
Dahlia dan Friska masih saja berteriak-teriak di depan Arumi.Mereka merasa kalau mereka lah yang tersakiti.
"Kamu itu memang pembawa si*l.Gara-gara kamu aku dan putriku menderita.Aku gak akan maafin kamu Arumi,aku akan membuat hidupmu semakin menderita".Umpat Dahlia.
"Oh ya ? Aku yang pembawa si*l atau kalian yang tidak bisa menerima takdir ? Aku tahu kamu Dahlia kamu cemburu pada Mamahku karena Abah lebih memilih Mamah.Hey sadar Dahlia ! Kamu dibandingkan Mamah bagai langit dan bumi.Dan kamu menjadikan putri mu ini sebagai jalan untuk menghancurkan hidupku tanpa kamu sadari yang kamu hancurkan adalah hidup putri mu sendiri".Ucap Arumi dengan tenang membuat Dahlia dan Friska makin tersulut emosi nya.
Dahlia yang kehabisan kata untuk membalas ucapan dari Arumi mengangkat tangannya untuk menampar wajah Arumi.Arumi yang sadar gerakan tangan dari Dahlia yang ingin menamparnya hanya diam dengan santainya.Dia akan biarkan Dahlia dan Friska untuk menamparnya dan itu akan dijadikannya senjata untuk menyerang kedua orang itu.
Tangan Dahlia yang beberapa senti lagi sampai di wajah Arumi harus terhenti karena sebuah tangan besar yang menahannya.
Dahlia yang kaget karena melihat tangannya ditahan segera menoleh ke arah orang yang telah dengan berani nya menahan tangan Dahlia.Dan jantung Dahlia hampir copor saat melihat pujaan hati nya dari dulu lah yang menahannya dengan tatapan tajam membunuh ke arah Dahlia.
"M..mmaass Aaa...rifff".Panggil Dahlia dengan gugupnya.
Abah Arif segera melepaskan tangan Dahlia dengan kerasnya.Dia tidak akan terima siapapun menyakiti putri tersayangnya.
"Kamu gak kapok-kapok ya Dahlia untuk terus menganggu putriku.Jangan kira aku akan diam saja melihat kamu dan putrimu ini terus saja mengusik Arumi,kamu bahkan gak akan mengira apa yang akan aku lakukan membalas perbuatan kalian ini".Ancam Abah Arif.
"Tttt....ttaapiii M.maas ..."
Tanpa mendengar ucapan Dahlia yang hanya akan mengelak dari perbuatan nya itu,Abah Arif menoleh ke belakang untuk melihat putrinya.
__ADS_1
"Kamu gak apa sayang ?".Tanya Abah Arif memegang pundak Arumi untuk memperhatikan apa ada yang luka di tubuh putrinya itu.
"Gak Abah.Aku belum sempat ditampar oleh nenek lampir itu".Jawab Arumi.
Dahlia tampak cemburu melihat pemandangan itu.Dia ingin sekali diperhatikan oleh Arif sosok pria belahan jiwa nya.Dari puluhan tahun yang lalu Dahlia tidak bisa melupakan perasaan cinta nya ke Arif.Meski telah menikah dengan Rifki yang juga tidak kalah tampan nya dari Arif tapi tetap saja perasaan cinta itu tidak pernah ada dalam hati nya untuk suami nya itu.
"Mas Arif aku kesini hanya ingin meminta Arumi untuk klarifikasi masalah video kemarin.Banyak hujatan yang tertuju ke arah ku dan Friska.Aku gak mau Friska stres memikirkan video itu,aku khawatir kandungan Friska bermasalah kalau Friska stres.Aku juga tidak memukul Arumi,bagaimanapun Arumi sudah ku anggap putriku sendiri".Suara Dahlia berubah lembut ke arah Arif.Dia berusaha mengalihkan perhatian Arif dari Arumi.
Arumi dan Arif yang mendengar ucapan dari Dahlia sontak saja tidak bisa menghentikan tawanya.Bukan hanya mereka berdua tapi beberapa karyawan resto dan beberapa pelanggan yang dari tadi menonton aksi Dahlia juga tertawa melihat sikap Dahlia yang sekarang berubah 180°.
