AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
bab 12


__ADS_3

Flashback saat SMA


*Fatih saat ini sedang berjalan ke arah perpustakaan.Saat jam istirahat berlangsung,memang Fatih jarang sekali berada di kantin,karena selain karena tidak lapar juga karena siswi-siswi lain yang selalu berusaha menarik perhatiannya membuat Fatih risih.


Saat jam istirahat memang perpustakaan terbilang sepi,hanya beberapa siswa saja yang berada di sana.Makanya Fatih merasa betah di perpustakaan.


Fatih berjalan di rak-rak berisi buku tentang hukum.Memang Fatih sangat berminat tentang hukum karena Papahnya yang seorang hakim sering mengajaknya ke pengadilan dari sekolah dasar.


"Rumi kamu gak mau ikut ke kantin ? Kenapa terus berada di perpus sih ? Aku lapar Rumi !".Terdengar suara rengekan di sisi lain rak-rak yang berisi buku fiksi.Suara perempuan.


"Kalau kamu lapar,kamu ke kantin aja Nia.Aku malas ke kantin.Lagian aku sudah sarapan di rumah tadi pagi,terus sebelum ke perpus aku makan cemilan.Kantin terlalu ramai,bikin pusing."Suara lembut dari lawan bicara itu mengusik telinga Fatih,membuat Fatih mengalihkan fokus dari buku yang dipegangnya.


"Huh yaudah aku kantin dulu ya.Kamu ada yang mau dititip ?".Suara dari perempuan pertama tadi yang bernama Nia.


"Gak Nia,sana deh kamu berisik nanti yang lain terganggu."Suara dari yang bernama Rumi.


Tak lama terdengar suara jejak kaki yang berjalan meninggalkan rak-rak buku itu dan pergi keluar dari perpustakaan.


Fatih yang mencoba kembali fokus berjalan menuju bangku yang disediakan perpustakaan untuk yang ingin membaca.


Tak lama,terdengar suara kursi yang digeser dari samping kirinya membuat Fatih mengalihkan perhatiannya.Terlihat seorang siswi yang mengenakan hijab sedang ingin duduk di kursi yang selang 3 kursi dari tempat Fatih berada.


'Apa ini perempuan yang bernama Rumi tadi.'Batin Fatih.


Sepanjang setengah jam itu,perhatian Fatih terus saja tertuju ke siswi yang bernama Rumi itu.Buku yang daritadi dipegangnya itu sama sekali tak ada yang masuk ke otaknya itu.


TIng Ting Ting


Bunyi lonceng tanda jam istirahat sudah berakhir,membuat siswi tersebut bergegs meletakkan buku yang dibacanya kembali ke rak tempat buku berisi buku fiksi.


Hal yang sama terjadi juga dilakukan Fatih.Rumi pun meninggalkan perpus untuk kembali ke kelas.Fatih yang penasaran mengikuti di belakang siswi tersebut.

__ADS_1


Beberapa siswi lain yang melihat Fatih,menyapanya dengan centil.Fatih tidak membalas sapaan tersebut,bukan karena sombong,tapi dia tidak mau lagi membuat siswi yang dibalas sapaannya besar kepala.Hal itu pernah terjadi saat dia kelas 10,dan membuatnya kapok.


Rumi berjalan ke arah kelas 10 A,kelas yang berisi siswa dan siswi yang berprestasi.


'Dia kelas 10'.Batin Fatih juga bergegas ke kelasnya setelah melihat Rumi yang telah masuk ke dalam kelas.Kelas Fatih berada di lantai 3,lantai yang berisi anak-anak kelas 12.Fatih berada di kelas 12 A.


...****************...


Setiap hari Fatih mengunjungi perpustakaan.Selain karena ingin membaca buku,juga ingin melihat Rumi.Siswi yang telah menarik perhatian sang ketua osis.


Rumi yang diperhatikan malah cuek bebek saja,dia bahkan mungkin tidak sadar diperhatikan.


"Rumi ,tolongin aku dong,aku kan lagi deketin Kak Bimo,dia kan suka makan ya terus dia minta aku buat bekalin dia makanan besok.Tolong ajarin aku Mi.Pleasa ya."Suara yang sama dengan suara 2 minggu yang lalu.Suara orang yang bernama Nia.


