AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 21


__ADS_3

Flashback SMA


*Arumi berjalan menuju ruang guru untuk bertemu Pak Hutagaol.Tadi saat dikelas,Pak Hutagaol memintanya untuk pergi ke ruang guru menemuinya setelah jam pulang sekolah.


Saat memasuki ruang guru,bukan hanya dirinya ternyata yang datang untuk menemui Pak Hutagaol.Ada sepuluh orang yang sekarang berdiri di depan meja Pak Hutagaol termasuk Arumi.


"Arumi sudah datang,sekarang sudah lengkap orangnya.Jadi Bapak meminta kalian datang kesini,tahu lah kalian ya kan Pak Darman,Kepala Sekolah SMA 1 ini sudah akan pensiun bulan depan.Jadi untuk membuat perpisahan,Bapak minta lah sama kalian untuk berpartisipasi untuk memeriahkan acara perpisahan Pak Darman.Fatih karena kau ketua osis,tahu lah kau tugas mu kan tanpa Bapak kasih tahu lagi.Pokoknya kau buat lah acara ini berjalan lancar.Kau bagi tugas lah buat anggota osis yang lain menurutmu yang mampu menjalankan tugasnya.Yolanda kamu jadi MC bersama Arumi".


Arumi kaget saat disuruh jadi pembawa acara.Gimana bisa dirinya yang disuruh.


"Pak,saya gak bisa jadi MC Pak.Saya juga bukan anggota osis.Pak bisa gak saya gak ikut ? Saya jadi penonton saja".Arumi langsung memohon kepada Pak Hutagaol untuk tidak menjadikan dirinya menjadi MC.


"Tak bisa Arumi,pokoknya Bapak mau kau jadi MC nya.Besok kalian datang lah ke ruang guru ini,untuk berlatih untuk acara perpisahan yang akan diadakan dua minggu lagi."Pak Hutagaol tetap dengan keputusannya yang meminta Arumi menjadi pembawa acara.


Arumi merasa lemas.Dia paling tidak suka jadi sorotan orang-orang.


Arumi keluar dari ruangan itu bersama yang lain.Diantara 9 orang yang berkumpul bersamanya tadi,tak seorang pun yang dikenalnya.Apalagi kebanyakan dari mereka adalah kakak kelasnya terlihat dari simbol sekolah.


Arumi yang sedang melamun tak melihat jalan di depannya.Hingga tak sengaja menabrak seseorang yang tiba-tiba berhenti*.


Brukkkk


"*Aduhh".Arumi merintih kesakitan.


Arumi mengusap hidungnya yang terasa sakit karena menabrak punggung kokoh didepannya.


"Kamu gak apa-apa ?".Suara bariton terdengar dari orang di depannya ini.Yang ternyata seorang laki-laki.


"Gak apa-apa Kak.Maaf Kak saya yang melamun tadi".Arumi bergegas pergi tanpa melihat wajah laki-laki yang menabraknya itu.


Laki-laki yang ternyata Fatih itu terus menatap punggung Arumi yang sekarang berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang.

__ADS_1


"Kamu gak apa-apa Fatih ? Mana yang sakit ? Dasar itu perempuan songong,gak lihat-lihat siapa yang ditabraknya.Cewek centil itu Fatih,biasa cari perhatian dari kamu".Cerocos salah satu cewek yang merasa cemburu melihat Fatih yang memperhatikan Arumi.


Fatih tidak menyahuti omongan cewek itu.Segera pergi meninggalkan cewek itu dan bergegas pulang.


"Ih Fatih kok aku ditinggalin sih.Fatih tunggu,aku mau numpang naik motor kamu".


Cewek yang bernama Ayu itu berpari mengejar Fatih yang sekarang sudah menaiki motornya untuk pulang.


Belum juga Ayu sampai ke arah motor Fatih,Fatih telah menggas motornya pergi meninggalkan sekolah.


"Ih Fatih kok langsung pergi sih".Ayu terus saja menggerutu di parkiran motor itu karena ditinggalkan Fatih.


...****************...


Sesuai dengan perintah Pak Hutagaol untuk datang ke ruang guru.Arumi sekarang telah berdiri di depan ruang guru.


