
Abi telah sampai di kantor polisi untuk menemui Friska.Abi tidak lupa dengan beberapa makanan yang dibelinya untuk Friska dan Ibu mertuanya.
"Mas kok kamu baru ini sih datang kesini ?".Tanya Friska setelah bertemu dengan Abi.
"Mas sibuk kerja ".Sahut Abi dengan tatapan malas ke arah Friska.
Sekarang penampilan Friska sungguh berbeda dengan beberapa bulan yang lalu.Perempuan muda dengan badannya yang ideal,cantik,kulitnya putih mulus sekarang berubah perempuan hamil yang tidak terurus,rambutnya tampak berantakan.Mukanya pun kusam dengan beberapa jerawat di wajahnya.
Padahal saat dulu Arumi hamil,Arumi malah makin cantik.Tapi berbeda dengan Friska yang malah makin kusam.
"Terus gimana kelanjutan kamu untuk membujuk Arumi mencabut laporan.Mama dan Friska gak mau lama-lama disini."Ujar Dahlia.
Dahlia memang ikut menemani Friska menemui Abi.
"Aku belum bisa untuk berbicara tentang hal itu kepada Arumi dan keluarganya."Jawab Abi sekarang menatap mama mertuanya itu.
"Kenapa ? Kamu sempatin dong Abi.Kamu mau lihat istri kamu melahirkan di penjara ?".
"Iya Mas,betul kata Mama aku gak mau lama-lama disini".
"Aku belum bisa untuk berbicara tentang itu kepada Arumi karena Abah baru saja meninggal,aku merasa gak enak membahas hal itu disaat mereka masih berduka ".Balas Abi.
"Apa ????!! Mas Arif meninggal ? Kamu gak bohong Abi ?".Jerit Dahlia mendengar kabar pujaan hatinya itu.Dia bahkan sampai berdiri saat mendengar berita itu
"Iya Ma,baru kemarin.Abi juga kaget sih saat mendengar kabar Abah.Sebenarnya dua minggu yang lalu Abah sudah masuk rumah sakit terkena serangan jantung.Sudah sempat
dioperasi."Jawab Abi.
Dahlia yang mendengar kabar itu semakin lemas.Dia bahkan belum menjalankan rencananya untuk mendekati Arif setelah keluar dari penjara.Dia memang berniat untuk mendekati Abahnya Arumi.Dia ingin memiliki Abah Arif,memiliki cinta sejatinya dari dulu.
Tapi sekarang ? Angan-angannya yang ingin bersama Abah Arif sekarang musnah.Pria itu telah pergi untuk selamanya,meninggalkan dirinya dengan kesengsaraan.Dia kemudian teringat sumpahnya kepada mantan suaminya yang akan merebut Abah Arif dari istrinya.Sekarang mungkin Rifki akana menertawainya.
"Ma kenapa ? Bukannya bagus kalau Om Arif meninggal Mas Abi bisa menekan Arumi untuk membebaskan aku.Mama lupain aja cinta Mama itu.Mama kan sudah tua gak perlu lah cinta-cintaan ".Ucap Friska dengan entengnya.
__ADS_1
Dahlia yang mendengar ucapan Friska itu menoleh kearah putrinya itu dengan tatapan tajam.
"Dasar kamu b*doh ! Mama gak semudah itu lupain Mas Arif."Ucap Dahlia sambil menoyor kepala putrinya itu.
Abi hanya terdiam saja menonton perdebatan antara Dahlia dan Friska.Dirinya sudah mengetahui Ibu mertuanya mempunyai perasaan kepada Abah Arif.Abi sempat berpikir itu tak masuk akal karena Dahlia kan adik iparnya Abah.
"Apa kamu tidak bisa mengajukan izin kepada
petugas polisi untuk Mama melihat makam Abahnya Arumi.Mama ingin melihat makamnya ".Ujar Dahlia dengan air mata yang menetes.
"Abi gak tahu Ma.Tapi kayaknya gak bisa karena Mama kan tidak ada hubungan dengan Abah.Hanya kakak ipar itupun Papa Rifki sudah menceraikan Mama.Tapi nanti Abi usahakan ".Sahut Abi dengan terpaksa untuk menuruti permintaan Dahlia.
