AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 48


__ADS_3

Friska dan Dahlia telah selesai dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.Hampir dua belas jam waktu yang telah dihabiskan untuk menjawab pertanyaan oleh para penyidik.


Friska dan Dahlia keluar dengan tubuh lemas juga kepala pusing.Pusing menjawab pertanyaan penyidik juga lemas karena belum makan.Mereka tadi terakhir makan saat sarapan tadi.


"Ma aku lapar banget.Tega banget para polisi itu biarin aku yang sedang hamil kelaparan.Bahkan nyediain minum juga gak."Ujar Friska yang tidak tahu tempat.


Beberapa polisi yang mendengar ucapan dari Friska itu sontak menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam.


"Ehem".Dehem salah satu polisi yang terlihat paling gahar di kantor polisi ini.


Dahlia yang menyadari kesalahan Friska yang bicara tidak tahu tempat segera menyenggol tangan Friska meminta nya untuk bicara yang tidak-tidak.


"Apa sih Ma ? Aku kan bicara jujur,emang polisi ini gak punya hati masa' sama sekali mereka gak kasih makan ibu hamil selama dua belas jam ini."Friska masih saja terus mengomel.


Tatapan para polisi makin tajam dan terlihat kesal kearah dua perempuan beda usia tersebut.


"Sudah Fris,kamu ngomong ngawur aja.Biarpun apa yang kamu bilang itu betul,tapi kita masih dikantor polisi.Kamu gak sadar para polisi pada ngelihatin kita karena ucapan kamu itu".Bisik Dahlia mencoba menghentikan Friska untuk terus berbicara yang tidak-tidak.


Friska akhirnya sadar kalau dari tadi para polisi yang mendengar ucapan nya itu menatap tajam kepadanya.Friska merasa merinding melihat tatapan dari para polisi itu.


Friska menarik tangan Dahlia untuk keluar dari kantor polisi.Saat sampai ke halaman kantor polisi,mata Friska melihat kanan-kiri untuk mencari dimana Abi.Dari tadi dia sama sekali tidak melihat abi menunggunya.


"Mas Abi dimana sih ? Masa' dia gak nunggunin aku."Ucap Friska lirih.


Mata nya masih terus mencari keberadaan Abi juga keberadaan mobil Abi.Tapi sama sekali dia tidak melihat Abi ataupun mobilnya.


"Kamu nyari apa Fris ? Ayo kita pulang.Mama sudah lapar banget nih."Ajak Dahlia.


"Aku nyari Mas Abi Ma.Tapi aku sama sekali gak melihat dia ataupun mobilnya.Masa' dia sama sekali gak nungguin kita sih".Sahut Friska masih dengan mata nya yang mencari Abi.

__ADS_1


"Mungkin dia sudah pulang.Dia kan harus jaga toko.Kamu gak dengar tadi kalau dia harus kembali kerja dan gak bisa nunggu kita pulang.Ayo pulang eh tapi kamu ada uang gak ?"


"Uang buat apa Mah ?".Tanya Friska balik.


"Mama kepengen pecel lele yang ada di depan kantor polisi itu.Mama gak bawa uang".Ujar Dahlia dengan mata nya yang menatap warung pecel lele di depan yang terlihat ramai.


"Aku bawa dua ratus ribu Ma.Ayo aku juga ingin makan ayam penyet.Ayo kita ke depan Ma.Aku juga sudah gak tahan lagi untuk makan.Kita belum makan sudah lebih dua belas jam".


Friska dan Dahlia pun menyeberang jalan untuk pergi ke warung pecel lele itu.


****************


Seminggu kemudian...


Friska dan Dahlia kembali ke kantor polisi tapi saat ini status mereka naik jadi tersangka,berkas kasus mereka pun telah diserahkan ke kejaksaan untuk dilakukan sidang.


"Ma aku gak mau dipenjara Ma.Nasib aku gimana nantinya.Masa' aku cantik ini jadi napi,apalagi aku lagi hamil Ma."Raung Friska histeris.


