
Arumi sedang memantau restorannya ketika seorang wanita paruh baya berjalan menuju ke arahnya.
"Permisi,apa kamu yang bernama Arumi ?."Tanya wanita yang berusia setengah abad itu saat berdiri di depan Arumi.
"Ya Nyonya,saya Arumi.Ada yang bisa saya bantu ?".Sahut Arumi dengan sopan.
"Kamu kenal Fatih Al-Ghani ?".Tanya wanita itu lagi dengan wajah datarnya.
"Pak Fatih ? Dia pengacara saya Nyonya".Jawab Arumi.
"Ini restoran kamu ? Saya mau makan siang tapi bisakah saya meminta kamu yang menyiapkan masakan yang ingin saya pesan ".Permintaan yang aneh dari wanita itu membuat Arumi heran.
Selama hampir 10 tahun memiliki restoran ini,baru kali ini ada pelanggan yang ingin Arumi memasak.Meski Arumi pandai memasak,dan semua resep di restoran ini adalah resep dari nenek yang diturunkan ke Arumi,sudah lama Arumi tidak menyajikan makanan untuk pelanggan.Tapi tak apalah,pelanggan adalah raja.Apalagi dia sudah lama tak memasak di dalam dapur restoran.
"Hmmm baiklah Nyonya.Silahkan saya antar ke tempat anda".Arumi pun mengantarkan wanita paruh baya itu ke salah satu tempat lesehan yang tersedia di dalam restoran tersebut.
Arumi sendiri yang melayani wanita yang terus saja memperhatikan segala apa yang dilakukan oleh Arumi.Arumi yang sadar diperhatikan sebenarnya risih,tapi namanya pelanggan suka-suka dia lah.
Arumi pun lekas ke dapur untuk menyiapkan makanan yang dipesan oleh wanita yang sebenarnya mengingatkannya ke seseorang,apalagi tatapan mata tajamnya.
Koki yang melihat Bos nya masuk ke dapur dan mengambil peralatan masak terlihat heran.
"Bu Arumi mau apa ? Biar saya saja yang menyiapkannya."Koki itu pun menawarkan dirinya yang akan memasak.
"Gak apa-apa,biar saya saja.Kalian siapkan saja pesanan yang lain."Ucap Arumi sambil memasak.
Tanpa Arumi sadari,wanita yang memintanya memasak telah mengikutinya ke arah dapur meski dilarang oleh karyawan lain.Wanita yang bernama Widya itu sedang fokus melihat cara masak Arumi yang membuatnya tersenyum kecil.
Widya meraih ponselnya yang berada di dalam tasnya,membuka ponselnya,dan mengarahkan kamera ke dalam dapur yang sedang menampilkan adegan Arumi yang terampil memasak.Dan mengirimkan video yang tadi dia dapatkan ke seseorang.
Widya yang melihat kalau Arumi akan selesai memasak,membalikkan badannya dan kembali ke tempat yang tadi telah didudukinya.
Tak sampai lima menit,pesanan yang tadi dipesannya sudah diantarkan oleh pelayan yang diikuti oleh Arumi dibelakangnya.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu lagi Nyonya ?".Tanya Arumi.
"Ada.Tolong temani saya makan".
Arumi tak kuasa menolak perintah wanita yang duduk didepannya ini.
"Kamu bisa panggil saya Mama Widya".Ucap Widya membuat Arumi yang duduk di depannya heran.
"Hmm apa Nyonya kenal saya ? Atau kenal orangtua saya ?".Arumi tetap memanggil Widya dengan panggilan Nyonya.
Widya yang telah selesai makan tersenyum kecil melihat raut kebingungan dari Arumi.
"Saya Mama nya Fatih.Kamu juga bisa memanggilku Mama.Kamu sudah kenal berapa lama dengan anak saya ?".Pertanyaan dari Widya makin membuat Arumi heran.
"Hmmm sebenarnya saya belum terlalu lama kenal dengan Pak Fatih Nyonya,meski saya baru tahu kalau waktu SMA satu sekolah dengan Pak Fatih".Jawab Arumi dengan jujur.
"Kamu panggil saya Mama Widya saja jangan Nyonya.Kamu ada kasus yang ditangani Fatih ?".