"Pokoknya Mas harus berusaha untuk membujuk mantan istrimu untuk mencabut laporan.Mungkin aja karena mereka dalam suasana duka hingga mereka akan mengabulkan untuk melepaskan aku dan Mama Mas."Ucap Friska kembali meminta Abi untuk membujuk Arumi untuk mencabut laporan.
"Iya nanti Mas akan usahakan ".Sahut Abi dengan setengah hati.
Dia sama sekali tidak ingin membujuk Arumi untuk membebaskan Friska.Dia malah merasa senang karena Friska dan Dahlia yang dipenjara dia malah bebas di rumah.Tidak ada suara cempreng Friska dan Dahlia di rumah.Uangnya juga tidak cepat habis karena sering diminta Friska dan Dahlia.
...****************...
Dahlia mengingat kembali segala kenangannya bersama Arif.Dirinya yang selalu mencari perhatian Arif yang sangat cuek dan dingin.Kadang Arif tampak perhatiab padanya hingga membuat Dahlia muda berpikir kalau Arif juga menyukainya.
Tapi kabar buruk terdengar di telinganya saat mendengar Arif sudah mempunyai kekasih.Apalagi mendengar Arif akan menikahi kekasihnya.Saat Dahlia menanyakan kebenaran itu,Arif dengan santainya mengiyakan kabar itu.
Dahlia patah hati,dan Dahlia pun jujur kepada Arif tentang perasaannya tapi Arif sama sekali tidak peduli.Hingga Dahlia bertemu dengan Fitri.Membuat Dahlia membenci Fitri sampai kebencian itu terbawa sampai tua.
"Ma kenapa sih ? Gak usah melamun Ma."Ujar
Friska membuyarkan lamunan Dahlia.
"Sudah jangan Mama ".Ucap Dahlia.
Sekarang Dahlia sedang berpikir untuk membalaskan dendamnya pada Arumi dan Fitri.Dahlia masih belum sadar akan kesalahannya meski dirinya sekarang berada di penjara.
__ADS_1
Dirinya akan membalaskan sakit hatinya kepada Fitri yang telah merebut kekasih hatinya.Juga membalas Arumi yang membuatnya masuk penjara sehingga dirinya tidak sempat untuk memiliki Arif dan bahkan tidak bisa menemui Arif untuk terakhir kalinya.
...****************...
Arumi menatap sendu Mamahnya yang masih meratap kehilangan Abah.Mamah bahkan tidak mau makan,saat sarapan tadi pun Arumi menunggu Mamahnya itu di ruang makan tapi Mamah Fitri sama sekali tidak datang.
"Kamu bawa makanan ini ke kamar Mamah aja.Suapi Mamah.Atau ajak Lia untuk menghibur Mamah".Ucap Fatih berada di samping Arumi.
"Iya Kak".
Arumi kemudian membawa nampan yang berisi makanan untuk Mamah Fitri.Dirinya juga mengajak Lia untuk menghibur neneknya itu.
"Nek,Lia ingin melihat Nenek makan."Ucap Lia
yang mengerti kekhawtiran Ummanya melihat
Nenek yang terus menangis dan tidak mau makan.
"Nenek gak lapar sayang ".Sahut Mamah Fitri masih berbaring.
"Mamah belum makan loh.Tadi janjinya Mamah akan menyusul Rumi ke ruang makan."
"Iya Nek.Sini makan biar Lia suapin Nenek seperti Nenek nyuapin Lia".Ujar Lia.
Lia mengerti Neneknya itu sedih.Meski masih kecil,tapi Lia yang sekarang berusia enam tahun sudah begitu cerdas.Dirinya pun mengerti kalau Kakeknya sudah pergi untuk selamanya.
Mamah Fitri kemudian bangun dari tidurnya.Duduk menyandar,meski dirinya belum merasa lapar tapi mendengar permintaan cucu kesayangannya itu membuat Mamah Fitri mau untuk makan.
Lia membantu Mamah Fitri untuk makan.Arumi tersenyum senang melihat Mamahnya mau untuk makan meski dengan paksaan.
TOK TOK TOK
Suara pintu diketuk membuat Arumi mengalihkan perhatiannya.Terlihat Bi Asih berdiri di pintu masuk kamar.
__ADS_1
"Ada apa Bi ?".Tanya Arumi kepada Asisten rumah tangga nya.
"Ada yang ingin bertemu dengan Mbak Rumi ".