
"Kata Kakek Om Papa akan jadi Papa aku.Nanti akan tinggal sama aku sama Umma.Aku suka Om Papa Umma.Om Papa suka ajakin Lia main,gak seperti Ayah Umma,Ayah gak mau lagi nemenin Lia main".Ucapan Lia itu membuat ketiga orang itu tersentak kaget.Terlebih Arumi yang menatap putrinya itu dengan kesedihan.
"Sayang,kamu harus tetap sayang sama Ayah ya.Tetap hormati Ayah.Sini sayang peluk Umma.Kamu beberapa hari gak peluk Umma,jadi Umma kangen sama Lia yang cantik".Arumi merentangkan tangannya siap menyambut pelukan hangat dari Lia.
Lia pun naik ke tempat tidur Arumi di rumah sakit itu,memeluk ibu nya dengan erat.Lia juga kangen kepada Umma nya yang beberapa hari ini di rawat di rumah sakit.
Tak lama,terdengar ketukan pintu dari luar.F aatih bergegas membukakan pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.
Fatih kaget melihat siapa orang yang mengetuk pintu.Orang yang mengetuk pintu juga kaget orang yang membukakan pintu adalah sesosok pria yang beberapa waktu lagi mendampingi sang mantan istri di persidangan perceraian mereka.Ya,sosok itu adalah Abi yang berniat menjenguk Arumi yang di rawat di rumah sakit.
"Ini benar ruang rawat Arumi ?".Tanya Abi.Diri nya takut salah ruangan.
"Ya".Jawab Fatih singkat.
Fatih melebarkan pintu itu mengisyaratkan Abi untuk masuk ke dalam.
Abi dengan benak yang bertanya-tanya masuk ke dalam ruangan itu.Saat masuk ke dalam ruangan itu terlihat Arumi,Lia dan Juga Rania yang sekarang menatap ke arahnya.Lia segera turun dari tempat tidur itu,dan berlari menuju Ayahnya itu.
Biarpun Abi sekarang sudah jarang menemaninya,meski sekarang kehadiran Fatih membuatnya senang karena dapat sosok yang menemaninya bermain,tetap saja bagi Lia kehadiran Abi tidak akan tergantikan.Apalagi Lia kangen Abi yang beberapa minggu ini tidak bertemu dengannya.
"Ayah,Lia kangen Ayah".Lia sekarang memeluk Abi.
"Ayah juga kangen Lia".Sahut Abi sambil memeluk Lia dengan erat.
Pemandangan itu membuat Arumi tersenyum kecil.
__ADS_1
"Nak,kamu bisa main sendiri.Ayah mau bicara dulu sama Umma.Nanti kita main lagi ya setelah Ayah bicara sama Umma".
"Iya Ayah".Lia pun turun dari pangkuan Abi.Dan bermain sendiri.
Fatih pun mendekati Lia dan bermain bersama nya.Rania juga ikut bermain,tak mau menganggu pembicaraan kedua orang yang sekarang berstatus mantan itu.
"Rumi".Panggil Abi saat berdiri di depan Arumi.
"Ya Mas".Sahut Arumi.
"Aku tadi datang ke restoran,tapi kata karyawan kamu,kamu sakit dan di rawat di rumah sakit,maka nya aku datang kesini".Abi duduk di kursi samping tempat tidur Arumi.
"Iya,ada yang ingin mas bicarakan sama aku sampai Mas datang ke resto ?".
"Iya,Friska menuntut Mas untuk menikahinya tapi dia mengajukan syarat untuk Mas bisa menikahinya".Ucap Abi sambil menatap lekat wajah Arumi yang masih terlihat cantik meski wajahnya tampak pucat.
"Dia mau rumah yang sekarang kamu tempati,tapi Mas menolaknya.Karena itu memang bukan hak Mas.Karena itu hadiah pernikahan dari Abah.Lagi pula sertifikat rumah itu atas nama mu.Tapi Friska tetap tidak mau tahu."
"Terus maksud Mas apa ? Mas mau minta aku untuk menyerahkan rumah itu,supaya Mas bisa nikahi Friska ?".Tanya Arumi dengan wajah terlihat kesal.