"Menurut kamu Mama mau masuk penjara.Coba hubungi Abi,minta tolong sama dia cariin pengacara buat bantu kita bebas".Dahlia juga menangis.


"Hu hu hu aku gak mau di penjara.Seharusnya aku sekarang sedang bergelimpangan harta,shopping-shopping,party-party sama genk sosialita bukannya dipenjara seperti ini.Harusnya Arumi yang sedang dipenjara,tersiksa dan jatuh miskin."Ratap Friska dengan tatapan nelangsa.


"Sudah Fris,kamu hubungi Abi dulu".Suruh Dahlia.


Friska meminta izin polisi untuk meminjam ponsel untuk menghubungi Abi.Tadi ponsel juga barang-barang mereka tadi disita oleh polisi.


Friska mencoba menghubungi Abi,meski beberapa kali dihubungi tapi sama sekali tidak diangkat oleh Abi.


"Mas Abi kemana sih ?".Lirih Friska sambil menggigiti kuku jari nya.

__ADS_1


Setelah beberapa kali dihubungi akhirnya diangkat oleh Abi.


"Mas akhirnya kamu angkat juga.Kamu kemana Mas ? Mas tolong datang ke kantor polisi,kalau bisa bawa pengacara untuk bantu aku sama Mama.Aku gak mau dipenjara Mas.Mas tolong cepat ya Mas".Ucap Friska dengan cepat juga panjang kali lebar.


{Kamu kenapa bisa ada di kantor polisi ? }.Tanya Abi diseberang sana.


Abi memang tidak tahu saat Friska dan Dahlia dibawa oleh polisi.Saat itu Abi sedang berada di toko nya.


"Aku sekarang jadi tersangka Mas,Mas cepat kesini ya.Aku tutup dulu telepon nya.Aku tunggu kamu Mas".Ucap Friska sebelum mematikan telepon.


Friska dan Dahlia sekarang sudah berada ditahanan.Mereka duduk menyendiri di sudut ruangan itu.Syukurlah mereka hanya tinggal berdua di dalam ruangan itu.


Tak lama kemudian,seorang polwan memanggil mereka berdua karena ada yang ingin menemui mereka.


Friska dan Dahlia kemudian pergi ke ruangan untuk bertemu dengan pengunjung yang ingin bertemu dengan para tahanan.


Friska dan Dahlia bertemu dengan Abi yang baru saja datang.


"Mas kamu akhirnya datang juga.Mas aku gak


mau dipenjara Mas.Aku kan sedang hamil Mas.Mas sewakan pengacara buat aku sama Mama ya".Ucap Friska saat duduk dihadapan Abi.


"Uang dari Friska ? Kamu tahu sendiri aku beru memulai usaha,balik modal saja belum.Ini kan buah atas perbuatan kalian menganggu Arumi.Aku dari awal sudah memperingatkan kamu Fris,stop kamu mencari gara-gara sama Arumi.Kalau saja aku tahu tujuan kamu mendekati aku,tentu saja aku gak akan tergoda sama kamu dan khianati Arumi."Sahut Abi dengan wajah frustrasi.


Setelah perbuatan dia yang dengan tega menyelingkuhi Arumi dan perbuatan itu diketahui oleh Arumi,kesialan terus saja melanda hidupnya.Apalagi Arumi sekarang terlihat membenci nya dan tidak mau diaja rujuk.


Apalagi beberapa saudara di seberang pulau mengetahui perbuatan nya itu dengan senang hati memarahi dan juga mengutuk perbuatannya itu.Kalau saja Almarhumah Ibu nya masih hidup mungkin Abi sudah dikutuk jadi batu.


"Tolonglah Mas,aku kan sekarang jadi istri kamu masa' kamu tega aku yang sedang hamil ini mendekam di penjara.Atau kalau gak Mas bujuk Arumi untuk mencabut laporannya Mas.Mas tolong lah istri mu yang sedang mengandung buah hati kamu ini Mas".Bujuk Friska

__ADS_1


__ADS_2