"Gak usah kamu anggap aku anak kamu.Aku gak mau diajari untuk menjadi seorang pel*cur juga pel*kor.Cukup putri mu ini saja.Lagi pula cukup Mamah ku saja yang memiliki ku sebagai putri,kamu jangan.Gak sudi".Sahut Arumi dengan wajah jijik ke arah Dahlia dan Friska.
"Apa lihat-lihat ? Aku tahu aku lebih cantik dari putri mu ini tapi gak usah lihatin kayak gitu dong".Ucap Arumi dengan judesnya ke arah Arumi.
Kalau orang yang tidak mengetahui perbuatan Dahlia dan Friska kepadanya pasti menganggap Arumi adalah perempuan kurang ajar yang tidak punya sopan santun kepada orang yang lebih tua.
Tapi dari kecilnya,sikap Dahlia yang jahat telah membuat dirinya yang masih kecil sudah mempunyai sifat benci di hati nya.Apalagi saat kasus 11 tahun yang lalu makin membuat perasaan benci di dalam hati Arumi makin besar.
"Rumi".Panggil suara bariton membuat Arumi mengalihkan perhatiannya dari Dahlia.Ternyata Fatih sudah datang.
Friska yang mengetahui kalau ada Fatih segera merapihkan penampilannya.Dia ingin terlihat lebih cantik dari pada Arumi.Tapi sayang seribu sayang Fatih bahkan sama sekali tidak menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Mas Fatih".Panggil Friska dengan suara yang dilembut-lembutkan nya.
Yang dipanggil hanya melirik sekilas dan kembali memusatkan perhatiannya kepada Arumi.Friska yang melihat Fatih cuek kepadanya tampak cemberut.Dia selalu saja kalah dari Arumi membuatnya kesal.
"Maaf aku telat,tapi kamu gak apa-apa ?".Tanya Fatih dengan tatapan khawatirnya.
"Gak Kak.Aku hanya ingin Kak Fatih untuk membuat laporan ke polisi atas ulah kedua perempuan ini,aku juga ingin kasus 11 tahun yang lalu dilanjutkan".Ucap Arumi dengan mata nya ke arah Dahlia dan Friska.Senyum sinis dihadiahkannya untuk kedua orang itu.
Dahlia dan Friska terkejut mengetahui Arumi akan melaporkan mereka ke kantor polisi.Mereka sama sekali tidak berpikir kalau Arumi akan melaporkan ke polisi.
Memang kemarin Arumi telah mengancam mereka,tapi mereka berpikir Arumi hanya mengancam saja bagaimanapun mereka adalah saudara Arumi.
"La....laappor Po...po..li..si ?".Dengan terbata Dahlia dan Friska mengucapkan nya bersamaan.
"Ya sesuai dengan ucapan ku kemarin,sekali saja kalian mengusikku lagi aku gak akan segan-segan untuk melanjutkan ini ke polisi.Dan kalian dengan berani nya datang kesini membuat keributan.Aku akan dengan senang hati akan membawa kalian berdua masuk penjara bukan hanya putri mu ini tapi kamu juga Bibi Dahlia ku tersayang.Kalian senang bukan berkumpul berdua di penjara".Senyum sinis dengan tatapan tajam masih terus diberikannya ke arah Dahlia dan Friska.
"Tapi kenapa harus ke kantor polisi ? Kami kan hanya meminta kamu untuk menghapus video itu dan mengklarifikasi nya !".Protes Friska.
"Meminta ? Hahaha kalian dari tadi disini hanya berteriak kesetanan,kalian hanya mengumpatiku.Tentu saja kantor polisi,kasus 11 tahun yang lalu belum aku cabut dan dengan senang hati akan ku lanjutkan.Dan untuk Mamah mu tersayang ini juga akan aku masukkan ke penjara dengan kasus berbeda tentu saja.Pasal perbuatan tidak menyenangkan".Sahut Arumi.
Friska dan Dahlia saling memandang satu sama lain.Mereka berdua bingung apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
__ADS_1