
"Sayang,ada telepon dari kantor polisi katanya Friska ingin bertemu sama kamu."Ucap Fatih memasuki kamar Arumi.
"Untuk apa Friska mau bertemu denganku Kak ?".Tanya Arumi duduk di depan meja riasnya.
"Kayaknya mau minta maaf sama kamu dan meminta kamu mencabut laporan".Sahut Fatih mengelus rambut Arumi dengan lembut.
"Aku malas ke sana."Ujar Arumi fokus dengan kegiatannya memakai skin care.
Malam ini diadakan malam tahlilan untuk Abah.
"Baiklah sayang.Kalau gitu aku keluar dulu ya,mau bantu bapak-bapak dulu".
"Iya Kak".
...****************...
Friska tampak fokus menatap para petugas polisi yang menjaga para napi di kantor polisi.Kasusnya dan Kasus Dahlia memang belum masuk ke dalam persidangan sehingga mereka berdua belum dimasukkan ke lapas.
"Kamu ngapain ngelihatin para polisi itu ? Kamu suka ? Ya sudah kamu dekati aja biar bisa bantu kita keluar dari sini ".Ujar Dahlia yang melihat Friska yang tampak fokus menatap para polisi itu.
"Gak Ma,aku bukannya suka.Lagi pula mana mau mereka melihat aku yang sedang hamil ini.Kalau dulu sih mungkin aja.Aku hanya menatap mereka,siapa tahu aja aku dipanggil untuk menemui orang yang akan membesuk".Sahut Friska.
"Memang kamu nungguin siapa ? Abi ?".Tanya Dahlia.
"Bukan Ma.Tapi Arumi,Reza sudah janji akan bantu kita berdua untuk keluar dari sini".Balas Friska menatap Mama nya itu.
"Maksud kamu ?".Tanya Dahlia lagi.
"Mama ingat Reza pacar aku di Malaysia ?".
"Iya ingat.Memangnya Reza di sini ?".
Friska memang belum memberitahukan apa yang di rencanakan nya dengan Reza tadi siang.
"Iya dia tadi datang kesini.Dan dia janji akan mengeluarkan kita dari dengan syarat untuk membuat Arumi bercerai dari suaminya dan bisa bersama Reza".Jelas Friska.
"Maksudnya Reza suka sama Arumi ? Memangnya dia pernah bertemu Arumi ?".Tanya Dahlia lagi dengan raut bingung.
"Iya sebelum kesini dia ke rumah Arumi dulu.Kata nya dia tertantang buat dapatin Arumi".Jawab Friska.
__ADS_1
"Kamu gak cemburu ? Reza kan pacar kamu ".
"Gak lah,aku juga gak suka Reza lagi.Lagi pula kalau nanti Arumi pisah sama suaminya yang sekarang,aku malah dapat yang lebih dari Reza atau bahkan Mas Abi.Kalau pun gak dapat Mas Fatih juga aku akan meminta untuk kembali sama Mas Abi".
"Ya sudah Mama setuju kalau begitu mungkin ini cara yang pas untuk kita balas dendam kepada Arumi dan Mamahnya.Kali ini Mama gak akan segan-segan lagi karena cinta Mama sudah pergi".Ucap Dahlia tersenyum sinis.
"Tapi kok Arumi belum datang ya Ma ? Apa dia gak mau untuk datang kesini ?".Tanya Friska dengan menatap ke arah para polisi itu.
"Kalau sampai besok siang Arumi gak datang,kamu minta Reza aja ke rumah Arumi untuk membujuk mereka."Saran Dahlia.
"Iya Ma,aku akan meminta Reza kalau sampai besok Arumi gak datang juga".
...****************...
Reza menatap ke arah rumah Arumi yang tampak ramai.Beberapa bapak-bapak memakai baju Kokoh datang ke rumah tersebut.
Reza menatap plastik berisi baju kokoh yang tadi di belinya di pinggir jalan.Reza memakai baju kokoh itu dan keluar dari mobilnya menuju rumah Arumi.
Reza menatap sekitarnya dan melangkah mendekati Fatih yang sedang menyalami orang-orang yang datang.
"Mas Fatih".Sapa Reza sesampainya ia di di depan Fatih.
"Kamu datang ?".Tanya Fatih.
