
Fatih hari ini pergi ke kantor polisi,kemarin siang dirinya dihubungi kantor polisi tempat Reza di penjara.
Dirinya penasaran apa yang akan Reza katakan padanya dan Arumi ?.Sebenarnya Arumi juga diminta untuk datang,tapi Fatih tidak memberitahu Arumi jadinya hanya Fatih yang datang.
"Apa yang ingin kau bicarakan ?".Tanya Fatih saat duduk di depan Reza.
Reza celingukan mencari Arumi.
"Istriku tidak ikut,jadi ada hal penting apa yang ingin kau bicarakan ? Aku malas kalau ternyata isi pembicaraan tidak penting".Ucap Fatih
Reza menahan kesal kepada Fatih,andai saja tangannya tidak diborgol pasti Reza sudah menghantam Fatih uang menurutnya sok ganteng.
"Aku dengar Friska sudah melahirkan anak kami,dan aku dengar juga Friska meninggal setelah beberapa hari melahirkan.Apa yang terjadi sampai Friska meninggal ? Apa kalian menganiaya Friska ? Secara istrimu itu sangat barbar seperti preman."Ucap Reza sinis.
"Hahaha biarpun istriku kau bilang barbar setidaknya kau pernah mencoba untuk merebutnya dariku sayangnya istriku bukan orang yang mudah dirayu apalagi oleh pria sepertimu yang hanya mengandalkan selangkanganmu untuk menarik perempuan.
Iya memang Friska sudah meninggal beberapa hari yang lalu setelah melahirkan.Dan dirinya meninggal karena infeksi setelah melahirkan"Ujar Fatih.
Reza mengepalkan tangannya karena merasa tersinggung dengan ucapan Fatih.
"Aku tidak percaya dengan omongan kalian,aku akan menuntut kalian dengan pasal penganiayaan.Aku tidak rela kalian bebas seenaknya setelah menjebakku dan melakukan penganiayaan padaku.Aku baru bisa keluar dari rumah sakit kemarin siang setelah hampir dua minggu di rumah sakit".Ucap Reza menatap tajam Fatih.
"Silahkan kalau mau menuntut kami,dan kami tidak menjebakmu.Kalian saja yang bodoh karena rencana kalian yang mudah ditebak.Dan kamu memang pantas dihajar,melampiaskan rasa sakit korban yang kamu tipu."Sahut Fatih dengan santai.
__ADS_1
Reza makin kesal melihat Fatih yang malah terlihat kesal bukannya takut seperti yang dibayangkan Reza.
"Aku tidak akan menuntut kalian jika kalian mau membebaskanku.Aku janji tidak akan menganggu kalian lagi,tolong pikirkan anakku dan Friska yang sekarang jadi piatu.Hanya aku sebagai ayah kandungnya yang dimiliki bayi itu.Apakah kalian tega memisahkan bayi kecil dari ayahnya ?".Ucap Reza dengan wajah dan nada suara yang berubah memelas.
Fatih terkekeh melihat Reza yang mudahnya berubah sikap dari yang arogan menjadi 'korban'.
"Hahahaha kamu lucu sekali.Dengar Reza seperti yang aku bilang tadi aku tidak peduli apakah kamu mau melaporkan kami atau tidak.Soal anak Friska,karena anak itu terlahir diluar nikah jadi kamu secara hukum dan agama tidak berhak dengan anak itu.Dan juga soal anak itu ada Papanya Friska yang lebih pantas untuk menjaganya.Aku gak yakin kamu bisa merawat anak,bisa-bisa anak itu menjadi jahat sepertimu"Sahut Fatih masih tertawa.
Reza kesal mendengar ucapan Fatih,ternyata dengan anak baru lahir itu pun tidak bisa dijadikannya senjata untuk membebaskan dirinya dari penjara.Reza ngeri membayangkan dirinya menghabiskan sisa usianya di dalam penjara.Dan bukan hanya di Indonesia tapi juga di Malaysia.
