
Arumi banyak melamun hari ini.Tak fokus melakukan hal apapun.Otaknya masih mencerna ucapan Fatih di mobil tadi siang.
'Ya Allah,aku mimpi apa ini ?'.
Sampai di rumah pun,Arumi hanya terdiam saja,membuat Abah,Mamah Fitri,dan Lia heran melihatnya.
"Bah,putrimu itu kenapa ? Diam aja.Bukannya harus senang karena sudah cerai dari si Abi ?".Bisik Mamah Fitri ke arah Abah.
"Abah juga gak tahu Mah.Dari dia pulang tadi juga gak ngomong apa-apa sama Abah."
Ting Nong
Suara bel rumah berbunyi tapi tidak membuat Arumi beranjak dari posisinya yang duduk di ruang televisi.
Abah pun beranjak dari posisinya untuk melihat siapa yang datang ke rumah ini.
Abah membuka pintu dan terlihat sosok pria yang cukup tampan berdiri di hadapannya.
"Siapa ?".Tanya Abah pura tak mengenali tamu nya.
"Ih Om masa gak kenal sih sama keponakannya yang paling tampan ini ? Suruh masuk dong Om.Aku mau ketemu Arumi,sudah lama aku gak ketemu sama dia."Pria yang ternyata salah satu sepupu Arumi ini.
"Saya gak tahu kalau punya keponakan gak pernah main ke rumah Om nya.Ya udah masuk,Arumi lagi di tonton tv tuh."Abah Arif pun mempersilahkan keponakannya itu untuk masuk ke dalam rumah Arumi.
"Nonton tv kali om".
"Dih kamu gak percaya.Lihat saja sendiri kalau sekarang Arumi itu lagi di tonton tv."
Sepupu Arumi yang bernama Arga itu masih terheran-heran mendengar ucapan Om nya itu.
Kedua pria itu pun melangkah masuk kearah ruang keluarga.
"Tuh lihat,dia bahkan gak berkedip ke arah televisi.Itu sudah terjadi dari tiga jam yang lalu."Abah menunjuk Arumi yang memang terlihat sedang melamun ke arah televisi.
__ADS_1
Arga mendekat ke arah Arumi,duduk di samping Arumi.Arumi bahkan tak sadar,kalau sekarang di sampingnya ada sepupunya.
"Rumi".Panggil Arga sambil memegang pundak Arumi.
"Astagfirullah.Arga ! Bikin kaget aja sih.Kok kamu ada di sampingku ?".Arumi kaget melihat sepupunya itu sekarang duduk di sampingnya.Dia bahkan tak sadar Arga datang menemuinya.
"Ck ini anak.Aku sudah dari tadi disini,kamu ngelamunin apa sih sampai gak sadar sekitar ?".Tanya Arga penasaran.
"Gak ada".Elak Arumi.
Arumi tidak mau Arga tahu apa yang sedang dipikirkannya.Bisa-bisa kalau Arga sampai tahu,dia akan terus diejek oleh sepupunya yang kurang ajar itu.
"Bohong ! Mikirin mantan suami mu itu ? ".Tanya Arga lagi.
"Dih ngapain mikirin dia.Kan aku sudah bilang,aku gak mikirin apa-apa."Arumi masih saja mengelak nya.
"Benar ? Kok aku gak percaya ya ?".
"Terserah kalau kamu gak percaya.Aku gak ngelarang,kamu ada apa kesini ?".Tanya Arumi mengalihkan pembicaraan.
Lia yang melihat kelakuan salah satu Om nya itu tertawa.
"Om lucu banget sih,ayo kita main Om.Umma dari tadi diam saja.Gak mau ajak Lia main".Lia menarik tangan Arga untuk bermain bersama.
Arumi yang mendengar ucapan dari putrinya itu merasa bersalah.
"Lia maafin Umma ya,Umma agak pusing hari ini."
"Iya Umma,Lia ngerti mending Umma istirahat aja.Aku sama Om Arga main aja disini."Lia dengan pengertiannya kepada Umma nya.
