AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 27


__ADS_3

"Gimana Dok ? Arumi sakit apa ?".Fatih langsung bertanya pada dokter yang memeriksa Arumi.


"Bu Arumi maag nya kambuh,juga vertigo.Bu Arumi makan nya yang lembut dulu ya,jangan makan yang pedas,berminyak dan hindari yang bersantan.Istirahat yang cukup,dan hindari stress.Jangan lupa makan dengan teratur.Obat nya akan di berikan suster."Dokter


perempuan itu pun keluar dari ruang rawat Arumi setelah menjelaskan beberapa hal kepada Fatih.


Arumi hanya diam saja,masih bingung dengan keadaan nya saat ini.Arumi pun menoleh kepada para orang tua yang ada di ruangan ini.Abah dan Mamah nya masih asyik berbincang bersama Mama Widya.Kedua orang tua nya itu bahkan tak menoleh ke arah nya yang telah siuman.


"Arumi ayo sarapan.Abis itu minum obat biar cepat sembuh."Suara Fatih terdengar dari samping kanan Arumi.


"Iya kak".Jawab Arumi singkat.


Arumi pun mengubah posisi nya menjadi duduk dengan menekan tombol pada sisi tempat tidur yang ditempati nya.


Fatih pun mengambil piring yang berisi makanan untuk Arumi.Karena Arumi yang sedang sakit maag,makanan nya hanya berupa bubur.Arumi hanya menatap malas ke arah makanan itu.


"Ayo buka mulutnya.Anggap aja bubur ini makanan kesukaan kamu".Ucap Fatih sambil mengarahkan sendok ke mulut Arumi.


"Biar aku makan sendiri aja Kak.Gak enak kalau Kak Fatih nyuapin aku.Lagi pula aku bisa makan sendiri."Sahut Arumi berusaha mengambil sendok yang di pegang Fatih.Tapi sendok dan piring yang sedang dipegangnya dijauhkan Fatih.


"Gak,biar aku aja nyuapin kamu.Kamu duduk bagus,buka mulut,dan makan bubur ini.Jadi lah anak pintar".Fatih pun kembali mengarahkan sendok itu ke arah Arumi.


Arumi pun dengan terpaksa membuka mulutnya,menerima makanan yang disendokkan Fatih.Adegan suap-suapan itu pun diabadikan oleh ketiga orang paruh baya yang duduk di sofa ruangan itu.


Ketiga orang lanjut usia itu senyum-senyum sendiri melihat adegan yang terjadi di depan mata mereka.Abah Arif pun yang dulu sangat menjaga putrinya itu dari pergaulan dengan lawan jenis.Bahkan dengan Abi,yang mantan menantu nya pun dia tidak suka.Tapi dengan Fatih,entah kenapa Abah menyukainya dan berniat untuk menjodohkan nya dengan putrinya itu.Ternyata Fatih juga tampak menyukai putrinya itu membuat Abah senang.

__ADS_1


"Sepertinya Jeng Fitri,kita sebentar lagi akan menjadi besan.Pokoknya nanti kalau pesta pernikahan mereka nantinya,kita berdua harus turun tangan membantu mereka.Apalagi Arumi dan Fatih pasti sibuk bekerja.Aduh rasa nya sudah tak sabar melepas anak lajang ku itu".Mama Widya pun dengan hebohnya sudah membayangkan putra nya itu menikah dengan Arumi.


"Iya Jeng Widya.Mudahmudahan mereka berjodoh.Aku juga senang melihat Fatih yang perhatian dengan Arumi juga cucu ku Lia".Mamah Fitri juga dengan senang hati membalas ucapan calon besan nya itu.


Kembali ke Arumi dan Fatih.


Arumi hanya sanggup menghabiskan makanan yang merupakan bubur itu setengah piring saja.Bubur itu hambar,makin membuat Arumi gak nafsu makan.


Fatih pun tidak memaksa Arumi menghabiskan makanan itu.Arumi sudah makan saja sudah bersyukur.


"Kak Fatih gak masuk kerja ?".Arumi baru sadar jika dari pagi pria ini ada di rumahnya,sekarang juga menemani nya berada di rumah sakit.


