AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS

AKU TAHU PERSELINGKUHANMU MAS
Bab 42


__ADS_3

Arumi menghentikan suapan tangan ke mulutnya menyadari kehadiran kedua orang yang tidak disukai nya itu.Arumi menaikkan alisnya melihat wajah kelaparan Friska didepannya.Mata Friska terus tertuju ke arah mie pedas di depan Arumi.Arumi dengan tersenyum smirk meraih piring yang berisi mie yang lumayan pedas itu.Mengambil garpu,memilin mie dan memasukkan nya ke mulut dengan wajah yang sangat puas.


Friska melihatnya dengan tatapan ingin memakan mie itu.


"Kak Rumi,aku mau mie itu dong,Aku lagi ngidam soalnya".Ucap Friska tanpa tahu malu.Bahkan memanggil dengan panggilan 'Kak' kepada Arumi,suaranya pun terdengar dilembutkan.


"Pftttt Hahahaha,gak salah kamu manggil aku kak ? Aku baru pertama kali mendengar kamu memanggil aku Kak.Oh ya Dek Friska,kamu mau makan mie ini ? Uluh uluh kamu suka banget sih sama bekas aku.Kamu tahu kamu kayak pengepul barang bekas,suka yang bekas-bekas".Ucap Arumi dengan pedas membuat wajah Friska memerah.


Fatih dan Abah Arif yang mendengarnya tampak menahan tawa mendengar ucapan pedas Arumi.


Friska makin cemberut saat menyadari dai diketawain oleh Fatih.Dia ingin beranjak dari sana tak tahan lagi mendengar ucapan nyelekit dari Arumi.Tapi keinginan makan mie pedas Arumi itu begitu kuat dirasakannya.


"Friska ! Ayo pulang.Jangan makin permalukan diri kamu.Kamu gak usah minta mie itu sama Arumi yang gak punya hati padahal kamu kan lagi hamil".Ucap Dahlia dengan kesal melihat Arumi tidak menuruti ngidam nya Friska.


"Iya Dek Friska,kamu jangan makan mie orang yang punya hati ini.Yang punya hati kan kalian


yang suka mengambil barang bekas orang lain.Jadi Dek Friska mending kamu pulang,cuci kaki,cuci tangan,minum susu terus bobo deh".Kata Arumi dengan sarkas.

__ADS_1


"Tapi Friska pengen mie itu Ma".Friska masih tetap ingin memakan mie yang ada di depan Arumi.


"Nanti kita beli di tempat yang lain.Malah lebih enak di tempat yang lain daripada disini".Sahut Dahlia.


"Gak mau.Pengen nya mie itu".Tunjuk Friska ke arah piring Arumi yang hampir habis.


Arumi tak ingin kasihan sebenarnya,tapi dulu saat hamil Lia dan mengidam berbagai hal membuatnya mengerti apa yang dirasakan Friska.Tapi dia tidak akan memberikan mie pedas yang berada di piring nya itu untuk Friska,karena mie itu bekas dimakan Arumi juga tak baik memakan makanan yang terlalu pedas bagi ibu hamil.


Arumi memanggil salah satu karyawannya yang bertugas melayani pelanggan.Dia memesan mie yang kadar pedasnya aman untuk ibu hamil.


"Aku bukan karena baik hati dan sudah memaafkan kalian hingga memberikan mie itu.Tapi aku gak mau kamu merengek seperti bayi disini.Jika makanan itu datang kalian bisa pergi dari sini".Ucap Arumi pergi dari meja makan itu dan berjalan menuju musholla untuk sholat zuhur.


Friska menatap penuh minat ke arah Fatih,menatap wajah tampan itu membayangkan dirinya bisa memiliki hubungan dengan Fatih.Dahlia juga sama saja,menatap dengan wajah penuh cinta ke arah Arif.


Tatapan kedua wanita itu membuat Fatih dan Arif merasa tak suka.Setelah menghabiskan makanan mereka,tanpa berpamitan kepada Friska dan juga Dahlia kedua pria itu pun beranjak dari sana.