"Iya Mas gak apa-apa kan ya ? Aku tadi lewat kesini terus lihat disini ramai.Aku tanya tadi katanya tahlilan meninggalnya Bapaknya Mbak Arumi.Makanya aku kesini".Ucap Reza dengan senyum kecil.
"Oh ya,ayo masuk kalau begitu".
Reza kemudian masuk ke rumah,tatapannya mengedar ke seluruh penjuru ruangan itu.Dirinya mencari Arumi siapa tahu dirinya bisa menatap perempuan cantik itu.
Tapi sampai acara berakhir,Reza sama sekali tak bertemu Arumi.
Abi yang juga ada di sana tampak memperhatikan tingkah laku Reza yang terlihat mencurigakan.Apalagi tingkah Reza yang seperti mencari seseorang.
Bukan hanya Abi yang memperhatikan tingkah laku aneh Reza,tapi Fatih juga Arga yang berada di samping Fatih.
"Itu siapa sih Fatih ? Aku baru lihat dia hari ini."Tanya Arga berbisik di telinga Fatih.
"Pacar Friska".Jawab Fatih masih menatap ke arah Reza.
__ADS_1
"Hah ? Maksudnya gimana ?".Tanya Arga lagi masih dengan berbisik.
"Pacar Friska di Malaysia.Dan sepertinya dia Ayah anak yang dikandung Friska".Jawab Fatih lagi.
"Hah ? Gila si Friska ! Dia sepupu ku yang paling gila.Terus kenapa sedari tadi dia menatap ke belakang seperti mencari seseorang ?".
"Sepertinya dia mencari Arumi".Balas Fatih lagi dengan nada cemburu dan tak suka.
"Maksudnya dia suka juga dengan Arumi ?".Tanya Arga lagi berusaha menahan nada suaranya.
"Aku gak tahu Ga.Tapi tadi dia kesini dan menemui aku dan Arumi.Aku gak suka lihat tatapannya yang fokus ke arah Arumi.Dan aku merasa dirinya berniat jahat.Bukan aku berpikiran buruk,tapi alarm tanda bahaya di otakku selalu berbunyi saat bertemu dengan dia meski kami hanya bertemu dua kali.Dan aku gak tahu tujuannya datang ke sini malam ini".
"Kayaknya kita mesti hati-hati Fatih.Siapa tahu dia sama liciknya dengan Friska karena mereka kekasih.Kalau nanti ada apa-apa kamu kasih tahu aku".Ucap Arga menatap Reza yang masih saja dengah gerakannya yang seperti mencari seseorang.
"Iya Ga.Aku akan menjaga Arumi,aku gak mau dia kenapa-napa."Sahut Fatih juga menatap Reza.
Ketiga pria yang menyayangi Arumi itu terus saja menatap Reza yang tampak aneh dengan gerakannya.Apalagi mereka bertiga seperti merasakan tanda bahaya saat menatap Reza.
...****************...
"Fatih,bisa kita bicara.Kamu juga bisa ikut Arga.Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua penting".Ujar Abi mendekati Fatih yang saat ini berdiri di teras.
Acara tahlilan sudah selesai sepuluh menit yang lalu.Orang-orang yang datang juga sudah berpamitan pulang.Reza juga sudah pulang lima menit yang lalu.
"Bicara apa ?".Tanya Fatih.
Disamping Fatih berdiri Arga yang juga penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan Abi.
"Jangan disini".
Abi beranjak ke halaman belakang rumah Abah.Di belakangnya mengikuti Fatih dan juga Arga.
"Aku gak tahu tujuan Reza kesini.Tapi aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi.Melibatkan Reza dan juga Friska,dan ini mungkin menyangkut Arumi.Meski aku dan Arumi sudah berpisah,tapi ada Lia di antara kami.Dan aku gak ingin ada sesuatu hal yang terjadi pada Arumi."Ucap Abi sesampainya mereka di halaman belakang.
Fatih dan Arga saling bertatapan.Mereka bertiga memang merasakan tanda bahaya dengan kedatangan Reza.
"Aku dan Fatih juga merasakan hal itu.Apalagi melihat tingkahnya di dalam tadi.Tapi kita tidak memiliki bukti,kita bertiga hanya harus waspada".Ujar Arga menyetujui ucapan Abi.
"Friska meminta Arumi datang ke kantor polisi untuk menemuinya.Apakah menurut kalian ada sesuatu yang Reza dan Friska rencanakan ?".
__ADS_1