AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 22


__ADS_3

Flashback saat SMA


Meski dengan keadaan hati nya yang masih terasa gugup saat membawakan acara perpisahan kepala sekolah,tapi Arumi menjalankan tugasnya menjadi pembawa acara dengan baik.


Saat ini Arumi sedang duduk dibelakang panggung,karena saat ini salah satu guru sedang memberikan kata sambutan di atas panggung.


Arumi menghela napas pelan,dada nya terus berdebar kencang karena gugup berdiri di atas panggung.Demam panggung membuatnya terus berkeringat.Tisu ditangannya sudah terasa basah karena Arumi terus mengusap keringat di dahinya.


Arumi melihat sekelilingnya,tak ada yang dikenalnya disini.Arumi memang bukan orang yang mudah akrab.


'Aku mau gabung sama Nia di depan.Disini aku gak punya teman'.


Arumi yang melamun,tak sadar kalau sedari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikannya.


Fatih yang saat ini sedang berdiri berjarak dua meter dari Arumi terus memperhatikan gadis cantik itu.Ingin mendekati Arumi,tapi Fatih tidak berani,apalagi banyak orang disini.


"Yola,kamu tolong kasih ini untuk Arumi.Jangan bilang dariku,tolong ya ".Ucap Fatih ke arah Yolanda,rekan pembawa acara Arumi.


"Baik Kak".Yola pun mengambil sebuah kotak yang berisi cemilan,dan minuman teh kemasan.


Yolanda berjalan ke arah Arumi yang memang duduk sendiri saat ini.


"Arumi,kamu belum makan kan ? Ini makanan sama minuman buat kamu".Yola menyerahkan kotak cemilan dan minuman ke arah Arumi.


Arumi yang menunduk ke lantai,menaikkan wajahnya melihat siapa orang yang mengajaknya bicara.Terlihat rekannya sekarang berdiri di depannya sambil menyerahkan sesuatu ke arahnya.


"Ini buat aku ? Terimakasih ".Arumi pun mengambilnya dan membuka kotak yang berisi cemilan itu.


Terlihat di dalamnya ada beberapa risoles,juga roti abon di dalamnya.Itu cemilan kesukaan Arumi.Juga minum teh kemasan rasa buah yang merupakan kesukaan nya itu.


Arumi tersenyum senang melihatnya.Arumi yang bad mood biasanya akan lebih tenang saat minum kemasan itu.

__ADS_1


Senyuman Arumi juga menular ke Fatih yang terus memperhatikannya itu.Fatih senang pemberiannya itu membuat Arumi senang.


...****************...


Kembali ke masa ini.


Arumi saat ini duduk di samping Fatih yang mengemudi.Fatih akan mengantarnya ke restoran.


"Ini".Sebuah botol minuman berada di depan wajah Arumi.


Arumi mengerutkan dahinya melihat botol minuman teh kemasan yang dulu merupakan kesukaannya itu ada di depannya.


"Hah ? Maksudnya Pak eh Kak ? ".


"Ini buat kamu minum ? Kamu dari tadi belum minum sejak di pengadilan".


Arumi pun mengambil minuman itu.Tak enak kalau tidak diambil,karena tangan Fatih satunya berada di atas kemudi,juga tangan satu nya yang menyerahkan minuman itu.


"Kamu suka ?".Pertanyaan Fatih mengalihkan atensi Arumi yang sedang menatap jalanan.


"Iya Kak,makasih.Sudah lama sebenarnya aku gak minum ini lagi.Ini pertama kali sejak enam tahun yang lalu".Arumi tanpa sadar berbicara panjang lebar dengan Fatih.


"Oh ya ? Kenapa ? Bukannya itu minuman kesukaan kamu ? ".Tanya Fatih penasaran.


"Sejak aku tahu kalau aku hamil,aku gak minum minuman ini lagi.Tapi,kok Kak Fatih tahu ini minuman kesukaanku ?".Sahut Arumi.


"Karena dari dulu aku terus memperhatikan kamu.Kamu mungkin gak sadar,dari SMA aku mata ku terus mengarah kepadamu".Fatih tanpa malu mulai menunjukkan perasaannya.