'Ih males banget kesini.Tapi kalau gak mau,bisa-bisa nilai Sejarah ku jadi merah.'Arumi menggerutu dalam hati nya.


"Datang juga kau rupanya Arumi.Bapak kira kau tak datang,tak jadi lah Bapak kasih nilai merah untukmu diraport.Kalau tidak sia-sia lah nilai ujianmu yang bagus itu."Pak Hutagaol tersenyum menyebalkan menatap Arumi.


"Iya Pak".Jawab Arumi dengan singkat.


Arumi dan siswi yang bernama Yolanda itu pun berlatih membawakan acara.Meski Arumi


terlihat tidak bersemangat untuk berlatih.


"Arumi semangat lah kau.Kau seperti tak makan seminggu.Semangatlah Kau Arumi ! Tak semangat kau rupanya dilihat Fatih yang dari tadi fokus melihatmu."Ucapan Pak Hutagaol membuat Fatih yang memang daritadi curi pandang ke arah Arumi wajahnya memerah.


"Baik Pak ".Arumi pun mulai berlatih dengan baik meski hatinya masih belum semangat.


Fatih yang juga berdiskusi dengan Pak Hutagaol dan anggota osis yang lain sesekali mata nya mencuri pandang ke arah Arumi yang tampak cantik hari ini.

__ADS_1


"Tak usahlah kau sering curi pandang ke arah Arumi Fatih.Tembaklah dia,Bapak rasa cocoklah kau sama Arumi.Jodoh Bapak lihat kau sama dia.Jangan lama-lama Fatih,Arumi itu banyak yang suka."Ucap Pak Hutagaol yang tahu Fatih terus menatap ke arah Arumi.


Wajah Fatih makin memerah mendengar ucapan Pak Hutagaol.


"Iya Pak".Hanya jawaban singkat yang diberikan Fatih.


"Ah sama pula jawab kau sama si Arumi itu.Ya pak Ya pak,bosan Bapak dengarnya.Sesekali panjang lah kau jawabnya".


Fatih tak menjawab ucapan Pak Hutagaol.Fatih pun mulai fokus dengan diskusi itu.Meski sesekali matanya masih melirik ke arah Arumi.


...****************...


Hari ini acara perpisahan kepala sekolah akan diadakan.Arumi sekarang didandani Mamahnya untuk acara ini.


Arumi pun pakai dress gamis yang terlihat cantik dipakainya.


"Putri Mamah cantik banget sih,tapi muka kamu kok cemberut terus sih,senyum dong Arumi.Masa udah cantik gini bibirnya maju kayak bebek".


"Abis Arumi sebal sama Pak Hutagaol.Mamah kan tahu aku suka demam panggung.Apalagi jadi pembawa acara pasti Arumi dilihatin banyak orang.Arumi takut Mamah".Arumi dengan manjanya mengadu kepada Mamahnya itu.


"Hehehehe,anak Mamah sudah gadis cantik kok masih manja sih.Kamu sekarang tambah besar Arumi,kamu harus belajar mengendalikan sifat takutmu itu.Ide guru kamu itu didukung Mamah deh,biar kamu belajar.Oke sekarang kamu harus tersenyum biar Mamah antar ke sekolah.Ini sudah waktunya acara dimulai.Kamu kan pembawa acara,Ayo kita pergi."


Arumi dan Mamahnya pun pergi ke sekolah.Meski rasa takut menjadi perhatian semua orang,tapi Arumi berusaha mengenyahkan rasa takut yang ada dalam dadanya.


Arumi sesampainya disekolah,dengan penampilannya yang terlihat berbeda menjadi perhatian semua orang.Rasa gugup dan takut pun menjadi kuat dalam hati Arumi,sehingga membuat Arumi terus menundukkan kepalanya.


"Fatih itu bukannya Arumi ? Dia cantik banget".Ucap Haris yang sekarang berdiri disebelah Fatih.


"Mana ?".Tanya Fatih.


"Itu yang pakai gamis warna putih.Gila dia makin cantik aja."

__ADS_1


Fatih yang sekarang menatap ke arah Arumi terpesona melihat Arumi.Dengan make up yang simple tapi membuat kecantikan Arumi makin terpancar*.


__ADS_2