"Minta sama Mama Anggun aja deh."Balas Rumi masih dengan mata yang tertuju ke novel yang sedang dibacanya.


"Lah kamu tahu sendiri Mama bahkan gak bisa masak,bisa-bisa rumah kebakaran kalau Mama yang ngajarin masak.Please dong Mi,cuma kamu yang bisa ajarin aku.


"Bi Asih lagi,dia malah yang akan masak semuanya sendiri.Mas Bimo maunya aku yang masak sendiri buat dia.Tolong dong Mi,aku akan ngelakuin apa aja buat kamu bestie ku".


"Ok".Balas singkat Rumi.


"Yeayyyy".Teriak Nia yang membuat seisi perpustakaan menoleh ke arahnya.


Fatih pun meletakkan jari telunjuknya ke depan bibirnya mengisyaratkan untuk diam.Nia yang sadar siapa Fatih pun mengangguk sambil mengumamkan kata maaf.


Arumi tentu saja masih fokus dengan bukunya.Dia bahkan tidak terganggu dengan teriakan dari Rania tadi.


"kamu kok gak bilang ada ketos sih Mi,aku malu jadinya."Bisik Nia di telinga Arumj,tapi masih terdengar oleh Fatih.


"Siapa memangnya ketos ? Aku gak tahu siapa ketosnya".Balas Arumi yang membuat Rania dan juga Fatih yang mendengarnya tertegun.

__ADS_1


"Kamu gak tahu ketos kita siapa Rumi ? Are you sure ? Kita bahkan hampir 6 bulan sekolah disini,kamu masih gak tahu siapa ketos kita".


"Memang penting buat aku tahu ? Lagian aku gak masuk ke pengurusan osis jadi gak penting.Sudah deh Nia,kalau kamu masih mau aku ajarin,kamu diam aku masih mau baca ini !!".


Rania pun akhirnya terdiam,tapi memang dasarnya Rania bukan tipe orang yang bisa terdiam dengan cukup lama,apalagi suasana perpus yang sepi membuatnya bosan.


"Mi,aku balik ke kelas duluan ya,nanti sepulang sekolah kamu pulang ke rumahku dulu ya ajarin aku masak."Rania pun berdiri dari kursi yang tadi didudukinya.


"Ok."Satu kata dari Arumi membuat Rania bergegas keluar dari perpustakaan.


Fatih yang berada di kursi yang selang 2 kursi dari Arumi masih terkaget.Tentu saja dia kaget ada siswi yang tidak kenal dirinya.Bukannya narsis tapi sih di sekolah itu yang tidak kenal Fatih Al-Ghani,siswa teladan yang dicintai semua siswa dan guru-guru di SMA 1 itu.Hanya Arumi.


'Aku gak penting buat dikenalnya ? Sial,tapi dia malah yang membuatku tertarik.Dari semua siswi hanya dia yang membuatku penasaran.Dia bahkan tidak pernah menoleh ke arahku.Aku yakin diriku ini tampan.Tapi dia bahkan tidak melirik ke arahku.'


Fatih masih melamun,meski bunyi lonceng telah dibunyikan.Dia akhirnya sadar saat mendengar suara kursi yang digeser Arumi.


Fatih pun juga kembali ke kelas dengan keadaan otaknya yang masih dalam keterkejutan.


Dia bahkan mengabaikan guru yang berbicara dengannya.


"Heh Fatih kamu kenapa ? Kok bengong,dari tadi di tanya Bapak Syukron kamu malah gak jawab."Suara teman sebangkunya itu membuyarkan lamunan Fatih.


Sekarang kelas mulai kosong,teman-teman yang lain mulai beranjak keluar untuk pulang.Jam sekolah telah berakhir.


"Haris,kamu percaya gak ada siswi yang gak kenal aku di sekolah ini? ".Tanya Fatih dengan mimik wajah


serius.


"Gak,mana ada sih yang kenal siapa ketua osis kita."


"Ada,dan dia siswi yang membuat aku tertarik,dia bahkan tak melirik sedikitpun ke arahku*."

__ADS_1


"


__ADS_2