Toh gak salah bukan,sudah menunggu selama hampir 12 tahun untuk bertemu lagi dengan Arumi.Meski dengan kondisi seperti ini,tapi Fatih senang dia punya kesempatan untuk mendekati Arumi.Kesempatan yang sudah ditunggu-tunggunya dari lama.


Tinggal menunggu masa Iddah Arumi selesai,hingga dia akan melamar Arumi untuk menjadi istrinya.

__ADS_1


Lain dengan Arumi yang sekarang termangu mendengar ucapan Fatih.


'Maksud pria ini apa sih ? Gak mungkin kan dia suka aku.Dari SMA ? Aku bahkan gak nyadar.'


"Sudah gak usah dipikirkan.Tunggu saja saat masanya tiba,aku akan menjelaskan semuanya kepadamu".Ucap Fatih yang melihat Arumi yang mematung mendengar ucapannya tadi.


Fatih memang akan menuruti saran dari Rania juga teman-temannya.Fatih tidak mau kehilangan Arumi untuk kedua kalinya.Dia akan berusaha untuk membuat Arumi juga mencintainya dan mau menikah dengan dirinya.


Arumi masih terdiam.Tentu saja dia tidak bodoh untuk mengartikan ucapan dari pria yang ada disampingnya ini.Tapi dia baru saja bercerai,status janda baru saja didapatnya tadi siang.Dan sekarang ada pria yang menunjukkan perasaan untuknya.


Arumi belum memikirkan untuk menikah lagi.Meski rasa cinta untuk Abi sudah hilang,tapi rasa trauma saat dikhianati masih membekas di hati nya.


Fatih tahu apa yang dipikirkan Arumi,dan Fatih tidak akan mengelak.Mobil itu terasa sunyi,hanya terdengar deru napas diantara kedua orang itu.


Kesunyian itu masih terus terjadi sampai mobil itu sampai di restoran milik Arumi.


"Makasih Kak sudah mengantarku kesini.Dan terimakasih juga atas kerja Kakak yang membantuku untuk gugatan ini.Aku masuk ke dalam dulu".Arumi mengucapkan terima kasih ke Fatih.


"Ya,sudah kewajiban ku membantumu,apalagi aku dibayar.Lagian aku senang karena satu bulan ini bisa dekat dengan mu.Sesuatu hal yang ingin ku dapatkan sejak dulu".Fatih mengucapkan hal yang membuat keterkejutan di wajah Arumi.


"Hah ?".Wajah bingung dari Arumi yang lucu itu membuat Fatih tersenyum kecil melihatnya.Fatih merasa gemas kepada wanita beranak satu didepannya ini.


"Aku gak akan membohongi hati ku lagi.Terserah kamu percaya atau tidak.Arumi saat ini siapkan hatimu,karena setelah masa iddah itu selesai,aku akan mendekatimu,membuatmu juga jatuh cinta kepadaku.Jangan mengira aku hanya gombal.Aku tidak pernah pacaran aku hanya pernah mencintai satu perempuan dari dua belas tahun yang lalu.Dan perempuan itu sekarang duduk di depanku".Fatih akhirnya mengungkapkan perasaannya.


Arumi hanya melongo dibuatnya.Tak menyangka saat status janda di dapatnya,dirinya telah mendapatkan pernyataan cinta.Apalagi pernyataan cinta itu datang dari pria di depannya ini.


"Masuklah Arumi.Aku gak mau kalau melihatmu terlalu lama di mobilku,membuatku melajukan mobil ini untuk melamar mu dan membawa mu ke KUA.Karena kamu baru saja bercerai.Jadi masuklah,jangan buat diriku melakukan hal itu."Ucap Fatih tanpa melihat ke arah Arumi lagi.Dia sekarang duduk menghadap ke depan.Ke arah bunga-bunga yang berada di taman depan restoran itu.


Arumi membuka pintu mobil itu sambil mengucapkan terima kasih ke arah Fatih.


Arumi keluar dari mobil itu dengan debaran jantung yang menggila.

__ADS_1


'Ya Tuhan,ini aku bermimpi gak sih?'


__ADS_2