuk mengadu kepada Ibunya.


"Ma ! Coba lihat ini Ma,ternyata pertengkaran kita dengan Arumi ada yang merekamnya dan mengupload nya ke media sosial.Akun ku sudah banyak komentar hujatan.Ini gimana dong Ma !".Adu Friska saat sudah berada di samping Mama nya.


"Ada yang ngerekam ? Terus kamu di hujat ? Ini gak bisa dibiarin,masa putri Mama yang cantik ini dihujat".Dahlia pun menghentikan kegiatannya yang sedang memasak dan melihat ponsel yang disodorkan oleh Friska.


Dahlia yang melihat video saat perdebatan nya dengan Arumi sontak wajahnya memerah karena marah.Apalagi di postingan itu banyak komentar yang menghujat putrinya dan juga dirinya.

__ADS_1


"Ini gak bisa dibiarin.Ayo kita labrak Arumi dan akan Mama hancurkan muka nya yang sok cantik itu".


...****************...


TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu terdengar oleh Arumi yang sedang sibuk di dalam ruangan kerja nya di restoran.


"Masuk !".


Pintu pun terdengar di buka,Arumi menaikkan wajahnya yang tadi menunduk ke arah kertas laporan.


"Maaf Bu,di depan ada orang yang dari tadi teriak-teriak nyuruh Ibu keluar dan menemui nya.Para pelanggan kita tampak terganggu dengan suara teriakan mereka.Apa Ibu bisa keluar dan menghentikan mereka ?".Ucap salah satu karyawan Arumi.


Arumi menghela napas pelan,dirinya sudah menebak siapa yang telah membuat keributan di restoran nya itu.Siapa lagi kalau bukan duo mak lampir yang dari kecil selalu mengusik nya.


Sebelum keluar dan menemui duo lampir itu,Arumi menghubungi Abahnya untuk menemui duo lampir itu.Bukan tidak berani,tapi Si busuk Dahlia hanya takut kepada Abahnya itu.Juga Arumi menghubungi Fatih,karena sesesuai ucapan nya kemarin,sekali lagi mereka mengusiknya dia gak akan segan lagi untuk meneruskan laporan kasus yang lalu juga kasus yang baru.Tentu saja kejadian ini akan dilaporkan Arumi untuk menjebloskan duo lampir itu.


Setelah selesai menghubungi kedua pria itu,Arumi pun keluar dan menemui duo lampir yang terus saja berteriak memanggilnya.Kedua orang itu memang ngefans sekali kepada Arumi.


Arumi yang sudah turun dari lantai dua,melihat suasana yang terjadi di restorannya itu.Beberapa pelanggan ada yang terusik juga ada yang malah asyik menonton pertunjukan yang dilakukan duo lampir itu.


Arumi pun melangkah menuju ke arah ke dua mak lampir itu.


"Mau apa kalian disini ?".Tanya Arumi

__ADS_1


"Oh disini kamu perempuan murahan,maksud kamu apa ngupload video kemarin di rumah saya ke media sosial ? Bikin saya sama anak saja dihujat.Kenapa gak kamu saja yang dihujat,seorang istri tapi gak becus jaga suami nya.Kamu iri ya karena Friska yang menggantikan posisi kamu jadi isteri Abi ?".Umpat Dahlia dengan suara kerasnya.


"Hahahaha Apa Iri ? Ngapain banget iri sama anak kamu yang murahan itu.Hey ngaca Dahlia ! Bukan aku yang murahan tapi anak kamu ini.Di umur nya yang masih tiga belas tapi dia sudah bisa menjajakan diri nya.Dan sekarang jadi pelakor.Aku kan sudah bilang ambil saja Abi,makan tuh burung".


__ADS_2