AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 73


__ADS_3

Arumi sedang memasak untuk makan siang.Seharian ini dirinya berada di rumah dan tidak pergi ke restoran karena masih kangen Lia dan juga Mamah Fitri yang sekarang sudah pulang kerumah.


"Sayang".Ucap Fatih memanggil Arumi.


Fatih ingin sekali memeluk Arumi yang tampak asyik memasak.Tapi sekarang di rumah bukan hanya ada mereka berdua,Lia,Mamah mertua,juga Mama Fatih juga berada di rumah ini.


"Ya Kak".Jawab Arumi menolehkan kepalanya kepada Fatih.


"Kakak dapat telepon dari kantor polisi,hmmm


Friska sekarang berada di rumah sakit karena dehidrasi.Sudah beberapa hari setelah dia dan Mamanya di tangkap,Friska sama sekali tak makan dan minum apapun."Jelas Fatih.


Arumi terdiam,bingung untuk menjawab ucapan Fatih itu.


"Friska sekarang kritis.Dokter bilang akan dilakukan operasi untuk mengeluarkan bayi Friska yang juga denyut jantungnya melemah.Apa kamu mau untuk ke rumah sakit ? Sebelum hilang kesadaran Friska meminta kamu menemuinya."Ucap Fatih lagi.


"Baiklah Kak.Aku selesaikan dulu masakanku."Balas Arumi.


Fatih tersenyum kecil menatap istri tercintanya itu.


...****************...


Dahlia terus menangis di sudut penjara itu,dirinya terus teringat saat Friska yang makin melemah tiap harinya.Apalagi tadi pagi,Friska pingsan di depannya.


Setelah mereka berdua tertangkap,Friska sama sekali tak mau makan dan minum.Friska hanya duduk diam dengan tatapan kosongnya.Dahlia ajak bicara pun sama sekali tak di gubris oleh Friska.


Hanya tadi sebelum kesadaran Friska hilang,Friska sempat meminta untuk bertemu Arumi juga Abi.

__ADS_1


Dahlia ingin ikut menemani Friska ke rumah sakit,tapi apalah daya polisi tak mengizinkan dirinya untuk ikut.


"Pak,gimana keadaan putri saya pak ? Saya ingin menemaninya Pak,tolong izinkan saya.Saya janji tidak akan kabur Pak,saya juga tidak akan membuat ulah.Saya hanya ingin menemui putri saya Pak".Teriak Dahlia sambil memegang jeriju besi itu.


Beberapa polisi hanya menatap iba kepada perempuan paruh baya itu.Tapi mereka juga tak ingin mengambil resiko mengizinkan terduga pelaku untuk keluar meski hanya ingin menemani putrinya yang sakit.


Toh Friska juga ditemani beberapa petugas kepolisian.


...****************...


Arumi duduk diam menunggu di kursi tunggu di ruang operasi.Fatih sedang berdiskusi dengan polisi yang membawa Friska ke ruamh sakit.


Arumi terus menatap ke arah pintu ruang operasi yang tertutup rapat.


"Arumi !".Suara panggilan dari arah kirinya membuat Arumi mengalihkan perhatiannya.


"Bagaimana keadaan Friska ?".Tanya Rifki setelah berada di depan Arumi.


"Masih di dalam Om.Maafkan Arumi membuat Friska seperti ini".Ucap Arumi menunduk.


Meski bukan salahnya,tapi tetap saja karena dirinya memenjarakan Friska membuat kondisi sepupunya itu kritis.


"Bukan salahmu Rumi,malah Om yang ingin meminta maaf karena istri dan putri Om selalu mengusikmu.Mungkin ini akan menjadi pelajaran untuk Friska lebih berpikir panjang."Ujar Rifki menatap pintu ruang operasi yang didalamnya ada Friska.


"Padahal Om dengar Friska dan Mamahnya sudah bebas beberapa minggu yang lalu.Tapi bagaimana bisa sekarang Friska dan Dahlia seperti ini lagi.Apa yang sebenarnya terjadi Rumi ?".Tanya Rifki mengalihkan tatapannya ke arah Arumi.


Rifki dan Arumi duduk di kursi tunggu itu.