"Gak.Kamu sakit,aku gak akan tenang bekerja kalau kamu sakit begini.Apalagi kamu tadi pingsan bikin aku makin gak konsentrasi nanti nya".Jawaban Fatih itu mampu membuat pipi Arumi memerah.


"Ya gak apa-apa.Lagi pula aku sudah di rawat,aku gak enak kalau Kak Fatih gak bekerja karena aku".Arumi dengan menunduk malu menyahut ucapan Fatih.


"Maka nya jangan sakit lagi.Jangan bikin aku khawatir kayak tadi.Jantung aku bahkan tadi hampir copot melihat kamu yang tidak sadarkan diri,ayo sekarang minum obat nya,terus kamu kembali istirahat".


Fatih pun membantu Arumi untuk meminum obatnya.Setelah setengah jam setelah makan,Arumi kembali berbaring,dan tidur lagi.


Fatih masih duduk di kursi samping tempat tidur Arumi yang sedang berbaring.Fatih beranjak untuk mengambil laptop nya yang berada di tas kerja nya.


Fatih masih dengan posisi nya yang duduk di samping Arumi memulai pekerjaan nya.


...****************...

__ADS_1


Hari ini,hari kedua Arumi dirawat di rumah sakit.Arumi sedang menonton tv saat pintu ruang rawatnya dibuka dari luar.Terlihat sosok sahabat nya,Rania yang berdiri menatapnya.


Rania melangkah masuk dengan beberapa plastik di tangan nya.


"Kok kamu gak bilang kalau sakit sih Rumi.Kalau aja Mas Fatih gak kasih tahu aku kalau kamu dirawat,kamu pasti gak bakal kasih tahu kalau kamu sakit kan.Dasar sahabat gak ada akhlak".Rania mendekat ke arah Arumi.


Arumi hanya menatap malas ke arah sahabatnya itu yang sedang pura-pura merajuk.


"Aku gak apa-apa kok Nia.Cuma pusing doang.Kak Fatih aja yang berlebihan,sampai bawa aku ke rumah sakit".


"Gimana hubunganmu sama mantan ketua osis yang sekarang jadi pengacara itu ?Huh gak nyangka deh kalian tambah dekat sampai kamu sakit aja dia tahu loh.Huh so sweet".


"Apa sih Nia ? Aku gak ada hubungan apa-apa kok sama Kak Fatih.Dia juga tahu aku sakit karena aku salah nelepon.Kirain Mamah ternyata Kak Fatih".Arumi kembali menoleh ke arah televisi menghindari tatapan penuh tanya dari Rania.


"Gak usah bohong deh Rumi.Lagi pula kalian itu cocok banget.Aku akan menjadi penggemar hubungan kalian.Mungkin kamu salah nelepon karena ada ikatan batin antara kalian.Biar dia tahu kamu sakit dan butuh dirawat dengan kasih sayang".Rania pun makin gencar menggoda sahabatnya itu.


"Ngaco deh.Udah ah gak usah bahas itu lagi".


Rania dan Arumi mulai membicarakan banyak hal ketika pintu ruangan Arumi kembali di buka.Terlihat ada Fatih dan Lia yang baru datang.


"Umma kapan pulang ? Aku gak ada teman tidur Umma.Umma jangan sakit lagi ya".Lia mendekat ke arah Umma nya itu dan memegang tangan Arumi dengan erat.


"Ya sayang,Umma bentar lagi juga sembuh.Lia sama kakek sama nenek dulu ya,Lia doain Umma cepat sembuh ya".Arumi tersenyum lembut menatap ke arah putrinya itu.


"Umma,Om Papa tadi antar Lia ke sekolah.Terus ajak Lia ke mall beli ayam goreng.Juga ajak Lia beli buku baru terus main game di mall Umma.Lia senang banget di ajak Om Papa".Ucapan Lia itu mampu membuat ketiga orang yang sedang menatap ke arahnya tertegun mendengar panggilan nya kepada Fatih.

__ADS_1


"Om Papa ? Lia kenapa manggil Om Papa ?".


__ADS_2