"Karena sepertinya pembicaraan kita sudah selesai,aku pulang saja kalau begitu.Aku kira apa yang ingin kau bicarakan penting sekali hingga aku bersedia meluangkan waktu ternyata hanya omong kosong.Selamat menghabiskan hidupmu di penjara".Ujar Fatih yang berdiri dan bergegas keluar dari ruangan itu.
Reza menatap benci ke arah Fatih yang santainya keluar.Semua bayangannya yang akan bebas dengan menggunakan anaknya dengan Friska hilang sudah.
masih dipenjara.Reza memang lupa kalau Friska masih memiliki Ayah.
'Arggghhh s*al ! Aku kira aku akan bebas.**** Papanya Friska juga kok masih hidup.Aku kira orang tua itu sudah m*ti.Ini gimana caranya aku bebas,aku ga mau dipenjara'.Pikir Reza dalam hati.
Sepanjang perjalanan menuju sel yang ditempatinya,Reza terus berpikir berbagai rencana yang membuatnya akan bebas sayangnya ide apapun tidak ada yang bagus untuk dilakukannya.
...****************...
Fatih datang ke restoran punya Arumi,selain karena dirinya sudah rindu pada istri tercintanya itu tapi juga karena Fatih dan Arumi memiliki jadwal meeting dengan pihak WO yang akan di sewa untuk pesta pernikahan Fatih dan Arumi.
__ADS_1
Fatih membuka pintu ruangan kerja Arumi tampak tak ada Arumi di dalam ruangan itu.Fatih mengedarkan wajahnya ke seluruh ruangan itu tapi tak ada tanda-tanda jika Arumi berada di sana hanya saja tas Arumi masih terletak di atas meja hingga Fatih yakin Arumi masih berada di restoran.
Fatih duduk di sofa mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi istrinya yang entah berada di mana.Tapi ponsel Arumi ternyata ada di atas meja kerjanya.
Tak lama pintu ruangan itu kembali terbuka menampilkan Arumi yang tampak pucat.Fatih gegas berdiri melihat istrinya yang tampak lemas dan pucat.Fatih memegang tangan Arumi dan menuntunya untuk berbaring di atas sofa.
"Kamu kenapa sayang ? Kamu sakit ? Ayo kita ke rumah sakit."Ucap Fatih dengan wajah cemas.
"Gak apa-apa Kak,aku habis dari kamar mandi.Aku rasanya mual banget,mulut aku pahit."Sahut Arumi yabg memejamkan matanya.
Arumi pagi tadi memang merasa ada yang salah dalam tubuhnya.Perutnya terasa tidak enak,terasa kembung tapi bukan kembung.Hidungnya juga terasa sensitif,segala jenis bau-bauan membuatnya mual.Bahkan wangi bumbu dapur juga membuatnya mual,hingga dirinya tidak tahan lama-lama di lantai bawah restoran itu.
Hanya saja saat dia mencium wangi tubuh Fatih membuatnya lebih tenang dan tak merasa mual lagi.Sempat Arumi berpikir apakah mungkin dirinya hamil anak Fatih.Senyum bahagia terbit di wajah cantik Arumi memikirkan dirinya hamil lagi.
"Ayo ke rumah sakit kalau begitu,aku gak mau kamu kenapa-napa Sayang".Ajak Fatih sambil mengelus kepala Arumu yang masih tertutupi
hijab berwarna coklat itu.
"Gak usah Kak,nanti aja di periksa.Apalagi kita
kan ada meeting sama pihak WO.Aku juga sudah merasa lebih baik daripada tadi".Sahut Arumi membuka matanya dan menatap Fatih yang ada dihadapannya.
"Kamu yakin sayang ?".Tanya Fatih masih merasa cemas apalagi melihat wajah Arumi yang terlihat pucat.
__ADS_1
"Ya Kak.Nanti kalau aku merasa tak sehat aku akan minta diantar untuk ke Dokter.Ayo kita ke bawah Kak menemui pihak WO pasti mereka sebentar lagi sampai ke sini".Ucap Arumi berusaha duduk dengan dibantu Fatih.