Arumi beranjak ke arah kamar tidurnya.Dia memang tidak berbohong,kalau dirinya merasa sedikit pusing.Pusing memikirkan segala masalah yang terjadi selama beberapa minggu ini.Masalah rumah tangga nya bersama Abi,belum lagi masalah dengan Friska dan Mama nya.Sekarang bertambah dengan pengakuan dari pengacara dingin nya itu.
Sebenarnya dari dulu,banyak pria yang menyatakan cinta untuk nya.Dan sudah banyak yang ditolak pernyataan cinta dari pria -pria itu.Sekalinya dia membuka hatinya untuk menerima cinta dari pria,orang itu ada lah Abi.Arumi menyukai Abi yang selalu bersikap manis kepada nya.Abi juga cukup tampan,sikap dewasa dari Abi juga membuat Arumi dengan berani memutuskan untuk menerima cinta dari pria itu.
__ADS_1
Sekarang menerima pernyataan cinta dari pria lain,membuat Arumi sedikit shock.Otaknya menyuruh untuk menolak Fatih,tapi sudut hati nya melarangnya untuk menolak pria itu.
Hati Arumi masih terasa sakit akibat pengkhianatan Abi.Tak pernah berpikir secepat ini,dirinya akan menerima pernyataan cinta dari pria lain.Belum sehari menjadi janda,sudah ada pria yang menyatakan cinta.
...****************...
Arumi sedang ada di restoran siang ini saat kedatangan Fatih.Sudah beberapa minggu ini mereka berdua belum berjumpa.Setelah pernyataan cinta dari pria itu,kedua nya belum berkomunikasi sama sekali.
"Arumi".Panggil Fatih saat berdiri di depan Arumi yang sekarang ada di meja kasir.
"Kak Fatih mau makan siang ? ".Meski merasa canggung saat melihat pria itu,tapi Arumi berusaha bersikap biasa saja.
"Iya,aku mau makan siang.Dan aku ingin bertemu seseorang,aku rindu kepadanya".Tanpa malu,pria itu mengatakan tujuannya berada disini.
Arumi hanya terdiam mendengar ucapan pria itu.Entah kenapa,sudut hati nya merasa senang mendengarnya,tapi Arumi segera sadar.Masa iddah nya bahkan belum usai.
"Kak Fatih mau pesan apa ? Biar saya panggil pelayan ya ? Ayo saya antar ke tempat duduk Kak Fatih."
Arumi mengantar Fatih untuk duduk di meja untuk menunggu pesanan Fatih.
"Arumi !".Suara seorang pria terdengar dari belakang.Kedua orang yang sedang berjalan itu menoleh ke arah belakang untuk mengetahui siapa yang memanggil Arumi.
"Ck dia malah teriak di sini lagi.Arga kira ini di hutan apa ?".Gerutu Arumi setelah melihat siapa orang yang memanggilnya.
Fatih yang tidak mengetahui siapa orang yang memanggil Arumi,mengerutkan dahi nya.Apalagi yang memanggil pria,alarm tanda bahaya berbunyi di otak Fatih.Membuatnya waspada ada saingan cinta nya.
"Arga jangan teriak disini ! Ini bukan hutan ".Arumi mengomeli Arga.
Fatih kaget mendengar siapa orang yang berada di hadapannya ini.Alarm makin berbunyi kencang di kepalanya.Apalagi melihat keakraban Arumi dan pria ini membuat Fatih cemburu.
"Sorry Sorry,kamu sih gak dengar aku panggil tadi.Aku lapar,pengen masakan mu.Masakin ya,nanti aku kasih hadiah."
Fatih makin menunjukkan raut wajah tak sedap.Dia bahkan belum bisa sedekat itu dengan Arumi.
__ADS_1
"Aku juga Arumi.Aku pengen makan masakan mu,Mama aja sudah pernah kamu masakin,aku saja belum."Ucapan Fatih membuat kedua orang yang ada di depannya ini menoleh kaget ke arahnya.Arumi dengan tatapan horornya mendengar ucapan Fatih.Arga dengan tatapan penasarannya melihat ada seorang pria yang terdengar akrab dengan sepupu nya ini