
BRAKKkkk
Suara pintu yang dibanting membangunkan Friska yang masih asyik tidur.Hari sudah pagi tapi Friska masih asyik tidur dengan selimut yang menutupi mukanya.Mendengar suara pintu yang dibanting dengan keras,membuat tidurnya sangat terganggu,dia pun terduduk dengan wajah yang masih terlihat mengantuk.
Friska menoleh ke arah Abi yang terlihat sangat marah.
"Apa sih Mas ? Berisik banget.Ngapain banting-banting pintu ganggu aku tidur aja".Ujar Friska sambil menguap.Dia masih sangat mengantuk.
"Kamu gak masak ? Aku mau sarapan,aku harus ke toko.Dan kamu masih enak-enakan tidur ! Sekarang kamu bangun dan masak.Ngapain aku nikahin kamu kalau kamu gak becus mengurus suami".Bentak Abi.
"Gak usah bentak-bentak Mas ! Mas kan bisa bikin sarapan sendiri.Aku masih ngantuk tau.".Ucap Friska mulai membaringkan tubuhnya lagi.
Abi yang melihat gerakan Friska yang akan kembali tidur,menarik selimut yang dipakai oleh Friska ke lantai.
"Kamu kalau gak mau masak jangan harap aku memberikan uang belanja untuk kamu !Dan kalian silahkan keluar dari rumah ini.Kalau kalian masih ingin tinggal di rumah ini turuti segala perintah dan aturanku.Sekarang cepat masakan aku sarapan !".Bentak Abi lagi.
Friska hanya bisa menahan air mta nya menerima bentakan dari suaminya itu.Dirinya tak menyangka Abi sekarang berubah sifat kepada nya.Dulu saat masih menjadi pasanga selingkuh,Abi sangat lembut dan selalu menuruti segala keinginan Friska tapi sekarang Abi seringkali membentak dirinya.
Selama seminggu tinggal di sini,setiap har Abi akan selalu memarahi dan membentaknya.Bahkan Dahlia saja tak luput dari bentakan Abi.
Friska dengan air mata nya yang telah keluar,segera pergi ke dapur untuk memasak.Dirinya bahkan lupa tidak cuci muka dan sikat gigi.Sangat jorok ewww.
Dirinya hanya memasak nasi goreng kampung saja untuk Abi.Diri nya malas untuk masak berat,lagi pula bahan masakan di kulkas sudah pada habis.
Dahlia yang mencium bau masakan segera keluar dari kamarnya.Sebenarnya tadi dirinya sudah bangun mendengar bantingan pintu dan juga bentakan Abi,tapi karena sekarang Abi juga tak segan untuk memarahinya hingga Dahlia takut kepada Abi.Maka nya dia hanya diam saja di kamar.
"Kamu masak apa Fris ?".Tanya Dahlia saat berada di dapur.
"Nasi goreng Ma."Jawab Friska masih fokus ke wajan.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu terdengar,Dahlia pun beranjak kearah pintu depan untuk melihat siapa tamu yang datang pagi ini.
__ADS_1
Terlihat di depan Dahlia dua orang yang memakai seragam coklat khas kepolisian.Dahlia sangat ketakutan,dia lupa kalau telah dilaporkan ke polisi oleh Arumi.
"Ada apa ya Pak ?".Tanya Dahlia dengan gugup.
"Saya dan teman saya hanya mengantar surat panggilan untuk Ibu Dahlia juga untuk Ibu Friska.Saya harap Ibu hadir untuk memenuhi panggilan dari kantor.Terimakasih Bu,selamat Pagi."
Dua polisi itu pun pergi.Dahlia segera menutup pintu dan berlari ke arah Friska yang masih berada di dapur.
"Fris,gawat Friska.Arumi benar-benar serius untuk melaporkan kita berdua.Gimana dong Fris,Mama gak mau masuk penjara".Ucap Dahlia dengan air mata nya yang telah mengalir.
Friska kemudian meraih surat itu dan membacanya.Air mata nya juga sudah keluar,tak menyangka dirinya akan benar-benar dilaporkan ke polisi.