Widya sebenarnya sudah tahu siapa Arumi.Perceraian Arumi yang ditangani oleh Fatih sebagai pengacaranya juga Widya tahu.Kehidupan Arumi selama ini pun sudah Widya cari tahu.
Arumi menyebut Abi dengan mantan suami meski belum ada putusan pengadilan toh Arumi yakin persidangan selanjutnya status janda akan didapatnya.
"Kamu punya anak ?".Tanya Widya lagi.
Arumi masih terheran-heran saat ini.Dia seperti sedang disidang oleh calon mertua.
Dulu sebelum memutuskan menikah dengan Abi,Arumi pun merasakan disidang oleh calon mertuanya.Almarhumah ibu mertuanya bahkan terus menanyai Arumi dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit dijawab.
"Iya Nyo..Mama Widya.Seorang putri berusia 6 tahun 2 bulan lagi".Meski banyak pertanyaan dalam benak Arumi untuk apa Mama nya Fatih menemuinya dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan aneh kepadanya.
"Kamu satu SMA sama anak saya ? Sepertinya usia kalian hampir sama."
"Saya dan Pak Fatih memang satu SMA,saat saya kelas 10 Pak Fatih kelas 12.Sebenarnya saya tidak banyak tahu,soalnya saya tidak terlalu banyak berinteraksi dengan yang lain."
__ADS_1
Widya menatap Arumi dengan kening mengerut.
"Fatih saat itu kan ketua osis,kamu gak tahu ?".
"Hehehe,saya gak tahu Mama Widya."Arumi pun menjawab dengan cengiran yang menunjukkan gigi gingsul dan lesung pipi yang membuatnya makin terlihat cantik.
"Mama !".Suara panggilan dari seorang pria yang berdiri di belakang Arumi membuat Widya dan Arumi menoleh ke arahnya.
Widya dengan senyum sinisnya melihat putra semata wayangnya yang telah muncul dihadapannya.
"Ada apa ? Kamu gak lihat Mama lagi bebicara dengan Arumi".
"Mama ngapain sih kesini ? ".Tanya Fatih yang sudah berdiri di samping tempat lesehan itu.Fatih menoleh ke arah Arumi yang duduk di depan Mama nya dengan piring yang telah kosong tanda makanan sudah habis dimakan.
"Memangnya kenapa kalau Mama kesini ? Mama mau ketemu Arumi dan makan masakan Arumi.Masakan Arumi enak banget pantas saja restoran ini terus ramai pengunjung."
Fatih yang mendengar Mama nya makan masakan Arumi menelan ludahnya.Dia pun ingin makan masakan Arumi.
Widya yang melihat raut wajah Fatih yang juga ingin makan makanan yang telah dimasak Arumi tersenyum geli.Tak pernah dia melihat raut wajah yang sedang ditampilkan putranya itu.
"Pak Fatih duduk saja dulu".Arumi menyilahkan Fatih untuk duduk.
Fatih pun duduk di samping kiri Arumi membuat Widya yang melihatnya tersenyum kecil.
"Pak Fatih mau mesan makanan ? "
"Hmm tidak usah.Lain kali saja."Fatih memang telah makan siang.Perutnya sudah terlalu kenyang meski ingin makan makanan yang dimasak Arumi tapi Fatih takut sakit perut karena kebanyakan makan.Lain kali Fatih akan memastikan dirinya juga akan makan makanan yang dimasak oleh Arumi.
"Kamu kenapa sudah ada disini sih ? Mama kan masih berbicara sesuatu dengan Arumi.Kamu ganggu saja bisanya."Widya protes kepada Fatih.
"Mama kok tahu tentang Arumi ?".Tanya Fatih dengan raut kesal yang tidak disembunyikannya ke arah Mama nya.
"Tahu dong apa sih yang Mama gak tahu.Apalagi melihat sikapmu beberapa waktu belakangan ini.Ternyata karena ada sesuatu.Mama kan hanya ingin memastikan saja.Ternyata cocok,Mama setuju."
__ADS_1
Entah apa lah yang dibicarakan oleh Widya dan Fatih.Fatih dan Widya berbicara seolah tak ada Arumi disana.