"Ma,harusnya aku nikah sama Mas Fatih aja ya.Lebih ganteng dari Mas Abi,kayaknya lebih kaya juga dari Mas Abi.Huh kalau saja aku lebih dulu berkenalan sama dia".Friska masih saja menatap Fatih yang sedang berjalan menuju musholla.

__ADS_1


"Nanti kalau masalah kita selesai,dan kamu sudah melahirkan kamu dekati saja dia.Mama juga kalau sudah resmi cerai sama Papa kamu,akan mendekati Abah nya Arumi,dan akan menyingkirkan istri nya dan juga Arumi".Dahlia sudah memikirkan berbagai cara untuk menarik perhatian Arif.


...****************...


Setelah sampai di rumah,tampak di teras duduk Rifki yang sedang menunggu kedatangan Friska dan juga Dahlia.


"Papa yakin ngusir kami dari rumah ? Aku kan putri Papa.Papa tega sama aku yang sedang hamil ?".Tanya Friska ke arah Papa nya dengan mata yang tampak berkaca-kaca.


"Kamu juga tega sama Papa,membuat Papa stress melihat kelakuan kamu yang diluar batas.Umur 13 tahun kamu ketahuan punya video mesum dengan lelaki,membuat fitnah kalau itu Arumi,hingga kamu hampir dipenjara.Untung saja umur kamu masih muda.Eh sekarang kamu pulang dari Malaysia,kamu seingkuh dengan suami sepupumu.Hamil diluar nikah,dan sekarang kamu juga kembali berurusan dengan polisi.Bisakah sekali saja kamu membahagiakan Papa kamu ini Fris.Papa sudah tua,ingin bahagia dengan keluarga,dan bermain dengan cucu.Tapi ini apa ? Memang kamu akan memberikan Papa cucu tapi kamu terancam masuk penjara".Ucap Rifki panjang lebar.


Air mata bercucuran keluar dari mata tua nya.Entah apa salah nya hingga mempunyai keluarga kecil seperti ini.Terkadang dirinya melihat kebahagian keluarga kecil abangnya.


Friska yang mendengar ucapan Papa nya juga menitikkan air mata nya.Dia sadar dirinya memang salah selama ini,tapi hasutan dari ibu nya membutakan mata nya hingga berani melakukan hal yang tabu.


"Sudah lah Mas.Gak usah ngurusin kami lagi,toh kamu juga gak bisa membuat aku dan Friska bahagia.Kamu itu hanya pria miskin Mas,dan juga jangan menghalangi aku untuk mendekati Mas Arif,aku hanya mencintai Abang kamu itu".Ucap Dahlia tidak suka mendengar ucapan dari mantan suaminya itu.


"Hahahaha.Kamu yakin bisa menarik perhatian abang ku itu ? Dulu saat kamu masih muda, dan masih cantik,Bang Arif bahkan tidak menghiraukan kehadiran mu apalagi sekarang yang kamu sudah tua dan tampak jelek.Kak Fitri lebih cantik dan lebih anggun daripada kamu,masa Abang Arif memilih kamu jika dia punya bidadari di rumah.Aku miskin juga gara-gara kalian bukan ? Kalian bisa nya hanya foya-foya,dan suka mencari masalah dengan orang lain.Kalian pikir aku mengganti rugi gak pakai uang untuk menebus kesalahan kalian.Sudahlah jangan banyak basa-basi,satu jam kalian harus sudah selesai membereskan

__ADS_1


barang kalian dari rumah ini".Sahut Rifki masih dengan air mata nya yang keluar dengan deras.


"Tapi itu kan memang kewajiban mu Mas,aku sebagai istri dan Friska sebagai anak wajib kamu nafkahi.Kamu saja yang tidak becus kerja dan juga tidak becus mengelola warisan kamu hingga kita jadi miskin seperti ini.Aku akan tetap mendekati abang kamu itu".Balas Dahlia lagi dengan sinisnya


__ADS_2