"Aku juga takut Ma.Aku masih muda gak mau masuk penjara.Ini semua gara-gara Mama yang nyuruh aku ganggu Arumi terus."Ujar Friska menyalahkan ibunya itu.
"Kok Mama sih.Sekarang kamu siap-siap kita harus ke rumah Arumi.Membujuknya agar mencabut laporan itu."Ucap Dahlia.
Friska dan Dahlia sarapan dengan terburu-buru.Abi yang melihat sikap kedua orang itu heran.
"Kenapa kalian terlihat buru-buru ? Oh iya siapa tadi yang mengetuk pintu ?".Tanya Abi.
"Tanggung jawab sendiri.Toh kalian sendiri yang cari gara-gara sama Rumi".Jawab Abi tanpa perasaan.
Friska hanya menghela napas kecewa mendengar jawaban suaminya itu.
...****************...
Arumi sekarang sedang siap-siap untuk keluar dengan Fatih.Semalam Mama Widya mengirim pesan padanya untuk menghadiri acara ulang tahun Oma nya Fatih.Awalnya dia menolak untuk datang,dia kan belum kenal dengan keluarga Fatih,dan dia juga merasa malu untuk datang kesana.
Tapi dengan segala bujuk rayu Mama Widya,akhirnya dengan terpaksa Arumi mengiyakan ajakan itu.
Sekarang Arumi sedang mencari pakaian apa yang pantas untuk menghadiri acara itu.
"Kamu ngapain Mi ?".Tanya Mamah Fitri saat memasuki kamar putrinya itu.
__ADS_1
"Rumi bingung Mah,baju apa ya yang pantas buat datang ke acara ulang tahun Oma nya Fatih".Jawab Arumi masih sibuk dengan mengacak-acak lemari nya.
"Biar Mamah bantu ya".Fitri pun membantu Arumi untuk mencari pakaian apa yang akan dikenakan Arumi.
"Mah,Rumi."Panggil Abah dari luar.
"Ya Bah".Jawab Arumi dan Mamah Fitri dengan serempak.
"Ada tamu istimewa untuk kamu Rumi."Ujar Abah saat memasuki kamar Arumi.
"Tamu siapa Bah ?".Tanya Arumi.
"Friska sama Mamahnya juga Abi".Jawab Abahnya.
"Mereka datang pasti mau bujuk aku untuk mencabut laporan.Yuk Mah,kita temui mereka".
Ketiga orang itu pun pergi ke arah ruang tamu .Terlihat ketiga orang yang terus saja menganggu Arumi.
"Mau apa ?".Tanya Arumi sesampainya dia di ruang tamu.
"Nak Rumi tolonglah cabut laporan kamu,Bibi gak mau masuk penjara".Mohon Dahlia.
"Iya Mbak,aku kan sedang hamil.Aku gak mau masuk penjara".Ucap Friska.
"Kalau kalian gak mau masuk penjara,kalian bisa ganti rugi dengan memberikan aku uang lima milyar.Itu pun gak akan sepadan dengan segala apa yang kalian perbuat padaku"Ucap Arumi membuat Friska dan Dahlia kaget.
"Li...lima milyar.Ta..tapi uang darimana ? Bukan nya Nak Arumi sudah kaya."
"Terus kalau aku sudah kaya kenapa ? Itu ganti rugi kalian untuk perbuatan kalian padaku.Kalau tidak mau ya sudah,tunggu saja dijemput polisi.Kalau tidak ada lagi yang mau dibicarakan selain mencabut laporan kalian bisa pergi aku sibuk dan mau pergi".Arumi pun kembali ke kamarnya.
Fatih sebentar lagi akan sampai ke rumah ini untuk menjemputnya.
Memang tak lama kemudian suara mobil sudah terdengar.Abi,Dahlia,dan juga Friska yang masih ada di rumah itu penasaran siapa yang bertamu.
__ADS_1
Abi merasa cemburu melihat Fatih yang datang.Friska merasa terpesona melihat Fatih yang terlihat sangat tampan hari ini.