"Bukan.Bukan begitu maksud Mas Arumi.Mas hanya minta kamu supaya hati-hati saja.Seperti nya Friska dan Mama nya sangat terobsesi untuk memiliki rumah itu.Mas gak mau kamu kenapa-napa".Elak Abi tak mau Arumi berpikiran buruk terhadapnya.
"Bukan terobsesi untuk memiliki rumah itu,tapi mereka berdua memang terobsesi untuk memiliki segala apa yang aku punya.Salah satu nya kamu Mas,mereka pikir jika kita bercerai otomatis rumah itu milik kamu.Bahkan harta yang kita dapatkan semasa kita menikah pasti akan mereka kejar.Aku tahu isi otak mereka".Sahut Arumi.
"Iya kamu memang benar.Saat mereka sadar aku tidak mendapat harta gono-gini saat kita menikah,mereka mulai menjauh dariku.Tapi karena Friska yang sekarang hamil,dan sudah tidak mungkin untuk menggugurkannya maka mereka mendesak aku untuk menikahi Friska dengan syarat rumah itu.Tapi aku menolaknya dan bilang aku tidak akan menikahi Friska kalau itu syaratnya."
__ADS_1
Arumi terdiam mendengar ucapan Abi.Sebelum Abi datang untuk berbicara tentang hal tersebut,Arumi sudah tahu terlebih dulu pikiran kedua orang musuh bebuyutannya itu.
"Arumi".Panggil Abi untuk Arumi yang terlihat melamun.
"Ya".Jawab singkat Arumi.
"Kamu masih butuh pengacara ? Kok pengacara itu bisa ada di sini ?".Tanya Abi dengan penasaran.Dari tadi sebenarnya dia sudah ingin bertanya tentang kehadiran Fatih disini.
Apalagi melihat kedekatan Lia dan Fatih membuat Abi cemburu.
"Gak,memang kenapa kalau Kak Fatih disini ?".Malah Arumi kembali bertanya.Tidak tahu kenapa Arumi malah tersinggung di tanya seperti itu oleh Abi.
"Enggak,soalnya Mas khawatir saja kamu ada masalah lain lagi sehingga butuh pengacara.Tapi Mas cemburu melihat kedekatan pengacara kamu itu dengan putri kita".
"Memang kenapa kalau mereka dekat ? Lia senang karena ada teman main.Kamu kan jarang punya waktu buat ajak Lia main.Dari sebelum kita berpisah juga,kamu memang gak punya waktu buat Lia.Waktu kamu kan sudah tersita buat Friska".Sindir Arumi dengan sinis.
Abi hanya terdiam sambil menggaruk belakang lehernya.Terlihat salah tingkah karena disindir kesalahannya.
"Bu...Bukan begitu Arumi.Tapi Mas hanya gak ingin kamu dapat fitnah.Kamu kan belum selesai Masa iddah,tapi sudah dekat dengan pria lain.Mas gak mau kamu digunjing orang."Alasan Abi.
"Aku juga gak dekat sama Kak Fatih.Dia disini hanya menjenguk ku.Apalagi dia yang membawa ku ke rumah sakit dan menjaga Lia selama aku ada disini.Aku juga tahu untuk jaga diri,aku bukan perempuan murahan yang bisa disentuh sebelum punya ikatan halal.Aku juga tahu untuk membatasi diri untuk berinteraksi dengan lawan jenis.Gak berzina"Sindir Arumi lagi.
Abi kembali menggaruk belakang lehernya merasa malu disindir Arumi.
"Rumi,kamu apakah tidak berniat untuk kita rujuk ? Pikirkan lah Lia yang butuh aku dan kamu sebagai orang tua yang utuh".
__ADS_1
"Mas maaf ya aku sama sekali tidak berpikir untuk kembali sama kamu.Kamu juga gak berpikir kan tentang aku dan Lia saat kamu berzina dengan Friska.Yang penting kamu luangkan waktu untuk Lia sehingga dia masih bisa merasakan kehadiran Ayahnya.Lagi pula kamu sebentar lagi punya anak dari Friska".