__ADS_1


"Rumi juga kaget Om saat mendengar Friska dan Bibi bebas.Sebelum mereka bebas,mereka beberapa kali memintaku untuk bertemu mereka berdua.Hanya saja karena Abah juga baru saja berpulang membuatku mengurungkan diri untuk bertemu.Saat hari kedua Abah yang sudah berpulang,ada seorang pria yang bertamu ke rumah,katanya dia kekasih Friska dan Ayah bayi yang dikandung Friska.


Setelah itu pria itu bertemu dengan Mas Abi dan pergi ke kantor polisi.Setelah itu Arumi gak tahu apa-apa lagi.Tiba-tiba Mas Abi memberitahukan kalau dirinya telah menalak Friska.Hanya dalam seminggu Friska dan Bibi bebas dengan jaminan dari pria bernama Reza itu".Jelas Arumi.


Rifki hanya diam mendengar penjelasan Arumi.Dirinya masih menunggu kejelasan Arumi lebih lanjut.


Arumi menarik napas dengan kuat.


"Setelah kebebasan mereka,Rumi pikir mereka akan jera dengan mereka di penjara meski hanya beberapa minggu.Tapi pikiran Rumi ternyata keliru,Friska dan Bibi datang ke resto meminta maaf tapi ternyata itu hanyalah sandiwara mereka saja.Hingga minggu lalu,mereka melakukan penculikan padaku.Alhamdulillah,Lia dan Mamah tidak ada di rumah."Ucap Arumi lagi.


"Maafkan Om,Rumi.Ini akibat sifat dengki dan iri hati Dahlia kepada Mamahmu.Dari dulu Dahlia hanya mencintai Abahmu.Meski ditolak ribuan kali pun,perasaan cinta Bibimu kepada Abahmu tetap utuh.Meski Om sudah melakukan berbagai cara untuk membuat Bibimu mencintai Om.Kamu tahu kenapa Om akhirnya menikah dengan Bibimu meski Dahlia mencintai Abah ?".


Arumi menatap saudara kandung Abahnya itu dengan tatapan penuh tanya.


"Gak Om".


"Dulu,setelah Abah dan Mamahmu empat tahun dan kamu berusia tiga tahun .Dahlia yang tidak terima Abahmu menikah dengan perempuan lain membuat rencana untuk menghancurkan pernikahan Mas Arif.Dirinya berniat menjebak Abahmu dengan minuman yang sudah dicampur obat perangsang.Dahlia datang ke toko sembako Abahmu.Bukan Abahmu yang meminumnya tapi Om.Karena saat itu malam hari dan gelap,hingga Dahlia belum menyadari kalau yang bersamanya malam itu bukanlah Abah.


Dan pagi harinya,kedatangan Mas Arif dengan wajah marah melihat kondisi kami berdua.Kami terpaksa dinikahkan,tapi seiring waktu Om merasakan perasaan cinta dan sayang kepada istri Om itu.Tapi Bibimu sama sekali tak membalas perasaan Om,dirinya masih mencintai kakak iparnya.Begitulah".Ucap Rifki menerawang jauh.


Rifki tersenyum miris mengingat dua puluh lima tahun menikah,istrinya sama sekali tak membalas perasaan cinta dan sayangnya.Perasaan cinta dan sayang istrinya malah diberikan kepada Abangnya sendiri.


Arumi terdiam,ini pertama kali dirinya mendengar perjalanan cinta Omnya itu.Dirinya mengetahui kalau Dahlia mencintai Abahnya,tapi tak mengetahui kalau Dahlia sempat berniat menjebak Abahnya.Syukurlah bukan Abahnya yang terjebak.


"Om memang lembek,tidak tegas kepada istri.Kalau seandainya Om tegas kepada Bibimu dan sepupu mu mungkin mereka tak akan pernah mengusikmu.Om malah membawa mereka ke Malaysia sebelas tahun yang lalu.Om malu Rumi,Om gak becus jadi suami dan Ayah."Ucap Rifki terisak.


Arumi menatap Om nya itu dengan pandangan prihatin.

__ADS_1


"Ini bukan salah Om,kalau pun Om tegas tapi melihat sifat Bibi yang seperti itu pasti akan susah.Om juga bekerja,tidak akan dua puluh empat jam bersama.Friska selalu bersama Bibi,pasti otak dan pikirannya akan selalu dicuci oleh Bibi dengan kebencian.Mudah-mudahan dengan kejadian ini Bibi dan Friska bisa berubah".Sahut Arumi.


__ADS_2